
Jangan Lupa Tap Jempolnya dulu ya 👍👍👍
Happy Reading All 😉😉😉
^^^
Elena dan Rika membaca satu demi satu kata yang tertera di secarik kertas itu. Sambil menerka-nerka siapa orang dibalik tulisan yang sedang mereka baca.
Aku belum mengerti akan kata syahdu untuk waktu yang lama mengenali cinta dalam hati.
Karenamu aku tahu itu sangat sulit untuk dimengertikan sebagai wadah paling manshur tentang cinta.
Hatiku kerap kali terbelenggu bila ingat wajah cantik nan pesona pada dirimu.
Kemilau senyum tipis nan manis itu, membawaku dalam dunia khayal yang jauh.
Renungkanlah sejenak untuk mengakarkan kisah dibalik kata-kata nan tertata penuh makna.
Dari dikaulah aku menemukan hasrat cinta yang terpanah oleh jiwa asmara.
^^^
Seakan hati seorang Elena terenyah oleh buaian kata-kata itu. Binar matanya terlihat bahagia melihat kiat-kiat kata indah untuk dirinya.
"El, kira-kira ini dari siapa ya?" tanya Rika.
Elena termenung dan tidak mendengarkan perkataan dari Rika. Dia sudah terhanyut dalam lantunan syair yang di tujukan padanya.
"Halo, Elena!" ucap Rika sambil melambaikan tangannya ke hadapan Elena.
"Eh iya ada apa mbak?" ujar Elena terjaga dari lamunannya.
"Termenung aja dari tadi. Udah kelar bacanya kan?" tanya Rika bernada pelan.
"I-iya sudah kok mbak. Barusan mbak bilang apa?" tanya Elena dengan nada terbata-bata.
"Tadi mbak nanya, kira-kira tulisan ini dari siapa menurut kamu?" ujar Rika mengulangi pertanyaannya.
__ADS_1
"Ee... Elena belum tau siapa orangnya mbak," jawab Elena.
"Jangan-jangan ini dari Ali kali!" seru Rika.
"Ah tidak mungkin dia menulis seindah ini mbak," ketus Elena kemudian.
"Bisa aja kan, secara dia orangnya kan romantis El," sahut Rika.
"Duh sudahlah mbak, abaikan dulu tulisan itu, aku sudah lapar nih." Ujar Elena menghentikan percakapan mereka. Lalu, mereka mulai memasak mie instan yang sebelumnya mereka beli.
Suasana hati Elena sedang dalam berbunga-bunga. Meski dia belum percaya bahwa kata-kata indah itu dari Ali. Menurutnya, jika benar itu dari Ali, dia tidak bisa meragukan lagi bahwa Ali memang pria romantis.
^^^
Mia sudah berada di kosannya. Dia pulang hari ini tidak menaiki taksi, melainkan dia di antar oleh Romo.
Entah bagaimana dia bisa pulang dengannya. Yang jelas dia sangat berterimakasih padanya, sebab dia bisa menghemat uang saku yang tersisa dalam dompetnya saat ini.
Kalau bukan karena Romo yang anterin aku pulang, mungkin hari ini aku sudah mati kelaparan. Uang saku tinggal sepuluh ribu, kan bisa buat beli sayuran ntar sore. Ujar Mia tersenyum dengan sendirinya setelah selesai mengganti pakaiannya itu.
Rupanya dalam waktu dekat, Romo sudah mulai merangkak masuk untuk mendekati Mia. Bukan tanpa alasan, dia bertindak demikian hanya karena ingin melihat reaksi dari Ali kedepannya.
^^^
Sekarang sudah jam tujuh malam, Ali terlihat santai di atas tempat tidurnya. Tiba-tiba, ada telepon masuk dengan nomer tidak diketahui. Dia menerima telepon tersebut.
"Halo, maaf ini siapa ya?" ucap Ali.
"Maaf ya mengganggu, kamu lagi apa sekarang?" ujar seseorang di balik telepon itu.
"Kamu siapa? Ditanya malah enggak di jawab," ketus Ali.
"Kamu sudah tidak mengenali suaraku, Ali?" ujar seseorang itu kepada Ali.
"Ah sudahlah kalo tidak ada hal yang perlu di bicarakan, aku tutup teleponnya enggak penting!" ujar Ali mendengus kesal.
Siapa yang barusan menelponnya? Suara seorang wanita dengan lembut, dengan nomer dirahasiakan, sudah bisa membuat Ali menjadi kesal dengan sendirinya.
__ADS_1
Baru saja ingin berkhayal, ada-ada aja gangguan yang unfaedah. Emangnya dia siapa, suara perempuan itu siapa? tanya Ali dalam batinnya sendiri.
Dan kali ini ada lagi telepon masuk kepadanya. Tanpa pikir panjang Ali langsung menerima telepon itu dan membentaknya.
"Tidak usah menggangguku lagi, tidak penting bagiku menerima telepon darimu!" ketus Ali dengan nada tingginya.
"Oh begitu... ya sudah, aku minta maaf jika selama ini aku mengganggumu," ujar Elena menetup teleponnya.
"E-elena, halo Elena... A-aku kira..." Telepon mereka sudah terputus.
Ali tidak menyangka bahwa yang menelpon barusan ternyata adalah Elena. Dia semakin pusing, dan tak habis pikir atas apa yang barusan dia ucapkan kepada Elena. Habisnya dia kira itu dari orang di balik nomer yang tidak di ketahui sebelumnya.
.
.
.
.
**Bersambung...
.
.
.
.
Maaf baru bisa update 🙏🙏🙏
Sekali lagi jangan lupa tap jempolnya ya 👍👍👍
Bantu Vote poin dan kalo mau bantu kasih TIP nya ya..
Semoga berkah 😊❤❤❤
__ADS_1
Eh ngomong-ngomong yang menelpon Ali itu siapa ya? 😆😆😆**