KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Lebih Dekat !!


__ADS_3

Selang beberaa waktu dari kejadian sebelumnya, jam ke-dua perkuliahan di mulai. Kali ini dosen yang mengajar lumayan kocak dan seru. Semua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah bersama beliau tertawa terbahak-bahak.


Akhirnya jam perkuliahan mereka selesai. Satu demi satu dari mereka meninggalkan ruangan tersebut. Kini tersisa hanya Ali dan Mia. Seperti biasa Mia selalu membantu Ali membereskan peralatan yang digunakan saat perkuliahan berlangsung.


****


Mia bertanya kepada Ali, "Li, kok muka kamu kayak kusut gitu. Kamu kenapa!?"


Ali menjawab dengan cuek, "aku baik-baik kok,"


"Kamu tidak terlihat seperti biasanya Ali. Ceritakan kepadaku, ada masalah apa," ujar Mia memaksa Ali.


"Kalo aku bilang tidak ada apa-apa, ya bearti aku baik-baik saja Mia !?" jawab Ali dengan nada tinggi.


Seketika Mia diam, dan bergegas pergi keluar ruangan, "Maaf Ali. Aku hanya bertanya dan khawatir dengan keadaan kamu yang tidak seperti biasanya. Kamu nggak usah nganterin aku pulang." Tegas Mia yang langsung meninggalkan Ali.


"M-Mia tunggu!!" ujar Ali yang langsung menyusul keluar ruangan sambil membawa infocus dan mengunci ruangan.


Akan tetapi, Mia sudah terlanjur jauh dan berlari meninggalkan Ali. Akhirnya Ali mengembalikan infocus dan kunci ke fakultas terlebih dahulu.


Hampir setengah jam lamanya, Mia juga belum bisa Ali temukan. Nomor telepon Mia juga tidak dapat di hubungi. Ali terlihat geram dan emosi dengan sendirinya. Dia melihat helm di Mia di motor sudah tidak ada lagi. Ali kemudian pergi menuju kosan Mia. Sesampai di kosan Mia, Ali juga tidak mendengar atau menemukan Mia. Beberapa kali dia mengetuk pintu Mia, tapi juga tidak ada respon. Kemudian orang di sebelah kosan Mia yang memberi tau Ali bahwa Mia belum pulang.


Ali makin khawatir dan penuh dengan rasa bersalah. Sebelumnya Mia pernah bilang, bahwa dia tidak suka di bentak. Pikiran Ali makin kacau, mana urusan dia sama Romo juga belum kelar lagi. Ali lalu kembali ke kampus lagi. Dia mencoba mencari Mia di setiap sudut area kampusnya tersebut. Tetapi, Mia juga belum di ketahui keberadaannya. Dia mencoba menghubungi Sintia, teman dekatnya Mia. Namun, Sintia juga tidak tau keberadaan temannya tersebut. Sintia menghubungi nomer Mia, akan tetapi juga tidak bisa di hubungi.


Hanya ada satu tempat yang belum Ali periksa, yaitu lantai atas gedung kampus mereka. Iya benar saja, Mia disana dengan mata air yang berderai bercucuran membasahi pipih dirinya. Ali mendekat Mia seraya meminta maaf.


"Mia, aku tau aku salah. Maafkan aku Mia," melangkahkan kaki secara perlahan.

__ADS_1


"Buat apa kamu mencariku. Tinggalkan aku sendiri disini," ujar Mia sambil menghapus airmata nya.


Ali memegang tangan Mia, " Mia, maaf. Aku tidak bermaksud membentakmu," gumam Ali.


"Lepaskan Ali!! Kamu tau kalo aku tidak suka di bentak!?" Ujar Mia sambil mengucilkan pegangan Ali tersebut.


"Mia, tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya kembali." Dengan spontan Ali mendekap Mia dan menghapus derai airmatanya itu.


Hati Mia akhirnya luluh kembali dalam pelukan yang diberikan Ali. Dia kali ini juga memeluk Ali, sambil tersendat-sendat akibat sudah terlalu lama membuang airmata.


"Maaf ya. Aku siang tadi ada sedikit perdebatan sama Romo. Aku masih memikirkan itu, makanya aku tidak seperti biasa yang kamu lihat." Mengecup dengan lembut kening Mia, setelah selesai memberikan penjelasan.


"Aku juga minta maaf. Aku terlalu rapuh untuk di bentak. Kalau saja kamu sedari awal menjawab, mungkin tidak akan seperti ini." Ujar Mia yang kali ini merenggangkan pelukannya dan menghadapi Ali yang menatap dirinya.


"Aku mencintaimu Mia." Ujar Ali yang kemudian langsung memberikan satu cium*n mes*a kepada Mia.


Mia lalu bertanya pada Ali, "B-barusan kamu bilang apa Li!?" ujar Mia dengan nada terbata-bata dan sambil memegangi tepian bibirnya sendiri.


"I-iya aku bilang, aku mencintaimu Mia. Selepas saat kamu menemaniku hari itu. Kau bisa merubahku sejauh ini Mia, kau mampu mengalihkan ingatanku tentang Elena. Maka dari itu, aku mau menyayangimu Mia. Apakah kamu mau menjadi kekasihku?" Gumam Ali sambil memegang kedua tangan Mia.


Mia terdiam sesaat, dan takut mau jawab apa. Soalnya dia menyadari bahwa dia sudah memiliki kekasih yang saat ini status hubungan dia masih ada, meskipun sudah renggang.


"Maaf Li. Sepertinya aku belum bisa jawab. T-tapi, kamu bisa menunggu jawaban dariku secepat mungkin Li," gerutu Mia dengan nada gugup.


"Jangan lama-lama memberikan jawaban seperti orang sebelumnya Mia. Aku butuhnya kepastian, bukan ocehan belaka." Ujar Ali sambil menyindir tentang Elena saat itu, dengan alasan mengingatkan Mia agar tidak membuat dia mendapatkan hal yang sama sebelumnya.


Hampir satu jam lebih mereka di lantai atas gedung tersebut. Tak terasa hari sudah semakin sore. Mereka bergehas untuk segera turun, karena takut gerbang kampus akan segera di tutup oleh pak satpam.

__ADS_1


.


.


.


.


.


♡♡**BEEERRRRSAAAAAMBUUUNGGGG♡♡


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA BANTU LIKE & KOMEN


BANTU VOTE NOVEL AUTHOR ❤❤❤


DAN KASIH BINTANG ☆☆☆☆☆

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA, SALAM SAHABAT BTC SEMUANYA 😍😍💖💖💖💖💖**


__ADS_2