
Devi dan Elena sudah sampai di kosan nya . Lalu kemudian, Devi menyuruh Elena untuk membuka pintu kosan nya, dan sembari dia membenarkan tali sepatu.
Krak!!!
Elena membuka pintu kosan tersebut. Ternyata Ali pun sudah jongkok di belakang pintu sembari memegang setangkai bunga mawar. Dan kemudian setelah pintu nya terbuka,
"Astaghfirullah," ucap Elena terkejut melihat Ali yang berada di belakang pintu. Dia masih tidak percaya bahwa Ali berada dibelakang pintu. Ali kemudian tertawa dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah kejutan.
"Hei... kejutan El," ujar Ali.
"Ya Allah kaget aku, bukannya kamu bilang tidak enak badan Al," Elena masih tidak percaya.
"Ya ini semua rencanaku El, untuk memberikan sebuah kejutan kecil padamu," sahut Ali padanya.
"Ini kejutan, atau ada maksud tertentu Al?" tanya Elena.
"Iya kan kamu pernah bilang kamu suka bunga, kamu juga suka di kasih kejutan ya makanya aku ingin sesekali beri kamu kejutan kecil hhee," jawab Ali sambil tersenyum dan merasa gugup.
"Oh, kirain ada maksud lain, makasih loh bunga nya," Elena mengambil bunga pemberian dari Ali tersebut.
"Ciee... ciee... di kasih bunga, mau juga dong," tungkas Devi sambil tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
"Hee... terimakasih loh Dev, atas kerjasama nya," ucap Ali pada Devi.
"Lah berarti kalian berdua ngerjain aku ya? dasar kalian," kata Elena sambil mencubit dengan lembut mereka berdua.
"Hee... ini semua rencana dari Ali buat ngasih suprise sama kamu katanya," Ketus Devi .
Setelah kejutan kecil itu , hubungan ali dan Elena semakin erat saja. Ali heran kenapa waktu itu tidak sekalian saja mengutarakan isi hatinya.
Hampir setiap malam Ali dan Elena teleponan, entah mereka berdua tidak tau terkadang mau bahas apa. Ada satu hal yang ganjal disaat mereka tiap kali teleponan. Telepon mereka sering berhenti ketika lagi asyiknya mengobrol, karena ada panggilan lain yang masuk ke ponsel Elena.
^^^
"Maaf ya Al kalo obrolan kita sering berhenti ditengah jalan," ucap Elena dengan nada sendu.
"Hm iya biasa aja si El, itu yang nelpon barusan ibu ya?" tanya Ali.
"Iya ibu yang nelpon, cuma nanyain udah sholat belum, udah makan apa belum, ya kayak gitu deh pokoknya," jawab Elena sambil menirukan ucapan dari ibunya.
Akan tetapi hal itu membuat Ali sangat penasaran dengan nya, apakah benar terkadang orangtua nelpon udah begitu malam hanya untuk menanyakan udah makan atau sholat? Terlihat agak tidak meyakinkan bagi Ali. Dan itu pun hampir setiap malam dan hampir di jam yang sama atau bekisaran jam setengah sebelas malam.
"El, apa iya ibumu masih belum tidur jam setengah sebelas malam gitu?" tanya Ali heran.
"Emangnya kenapa si selalu saja kamu tanya begitu, kalo enggak percaya cek aja langsung ponselku," jawab Elena dengan nada kesal.
Setiap kali Ali bertanya, jawaban dari Elena selalu saja begitu.
__ADS_1
"Ya bukan aku tidak percaya si El, tapi heran aja, pasti ibu mu sangat takut akan hal yang terjadi padamu di rantau ya kan?" Ali mencoba menenangkannya.
"Iya itu pasti, aku ini cewek, jauh dengan orang tua. Pastilah mereka selalu khawatir dengan anaknya." Ketus Elena yang mulai jutek.
Ali masih kurang percaya dengan jawaban Elena, namun dia iyakan saja ucapan dari Elena tersebut supaya tidak memperpanjang masalah.
Beberapa hari kemudian, mereka mengikuti agenda rapat Hima. Rapat tersebut adalah untuk melakukan pemilihan struktur hima keperawatan yang baru . Ali belum jadi bagian inti dari hima, hanya sekedar menjadi anggota itupun sama dengan temannya yang lain. sepulang dari rapat hima, mereka di ajak oleh senior untuk pergi ke sebuah objek pemandangan yang sangat bagus.
^^^
"Ayo adek-adek ikut kakak sebentar. Rapatnya sudah selesai kan?" ujar kak Robby salah satu senior mereka.
"Ah palingan juga mantai kan kak, males kalau ke pantai mulu,"
"Iya mendingan balik kosan aja kak. Capek pengen rebahan," Sahut mbak Nenty dan mbak Sifa .
"Bukan pantai, tapi ini tempat yang indah buat foto-foto, dijamin enggak bakal nyesal loh!" seru kak Robby agar mereka ikut semuanya.
"Yaudah ayo adek-adek kita ikut sesepu kita ini hha," kata kak Ahmad dan dibalas tawa oleh mereka semua para anggota hima.
Dan mereka tiba di area pemandangan yang indah seperti kak robby bilang.
"Gimana indah kan?" ucap kak Robby.
"Iya kak bagus kok, boleh lah kakak memperlihatkan spot yang bagus buat foto-foto," ujar mbak Nenty.
"Nah benar ucap kak Robby El, bagus disini kalo mau prewed hha," kata kak Ahmad sambil tertawa.
"A-apaan sih kakak, malu lah, orang aku sama Ali enggak ada apa apa kak!" balas Elena latah kepada kak Robby dan kak Ahmad.
"Nah Al, berarti Elena itu menyuruh kamu memberi kepastian," ucap kak Robby jail.
"Hha... apa lah kak Robby, kami sekedar temanan kok kak," jawab Ali santai.
"Oii dek, teman tu kalo sudah lama bisa jadi pacar ya enggak kak By," kata mbak Nenty, yang kemudian disambung oleh mbak Intan, "nah betul apa yang di ucap mbak Nenty itu loh." Kata mbak Intan salah satu senior mereka yang satu angkatan sama kak Robby dan kak Ahmad.
Ali dan Elena pun tampak tersipu malu di jailin oleh para senior-senior mereka. Kemudian, mereka semua mulai berfoto-foto lalu pulang.
Kejadian itu masih saja membekas di pikiran Ali. Dia tak bisa lari dari apa yang ada dalam hatinya.
Selang beberapa hari, mereka melakukan kerja kelompok bareng di kosan Devi. Saat itu ada Ali, Romo, Devi, Elena dan juga Diah. Romo adalah salah satu teman cowok Ali.
Ali dan Romo saat itu duduk di depan kosan nya Devi tepatnya di bawah pohon jambu sembari mengobrol santai. Ali bertanya akan satu hal pada remo saat itu.
"Mo, menurut kamu, Elena cantik enggak?" tanya Ali agar Romo memberikan pendapatnya terhadap Elena.
"Cantik kok, Elena tu manis kalo menurutku," ujar Romo.
__ADS_1
"Kenapa bro, kamu sudah jadian sama Elena?" tanya Romo balik.
"Belum Mo, aku masih menunggu waktu yang tepat dulu mo," jawab Ali.
"Segeralah di utarakan bro, jangan dipendamkan perasaanmu." Timpal Romo.
^^^
Akhirnya sepulang dari kosan Devi, lalu mengantar Elena pulang ke kosannya. Setelah malam hari tiba, selepas ba'dah isya', Ali menelpon Elena.
"Assalammyalaikum El?"
"Waalaikumsalam Al, ada apa?" tanya Elena.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?"
"Iya boleh, mau ngomong apa emang?"
"Jadi kita kan saling kenal udah dua bulan nan, aku nyaman dengan kamu El, aku suka dengan kamu!" Ali mengutarakan perasaannya sambil gugup.
Saat itu Ali terlihat seperti orang bodoh dan masih seperti anak SMP, yang tidak berani mengutarakan cinta secara langsung dihadapannya.
"Lah kok tiba-tiba, kan kita baru dua bulan ketemu, kita belum tau lebih jauh sifat kita masing-masing!" ungkapan Elena saat itu seolah-olah menolak Ali.
"Ya tapi aku benar suka, aku udah lama memendam perasaan ini El!" ucap Ali dengan nada terbata-bata.
"Aku belum siap untuk sekarang Al, kita jalanin aja dulu kedepannya ya!" jawaban Elena pada Ali.
.
.
.
.
B E R S A M B U N G
.
.
.
.
HAPPY READING GUYS
__ADS_1
TBC...