KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
"Gejolak rasa tanpa kata"


__ADS_3

Ali memberanikan diri pada malam itu untuk sms Elena, sembari bertanya sedang apa dia.


"Assalammualaikum?" kata Ali.


"Ia walaikumsalam. Maaf ini siapa ya?" tanya Elena.


"Sebelumnya maaf ya sudah mengganggu, ini aku Ali," ucap Ali


"Oh kamu Li , kirain siapa tadi, ada apa?" tanya Elena kembali.


"Eh... sekedar mau nanya, kamu sudah sholat belum?" tanya Ali gugup.


"Oh gitu, ini barusan aja selesai sholat kok, lihat notif hp bunyi makanya langsung aku cek," ujar Elena.


"Hhe maaf ya ganggu. Oh iya kamu udah makan belum El?" ujar Ali.


"Loh kok manggilnya berubah?" timpal Elena sembari mengirm emot tertawa.


"Hhe aku rasa enakan manggil kamu El," ketus Ali


"Hhh oke deh Al," balas Elena sambil ketawa,


"Tidak masalah kan kalo aku manggil kamu nya El?" pinta Ali.


"Iya tak masalah kok, aku juga akan manggil kamu Al, biar enak dengarnya kan kalo Al dan El," sahutnya kemudian.


"Yasudah sekarang panggilan kita Al & El aja ya!" pinta si Ali dengan emot senyum.


"Hhh oke tak masalah," jawab Elena dengan emot mengedipkan mata sebelah.


"Udah dulu ya Al udah malam soalnya mau tidur," ujar Elena.


"Ohh yasudah El selamat tidur ya," ucap Ali kepadanya.


"Oke Al." Balas Elena sambil ngirim emot senyum.


Mulai malam itu panggilan mereka berubah. Seperti nama anaknya Ahmad Dani, Al El dan Dul, tapi Dul nya belum ketemu. 😅


---


Pagi harinya, lagi-lagi ada pesan masuk di hp nya Elena, dia pun langsung membuka pesan tersebut.


"Selamat pagi El?" pesan dari Ali.


"Iya pagi juga Al," balas Elena.


"Hehe, udah sarapan pagi belum?" tanya Ali.

__ADS_1


"Belum Al tapi bentar lagi mau makan kok," jawab Elena.


"Oh mau makan apa El?"


"Mau makan mie instan sama telor, soalnya males untuk masak sayur," ketus Elena.


"Hhmm yasudah deh El, kamu masak aja dulu ya," ujar Ali.


"Oke siap Al," jawab Elena kemudian.


Ali masih merasa canggung dan jantungnya selalu berdetak kemcang bila dekat dengan Elena. Apakah mungkin dalam waktu yang terbilang singkat dia sudah mulai jatuh cinta?


"*K*enapa bisa secepat ini aku menyukai seseorang, padahal aku baru saja putus sama Yuke." Ali bertanya pada batinnya sendiri.


Tak lama kemudian, dering telponnya berbunyi. Ali lihat si Yuke menelponnya, dia mematikan telpon darinya. Kemudian dering telponnya berbunyi lagi dan lagi. Akhirnya untuk yang ke empat kali dia pun mengangkat telpon dari Yuke.


"Kenapa nelpon pagi-pagi begini (waktu itu pukul 08.30 wib)?"


"Aku kangen sama kamu Li," kata Yuke.


"Kok tiba-tiba kangen, emangnya ada apa Kek?" tanya Ali.


"Aku ingin kita balikan, dan kita mulai dari awal lagi semuanya," pinta Yuke padanya.


"Aku kira cukup Kek, aku tidak mau ini jadi beban buatku kedepannya," jawab Ali yang tak ingin balikan sama Yuke.


"Tanpa sebab? Kek kamu tau enggak apa yang kamu lakukan terhadapku selama jauh darimu akhir-akhir kemarin ha?" tanya Ali dengan tegas.


"Emangnya apa sih Li, kamu enggak pernah bilang kalo ada masalah," alasan Yuke.


"Ingat Kek, kita ini jauh, ibumu juga kurang suka terhadapku, aku lelah Kek, tiap menit, tiap jam, tiap waktu, kamu minta telpon terus minta sms terus, aku muak Kek," ungkapan kekesalan Ali kepadanya.


Sebelum Ali kuliah, dia mempunyai pacar namanya Yuke Anastasya. Mereka pacaran kurang lebih selama enam bulan, tapi kandas setelah Ali ingin masuk kuliah. Kemarinnya mereka tidak satu sekolahan, mereka berkenalan ketika mau ujian nasional. Saat itu Ali dikenalkan oleh temannya pada Yuke.


Singkat cerita banyak hal yang Ali lalui bersama Yuke, sampe Yuke jatuh dari motornya ketika memaksa untuk tidak berboncengan dengannya saat jalan bersama, kemudian Ali dilabrak emaknya Yuke karena udah larut malam belum pulang. Itu pun tidak bisa terlupakan dari ingatan Ali sampe sekarang.


Harus Ali akui, bahwa dia tidak menaruh cinta yang kuat terhadap Yuke. Karena Yuke beranggapan Ali itu seperti anak smp (terlihat culun dan lugu). Mulai saat itu Ali nggan menaruh harap besar pada Yuke. Sampai ibunya Yuke yang tidak suka melihat Ali datang ke rumahnya, dan bahkan kakak perempuannya pun sinis melihat Ali, ketika Ali dan Yuke mau jalan bareng.


Kembali pada telpon,


"Maaf Li, aku minta maaf kalo aku salah, tapi aku masih sayang terhadap kamu," Yuke memohon agar Ali menerima ajakannya itu.


"Sayang tanpa restu tidak bakalan berakhir bahagia Kek, lebih baik kamu pilihlah lelaki yang pantas dan disetujui oleh ibumu saja," jawab Ali dengan tegas dan lugas.


"Kamu yakin tidak ingin balikan sama aku lagi Li?" suara rintihan dalam tangisan Yuke terdengar dengan sangat jelas di telinga Ali.


"Aku minta maaf sedalam-dalamnya Kek, aku benar-benar enggak bisa lanjutkan hubungan kita, semoga kamu dapatkan penggantiku yang lebih baik dan mendapatkan restu dari ibu mu," jawab Ali dengan nada pelan dan menyakinkan Yuke.

__ADS_1


"Yasudah kalo memang itu maumu Li, terimakasih atas suka duka selama enam bulan nya, aku bersyukur bisa pacaran dengan kamu, maaf kalo aku banyak salah Li, assalammualaikum." Jawaban ikhlas dari Yuke dan langsung menutup teleponnya.


Setelah Yuke menelponnya, Ali merasa bersalah atas perkatannya terhadap Yuke. Atas kejadian pagi itu, Yuke pun sudah sangat jarang sms atau pun menelpon Ali, mungkin Yuke merasa sepatutnya dia mundur.


Kembali pada Elena, Ali merasa heran dengan sikap dia padanya begitu perhatian belakangan ini . Ketika Ali bertemu dengan nya ada detak jantung yang begitu kencang di dada yang Ali tak tau itu pertanda apa. Setiap dia sms Elena selalu direspon dengan baik, Elena juga melemparkan perhatiannya pada Ali.


Sudah kurang lebih satu bulan kuliah, hubungan Ali dengan Elena tetap terjalin dengan baik dan Ali pun sudah tau tempat Elena tinggal. Dan pada akhirnya, mereka memiliki pertemanan yang terjalin baik , yakni Ali , Elena, Rika, Devi dan Diah. Dimana hanya ada Ali sendiri cowok diantara mereka.


Ali sudah mulai sering menjeput Elena untuk pergi ke kampus bareng, membonceng Elena untuk makan bersama teman-teman di kedai, main ke kosan Elena untuk mengerjakan tugas kuliah.


Sampai saat itu, perasaan Ali kian bergejolak pada Elena.Tapi lagi-lagi Ali berpikir ini baru satu bulan, dia juga belum tau Elena tipe orang seperti apa, dan Elena juga belum tau Ali sepenuhnya seperti apa. Yang Ali tau Elena memang tipe cewek yang cuek tapi perhatian.


Ali takut jika pada saat dia mengutarakan isi hatinya, keadaan akan berbeda nanti. Akhirnya Ali memendam perasaan nya terhadap Elena hingga menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.


Hari demi hari pun telah berlalu, musim hujan pun sudah mulai berakhir. Ali semakin sering antar jemput Elena. semakin banyak moment yang terjalin antara mereka. Waktu itu mereka hanya pergi berdua setelah pulang dari kampus.


Ali mengajak Elena untuk pergi kesuatu tempat.


"El, kita sebelum pulang ke kosan mu mampir makan molen mini dulu yuk," ajak Ali.


"Ha? makan molen dimana Al?" tanya Elena dengan nada heran.


"Kita makannya di daerah sekitaran taman remaja ya," jawab Ali.


"Yaudah deh terserah kamu, aku ikut aja Al."


Ali dan Elena langsung bergegas menuju taman. Pada saat ditaman mereka berbincang panjang lebar, hingga Ali saat itu langsung bertanya dan ingin mengatakan sesuatu pada Elena.


.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


.


Selamat membaca ya teman-teman. semoga cerita nya menarik dan jangan lupa berikan like dan dukungannya terus ya . Terimakasih 😊🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2