
Happy Reading 😊
***
Akhirnya, hubungan Elena dan Angga semakin memburuk. Seketika saja Ali mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran Elena. Saat itu, Elena menerima telpon dari Angga, ketika dia sedang bersama Ali di kosannya.
"Siapa yang menelponmu El, coba kamu terima dulu sebentar," pinta Ali.
"Bukan siapa-siapa kok Al," jawab Elena.
"Udah lanjutin aja bikin tugasnya Al," ujar Elena yang tak ingin mengangkat telepon tersebut.
Kemudian, Ali tak sengaja melihat layar hp nya Elena, ternyata Angga yang menelponnya berkali-kali tersebut.
"Angkat dulu, siapa tau itu penting El," ujar Ali.
"Sudahlah ah, enggak usah ku bilang, ya enggak usah Ali!" Elena tetap saja tak mau mengangkat telpon tersebut.
"Itu dari Angga kan, yasudah kamu angkat telponnya, dan aku bakalan diam kok," ujar Ali agar Elena menerima telpon tersebut, dan akhirnya Elena menerima telponnya.
"Oke, kalo kamu yang nyuruh, tapi awas kalo kamu ngomong," ancam Elena pada Ali kemudian.
"Iya tidak akan Elena," Ali meneruskan tugas nya sambil mendengarkan telpon dari Elena dan Angga.
^^^
"Hallo, kenapa lagi Angga?" ujar Elena.
"Kamu sekarang dimana Elena?" tegas Angga.
"Aku lagi di kosan, bikin tugas," jawab Elena dengan ketus.
"Sama siapa disana? Sama Ali kan?" ujarnya.
"Kalo nelpon hanya sekedar ingin menanyakan hal tersebut, lebih baik enggak usah menelpon Angga!" dengus Elena.
"Loh, aku kan pacarnya kamu, jadi wajar dong aku ingin tau," kata Angga dengan nada sedikit membentak.
"Sudahlah Angga, aku mau mengerjakan tugas kuliahku dulu," ucap Elena.
"Oh, jadi sekarang kamu mulai berubah Elena, tidak seperhatian kayak dulu lagi, tidak mau mendengarkan pembicaraanku lagi," dengus Angga.
"Terserah, aku lagi malas berdebat panjang sekarang ini Angga, aku lagi sibuk." Ketus Elena kemudian menutup teleponnya.
Elena mematikan telpon dari Angga tersebut, akan tetapi Angga masih saja menelponnya berkali-kali. Hingga pada akhirnya, Elena menonaktifkan hp miliknya tersebut.
"Ada apa Elena? Kok teleponnya dimatikan, Angga bikin masalah lagi ya?" ujar Ali.
"Sudahlah, tidak penting untuk dibahas Al," ujar Elena.
__ADS_1
"Sudah tidak masalah kok Elena, ceritakan padaku, siapa tau Ali kan bisa bantu Elena," tegas Ali.
"Hm, dia nanya sesuatu yang nggak penting banget Al,"
"Dia nanya hal apa emangnya?"
"Dia hanya memastikan aku sama siapa di kosan, dan dia bilang pasti aku sedang bersama kamu,"
"Oh itu, wajar saja dia nanya seperti itu, kan dia masih labil Elena, takut kehilangan kamu nya itu cukup kuat,"
"Iya, tapi kan nggak seperti gitu juga, selalu nelpon tiap saat, nanya itu nanya ini, kadang juga aku itu capek tau nggak, ngeladenin bocah kayak dia itu, Al,"
"Yasudah, sekarang kamu harus sabar ya menghadapi sikap kekanak-kanakan Angga, mungkin dia takut kalo kamu sampai jadian sama aku," Ali mendekap Elena sembari mengusap kepalanya dan mencium keningnya dengan lembut.
"Maaf ya Al, kamu cemburu ya kan?"
"Cemburu kenapa? aku tidak cemburu kok Elena, selagi aku didekat kamu dan bisa setiap saat bersamamu, aku bahagia kok El,"
"Beneran kamu ngga cemburu? benaran kamu juga bahagia bersamaku?"
"Iya benar kok, aku sudah lupain masalah hatiku Elena, sekarang yang terpenting aku slalu ada buat kamu, itu adalah tujuanku dan sebuah keharusanku," kata Ali yang bilang bahwa dia sudah mulai berhenti mengejar cinta Elena.
"Makasih ya Al, kamu bisa sesabar ini menghadapiku dan selalu ada buatku,"
"Hehe, santai saja Elena... oh iya, aku pamit pulang dulu ya."
Ali melepaskan pelukannya, dia pamit untuk pulang pada Elena. Karena hari sudah semakin sore. Dia harus menjemput kakak perempuannya terlebih dahulu sebelum pulang kerumah.
"Oke, baiklah kalo kamu benar benar ingin pulang, salam sama kakakmu ya, Al," ujar Elena.
"Iya, nanti aku sampaikan, ntar malam aku telepon kamu, boleh kan?" pinta Ali.
"Iya, boleh kok Al." Jawab Elena dengan senyum manisnya.
Ali kemudian mencium kening Elena, lalu dia langsung pergi dari kosan Elena. Elena merasa, bahwa Ali benar-benar tulus dan mencintai dirinya, dia merasa baper saat Ali mencium keningnya.
^^^
Malam hari, Ali menelpon Elena. Namun, nomer Elena sedang sibuk. Beberapa kali Ali mencoba menelponnya, akan tetapi tetap saja sibuk. Hingga Ali mengira bahwa Elena sedang telponan sama Angga, pacarnya. Akhirnya Ali memutuskan untuk menunggu kabar dari Elena.
Kenapa ya nomer nya sibuk mulu, barang kali ibunya yang lagi nelpon dia, atau jangan-jangan, si angga pacarnya yang menelpon... biarkan sajalah, enggak perlu terlalu memaksa Ali. Ujar Ali dalam hatinya yang bertanya-tanya tersebut.
Ali akhirnya ketiduran, menunggu kabar dari Elena yang begitu lama. Selang beberapa menit, Elena yang menghubungi Ali, telepon dari Elena masuk, dan handphone Ali berdering, tapi tak diangkat olehnya yang sudah tertidur pulas. Elena mengira Ali marah, karena dia nggak menjawab telpon yang masuk dari dia tadinya.
Duh, si Ali kenapa nggak mengangkat telponya, Ali kamu kemana coba. Apa dia jangan-jangan marah ya padaku, karena nomorku sedang sibuk mulu dari tadi... Hm, angkat telponnya dong Ali.
Kata Elena dalam hatinya, akhirnya Elena mengirimi Ali beberapa pesan, dan kemudian dia tidur.
Keesokan paginya, tanpa membalas pesan dari Elena, tanpa menelponnya lagi, Ali sudah berada di depan kosannya.
__ADS_1
Sesaat Elena membukakan pintunya, dia pun terkejut atas kedatangan Ali yang sudah di depan matanya itu.
"Astaga, Ali, kamu kapan sampainya si?"
"Haha, kamu kaget ya, El?" ujar Ali sembari tertawa.
"Iyalah aku kaget, ditelpon dari semalam tidak diangkat, di sms juga nggak kamu balas, tiba-tiba udah nongol aja depan pintu," ujar Elena
"Hee, maaf ya semalam aku ketiduran El," kata Ali.
Lalu, Ali mengajaknya untuk segera pergi kekampus.
"Udah siap? Kalo udah ayo kita segera kekampus,"
"Belum, bentar lagi, aku mau pake make up dulu Ali,"
"Nggak usah pake make up juga, kamu tetap terlihat cantik kok El," rayuan gombal dari mulut Ali pun keluar.
"Dasar pria bermulut gombal haha," tawa Elena.
"Loh, aku ini serius kok Elena,"
"Udah ah, tunggu dulu sebentar pokoknya,"
"Oke siap tuan putri."
Tak lama mereka menuju kampus.
^^^
Ali dan Elena semakin erat, walaupun tanpa hubungan antara mereka berdua. Ali tidak memperdulikan lagi ada atau tidaknya ikatan pada mereka berdua. Da Elena terlihat semakin jatuh hati apa yang telah dilakukan oleh Ali kepadanya.
.
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
.
__ADS_1
Oke teman-teman semuanya, jangan lupa beri LIKE & VOTE nya ya agara novel ini masuk dalam ranking karya baru 😊. Terimakasih atas pembaca setia novel Kupilih Dia. ❤❤❤