
Tap Jempol Dulu Sebelum Membaca Guys 😆😆😆
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ali masih terbaring di atas kasurnya. Setelah pulang dari mengantar Kakanya bekerja, sampai sekarang dia juga belum bangun. Alarm di ponsel sudah tiga kali berdering dengan suara lantang. Namun, bukannya malah bangun, dia memilih untuk menonaktifkan ponselnya itu.
Badannya mulai gerah, keringat sudah membasahi baju yang dia kenakan. Setelah dua jam lamanya, Ali akhirnya bangun dan menyenderkan bahunya itu. Dia melihat ponsel miliknya mati, di kiranya habis batre. Dia menchargerkan ponsel tersebut, dan bergegas ke kamar mandi untuk segera mandi dan buang air besar.
***
Hari libur ini, Elena membereskan kosan dan mengepeli lantainya. Sedari pagi hingga menuju siang, akhirnya dia telah selesai merapikan kosannya itu. Baru saja istirahat, dering teleponnya berbunyi.
Elena menerima panggilan tersebut.
"Hallo assalammualaikum?" ujar Elena.
"Iya waalaikumsalam. Kamu kemana aja, sedari tadi aku chat**t nggak di baca-baca," ujar Angga dengan lirih.
"Iya itu karena aku sedang sibuk membereskan kosan, Angga," jawab Elena sambil bersender di dinding dengan kaki di selonjorkan.
"Oh gitu, yang membuat kamu lupa untuk mengabariku?" tanya Angga.
"Lah iya, kamu jangan mulai memancing emosiku, Angga!" seru Elena meminta Angga untuk tidak menimbulkan keributan antara mereka.
"Iya aku itu khawatir sama kamu. Aku kira kamu kenapa-napa sampai tidak mengabariku. Dan aku juga takut, kalau kamu sedang bersama dengannya," ujar Angga mendengus dengan lirihnya sambil menerka bahwa Elena sedang bersama Ali.
"Sudahlah, kan aku pernah bilang jangan terlalu posesif. Belajar dari pengalaman, kalau kamu sayang sama aku, harusnya kamu percaya deh," ucap Elena mulai meninggikan nada bicaranya.
"Yasudah aku minta maaf. Aku janji tidak akan seperti ini lagi," jawab Angga dengan nada lembut.
"Maaf kalau masih saja tetap di ulang, percuma. Orang capek-capek malah kamunya bikin darah naik, kamu itu paham nggak sih apa yang aku bilang dulu?" tanya Elena mulai geram dengan tingkah Angga yang masih saja seperti dulu.
__ADS_1
"Nggak usah membentak, aku paham. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku terlalu mencintaimu, dan aku takut akan kehilangan kamu. Apalagi sampai kamu dekat kembali dengan pria brengsek itu!" kali ini Angga mulai menaikan nada bicaranya. Dia sepertinya benar-benar tidak bisa menerima kalau Elena dekat dengan Ali.
"Sudah cukup, Angga. Tolong ya jangan hubungi aku dulu untuk sementara waktu. Kalau di lanjutkan, akan menambah panjang masalah." Pungkas Elena menutup telepon yang sedang berlangsung.
Sekarang, batin Elena sedang tidak baik. Denyut jantungnya berdegup tak beraturan. Dia mencoba menarik napas dalam dan membuangnya, dengan tujuan agar emosinya sedikit meredah.
Kali ini notif pesan di ponselnya berbunyi berkali-kali. Akan tetapi, Elena mengabaikannya. Dia mengira itu adalah spam chatt dari Angga.
***
Sudah pukul tiga sore, Delva telah selesai mengganti pakaian dan berdandan dari dalam kamarnya. Romo yang menunggu di ruang tengah, terlihat terpukau dengan kecantikan yang terpancarkan dari kekasihnya.
"Sayang... kamu cantik sekali hari ini," ujar Romo berdiri dan mendekati Delva.
"Kamu bisa aja. Ayo kita mau kemana, Sayang?" tanya Delva menggandeng tangan Romo sembari tersenyum.
"Ee iya kita segera pergi," ujar Romo dengan nada terbata-bata dan matanya nggan berkedip melihat ke-anggunan kekasihnya itu..
"Nanti juga kamu tau kok," jawab Romo kemudian menuju ke luar kosan dan mengenakan helm.
"Oke baiklah bos. Bantuin aku dong," ujar Delva memanyunkan bibirnya yang meminta Romo untuk memasangkan helmnya.
"Sudah, pintu jangan lupa di kunci," pinta Romo setelah selesi memasangkan helm Delva.
"Sudah cintaku, let's go." ujar Delva menaiki motor dan mereka akhirnya pergi.
Akhirnya Romo dan Delva kini pergi jalan-jalan. Tidak tau kemana Romo akan membawa Delva, yang jelas Delva memeluk dengan erat kekasihnya itu.
***
Flashback ke beberapa jam sebelumnya.
__ADS_1
Ali telah selesai mandi, dan mulai mengenakan pakaian di dalam kamarnya. Dia heran melihat ponsel miliknya sudah terisi penuh. Rupanya dia tidak sadar, bahwa ia mematikan ponsel itu lantaran alarm selalu berbunyi tadinya.
Ali mengaktifkan ponsel, dan selang beberapa waktu dia mengaktifkan datanya. Dia iseng mengirimi Elena pesan singkat. Namun, setelah menunggu hampir satu jam, pesannya tidak di balas sama Elena.
.
.
.
.
.
..... **B E R S A M B U N G .....
.
.
.
.
.
Jangan lupa tap jempolnya 👍👍👍
Tambahkan ke daftar favorit agar tidak ketinggalan update nya 😍😍😍
Terimakasih sudah setia membaca novel ini, semoga alurnya tetap konsisten.. Aamiin 😉😊😊😊**
__ADS_1