KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Delva Menyesal?


__ADS_3

**Happy Reading All ❤👍


*Apakah pantas seorang perempuan seperti Elena dicintai dengan tulus oleh Ali? Sedangkan sudah jelas-jelas perasaan Ali ditarik ulur oleh Elena***!


...


Malam hari datang membawa desir angin yang menyejukan. Ada berjuta-juta bintang dilangit angkasa. Menambah harmonisnya sepasang kekasih yang sedang memadu cinta di danau nan indah.


Siapa lagi kalau bukan Elena dan Angga. Sejak tadi sore, selepas kepulangan Lisa dari kampus mereka meminjam motornya. Menghabiskan waktu bersama dengan penuh kemesraan yang tiada tara. Wajar saja, meskipun setiap saat terjadi perdebatan, masalah hati tidak dapat dibohongi. Mereka sama-sama menginginkan, merasakan dan menikmati suasana intim berdua.


Tepat jam sembilan malam, Angga dan Elena pulang ke kosan. Sekitaran jam sepuluh malam, Angga menghubungi salah satu temannya yang juga kuliah luar kota. Tak lama berselang, teman yang dia hubungi itupun datang menjemputnya. Dia mengecup sejenak bibir ranum Elena, sementara temannya menunggu di depan.


...


Saat ini kondisi Ali masih saja dalam keadaan tidak sadarkan diri. Orang tuanya sudah datang kerumah sakit. Air mata ibunya menetes pilu, meratapi kondisi anaknya yang terbaring lemah tersebut. Hingga mereka rela bergadang, demi menantikan anaknya terbangun dari masa-masa sulitnya.


Dibalik itu semua, ada seorang pria yang saat ini juga sedang dalam keadaan hati yang diselimuti dengan rasa bersalah. Siapa lagi kalau bukan Romo, sang pelaku kekerasan yang mendorong Ali hingga dia sampai detik ini belum juga sadar.

__ADS_1


Malam itu, Romo habiskan untuk meminum minuman keras. Sudah beberapa botol miras yang ia tenggak. Delva menghubunginya beberapa kali pun, tidak ia tanggapi. Bahkan kerap kali Delva meminta buat bertemu, dia selalu menolak.


Delva merasa Romo menjauhi dirinya. Padahal seluruh hidupnya sudah ia berikan kepada Romo. Seminggu selepas tragedi itu, sang kekasih belum pernah datang untuk menemuinya. Jangankan datang untuk bertemu, menelpon dan memberi kabar saja tidak ada sama sekali.


Delva mulai menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan. Namun, penyesalan nya tiada berarti jika sudah terjadi. Sekarang, dia hanya bisa pasrah dan menerima keadaan itu. Sambil menunggu pertanggung jawaban Romo, apabila dia hamil nantinya.


Memang sesuatu yang sudah ia lakukan itu, sangatlah gila. Tidak dapat membayangkan, seorang gadis remaja rela memberikan kesuciannya secara cuma-cuma. Dia tidak berpikir panjang, yang ada dalam benaknya saat itu adalah sebuah kenikmatan.


Padahal ia tau sendiri Romo pernah dekat dengan perempuan lain. Bukan hal yang mustahil jika ia meninggalkan Delva begitu saja suatu hari nanti. Akan sangat sakit jika semua itu terjadi. Sebab, Delva tidak lagi suci, dan yang mengkhawatirkan apakah pria berikutnya akan siap menerimanya?


Kembali lagi pada keadaan Romo yang sudah oleng. Dia merasa legah setelah menghabiskan tiga botol miras beralkohol tinggi. Saat itu, dia juga bersama dengan dua orang temannya. Ia mengajak keduanya itu hanya untuk berpesta miras.


...


Sinar mentari pagi datang menyinari sebagian belantara bumi. Saat ini kondisi Ali sudah dalam keadaan sadar. Namun, masih lemah dan berbicara saja belum mampu. Dia menjawab pertanyaan dari perawat maupun orang tua, menggunakan bahasa isyarat. Seperti misalnya jika iya, dia akan terlihat sedikit menganggukan kepalanya, jika tidak maka dia akan menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Setelah Dokter besuk datang, beliau mengatakan bahwa keadaan Ali masih akan dirawat selama beberapa hari kedepan. Dokter bilang bahwa masih ada sedikit gumpalan darah yang belum mencair di bagian kepalanya. Orang tuanya khawatir fengan ingatan Ali. Mereka takut dia menjadi lupa ingatan. Tapi, sang Dokter bilang saraf sensorik Ali dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


.


.


.


**To Be Continued


...


Maaf baru bisa update 🙏


Dan selamat membaca ya 😢🙏


Jangan lupa mampir kenovel author yang baru "Syair Dalam Cinta"


Terima kasih ❤👍👍**

__ADS_1


__ADS_2