KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
MENANTIKAN KEJUJURAN !!!


__ADS_3

Ali sudah berada di depan pintu kamar Mia. Dia menunggu Mia membuka pintunya.


...


" Buruan masuk, maaf kosannya berantakan, " ujar Mia sambil tertawa kecil.


" Iya nggak masalah. " jawab Ali sambil kepala menunduk melihat kamar Mia yang seperti kapal pecah.


Mia tidak tau harus mulai darimana cerita yang akan dia sampaikan kepada Ali. Kemudian, Ali melihat ada foto yang terpasang di dinding kamar kosan Mia. Sebelumnya Ali tidak pernah masuk ke dalam, setiap dia mengantar Mia pulang, hanya sampai di depan pintunya saja.


....


" Eh, ini foto nya siapa? " tanya Ali pada Mia yang sedang membereskan buku-buku di atas meja belajarnya.


" Oh, itu foto temanku SMA dulu, emangnya kenapa Li? " ucap Mia balik bertanya.


" Oh gitu, kirain pacar kamu. " ujar Ali kemudian.


Seketika saja Mia mendadak berhenti menyusun buku-buku yang dia pegang tersebut. Mia terlihat terbata-bata menjawab kalimat yang di sampaikan oleh Ali.


....


" Eh, tadi kamu bilang apa ya? "


" Aku kira ini foto kamu dengan sang kekasih, "


" Eh.... bukan Li, dia memang teman aku sedari SMA, "


" Yaudah kalo teman, ngapain kaku gitu jawabnya, " kata Ali sambil memandangi wajah Mia.


" Iya, nggak kok, aku nggak kaku Ali. " jawab Mia sambil tersenyum kepadanya.


....


Foto yang terpasang di dinding tersebut, sebenarnya adalah kekasih dari Mia. Tuduhan Ali memang benar, akan tetapi Mia tidak mengakuinya. Tidak tau kenapa, Mia belum yakin untuk menceritakan semuanya kepada Ali.


Dalam hati Mia, " Duh gimana ni, aku semakin nggak yakin mau mengatakannya. Padahal dia tau nya aku ini jomblo. Aku nggak mau buat dia sakit hati lagi, seperti yang diperlakukan oleh Elena. Tapi.... ah sudahlah, lebih baik jangan dulu di sampaikan. "


....


Di tempat lain, rombongan Elena saat ini sedang bikin nasi goreng. Romo yang sebelumnya pergi membeli jajanan, rupanya dia belanja bumbu nasi goreng, serta membeli telur, sosis dan juga kerupuk untuk di masak.


....


" Loh kok belanja ini si Mo? " tanya Elena dengan mata yang kini sudah tidak terlihat sebam lagi.


" Biar kita kenyang kalo makan nasi, kalo cuma kerupuk dan gorengan, kan kenyangnya hanya sesat, " jawab Romo sambil tersenyum lepas.


" Sini biar mbak yang gorengnya ya, " sahut Rika mengambil barang belanjaan tersebut.


" Eh mbak bentar, aku belum masak nasi, " ujar Elena sambil tertawa malu.


" Yaudah biar aku yang masak nasinya, mbak goreng lah dulu telur dan sosis nya, " timpal Diah kemudian berdiri untuk mengambil beras dalam karung.


" Terus, kita berdua ngapain? " tanya Elena.


" Iya kita disini aja, biar chef yang bekerja, " ujar Romo duduk sambil menelonjorkan kakinya.


" Ya kalian ngobrol aja, atau nonton drakor aja dulu. " kata Rika yang menyusul Diah ke dapur.

__ADS_1


Mereka berempat sebelumnya sudah selesai mengerjakan tugas perkuliahan. Akhirnya Romo dan Elena menonton drama korea di laptopnya si Rika. Elena mendekatkan diri ke sebelahnya Romo.


....


" Udah nanti dulu main hp nya, " ucap Elena mengambil ponsel milik Romo yang sedang di pegangnya.


" Eh bentar, sedikit lagi El, " ujar Romo agar menyelesaikan game nya terlebih dahulu.


" Tunggu kamu pulang dari sini, kalau mau main game, " tegas Elena menatap tajam matanya Romo.


" Jangan gitu El, iya yaudah kita nonton aja. " jawab Romo cengengesan.


Elena sekarang menyenderkan kepalanya ke lengan atas Romo. Sedangkan Romo terlihat sangat menikmati film yang mereka tonton, dengan sesekali mengelus kepalanya Elena.


....


Kini, giliran Ali dan Mia yang mengerjakan tugas kuliah mereka. Setelah sebelumnya Mia belum siap untuk menceritakan yang sebenarnya kepada Ali.


....


" Li, kamu udah tugas kuliah buat besok? " tanya Mia.


" Oh iya, aku belum bikin, kamu emangnya sudah? " tanya Ali balik.


" Belum, yaudah kita bikin bareng aja, daripada nggak ada kerjaan, " ujar Mia berdiri mengambil tas kuliahnya.


" Eh, terus yang mau kamu ceritakan apa? " kata Ali menagih ucapan Mia tadi pagi.


" Udah lain kali aja ceritanya ya, kita bikin tugas aja dulu, " memberikan kertas double polio kepada Ali.


" Yaudah kalo gitu. " Ali mengambil kertas yang di berikan oleh Mia.


Terlihat Mia dan Ali sangat serius mengerjakan tugasnya. Sesekali mereka coret-coretan tangan sembari tertawa. Seolah-olah tampak jelas di dalam diri Mia sedang tidak terjadi apa-apa. Ali juga tidak memaksa Mia untuk menceritakan nya hari ini. Walaupun, Ali sudah mulai heran, dengan tuduhan bahwa Mia telah memiliki seorang kekasih.


....


" Eh mbak, lihat tu Elena sama Romo, " ujar Diah kepada Rika sambil mengintip ke ruang depan.


" Ada apaan? " ucap Rika penasaran.


" Jangan kencang-kencang bicaranya, ntar kedengaran sama mereka, " kata Diah mengalunkan nada bicara mereka.


" Oh iya, sepertinya Elena sudah lupa dengan Ali, " ketus Rika.


" Iya mbak. Ternyata Romo juga tidak kalah romantisnya sama si Ali, " kata Diah yang melihat persamaan dari Romo dan Ali.


" Menurut mbak, Ali lebih baik dibanding Romo, Ya. Soalnya Ali nggak cuma romantis, tapi juga sangat perhatian sama Elena, kalau Romo kan nggak, " ujar Rika sambil menggoreng telur.


" Hm.... Pokoknya yang terpenting, Elena sekarang tidak galau lagi mbak. " pungkas Diah sambil mengiris bawang di atas talenan.


Tiba-tiba dering telpon ponselnya Romo berbunyi. Kemudian Elena segera berdiri untuk mengambilnya. Namun, Romo juga ikutan berdiri dan bergegas mengambil ponsel tersebut lebih dulu.


" Udah biar aku yang ambil, " ujar Romo menarik tangan Elena yang barusan mau berdiri.


" Oh yasudah, " jawab singkat dari Elena.


" Bentar ya, aku terima telpon dulu. " Pungkas Romo kemudian keluar dari kosan Elena.


....

__ADS_1


Selang beberapa waktu, Romo kembali ke dalam. Elena menanyakan, siapa yang menelpon dia barusan.


" Barusan itu siapa Mo? "


" Bukan siapa-siapa kok El, "


" Aku serius Mo, siapa? "


" He, barusan itu temanku. Dia mengajakku sore ini untuk joging ke pantai, "


" Oh gitu, terus kenapa mesti keluar menerima telponnya? "


Dan seketika Romo terdiam. Yang sesungguhnya menelpon dia barusan, adalah Delva, kekasihnya sendiri. Romo menjawab pertanyaan Elene dengan nada terbata-bata.


" Eh, iya.... habisnya takut ganggu kamu nonton, "


" Jawabanmu tidak bisa menyakinkan Mo. Udah jujur saja, siapa, aku juga tidak bakalan marah kok, " pinta Elena.


" Iya temanku, kok nggak percaya si El. " ujar Romo kemudian merangkul kepala Elena dengan lembut, sembari menciumnya.


Elena terlihat tidak terima, dia kemudian melepaskan tangan Romo.


Selang beberapa waktu, Diah dan Rika menghidangkan nasi gorengnya.


....


" Nasi gorengnya sudah siap, tuan dan nyonya, " ketus Diah sembari tersenyum.


" Pokoknya ini spesial buat kalian berdua, " tambah Rika kemudian tertawa.


" Apaan si kalian berdua. " Jawab Elena kemudian ikut tertawa.


Mereka berempat menikmati nasi goreng tersebut. Sambil menonton drama korea, dengan di selingi cerita-cerita kecil.


Sekarang, baik Ali ataupun Mia, sama-sama sedang di buat penasaran. Mereka sama-sama menantikan sebuah kejujuran dari Romo maupun Mia.


.


.


.


.


.


****BERRRRSAAAMMMMBUUNGGGGG**


.


.


.


.


.


TAP JEMPOLNYA JANGAN LUPA 💖💖💖

__ADS_1


SISIPKAN SEDIKIT VOTE BUAT AUTHOR 💖💖💖


SEMOGA CERITANYA SEMAKIN MENARIK 😇🙏**


__ADS_2