KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Keputusan Angga


__ADS_3

H a p p y R e a d i n g A l l 🥰


Jangan Lupakan jempol nya ya 👍


. . .


Tepat jam satu dini hari, Mia mulai membalas pesan yang beberapa saat sebelumnya di kirim oleh Ali. Dengan perasan yang sedikit lebah, dan pikiran mulai beranggapan bahwa dia dengan Ali akan seperti dulu lagi.


'Iya Ali, aku telah lama kok memaafkan mu. Dan juga aku telah sadar, apa yang pernah terjadi dulu itu benar salahku. Senang sekali rasanya membaca pesan darimu. Ku harap, kedepannya kita akan baik-baik saja ya!'


Ujar Mia membalas pesan dari Ali. Dia tak henti-hentinya tersenyum. Sambil menunggu balasan pesan dari Ali, dia pun menyalakan tv. Namun, setelah satu jam lamanya Ali tak kunjung membalas pesan nya kembali. Mungkin saja dia sudah tidur. Akhirnya Mia kembali ke kamar dan mulai untuk tidur.


. . .


Perkataan dari orang tua nya Elena membuat hati Angga terpukul. Dia merasa sangat berat hati apabila harus mengakhiri hubungan dengan Elena. Dia tidak bisa untuk membantah ucapan tersebut. Yang jelas, Angga saat ini tetap menunggu kesadaran dari kekasihnya itu.


Wajar apabila seorang ayah berkata demikian. Sebab, dia pastinya tidak mau kehilangan putrinya begitu cepat. Dan menganggap bahwa kedekatan Elena dan Angga, hanya membawa malapetaka bagi putrinya.


Sejak dari dahulu Ayah Elena tidak menyetujui hubungan dia bersama Angga. Karena masalah umur dan juga bagi nya Angga tidak punya etika. Akan tetapi, Elena tetap memaksakan hubungan mereka.

__ADS_1


Mungkin memutuskan hubungan dan menjauh dari Elena, adalah salah satu hal yang tepat. Agar orang tua Elena akan lebih tenang melihat anaknya jauh dari seorang pria pembawa malapetaka. Angga akhirnya bergegas untuk pulang, tanpa menunggu kesadaran dari Elena.


Pagi-pagi buta Angga pun mulai meninggalkan rumah sakit. Dia berjalan kaki hingga sampai bertemu angkot. Dia meminta sang sopir untuk mengantarnya ke loket travel terdekat.


. . .


Pagi ini Ali semakin membaik dan sudah bisa pergi ke kamar mandi sendiri. Kakak nya pulang sejenak untuk memasak makanan. Kemudian dia akan kembali ke rumah sakit. Saat ini yang menemani Ali adalah Ayah dan Ibu nya.


Dan jam delapan nanti, Mia mengabari Ali untuk datang ke rumah sakit. Dia akan pergi sendirian, sebab Sintia pagi itu pamit pulang dari kediaman nya.


. . .


"Oh iya, siapa temanmu apakah dia seorang perempuan?" tanya Ayah nya.


"Iya Yah, hehe!" seru Ali.


"Perempuan yang kemarin malam itu ya Li?" ketus Ibu nya.


"Ah Ibu, kok bisa bener gitu mengiranya!" ujar Ali.

__ADS_1


"Iya tau kok. Kamu suka ya sama dia?" tanya sang Ibu sambil tersenyum-senyum.


"Duh apaan sih Bu!" jawab Ali.


"Lah enggak masalah kan, Yah?" ujar sang Ibu pada Ayah nya.


"Itu hal yang wajar loh. Sewaktu muda dulu, banyak sekali yang tergila-gila sama Ayah," ujar Ayah nya menyombongkan diri.


"Cie Ayah, ternyata seorang playboy....!" Seru Ali.


Kemudian, perawat mulai bergantian shift dan mulai secara bersamaan masuk ke dalam ruangan pasien. Perawat menanyakan keadaan Ali, dan berkata jika sudah mendingan nanti jangan lupa kasih tau sama Dokter yang akan besuk siang.


Tak lama setelah itu, ponsel Ali berbunyi. Dia segera menerima telepon tersebut. Ternyata Kakak nya yang menelepon dirinya. Dia sudah salah mengira, Li kira itu adalah telepon dari Mia. Sang Kakak menawari Ali jus, dan akhirnya di belikan lah jus buah naga untuk adik nya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2