KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Kedatangan Angga


__ADS_3

Happy Reading All


Bagaimanakah kondisi Ali setelah insiden yang terjadi padanya? Lalu, siapa yang bakalan lebih dulu mengetahui keadaan Ali?


...


Mia menyakini berita yang sedang viral itu adalah Ali. Namun, beda halnya dengan Sintia yang menganggap itu bukanlah Ali. Sebab postingan tersebut sudah sejak dari seminggu yang lalu. Itu artinya terkaan Mia memang salah.


Sintia kemudian pamit pulang dari kosan Mia. Oleh karena hari sudah hampir menjelang maghrib. Selepas kepulangan temannya itu, Mia tampak khawatir akan keadaan Ali saat ini atas apa yang baru saja ia lihat di facebook. Meskipun jelas-jelas info itu telah tersebar luas dari seminggu yang lalu.


Dia mencoba menghubungi Ali. Akan tetapi nomer Ali tak kunjung aktif. Sejenak Mia berpikir, kenapa bisa dia sekhawatir ini dengan keadaan Ali?


...


Ali semenjak sore telah dirawat dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dia masih berada di ruangan Uni Gawat Darurat (UGD). Yang menemani dia saat itu adalah kakak perempuannya. Kakaknya tau bahwa sang adik dirawat, dari seseorang yang menelpon dirinya.


Kondisi Ali saat ini sedang terpasang masker kanul. Dan kepalanya diperban setelah mendapatkan penangan oleh tim medis dirumah sakit. Karena pendarahan yang cukup banyak. Ternyata hal itu disebabkan oleh kening Ali mengalami luka sobek yang cukup serius.


...


Keesokan harinya, Elena menyambut dengan hangat sang kekasih yang datang dari luar kota. Setelah sempat terjadi perdebatan beberapa bulan kemarin mereka akhirnya bersua. Seminggu yang lalu memang hubungan mereka membaik. Dan Angga sudah selesai menjalani ujian sekolahnya. Dia berjanji jika sudah selesai ujian, akan datang menemui Elena.


Satu jam lebih kurang, Elena menunggu kedatangan Angga diloket tersebut. Sebelum akhirnya mereka berdua menuju kosan Elena dengan menaiki motor Lisa, teman sebelah kosannya.


Terlihat jelas kegembiraan yang luar biasa dari seorang Elena. Dia memeluk dengan erat kekasihnya itu. Dan Angga, merespon dengan cukup dingin apa yang dilakukan oleh Elena, dengan memegangi tangannya.


Baru saja sampai dan masuk ke dalam kosan, tiba-tiba kecupan mesra mendarat tepat di kening Elena. Sontak membuatnya gemetaran seketika. Sambil satu tangan mendekap pinggangnya, hingga membuat mereka berdua berdiri tanpa sekat.

__ADS_1


Kali ini Angga melepaskan tas yang ia sandang. Kemudian menutup sedikit pintu kosan Elena. Lalu kembali mendaratkan kecupan mesra nan lembut di bibir gadis berkacamata itu.


Sudah lama Angga tidak bercumbu mesra dengan sang kekasih. Wajar saja dia begitu agresif. Elena juga rindu akan belaian dari sang kekasih. Menikmati sentuhan-sentuhan manja nan exsotis dari tangan jail si Angga.


"Sayang..,"


Ucap Elena dengan nada sedikit mendesah. Angga tersenyum menatap sejenak ekspresi yang terlihat jelas dari kekasinya itu.


"Sudah lama sekali kita tidak bercumbu, Honey." Cetus Angga, yang makin menjadi-jadi.


Kesenangan mereka terhenti, oleh karena si Lisa memanggil Elena. Dia ingin mengambil kontak motornya, karena Lisa masih ada ujian semester pada hari ini.


"Baru sampai ya Ngga?" tanya Lisa, selepas menyebut nama Elena seraya masuk kedalam kosan.


"I-iya Lis, Hee." Angga menyahuti ucapan dari Lisa.


"Buruan Sayang!"


Seru Elena yang sudah dalam keadaan hasrat yang memuncak. Angga dengan segera menikmati semua lekuk tubuh yang ada pada diri Elena.


Kemesraan yang terjadi pada mereka berlangsung hampir setengah jam lamanya. Setelah usai, Angga meminta sesuatu pada Elena.


"Sayang, apakah kau akan tetap setia denganku?"tanya Angga.


"Iya Sayang, aku akan selalu setia denganmu," jawab Elena sambil tersenyum.


"Apakah kau sanggup memenuhi permintaanku?" ujarnya.

__ADS_1


"Permintaan sepertiapa yang kau maksud, Sayang?" sahut Elena dengan menatap manja sang kekasih.


"Berjanjilah denganku, bahwa kau tidak akan pernah selingkuh dariku. Apalagi dekat dengan pria yang bernama Ali!"


Permintaan dari Angga, sejenak membuat Elena terdiam. Dia tidak sanggup apabila harus menjauhkan diri dengan Ali. Walau bagaimanapun juga, Ali bisa dimanfaatkan olehnya.


"Sayang, apakah kau mendengarkan ucapku?" tanya Angga kembali.


"Iya Sayang, aku sanggup kok dan aku janji tidak akan pernah dekat dengan Ali." Sahut Elena, seraya membelai wajah Angga.


.


.


.


**Tbc.


Jangan lupa tap jempolnya 😉👍👍👍


Vote dan commemt jika kalian mau 😍❤❤


Maaf apabila episode kali ini sedikit liar 😄😄😄


Terimakasih sudah berkenan membaca.


Jangan lupa untuk mampir ke novel Syair Sang Pujangga Ya 😊🙏**

__ADS_1


__ADS_2