
"Pelan-pelan Mo, ada yang ingin ku bicarakan"
"Mau bicara apa Li?"
"Ini tentang Elena"
"Nanti aja ceritanya, setelah sampai di kosanku aja Li"
"Okw deh baiklah".
Mereka berdua telah sampai di tempatnya si Romo. Romo pun bertanya pada Ali tentang apa yang ingin dia katakan dijalan tadi.
"Mau cerita apa tadi Li?"
"Gini mo, aku kan belakangan ini dekat sama si Elena",
"Terus masalah nya apa Li?"
"Bentar aku cerita dulu, jangan dulu dipotong perkataanku Mo" ujar Ali agar Romo mendengar penjelasannya dulu.
"Nah kan sudah empat bulan aku mendekatinya, tapi tak pernah ada kata jadian Mo"
"Tapi udah pernah kamu utarakan kan perasaanmu itu Li?"
"Iya sudah pernah, bahkan kalo aku ngga salah sudah tiga kali Mo"
"Sebanyak tiga kali itu, kamu ngga juga diterimanya?"
"Lah iya, kalo aku diterimanya ngga mungkin kan aku dan dia acuh tak acu seperti sekarang Mo"
"Kok bisa seperti itu ya Li, kirain kalian udah jadian, dan sekarang itu lagi ribut" kata Romo heran dengan apa yang di alami Ali tersebut.
"Bukan sekedar itu aja si Mo masalahnya"
__ADS_1
"Ada masalah lain lagi ya? apa lagi emangnya Li?"
"Ternyata Elena sudah punya pacar"
"Ah masa? tau dari mana kamu Ali?"
"Iya pertamanya tau dari Devi kan, kemudian aku tanya langsung sama Elena nya mo"
"Terus apa dia bilang?"
"Iya katanya memang sudah punya pacar, tapi mereka lagi renggang"
"Serius Li?, kirain dia masih single" Ketus Romo yang seakan tidak percaya bahwa Elena sudah punya pacar.
"Iya benaran kok Mo, makanya setelah aku tau dia punya paca, aku mulai sedikit menjauh dari nya Mo"
"Ohh jadi itu ya alasan kalian berdua berjauhan dan acuh tak acuh sekarang ini"
"Lalu apa yang terjadi?"
"Iya biasa aja si,hanya ngobrol basa basi doang Mo, dia bilang hubungan nya sama pacarnya makin renggang".
"Jadi sekarang Elena itu udah putus sama pacarnya".
"Iya aku ngga tau juga si Mo, setelah itu aku tak pernah lagi nelpon dia ataupun sms sama dia, bisa kamu lihat kan bagaimana kami berdua tadi itu"
"Coba aja lagi kamu dekatin dia Li, kan siapa tau dia udah putus sama pacarnya"
"Ah males Mo, disuruh nunggu dan bersabar terus"
"Iya kan dia nyuruh kamu sabar itu, agar kamu tak pindah kelain hati Li"
"Itu wajar dong Mo kalo aku habis kesabaran kemarin, coba deh kamu bayangkan, empat bulan tanpa kepastian Broo?" Kata Ali dengan memegang kepalanya.
__ADS_1
"Aisss dahh, aku sebagai temanmu merasa kasihan melihat mu Broo" (menepuk punda ali yang sedang kacau tersebut).
"Aku berhenti mengharapkan nya Mo, lebih baik aku mundur dan cari yang lain"
"Jangan menyerah Li, siapa tau kan di semester ini kamu bisa jadian sama Elena"
"Bagiku sudah cukup Mo, kalo kamu mau mencoba mendekatinya, tak masalah Mo"
"Ahh jangan ngomong gitu Li, aku tak mungkin mendekati orang yang kamu sukai".
"Tapi kan aku tak ada apa-apa sama Elena itu Mo, kalo kamu bisa mendapatkannya aku ikut bahagia Mo"
"Kamu yakin dengan ucapanmu ini Li?"
"Iya aku yakin Mo, silahkan kamu coba siapa tau kamu berhasil Mo"
"Hhmm tidak Li, aku tidak bisa lakukan itu"
"Pikirkan lagi ya Mo, aku tak masalah kok kalo kamu bisa dekat dengan dia, aku pamit pulang dulu ya"
"Ahh tidak akan aku seperti itu Li, aku tak bisa lakukan itu"
"Yasudah aku pamit pulang dulu ya Bro"
"Oke hati-hati ya Broo".
Ali pulang dari kosannya si Romo.Terlihat raut muka yang bingung dari Romo atas perkataan dari Ali barusan. Dia merasa tak layak untuk mendekati Elena.
**BERSAMBUNG....
Maaf baru bisa Up lagi. Beberapa hari ini Author sedang ada urusan di kampus..
Terimakasih buat pembaca setia novel ini 😊🙏
__ADS_1