
HAPPY READING 👍👍👍
^^^
Saat ini Ali hanya bisa meratapi kekesalannya di balik jeruji besi jendela kamarnya. Perkataannya bisa saja menikam lara hati seorang Elena. Dia mencekam rasa amarah dalam dirinya itu. Andai saja dia tidak gegabah, mungkin keadaannya tidak akan menjadi seperti ini.
Tiba-tiba, nada telepon Ali berdering kembali. Kali ini nomer yang di rahasiakan, kembali menelpon dirinya. Dia nggan menerima telepon tersebut, gara-gara panggilan itu dia salah kaprah.
Ali mencengkram rambutnya, seakan ingin berteriak kencang. Dia sungguh sangat menyesal. Beberapa kali dia menghubungi Elena, Namun nomer Elena sudah tidak aktif.
Hari semakin larut malam, Ali masih saja gelisah dengan dirinya sendiri. Beberapa kali dia terlihat membolak balikan badannya. Akan tetapi, matanya nggan juga terlelap. Lagi-lagi nomer itu menelpon dirinya kembali. Dan pada akhirnya, Ali menerima telepon itu.
"Halo... kamu ini siapa!" dengus Ali penuh amarah.
"Maaf ya Li, ini aku, Yuke!"
Ujar seorang perempuan dibalik telepon itu, yang merupakan mantan Ali dulu. Sudah sekian purnama Yuke tidak menelpon Ali, dan sekarang baru dia menelponnya kembali.
"Oh kamu... untuk apa menelponku tengah malam begini? Gara-gara kamu aku salah berbicara!" ujar Ali menghela napasnya dan sembari membentak Yuke.
"Sekali lagi maaf, jika kedatanganku mengganggu waktumu!" dengan nada pelan, Yuke meminta maaf kepada Ali.
"Maaf... maaf, kamu kira dengan kata maaf bisa memperbaiki semuanya ha!"
Ali benar-benar emosi, batinnya sudah sangat geram. Seakan-akan tidak ada kata maaf buat mantan kekasihnya itu.
"Sudah pernah kubilang, jangan pernah menghubungiku lagi. Apa kamu tidak mengerti maksudku dulu!" Beber Ali kepada Yuke.
__ADS_1
"Aku hanya rindu sama kamu. Tapi, jika benar kedatanganku hanya membawa malapetaka bagimu, aku tidak akan mengusik kehidupanmu lagi. Maaf!"
Ujar Yuke menghela napas, seraya meminta maaf dan mengakhiri telepon mereka.
^^^
Mentari pagi telah terbit, menyinari sebagian belantara planet Bumi. Hari ini dimulainya ujian semester dua. Dengan mata sendu, Ali mulai memasuki ruang ujian dan di ikuti seluruh teman kelasnya. Dia memperhatikan Elena dari kejauhan, terlihat mata Elena sebam. Mungkin karena dia bergadang semalaman, atau jangan-jangan menangisi ucapan dari Ali?
Ali sama sekali tidak belajar sedikitpun. Dia menjawab soal dengan acak-acakan. Kepalanya hanya dipenuhi dengan kekesalan dan amarah dengan dirinya sendiri. Selepas ujian mata kuliah yang pertama, dia menghampiri Elena dan kawan-kawannya.
"Hai, kalian pada mau kemana?" tanya Ali basa-basi pada mereka.
"Kita mau..." seketika perkataan dari Rika langsung dipotong oleh Elena.
"Bukan urusanmu. Bukankah aku sudah tidak penting?" Ketus Elena yang langsung menarik tangan Rika dan Diah untuk segera pergi dari hadapan Ali.
Ali hanya bisa berdiri diam, menatapi anak tangga yang Elena turuni itu. Terdengar suara canda tawa di arah koridor tempat duduk istirahat mahasiswa. Rupanya itu adalah suara tawa dari Mia dan juga Romo.
Andai saja waktu bisa di putar kembali. Mungkin, aku sudah semakin dekat denganmu, Ali. Gerutu Mia dalam batinnya.
^^^
Di kantin kampus, Diah dan Rika penasaran dengan apa yang sedang terjadi antara Elena dan Ali. Mereka bertanya dengan sangat serius kepadanya. Akan tetapi, Elena seakan menutup mulutnya perihal masalah yang di alaminya saat ini.
Selang beberapa waktu, ujian jam kedua dimulai. Dalam hati Ali, bagaimana caranya setelah ujian ini selesai, dia ingin menjelaskan semuanya kepada Elena. Karena, dia khawatir kedekatan yang saat ini sedang mereka jalin, akan berakhir lagi seperti sebelumnya.
Ujian telah selesai, tepat sebelum adzan Dzuhur berkumandang. Setelah selesai mengunci ruangan, Ali berlari mengejar Elena.
__ADS_1
"Elena tunggu!" ujar Ali dengan napas yang tersengal-sengal.
Elena pura-pura tidak mendengarkan panggilan dari Ali. Dia semakin melangkahkan kakinya itu dengan sangat cepat. Dan segera menaiki motor Rika, kemudian dia meminta Rika agar segera pergi dari area kampus.
Pengejaran Ali hanyalah sia-sia. Dia mengontrol sejenak napasnya yang masih belum stabil. Setelah itu, dia nekad untuk menjenguk Elena dikosannya.
Akankah Elena menerima perkataan maaf dari Ali?
.
.
.
.
.
**TBC
.
.
.
JANGAN LUPA TAP JEMPOLNYA KAK 👍
__ADS_1
BANTU VOTE SERTA TIPSNYA ❤🙏
AKHIRNYA AUTHOR BISA UPDATE LAGI SEPERTI SEDIA KALA 😍💪**