
Beberapa hari kemudian, terlihat Elena begitu lemas dan mukanya pucat. Dosen yang sedang mengajarpun menyuruh Elena agar lebih baik istirahat pulang. Akan tetapi dia tetap memaksakan diri untuk ikut perkuliahan tersebut.
Setelah jam istirahat tiba, Diah dan Rika membujuk Elena agar lebih baik pulang.
"El, lebih baik istirahat dikosan aja ya" kata Diah dengan lembut
"Iya El, wajah kamu itu terlihat sangat pucat loh, kalo pulangkan bisa baring El" ujar Rika kemudian.
"Biarlah aku tetap dikampus aja Ya, Rik" Ketus Elena yang tetap saja ingin di kampus.
"Sudah lah El, lebih baik pulang ya"
"Kenapa sih nyuruh aku pulang terus, aku ini tidak kenapa-kenapa kok, sekedar lemas aja" kata Elena yang kesal saat itu.
"Iya kan niat kita baik, agar kamu bisa baringan di kosan El" kata Diah
"Kamu lagi PMS kan?" timpal Rika yang mengira kalau Elena sedang datang bulan.
"Iya tapi masih bisa aku tahan Rik, tolong belikan aku minum dulu bentar ya" ujar Elena menjawab perkataan dari Rika.
"Iya bentar El, aku turun kebawa beli minum dulu" sahut Diah.
__ADS_1
Dalam ruangan kelas tersebut masih ada Ali yang sedang memainkan Hp miliknya. Dia dengan spontan mendekati mereka bertiga.
"Eh Elena lebih baik kamu pulang saja" Ketus Ali.
"Sudah kami suruh kok Al, tapi dia tidak mau pulang" jawab Rika
"Ayo aku antar kamu pulang Elena, tidak baik menahan rasa sakit itu" (sembari memegang tangan Elena dan menatap nya dengan tajam).
"Apa-apaan kamu Ali, main pegang tangan orang aja, lepaskan tidak" ancam Elena.
"Eh kamu ya, dibilangin masih aja gini, jangan terlalu keras kepala Elena, kita menyuruh kamu pulang demi kebaikan mu sendiri" kata Ali
Rika dan Diah hanya terdiam, menyaksikan perdebatan antara Ali dan Elena. Diah masih saja di dalam kelas, dia tidak jadi turun untuk membelikan Elena minum. Dan Rika teihat meremas-remasi pundak nya Elena, agar lebih baik.
"Ehh dengar ya Elena, aku bukan untuk menjadi pahlawan, tapi aku sebagai laki-laki melihat kondisi seorang wanita yang sudah pucat pasih seperti ini, aku tak tega Elena"
"Kalo tak tega jangan melihatku disini Aki, lebih baik kamu keluar dan pergilah makan dengan teman-teman lainnya." Ujar Elena yang tak pernah mau mendengarkan perkataan Ali.
Ali akhirnya menyerah, dia pun pergi meninggalkan kelas tersebut.
"Oke baiklah kalo itu yang kamu mau,aku akan pergi dari ruangan ini Elena"
__ADS_1
"Yasudah silahkan, aku muak melihat muka mu" ketus Elena.
"Kok kamu begitu sama Ali?" timpal Rika
"Iya El, padahal Ali itu perhatian loh sama kamu" kata Diah kemudian.
"Sudahlah, kalian berdua mau seperti Ali juga ha?" bentak Elena.
"Tidak kok El, maaf kan kita berdua ya" kata Diah.
"Sabar kok El jangan marah mulu" sahut Rika.
"Makanya jangan seperti dia juga kalian".
Elena hari itu terlihat sangat marah dan kesal. Mungkin itu adalah bawaan seorang wanita kalo sedang PMS. Perhatian yang Ali lontarkan saja, dia tidak perduli...
**BERSAMBUNG.....
MAAF KALO CERITANYA PENDEK. JANGAN LUPA BANTU LIKE DAN VOTE NYA READERS. AUTHOR TIDAK MEMAKSA KOK, BAGI YANG MAU AJA. HEHE.
SEBENARNYA NOVEL INI SEDANG AUTHOR REVISI, AGAR NOVELNYA LEBIH BAIK LAGI BUAT DIBACA. 😉🙏
__ADS_1