KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
"Keharmonisan 2"


__ADS_3

Maafkan Author kalau tulisannya dan tanda bacanya masih kurang tepat β˜ΊπŸ™


---------------------------------


Diah dan Rika meneriaki Ali da Elena yang baru saja datang.


"Cie suami isteri udah sampai ni," ujar Diah yang kemudian diikuti oleh Rika,


"Cie..."


Kemudian Elena menimpali sorakan mereka.


"Haa... apa-apaan kalian berdua." kata Elena sambil tertawa..


Kemudian Ali bertanya kepada Diah dan Rika.


"Kenapa kalian enggak masuk ke kelas?" tanya Ali.


"Ya habisnya dosen kita nggak jadi masuk Al," jawab si Rika.


"Kok enggak bilang-bilang sama kita kalo tidak jadi masuk," ujar Elena.


"Karena kita mau lihat suami isteri datang dulu," gurau Duah sembari tertawa.


"Dasar ya kalian," sahut Ali.


"Yasudah apa rencana kita kalo gini?" tanya Ali.


"Em gimana kalo kita jalan-jalan saja?" ujar Rika menjawab pertanyaan Ali.


"Jalan kemana dulu emangnya mbak Ka?" tanya Elena sambil melepaskan helmnya.


"Oh iya ke taman aja yuk, " ajak Ali pada mereka.


"Nah ide yang bagus juga tu Al," ujar si Diah sambil menunjuk Ali.


"Eh iya benar. Nanti disana, kita makan molen mini, ya enggak?" tambah Elena kemudian.


"Loh kalian udah pernah kesana berdua ya?" tanya diah yang kemudian langsung dibantah oleh Elena.


"Eh enak aja. Kami berdua belum pernah pergi kesana,"


"Terus tau ada molen mini disana darimana ayo?" tambah Diah lagi


"Haa... ketahuan kalian sudah pernah kesana," ejek Rika yang menertawakan Elena.


Ali tersenyum malu mendengarkan obrolan tiga orang perempuan tersebut.


"Eh eh Sudah sudah. Jadi enggak kita pergi ke tamannya?" sahut Ali yang memastikan kepergian mereka.


"Iya sudah pasti jadi dong." jawab Diah dengan pandangan sinis pada Ali.


Mereka berempat kemudian pergi menuju taman. Ali dan Elena kemudian mampir membeli molen mini sebentar. Sedangkan Diah dan Rika mencari tempat duduk terlebih dahulu.


"Kalian berdua duluan aja cari tempat duduk. Kita beli molen mini nya dulu," ujar Elena.


"Siap tuan dan nyoya." jawab Rika sambil tertawa.


Setelah itu, Ali mengingatkan moment kedekatan mereka berdua ketika baru pertama kali datang kesana.


"Eh El, aku ingat bagaimana awal kita kesini," tanya Ali.


"Hm masih aja kamu ingat-ingat ya Al," ketus Elena sembari tersenyum.


"Oh tentu. Itu akan jadi momen suatu hari nanti yang sangat berhaga loh Elena,"


"Udah dong Al. Jangan ngoceh mulu."

__ADS_1


Selang beberapa menit, Ali dan Elena sampai ke tempat duduk yang telah dipilih oleh Rika dan Diah.


"Memang pasangan yang cocok ya, kalian berdua," kata diah tersenyum


"Tu mulai kan si Diah!" sahut Elena


"Ya benar El, pasangan yang ter the best, ha." tambah Rika menambah gaduh suasana nya.


"Apaan kalian bertiga, ribut mulu dari tadi. Sudah makan dulu molen nya kenapa," timpal Ali yang terlihat jealous.


Mereka berempat akhirnya makan molen mini. Sambil bersendah gura dibawah rindangnya pepohonan di taman itu. Dengan suara riuh angin menerpa daun hijau diyang melekat di ranting pohon.


"Kalian udah resmi jadian kan?" tanya Diah mendadak hening seketika.


"Apaan si Diah," jawab Elena dengan pandangan sinis.


"Udah jawab aja jujur, udah jadian kan?" tambah Rika setelah itu.


Elena dan Ali bertatap muka, molen mini yang di tangan Ali terjatuh. Terlihat batuk setelah mendengarkan ucapan kedua temannya tersebut.


"Eh bentar, gini ya aku jelasin, sekarang itu aku nggak perlu status sama Elena, tapi yang terpenting Elena tetap dekat bersamaku dan tetap ada buatku, begitu juga sebaliknya." kata Ali sembari merasa pede menjawab perkataan dari kedua temannya. Kemudian mulut si Ali di masukin molen mini oleh Elena.


"Udah dong, jangan kebanyakan ngoceh ya Al," ketus Elena memaksakan molen mini masuk ke mulutnya Ali.


"Ciee... memang cowok romantis kamu ternyata, makin terpincut dong kan, Elena nya," kata Rika dengan nada genit.


"Iya benar banget mbak. Sangat romantis deh kalian, pake suap-suapan segala di hadapan kita," kata Diah jutek.


"Bikin iri kita aja kalian, emangnya kita di jadiin obat nyamuk," ujar Rika.


"He, bisa kalian lihat sendiri kan tingkah Elena," kata Ali menjelaskan bahwa mereka memang romantis.


Elena merasa jutek dengan tingkah Ali.


"Sudah lah Ali, jadi males ngomong sama kamu,"


"Biarkan aja dulu, ntar juga baikan kok," jawab Ali dengan santai.


"Pokoknya aku males titik," kata Elena mempertegas keinginannya.


"Udah ah jangan pada ribut, malu sama nyamuk Ha," ujar Rika yang membuat mereka semua jadi tertawa.


"Ha, apaan si Rika!" ketus Elena.


Mereka kemudian tak lupa mengabadikan moment tersebut dengan berfoto. Setelah itu mereka pulang.


Saat malam hari, Elena kali ini lebih duluan menelpon Ali. Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya berbicara lewat telepon.


Pembicaraan yang terjadi dalam telepon,


""Assalammualaikum Al?"


"Ia waalaikumsalam, kok tumben duluan nelpon?"


"Kenapa enggak suka? Yaudah ku matiin telponnya kalo kamu nggak suka," ujar Elena mendengus kesal.


"Eh jangan Elena, bercanda kok," ujar Ali.


"Bercanda mulu, lagi apa?" ketus Elena.


"Biasa lagi tiduran sambil teleponan sekarang," jawab ali.


"Eh teleponan sama siapa?" ujar Elena yang tidak menyadari bahwa dialah yang sedang teleponan sama Ali.


"Iya sama kamu lah siapa lagi haa," jawab Ali sambil tertawa.


"Oh iya juga haha," Elena pun ikut tertawa.

__ADS_1


"Emang dasar kamu ya, orangnya suka lupaan," ketus Ali.


"Makanya diingetin terus ya Al"


"Apa si yang enggak pernah aku ingat dari kamu itu," Ali mulai gombal.


"Tu mulai lagi kan gombal nya,"


"Ha... tapi kamu suka kan?" rayu Ali.


"Em nggak kok, biasa aja," jawab Elena sambil tersenyum lirih di atas kasurnya.


"Alah Elena... hati dan pikiran itu enggak bisa dibohongin," tegas Ali.


"Ha, iya deh iya,"


"Nah gitu. sekarang kamu lagi apa?"


Elena kemudian menjawab, "Iya sama kamu Ali, emangnya siapa lagi,"


"Oh sama ya, kirain beda,"


"Ih kamu ya, kalo dekat udah ku cubit." Pungkas Elena gemes manja.


^^^


Pada malam itu, mereka sangat menikmati obrolannya. Elena mengabaikan setiap telpon dari Angga.


Pada pagi harinya angga menelpon Elena kembali. Kali ini Elena menerima telpon dari Angga.


Perdebatan yang terjadi dalam telpon,


"Kenapa baru bisa di angkat sekarang?" tanya Angga.


"Udah langsung aja apa yang mau di omongin?" jawaban cuek dari Elena.


"Semalaman kamu kemana? di telpon sibuk terus,"


"Di kosan aja, aku nggak kemana-mana,"


"Terus kamu telponan sama siapa? ali kan?" tegas Angga.


"Udahlah Angga. Kalo nelpon cuma ngajak ribut, mending nggak usah deh,"


"Ternyata benarkan... oke sekarang aku minta kamu sambungkan telepon ini ke Ali. Aku mau bicara sama dia," pinta Angga.


"Eh apa-apan kamu Angga, udah dibilangin aku sama dia nggak ada apa-apa,"


"Pokoknya aku minta sambungkan sekarang juga Elena,"


"Eh tolong ya Angga, aku nggak suka dibentak bentak, kamu sudah tau kan,"


"Makanya buruan di sambungkan sekarang kepada pria breng*ek itu."


Pagi itu terjadi keributan lagi pada hubungan Angga dan Elena. Elena menangis setelah di bentak oleh Angga. Dan setelah itu, Eena menuruti kemauan Angga agar menelpon menelpon Ali.


.


.


.


.


BEEERRRSAMMMBUNGGG......


JANGAN LUPA BERI LIKE BESERTA VOTE NYA KALAU KALIAN SAYANG AUTHOR πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2