KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
"Dua Sisi"


__ADS_3

Ali dan Mia langsung melewati kedua orang tersebut. Mia terlihat sedikit melirik siapa yang duduk disana dengan mengenakan baju yang sama dengan mereka.


"Eh, itu barusan Elena sama Romo loh, Li," kata Mia berbicara kepada Ali atas apa yang barusan dia lirik.


"Serius kamu? aku soalnya lewat-lewat aja, nggak lihat ke arah mereka tadinya,"


"Iya, aku seriusan Ali," tegas Mia.


"Hm, biarlah kalo memang mereka berdua,"


"Kamu tidak cemburu gitu?"


"Lah, ngapain juga aku cemburu Mia," ujar Ali.


"Barangkali kan kamu masih ada rasa sama Elena," ketus Mia.


"Ah, sudahlah, lupakan saja, sekarang kita mau duduk dimana?" ajak Ali agar melupakan apa yang sedang mereka bicarakan.


Akhirnya Ali dan Mia memilih tempat duduk kurang lebih sekitaran sepuluh meter dari Romo dan Mia.


"Eh, yang lewat barusan itu bukannya Mia ya?" tanya Romo pada Elena.


"Yang mana? kok aku nggak lihat Mo,"


"Iya yang tadi itu loh,"


"Mungkin kamu salah orang kali,"


"Tapi, itu sama persis dengan Mia,"


"Ah, sudahlah Mo, nggak usah ngaco deh kamu," Ujar Elena sembari meminum es kelapa muda yang sudah mereka pesan dari tadi.


Kemudian Romo menunjukan tempat duduk Ali dan Mia, agar apa yang dia lihat barusan itu adalah benar-benar Mia.


"Nah, itu yang duduk disana, coba deh kamu lihat arah sana," kata Romo menunjuk ke arah sebelah kanannya.


"Yang mana sih Mo, yang kamu tunjuk itu nggak kelihatan sama aku," ujar Elena.


"Eh, Mia sama Ali?" ujar Romo dengan heran.


"Apa kamu bilang barusan," sahut Elena yang mendengar ucapan Romo barusan.


"Iya benar, cowok yang bersama Mia barusan itu, ternyata Ali,"


"Yang mana sih? aku benaran nggak kelihatan kok Mo."


Elena tidak bisa melihat tempat duduk Ali dan Mia yang telah ditunjuk oleh Romo, karena pandangan Elena terhalang oleh orang yang duduk di sebelah mereka berdua.


"Ah, masa kamu nggak lihat Elena," kata Romo dengan nada sedikit tinggi.


"Lah, emang aku nggak lihat Romo, lagian nggak usah bentak aku segala," jawab Elena dengan nada kesal.


"Coba kamu duduk ditempatku dulu," pinta Romo pada Elena.


"Ah, sudahlah Romo, lebih baik kita segera pulang, daripada kamu semakin halu," timpal Elena kemudian.

__ADS_1


"Apaan sih Elena, aku benaran, apa yang aku lihat itu, nyata," Romo mempertegas apa yang sudah dia lihat.


Elena kemudian langsung berdiri, dan menyandang tasnya. Elena meninggalkan Romo ditempat duduknya.


"Sudahlah Romo, aku tidak mau dengar perkataanmu lagi,"


"Tapi Elena, kita belum selesai minum es kelapanya,"


"Ya tidak masalah, lagian kan kamu juga yang bakalan bayarin,"


"Eh, tunggu dulu, kamu mau kemana?"


"Aku mau pulang,"


Romo kemudian membayar minuman yang mereka beli, lalu mengejar Elena yang sudah menujuh parkiran.


"Elena, tunggu," Romo memegang tangannya Elena.


"Apaan sih Romo, nggak usah pegang-pegang tanganku segala,"


"Ya makanya nggak usah terburu-buru gini, tunggu sebentar kenapa," ujar Romo.


Siapa sangka kejadian Romo dan Elena itu dilihat oleh Ali. Ali kebetulan saat itu sedang memesan minuman dengan meninggalkan tempat duduknya.


"Apa yang sedang terjadi pada mereka berdua, jangan-jangan Romo sudah berhasil menaklukan cinta dari Elena, sampai main pegangan tangan segala, benar-benar keterlaluan kamu ya Romo." Gumam Ali dalam hatinya.


Kemudian Ali kembali ketempat duduknya.


"Eh, kok kamu lama banget mesan minumnya?" tanya Mia.


"Oh, tadi itu ngantri buat mesan nya, he," jawab Ali sembari tersenyum.


"Iya gitu, maaf kalo buat kamu lama menunggu,"


"Ah, biasa aja kok Ali, oh iya Elena sama Romo kayaknya sudah pergi dari tempat duduk mereka," kata Mia.


"Iya mungkin mereka mau ketempat lainnya kali,"


"Em, bisa aja ya, atau jangan-jangan karena mereka lihat kita berdua disini kali ya?" tanya Mia.


"Aku rasa bukan deh, mungkin aja mereka sudah lama disini nya, dan minuman mereka sudah habis makanya mereka pergi,"


"Oh, bisa jadi juga ya Li,"


"Benar kan,"


"Iya aku rasa kamu benar."


Sudah sekitar satu jam Ali dan Mia duduk disana, sudah banyak cerita yang mereka bicarakan, dan hingga akhirnya Mia mengajak Ali untuk pulang.


Romo sudah sampai mengantar Elena ke tempatnya. Tanpa basa-basi, Elena langsung masuk ke dalam kamar kosannya.


"Kita sudah sampai El," kata Romo.


"Hm, iya,"

__ADS_1


"Terimakasih sudah mau jalan sama aku hari ini," ujar Romo tanpa di respon oleh Elena.


"Yasudah, aku pulang dulu ya El." kata Romo kemudian pulang.


"Si Elena kenapa lagi, kok dia bersikap begini padaku, atau jangan-jangan dia masih kesal dengan kejadian di pantai tadi, tapi kan apa yang aku lihat itu nyata." Gumam Romo dalam hatinya.


Dalam perjalanan pulang,


"Eh, kita mampir dulu sebentar,"


"Mampir kemana lagi Mia?" tanya Ali.


"Mampir dulu ke ayam geprek Bunda Lili dulu ya, Li," pinta Mia agar mereka berhenti dulu.


"Oh, nggak usah lah Mia, aku sudah kenyang, Ha," canda Ali.


"Eh, siapa juga yang mau beliin kamu, Ha," timpal Mia kemudian.


Selang beberapa waktu,


"Nah, kita sudah sampai ni, aku tunggu dimotor aja ya,"


"Oke, aku beli gepreknya dulu sebentar ya."


Mia turun dari motor Ali, untuk membeli ayam geprek.


"Kalau dipikir-pikir, Mia semakin hari dia semakin enak diajak ngobrol, bercanda, jalan, coba aja sedari dulu aku dekatnya sama kamu." ungkapan yang kedua kalinya dari Ali akan kedekatannya sama Mia dalam hatinya.


"Sudah bu belanja nya?" ujar Ali merayu Mia.


"Ha, apaan sih Ali, aku ini belum punya anak loh," jawab Mia geli dipanggil Ibu oleh Ali.


"Ha, bercanda doang kali Mia,"


"Udah ah, anterin aku pulang sekarang,"


"Iya baiklah, pegangan ya," pinta Ali.


"Is, dasar kamu ya, merayu mulu, lain kali kalo aku dingin, baru megang kamunya, ha." jawab Mia yang kemudian tertawa.


Akhirnya Ali sudah sampai ke tempatnya Mia. Kemudian Mia mengajaknya mampir dulu sebentar.


"Nggak mau mampir dulu nih?"


"He, nggak usah Mia, lain kali aja,"


"Benaran nggak mau?"


"Iya, benaran kok, aku pulang dulu ya,"


"Hm, oke, hati-hati dijalan ya,"


"Siap tuan putri, Ha." jawab Ali tertawa yang kemudian bergegas pulang.


Pada malam hari, Romo terlihat beberapa kali menelpon Elena, akan tetapi, tidak ada satupun diterima oleh Elena. Sedangkan Ali, terlihat sudah bercanda tawa dengan Mia melalui telpon. Terlihat jelas perbedaan yang terjadi dan dialami oleh Ali dan Romo. Ali terasa serpihan hatinya yang hancur, perlahan mulai kembali utuh, sedangkan Romo terlihat galau dan penuh tanya apa yang sedang dihadapi olehnya.

__ADS_1


**BERSAMBUNGG..


Jangan Lupa Bantu Like dan Vote nya, Author tidak memaksa kok, bagi yang baik hati dan mau aja.. Terimakasih 😊🙏


__ADS_2