
**Di tempat kosan Devi, Diah mencoba menanyakan kedekatan Elena dan Ali belakangan ini.
" Maaf nanya ni ya, " ujar Diah.
" Mau nanya siapa? jelas-jelas dikit dong kalo ngomong, " jawab Elena.
" Haa, sabar dulu kok El, " sahut Devi kemudian.
" Aku bercanda kok, " tambah Elena dengan tertawa kecil.
" Hm.... Maaf ya sebelumnya, kalian berdua kok diam-diam an aja sedari tadi? " sindir Diah kepada Ali dan Elena.
Elena dan Ali tak ada yang menjawab pertanyaan Diah tersebut. Mereka berdua tetap diam, layaknya seperti orang baru pertama kali bertemu.
...
" Tuh kan, ditanya malah pada diam, " ujar Diah
" Sudahlah Ya, jangan bahas mereka dulu, " ucap Devi kepadanya.
" Eh.... Aku minta maaf deh kalo kalian nggak suka dengan perkataanku? " sembari memberi senyum dan menganggukan sedikit kepalanya.
" Sudah biasa aja, tak masalah kok, " Ali kemudian menjawab pertanyaan Diah.
" Tapi, sekali lagi aku minta maaf ya, kalo buat kalian merasa tidak enakan, " tambah Diah lagi.
" Sudah lah, kita kesini mau belajar atau mau bahas aku dan Ali? " tanya Eena dengan nada kesal dengan raut muka tidak seperti biasanya.
" Eh iya kita mau belajar kok El, " sambung Devi terlihat sedikit gugup.
" Yasudah. Mendingan fokus dulu dengan pelajarannya, jangan melebar kemana mana. " ujar Elena yang membuat suasana hening.
Waktu itu, tetap saja Ali maupun Elena tidak mau memulai pembicaraan di anatara mereka.
...
Sekarang Ali sudah tidak pernah menjemput Elena setelah kejadian tempo hari. Kini, Elena selalu di jemput oleh Rika. Dikampus saat setelah ujian semester berlangsung.
.
.
.
.
" Habis ini kita ngumpul-ngumpul dulu yuk, " ajakan dari Rika.
" Ngumpul dimana emangnya mbak? " tanya Diah kemudian.
" Em.... Kurang tau juga dimana ngumpulnya, " ujar Rika tertawa.
" Hem.... Kebiasaan kalau ngomong kagak jelas gitu, " Sindir Elena pada Rika.
" Yasudah kita kumpul di kosan aku saja lagi, sekalian kita makan bareng," ajakan Devi pada mereka.
" Nah bagus ide yang bagus itu Dev, kebetulan aku sekarang lapar, " jawab Diah sambil memegang perutnya.
__ADS_1
" Eh.... Aku ikutan ya, soalnya juga lapar, he, " sahut Rika tertawa.
" Hem.... Gliran makan aja pada cepat semua kalian, teman siapa sih kalian. " kata Elena bergurau pada mereka yang ikutan tertawa.
...
Saat itu, Ali dan Romo tidak mendengarkan pembicaraan dari mereka. Ali dan Romo sedang asyik mengobrol berdua. Lali kemudian, mereka di ajak oleh Devi untuk bergabung bersama ke kosannya.
" Em Ali, Romo, kalian ikutan kita nggak? " tanya Devi
" Ikutan kemana Dev? " jawab Romo langsung.
" Kalian nggak dengarin kita dari tadi? " tanya Devi.
" Nggak tuh, emangnya ngobrolin apaan kalian? " tanya Romo balik, sedangkan Ali hanya diam saja.
" Makan bersama di tempatku, " jawab Devi dengan muka datar.
" Waw, boleh lah tu. Ya kan Li? " Romo bertanya kepada Ali kemudian.
" Sepertinya aku tidak bisa ikut. Soalnya ada urusan penting dirumah Dev, " jawab Ali menolak ajakannya.
" Hm.... Kok gitu si Al, ayolah ikutan aja ya, " kata Devi sambil menghela nafas nya.
" Kurang seru lah Li, kalau kamu nggak ikutan. Kapan lagi kan kita gabung bersama, sebentar lagi kita juga pada pulang kampung, " ujar Rika nimbrung obrolan mereka bertiga.
" Ayolah Li kita ikutan, kapan lagi makan gratisan kayak gini bro, " kata Romo sambil menepuk pundak Ali.
Tolong ikutan ya Al, " tambah Rika.
Kemudian Ali menghela nafas nya, kemudian menjawab ajakan mereka,
" Nah gitu dong Al, ayo buruan. " tambah Rika.
Elena sama sekali tidak ikutan berbicara saat itu. Dia mengobrol hal yang lainnya bersama si Diah, sambil memainkan handphone miliknya.
...
Mereka kini sudah tiba dikosan Devi. Mereka turun dari motor, lalu Devi membuka pintu kosan nya. Devi menyuruh mereka untuk masuk. Selang beberapa saat, makanan pun sudah di sajikan di atas tikar yang ada di lantai kosan tersebut.
...
" Gimana, enak nggak masakkan nya? " tanya Devi kepada teman-temannya.
" Sangat enak loh, " jawab Rika sambil menguyah makanan.
"Emang dasar kamunya lapar mbak. Kalau bukan emang doyan, " ujar Elena meledek Rika.
" Diah gimana, suka pedas kan? " kata Devi bertanya kepada Diah.
" Maaf ya Dev, sebenarnya aku kurang suka masakan pedas, " ujar Diah dengan bibirnya sudah merah.
" Oh iya maaf juga, lain kali kalo aku masak lagi, kita masakannya di kurangin cabe biar nggak terlalu pedas. " pungkas Devi.
Terlihat Ali dan Romo hanya terdiam menikmati makanan tersebut.
...
__ADS_1
"kok diam aja kalian berdua mo,al" tanya diah
"kenapa? ngga enak ya masakan nya?" tanya devi pada mereka
"woenak tenan dev hahha" jawab romo
"iya enak kok dev, kami diam karena mengikuti sunah nabi" timpal ali
"hhm sok sok an ali" timpal rika
selesai makan romo dan ali ke depan dan duduk di bawah pohon jambu yang ada di depan kosan devi tersebut.
"gimana li, udah diterima sama elena?" tanya romo
"ahh ngga tau mo, sulit" jawab ali
"sulit kenapa li? udah hampir empat bulan soalnya kalian dekat"
"iya mau berapa bulan juga kako dia nya ngga suka percuma kan mo"
"kok gitu li? emang kenapa sebenarnya yang terjadi?"
"ahh udahlah mo, ngga ada masalah apa apa"
"aku lihat akhir akhir ini kalian tak saling bicara soalnya"
"ya lagi ngga mau bicara saja mo, biasalah"
"kalian ribut kan? atau ada masalah lainnya?"
"masalah sepele awalnya mo, tapi jadi besar" ujar ali
"hmm biasa itu broo, pasti ada saja masalah yang datang kalo kita suka sama orang".
"iya masalah nya, itu itu saja mo, tetap saja dia bilang tunggu dulu lah, sabar dulu lah, aku mau lihat kamu ini itulah" ujar ali menirukan ucapan dari elena
"gimana ya kalo aku jadi kamu, pasti bakalan mundur li, cari aja yang lainnya" timpal romo
"iya aku pernah berpikir demikian mo, tapi belum siap saat ini"
"kenapa belum siap?"
"soalnya canggung mo, sekarang saja aku merasa ngga enak an kayak gini"
"yasudah sabar li, kamu coba berbicara duluan sama dia dan minta maaf"
"iya sertinya memang harus begitu mo".
"lah emang iya ali, nah kalo kamu idah bilang maaf sama dia , terserah kamu mau bagaimana kedepannya ya kan?" tanya ali
"ohh iya benar juga kata mu mo , makasih loh ya hahah" jawab ali...
akhirnya ali mendapatkan pendapat dari romo. setelah hari itu, ali masih ngga tau mau memulai obrolan darimana pada elena...
**Bersambung....
**MAAF AUTHOR BARU BISA UPDATE LAGI.. DAN MAAF JUGA APABILA MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH NAMA PEMERAN DALAM CERITA.. SOALNYA AUTHOR SEKARANG JUGA LAGI MEMBUAT CHAT STORY . YANG MEMBUAT AUTHOR JADINYA SERING LUPA NAMA PEMERAN.. HEHE HARAP DIMAKLUMI YA READERS..🙏🙏🙏
__ADS_1
BAGI KALIAN YANG MAU BACA CHAT STORY NYA , SILAHKAN KALIAN CARI SAJA LANGSUNG "DOSENKU MEMPERSULIT SKRIPSIKU" .. TERIMAKASIHH 😉😉😉**