
Seketika saja Mia kaget,mendengar suara perempuan dari telepon tersebut.
"Lah kamu bukan Ali? Aku kira dia yang nelpon. Astaga," ujar Mia
"Maaf ya kalau sudah buat kamu berpikiran bahwa aku ini Ali," gurau seorang perempuan di balik telepon.
"Terus ini siapa?" sambil melihat layar ponsel pribadinya.
Mia kaget, rupanya Elena yang menelpon dirinya. Lantas dia merasa malu pada Elena, sekaligus merasa senang juga berbicara begitu sebelumnya.
"Ohh kamu Elena. Sorry atas omong kosongku barusan," ujar Mia
"Rupanya kalian berdua sudah resmi pacaran. Selamat ya Mia," jawab Elena menghela napasnya.
"Iya kami sudah berpacaran hampir dua minggu lamanya," ketus Mia untuk membuat Elena cemburu.
Tapi Elena tampak baik-baik saja mendengar perkataan dari Mia. Dia bersyukur kalau Ali sudah resmi bersama Mia.
"Ohh iya? Bearti masih hangat-hangatnya dong hubungan kalian," ujar Elena seakan mendukung hubungan mereka itu terjadi.
"Iya itu pasti Elena. Ngomong-ngomong, kok tumben kamu menelponku jam segini?" tanya Mia heran.
"Eh iya sampai lupa mau bilang apa... nanti siang jangan lupa kita kerja kelompok di tempatku Mia. Ajak Ali sekalian," ujar Elena menyampaikan maksud dan tujuan dirinya menelpon Mia subuh-subuh begini.
"Siang nanti! Kita nggak ada jadwal perkuliahan ya?" ujar Mia sambil memeluk boneka Teddy Bear di atas ranjang tidurnya itu.
__ADS_1
"Hari ini kita nggak ada jadwal perkuliahan Mia. Makanya kita bikin tugas kelompoknya siang nanti saja ya," pinta Elena kepada Mia.
"Oh oke-oke. Nanti aku hubungin Ali untuk memberi tahunya bahwa kita kerja kempok hari ini di tempatmu, Elena," jawab Mia terdengar mendecih.
"Oke Mia. Maaf iya sudah mengganggumu. Longlast buat hubunganmu bersama Ali ya," ujar Elena memberikan harapan untuk hubungan Mia bersama Ali.
"Oke Elena, terimakasih." Jawab Mia dengan singkat, dan mengakhiri telepon tersebut.
***
Elena seperti sangat mendukung hubungan Mia bersama Ali itu terjadi. Meskipun dirinya merasa tidak rela. Tapi yang jelas sekarang Elena sedang berbahagia kembali. Itu semua karena hubungan dirinya bersama Angga sekarang sudah membaik.
Terik mentari pagi menikam tajam, menyentuh kelopak mata yang sedang memejam. Pria dengan berkulit putih nan bersih itu, tak dapat melanjutkan tidurnya untuk lebih lama lagi. Dia terbangun, membuka dengan perlahan kedua matanya. Pandangan sedikit buram, sesekali dia membuang belek di sudut matanya itu.
Rupanya dia adalah Ali. Dia menggeliat ke-kiri dan ke-kanan, hingga terdengar bunyi retakan yang ke luar dari dalam tubuh kekarnya itu.
***
Sekarang sudah pukul sembilan, Mia mencoba untuk memberanikan diri menghubungi Ali. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda teleponnya akan di terima. Akhirnya dia memutuskan untuk mengirimi dia pesan singkat saja.
"Ali, nanti siang kalau kamu bisa, kita pergi ke kosan Elena ya. Soalnya jam sebelas nanti, akan di mulainya tugas kelompok kita." Begitulah kiranya pesan yang di utarakan Mia kepada Ali.
Setelah selesai mengantar kakak perempuannya kerja, Ali mengambil ponsel dalam saku celananya itu. Dia penasaran untuk melihat ponselnya yang sepanjang jalan tadi selalu bergetar.
Dia sudah melihat berita panggilan dan sms dari Mia di ponselnya itu. Ali memutuskan untuk tidak membalas pesan tersebut, malahan dia asyik bermain game township yang ada pada ponselnya tersebut.
__ADS_1
Setelah sekian lama, kali ini keseriusan Ali bermain game terusik oleh sms yang bertubi-tubi masuk pada ponselnya itu.
Alah siapa juga sih yang ganggu mulu dari tadi. Nggak jelas banget ni orang.
Gerutu Ali dalam batinnya.
Setelah selesai, akhirnya Ali memutuskan untuk membaca pesan-pesan yang masuk sedari tadi. Terlihat ada pesan dari Mia dan Elena. Dia lebih dulu membuka pesan dari Elena. Elena hanya mengatakan bahwa hari ini mereka di wajibkan untuk kumpul di kosannya untuk mengerjakan tugas kelompok.
Di pesan lain, atau tepatnya dari Mia, terlihat beberapa kali spam permintaan maaf yang di sampaikan Mia kepadanya. Tapi Ali tetap saja mengabaikan pesan dari Mia. Dia lebih memilih membalas pesan dari Elena.
Ali bergegas untuk segera pergi, sekarang dia sudah terlihat sangat modis ketika mengenakan baju putih polos dipadukan dengan jeans berwarna hitam, di tambah lagi dengan sweeter hitam. Setelah semuanya dirasa cukup dan pantas, Alipun bergegas pergi.
Ali lantas bergegas ke tempat Elena langsung, atau jangan-jangan dia akan menemui Mia terlebih dahulu?
♡♡♡
^^^ TO BE CONTINUED ^^^
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR GUYS
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT NYA YA ❤❤❤
BANTU RATE DAN VOTE JUGA KKA 🙏😍😍
SALAM CINTA UNTUK PEMBACA SETIA BTC DARI AUTHOR YANG MASIH TERUS BELAJAR MENULIS NOVEL SEBAIK MUNGKIN... 💕💕💕💕
__ADS_1
DOAKAN SAJA AGAR BESOK BISA MEMULAI UP 2 EPISODE YA GUYS 😊😊
KECUP MESRA BUAT KALIAN SEMUA 😘😘😘😘