
H a p p y R e a d i n g A l l
Tap jempol dulu ya 👍❤
...
Ali sontak terkejut dengan kedatangan kedua temannya itu. Apalagi dia melihat Mia dengan senyum menyapa orantuanya tersebut. Kemudian, kakak nya memperkenalkan Mia dan Sintia kepada ibunya.
"Enggak usah heran kamu Ali. Mereka teman-temannya Ali Bu!" cetus sang kakak.
"Malam Tante, hehe," ujar Mia dan Sintia.
Belum sempat Ibunya menjawab, Ali pun memotong pembicaraan, "kenapa kalian berdua bisa tau?" tanya Ali penuh dengan keheranan.
"Iya malam Nak, eh Ali enggak boleh gitu ngomongnya. Bersyukur loh ada teman yang datang!" jawab Ibunya.
"Hehe sudah enggak masalah kok Bu. Kami tau Ali masuk rumah sakit, lihat berita dari koran," ujar Mia.
"Oh jadi berita Ali jatuh itu sangat viral ternyata!" sahut Kakak perempuan Ali.
"Iya benar kak. oh iya maaf ni Li, kok kamu bisa jatuh dari tangga itu, kenapa?" celetuk Sintia.
Ali tidak mau berkata jujur. Dengan orangtuanya saja dia tidak bilang bahwa ia terjatuh karena Romo. Alasan dia jika ditanya dengan pertanyaan tersebut, jatuh terpeleset.
Belum bisa mengetahui secara pasti apa yang membuat Ali nggan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Mungkin karena dia masih menganggap Romo itu seorang teman Atau jangan-jangan dia juga sedang menyiapkan strategi untuk balas dendam.
__ADS_1
"Aku hanya jatuh terpeleset kok Sin!" jawab Ali.
"Tapi kok bisa separah ini, dan terus kenapa kamu enggak memberitahu jika sedang dalam keadaan begini?" cetus Mia yang terlihat sangat mengkhawatirkan Ali.
"Cie ada yang peduli tuh sama keadanmu!" gerutu sang Kakak.
"Apaan sih!" jawab Ali dengan cuek.
Sangat terlihat mimik muka Mia sedang bersedih melihat kondisi Ali. Meskipun Ali telah berkata ia membencinya. Namun tetap saja Mia selalu perduli akan keadaan dia. Bagi Mia, masa lalu ya biarlah berlalu, orang tidak menyukainya ya tak masalah. Yang jelas perasaan dia tidak bisa dibohongi.
Mungkin orang menganggap dia adalah wanita murahan. Mengemis belas kasihan dari pria yang bisa dikatakan plin plan. Perih yang terasa dalam hatinya, hanyalah sesaat. Semua ucapan dan nasihat dari Ali, sudah ia turutin. Dia benar-benar berubah semenjak Ali bilang bahwa ia membenci dirinya itu.
...
Hampir satu jam lebih lamanya, mereka berdua membesuk Ali. Orangtua dari Ali serta Kakak nya sangatlah ramah. Mia dan Sintia disuruh makan oleh Ibunya, tetapi mereka merasa malu.
Jika Ali boleh jujur, ia sangat-sangat berterima kasih atas kedatangan mereka berdua. Sekaligus dia kembali teringat atas apa yang pernah ia bilang kepada Mia. Dia melihat Mia benar-benar tulus terhadapnya. Ali kembali pusing pun, lantaran ia terlalu memikirkan kejadian yang telah berlalu antara ia dan Mia.
...
Teman satu kosan Elena kini mulai datang ke rumah sakit. Namun, mereka tak diperkenankan masuk oleh perawat. Angga saja saat ini menunggu diluar ruangan. Dia begitu terpukul akan kejadian yang baru saja menimpanya bersama Elena.
"Yang sabar ya Ngga, doakan saja dia segera sadar!" ucap Lisa kepada Angga.
"Lis... maafin aku ya!" rengek Angga.
__ADS_1
"Sudah jangan pikirkan yang lainnya dulu, sekarang kita berdoa demi kesadaran Elena!" cetus Lisa agar Angga tidak memikirkab masalah motornya yang rusak total.
Tak lama kemudian, keluarlah seorang perawat. Dengan menggunakan masker, ia berteriak memanggil salah satu keluarga pasien. Akhirnya Angga yang di mintanya untuk segera datang.
"Permisi ya Mas, Anda yang telah mengantar pasien kecelakaan sebelumnya?" tanya sang perawat.
"I-iya benar Sus, ada apa?" jawab Angga dengan gugup.
"Mohon maaf ya, karena salah satu dari mereka telah berpulang. Sabar ya Mas, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, yang kuasa berkehendak lain." Beber sang perawat.
Mendengar perkataan itu, Angga kembali menangis.
.
.
.
**B e r s a m b u n g
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca
Jangan lupa likenya ya 👍❤❤❤**