KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Bagai Intim Berdua !!


__ADS_3

Tak terasa hari sudah menunjukan jam lima sore dan awan mulai terlihat gelap. Ali pamit untuk pulang.


....


" Tugasnya sudah selesai kan? " Tanya Ali.


" Iya Li. Emangnya kenapa? " Mia balik bertanya kepada Ali.


" Em.... Aku pulang dulu ya, " ujar Ali.


" Bentar dulu Li, kita makan mie sebentar, " ajak Mia agar Ali menunda pulangnya.


" Tapi, awan udah gelap. Takutnya akan turun hujan. " kata Ali sambil melihat ke arah luar kosan sambil memandangi awan.


Akan tetapi, Mia langsung berdiri dan menuju dapurnya. Dia mengambil Mie dalam toples kemudian menyiapkan air dan panci untuk memasak mie tersebut.


....


" Astaga Mia, nanti keburu hujan gimana coba? " Tanya Ali sambil menopangkan tangan kanannya dan melihat ke arah dapur.


" Sudah pokoknya kamu jangan dulu pulang, " ujar Mia sambil meremas-remas Mie instan tersebut.


" Yasudah deh, terserah kamu kalo gitu. " Ungkap Ali kemudian memainkan game yang ada di ponselnya.


Di sisi lain, Romo pamit ke Elena untuk pergi joging. Sedangkan Diah dan Rika masih lanjut nonton drama koreanya.


....


" El, aku pulang dulu ya, " ujar Romo.


" Nanti aja Mo, kan film nya belum kelar, " pinta Elena.


" Lain kali aja aku sambung lagi nontonnya ya, " ujar Romo sambil memasukan ponsel ke dalam saku celananya.


" Kok buru-buru gitu si Mo? " Tanya Elena kemudian.


" Soalnya kan sudah janji sama teman untuk joging, " jawab Romo kemudian berdiri.


" Oh iya Mo. Nanti jangan sampai kelelahan ya, " ujar Elena sambil tersenyum dan ikut berdiri.


" Oke El. Yaudah aku pamit dulu ya semuanya, " ujar Romo kepada teman-temannya tersebut.


" Iya Mo. Hati-hati di jalan. " jawab Diah dan Rika kompak.


Romo kemudian meninggalkan kosan Elena. Dia langsung menuju kosan Delva. Sesampainya di kosan Delva, terlihat raut muka si Delva sudah menunjukan tanda-tanda kekesalan.


....


" Maaf ya sayang, " ujar Romo sambil berdiri di depan pintu kosan Delva.


" Kenapa lama? kamu ngapain aja di sana? " Tanya Delva dengan nada judes.


" Iya tadi aku habis ngerjain tugas dulu sayang. Udah deh, nggak usah cemberut gitu, " ujar Romo memberikan alasannya.

__ADS_1


" Aku nggak suka ya kalo kamu dekat-dekat lagi sama Elena !!! " Ancam Delva kepada Romo.


" Iya gimana, kan mereka teman aku sayang, nggak mungkin aku menjauh kan? " Tanya Romo.


" Yaudah terserah. Jadi nggak ni Joging nya? " jawab Delva sembari balik bertanya.


" Iya jadi yang. Udah pakailah sepatunya ya. " ujar Romo.


Delva kemudian memakai sepatu olahraganya. Dengan raut muka yang masih terlihat cemberut. Sedangkan Romo tertawa geli melihat sang kekasihnya merajuk tersebut.


....


Di tempat lain, mie yang di masak oleh Mia sekarang sudah siap untuk di makan. Ali yang masih sibuk bermain game, kemudian di usik oleh Mia.


" Ali, sudah dong main game nya, " ujar Mia.


" Bentar Mia, sedikit lagi, " ujar Ali sambil menekan-nekan layar ponselnya.


" Cepetan, mie nya keburu mengembang tau, " ungkap Mia sambil mencubit pipi Ali.


" Eh.... Aduh duh.... Iya deh iya, aku udahan main game nya. "


Mia melepaskan cubitannya, lalu tertawa. Sedangkan Ali mengelus pipinya tersebut sambil memandangi wajah Mia.


" Maaf ya, habisnya kamu main game nya lama, " ujar Mia


" Iya tapi jangan main cubit-cubitan dong, " ungkap Ali


Ali dan Mia menyantap mie instan tersebut dengan lahapnya. Tiba-tiba, rinai hujan turun menerpa atap kosannya Mia. Hari semakin larut, senja tak bisa menampakan sinarnya karena tertutup awan gelap. Beruntung saja listrik tidak mati. Hujan begitu lebat di sertai dengan angin, membasahi teras kosan Mia hingga ke ruang dalamnya.


....


" Tu kan, apa yang aku bilang sebelumnya Mia, " ungkap Ali melihat ke arah depan kosan.


" Ya mau gimana lagi Li, hujan nya sudah turun, " ujar Mia sembari tersenyum dan mengambil piring bekas mereka makan barusan.


" Gimana aku mau pulangnya, jas hujan nggak bawa lagi, " ketus Ali sambil berdiri di depan pintu.


" Sudahlah Ali, tunggu aja dulu. Nanti hujannya bakalan redah kok. " Ujar Mia sambil memeluk Ali dari belakang.


Ali terkejut, sontak merasa tidak percaya dengan perlakuan Mia terhadapnya. Ali merasa tidak enak, dan takut dilihat tetangga kosannya si Mia.


....


" Mia.... Lepaskan !!! " Pinta Ali.


" Loh kenapa Ali, kamu nggak suka? " Ujar Mia kemudian melepaskan rangkulannya.


" Eh bukan begitu Mia. Tapi nggak enak aja, takut ada yang lihat, " ujar Ali memberikan penjelasannya.


" Terserah!!! " Ketus Mia.


Ali mencoba membujuk Mia dan meminta maaf. Tapi Mia tetap saja memanyunkan mukanya. Padahal maksud Ali sangat baik. Ruang tamu Mia sudah mulai basah karena air hujan yang masuk di terpa oleh angin.

__ADS_1


" Sudah lah Li, lupakan saja kejadian tadi, " pinta Mia


" Iya aku merasa bersalah Mia, " ujar Ali kemudian.


" Sudah tidak masalah. " Ketus Mia sambil berdiri menyalakan lampu dan menutup pintunya.


Sekarang mereka berdua terkurung dalam satu ruangan yang sama. Dengan di temani cahaya lampu dan suasana yang dingin menusuk kalbu. Mereka duduk berjauhan dan saling berdiam. Sembari memainkan ponsel mereka masing-masing. Tiba-tiba saja ada guruh menggelegar, Mia terkejut dan langsung mendekatkan diri kepada Ali.


....


" Ali.... Aku takut, " ujar Mia.


" Haa.... Kamu takut sama suara guruh? " Tanya Ali


" Iya takut banget Ali. " ujar Mia kembali merangkul Ali, tapi kali ini Mia merangkul tangan Ali sambil menyenderkan kepalanya ke lengan Ali.


Ali memandang wajah Mia, sambil mengelus pipi nya. Mia menoleh ke arah Ali. Dalam waktu yang begitu singkat dan cepat, ntah bagaimana bisa terjadi. Kedua insan yang berada dalam satu ruangan, sekarang berpagut mesra antara dua bibir yang bertemu. Mia tampak menikmati suasana dinginnya kala itu, dan Ali merasakan detak jantungnya tak beraturan.


....


" Eh maaf. Aku tidak bermaksud.... pembicaraan Ali di potong oleh Mia."


" Sudah nggak perlu minta maaf, " ungkap Mia sambil mengelus bibirnya sendiri.


" Kamu serius? aku merasa tidak enakan Mia, " kata Ali dengan ekspresi wajah yang kaku.


" Apaan si Ali. Dari tadi minta maaf mulu, bilang tidak enakan lah. Aku tidak masalah kok Li, tapi jangan di ulangi lagi ya, " ujar Mia dan meminta Ali untuk tidak mengulangi perbuatannya.


" Hm.... Iya gimana, merasa takut aja si, lagian kan pintu tertutup, takutnya nanti ada orang yang menggedor pintu, " ungkap Ali merasa khawatir.


" Dasar kamu ya. Nanti kalau hujan nya sudah redah, kamu pulang ya, soalnya aku mau mandi dulu. Aku mandinya lama soalnya, " ujar Mia sambil tersenyum.


" Iya Mia. Sudah buruan mandi. " ujar Ali.


Mia lalu menuju kamarnya dan bergegas ke kamar mandi. Sedangkan Ali membukakan pintu kembali. Kali ini hujan sudah sedikit mulai redah.


.


.


.


.


.


**BERSAAAMMMBUNGGGG......


JANGAN LUPA TAP JEMPOLNYA 👍👍👍


BERI VOTE & RATE BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


TERIMAKASIH 😊😊😊😊**

__ADS_1


__ADS_2