
Happy Reading All
Tap jempolnya dulu ya 👍😍
...
Pagi itu hal seperti biasa yang selalu Mia lakukan. Dia mulai merapikan tempat tidur, menyuci pakaian serta mengepeli lantai kosannya. Maklum, jadwal perkuliahan mereka sudah selesai. Tinggal menunggu nilai hasil dari ujian saja.
Menjelang tengah hari, Mia baru selesai beres-beres. Dengan perasaan legah serta lelah, dia istirahat sejenak. Menyalakan televisi, kemudian bergegas mandi jika sudah selesai menonton satu acara yang ada saat itu.
Baru saja selesai mandi, terdengar suara ketukan yang sangat kencang. Mia penasaran akan siapa yang berada di depan kosan. Dia mengintip dari balik jendela.
Jack... mau apa lagi dia datang kemari? Tidak, pokoknya aku tidak boleh membukakan pintu untuknya.
Gerutu Mia dari dalam kosan dengan suara terdengar berbisik-bisik sendiri. Dia khawatir dengan kedatangan sang mantan tersebut. Takut akan kejadian masa lalu terulang kembali.
"Hei Mia, bukakan pintunya!"
Cetus Jack dengan nada tinggi. Terlihat di tangan kanannya sebatang rokok sedang menyala. Sesekali dia menghisap batang rokok itu. Setelah hampir setengah jam ia berdiri disana, akhirnya Jack memutuskan untuk pergi.
Mia sangat-sangat bersyukur atas kepergian Jack. Dia sudah mengenakan pakaian lengkap setelah tadinya dia pergi menuju kamar. Ia menghubungi Sintia, untuk datang ke kosannya sore nanti.
Sintia menerima ajakan dari temannya itu. Sekaligus juga, dia mengajak Mia untuk jalan-jalan ke pantai nanti sore.
...
Siang itu, Angga dan Elena sedang memasak sesuatu. Terlihat senda gurau sering kali terjadi di dapur kecil kosan itu.
Angga kembali kekosan Elena tepat di jam sepuluh tadi pagi. Dia membawa daging ayam ke tempat sang kekasih. Itulah yang akan mereka berdua masak saat ini.
Setelah rendang ayamnya selesai di masak, Elena menuju bilik kamar mandi. Sedangkan Angga ke ruang tengah sambil memainkan game di ponselnya.
Hari ini serta nanti malam, akan menjadi pertemuan terakhir mereka. Karena, besok pagi Angga harus segera pulang. Dia sudah menyiapkan sebuah cincin perak yang terbungkus rapi dalam kotak merah berbentuk *L*ove.
__ADS_1
Rencana Angga, ingin memberikan kejutan spesial untuk Elena. Walaupun hadiah tersebut tidak seberapa, yang jelas bisa saja membuat sang kekasihnya itu senang.
Elena sudah selesai mandi, dia menuju kamar untuk segera menggunakan pakaian. Pintu kamarnya di tutup rapat, agar supaya Angga tidak jail. Padahal, kekasihnya sendiri tidak menyadari kalau dia sudah selesai mandi. Sebab si Angga terlalu fokus memainkan game.
"Sayang..,"
Ujar Elena setelah selesai menggunakan pakaian. Dia duduk tepat di sebelah Angga.
"Udah dong main game nya, buruan kita makan!"
Imbuh Elena, mengajak Angga untuk segera makan. Melihat kekasihnya tidak menjawab, akhirnya Elena mengganggunya yang sangat asyik bermain game tersebut.
"I-iya bentar Sayang. Sedikit lagi selesai kok!" jawab Angga.
"Awas kalo lama!" ancam Elena, kemudian menuju ke dapur untuk menyiapkan lauk pauk yang akan mereka santap siang ini.
Angga sudah selesai memainkan game. Lalu ia menuju kebelakang menyusul Elena. Dengan pelan, dia memeluk sang kekasih dari belakang.
"Iya enggak perlu berulang-ulang mengatakan itu. Aku juga merasakan hal yang sama, Sayang!" balas Elena sembari tersenyum.
"Yasudah bawa air minum kedepan. Kita makan dulu." Ujar Elena menyuruh Angga.
Kemudian, sepasang kekasih itu mulai menikmati makanan mereka. Terlihat jelas jika dekat, Angga memiliki sifat yang sangat romantis juga perhatian dengan Elena. Namun, ketika berada jauh dari sang kekasih. Kenapa dia seolah-olah bertingkah seperti kekanak-kanakan. Atau mungkin saja hal itu ia lakukan, karena merasa khawatir dengan Elena yang kerap kali dekat dengan pria lain.
...
Sore ini sangatlah indah. Mia dan juga Sinta sedang menikmati riuh pikuknya jalanan kota. Tujuan mereka berdua untuk melihat Sunset yang akan tenggelam di laut lepas nantinya.
Setelah sampai di tempat tujuan, mereka memesan minuman. Tak lama kemudian, baik Sintia maupun Mia kini sudah dapat menikmati es kelapa muda yang baru saja diberikan oleh pedagang sekitaran pantai itu.
Terlihat ada beberapa anak kecil yang berjualan koran. Biasanya mereka berjualan koran di area lampu merah saja. Namun, kali ini juga mereka menjajarkannya ke pengunjung-pengunjung pantai.
"Ada berita hangat apa dek hari ini?" ujar Mia bertanya kepada penjual koran yang mendekati mereka.
__ADS_1
"Ini kak, ada berita tentang seorang mahasiswa yang jatuh dari tangga kampusnya!" jawaban polos dari seorang anak laki-laki itu.
"Oh yaudah, sini kakak beli satu ya." Ujar Mia membeli koran itu.
Dia mulai membuka selembar demi selembar halaman koran tersebut.Hingga pada akhirnya, ia menemukan berita yang sebelumnya di ucapkan anak kecil barusan.
"Sin, coba kamu baca deh!" Mia meminta Sintia untuk membacanya.
"Yaudah sini, biar aku yang bacain!" Cetus Sintia.
Dengan sangat serius Sintia membaca berita itu. Ternyata yang diberitakan dalam koran, adalah salah satu teman kampus mereka. Sintia seakan tak percaya.
"Sin, kok tegang gitu muka nya?" tanya Mia.
"K-kamu harus baca Mia!" ujar Sintia dengan nada gugup.
"Emangnya kenapa?" tanya Mia kembali.
Sintia langsung memberikan koran kepada Mia. Setelah itu, Mia mulai membacanya. Betapa terkejutnya ia setelah selesai membaca isi berita tersebut.
"Ali...!" Gerutu Mia.
.
.
.
****Bersambung...
Jangan Lupa Tap Jempolnya 👍
Terima kasih masih setia menunggu Update KpD ini ❤❤❤****
__ADS_1