
H A P P Y R E A D I N G A L L
Jangan lupa jempolnya ya πβ€β€
. . .
Tepat jam 11 malam, kedua orang tua Elena kini telah sampai. Dengan perasaan yang di selimuti kesedihan, kedatangan mereka disambut oleh Angga. Memang sedari tadi dia menunggu terkantuk-kantuk disana.
Angga meminta izin sama perawat yang jaga malam. Dia meminta agar kedua orang tua Elena dapat melihat anaknya. Ternyata hal itu di perbolehkan oleh sang perawat.
Ibu Elena tak kuasa menangis melihat kondisi putrinya. Dia membelai dan mencium anaknya itu. Sedangkan Ayah Elena, terlihat tegar dan mencoba menenangkan isterinya.
Angga tidak bisa untuk ikutan masuk ke ruangan. Di karenakan di batasi oleh perawatnya. Dia akhirnya kembali menunggu di luar.
Tak lama kemudian, Ayah Elena keluar. Dan duduk tepat di sebelah Angga. Dia mulai membuka obrolan dengan serius bersamanya.
"Kenapa bisa sampai terjadi kecelakaan?" tanya Ayah Elena.
"Aku juga kurang mengingat kejadian saat itu Pak, yang jelasnya ada salah satu mobil yang menabrak tepat ke arah kami. Dan hal itu enggak bisa lagi saya hindari!" beber Angga.
"Oh begitu, terus kenapa hanya anak saya yang terluka parah? Sedangkan kamu hanya luka lecet saja!" cetus Ayahnya.
"Ntahlah, aku juga tidak mengerti Pak. Seandainya waktu bisa di putar ulang, biarkan aku saja yang kritis seperti Elen!" ujar Angga dengan nada sedih.
__ADS_1
"Kalau anak saya sampai cacat nantinya, kamu yang harus bertanggung jawab. Saya tidak mau tau!" ancam Ayah Elena.
Angga terdiam sesaat. Menarik napas panjang dan mencoba menahan diri. Ia sadar dan mengakui bahwa ia memang penyebab dari semua ini.
"Iya Pak, saya akan bertanggung jawab. Apapun itu, saya siap deni Elena!" ujarnya.
"Siap untuk membantu, kalau untuk hal yang lain mungkin tidak," ujar Ayah Elen kembali.
"Me-maksud Anda bagaimana Pak?" tanya Angga dengan gugup.
"Setelah semuanya membaik, aku harap kamu bisa menjauhkan diri dari putri saya. Saya tidak mau dia celaka dengan pria seperti kamu!" ujarnya dengan nada mengancam.
"Te-tapi Pak, aku tulus mencintai Elena. Aku tidak sanggup untuk menjauh darinya!" rengek Angga.
Angga hanya terdiam menundukan kepalanya. Binar matanya sudah mulai berair. Dengan secara terpaksa dia menyanggupi permintaan Ayah Elena tersebut.
Malam itu Angga dan Ayah Elena tidur diruang tunggu. Sedangan Ibunya tidur menemani Elena. Tadinya mereka mau tidur di kosan Elena, tapi kunci kosannya tidak tau letaknya dimana.
. . .
Ali terjaga pada malam itu. Dia melihat jam di ponselnya. Dia mengambil air minum di lemari dekat ia terbaring. Kemudian mulai memainkan ponselnya itu.
Dia membaca pesan dari Mia. Sejenak Ali meresapi perkataan dari Mia itu. Mencoba untuk mengingat-ingat momen di masa lalu. Ali mulai tersadarkan, dia merasa bersalah pada Mia.
__ADS_1
Dia membalas pesan tersebut. Sekaligus melontarkan kalimat permintaan maafnya kepada Mia.
'Tidak perlu meminta maaf kepadaku Mia. Aku yang seharusnya meminta maaf denganmu. Aku tau setiap jengkal perkataanku pernah menyakiti perasaanmu. Aku tau, caraku memperlakukanmu sangatlah tidak pantas. Meskipun aku tau, kita hanya sebatas teman dekat, tapi tidak bisa di pungkiri bahwa aku pernah menaruh cinta untukmu. Maafkan aku Mia. Dan terimakasih sudah datang menjengukku tadi malam.'
Beberapa kali sebelum mengirim kalimat tersebut dia bolak-balik menghapusnya. Namun, setelah ia merasa kalimatnya sudah tepat barulah ia kirim kepada Mia.
Pesannya sudah terkirim tepat jam satu dini hari.
Mia yang belum tidur, langsung mengambil ponselnya. Dia mendengar ada notif pesan masuk. Dia penuh keharuan membaca kalimat yang Ali kirimkan. Tak pernah ia kira jika Ali dulunya juga menaruh rasa akan dirinya.
Seketika saja Mia bangun dan bergegas menuju ruang tengah kosannya. Dia ingin membalas pesan dari ali itu dengan sangat serius. Jangan sampai ada salah kalimat yang ia ketik nantinya.
.
.
.
**Bersambung
Terimakasih masih menunggu update novel ini.
Maaf author baru bisa up hari ini.
__ADS_1
Jangan Lupa tap jempolnya ya. bantu komen sekalian. βΊπβ€π**