KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Sebuah Ancaman Untuk Mia !!


__ADS_3

Jangan Lupa Tap Jempolnya Dulu Guys 😆😆


Dan Tekan ❤ Agar tidak Ketinggalan Update nya 😍😍😍


----------------------------------------


Hembusan angin subuh menusuk ke dalam tubuh, seakan-akan tulang menjadi beku. Ayam bangkok berkokok riah, sebelum pajar mentari tiba menerangi sebagian belantara bumi. Panggilan adzan subuh makin mengusik telinga pria yang masih saja terkulai lemas di atas tempat tidurnya.


Arghh... baru saja mau tidur dengan nyeyak, ada aja gangguan! Batin Romo bergerutu.


Kemudian, dia menutup telinganya dengan bantal. Kepalanya juga masih terasa berat dan oleng. Seketika saja matanya perlahan membuka. Terlihat siluet matanya memerah, seperti penuh ambisi dan amarah. Badannya menggigil, tangannya menarik selimut yang sudah berada di ujung kakinya itu. Kemudian, mengabaikan adzan subuh dan melanjutkan tidurnya kembali.


^^^


Sekarang, matahari pagi telah terbit dan menyeruak dengan cahayanya yang terang benderang. Hari ini Ali dan juga teman-temannya tidak ada jam perkuliahan, karena hari ini adalah hari minggu.


Jam setengah delapan pagi, Ali di bangunkan oleh kakaknya. Dia di minta untuk mengantar kakaknya ke tempat kerja. Meskipun hari libur, kakak perempuan Ali tetap ada jadwal pekerjaan yang menuntunnya harus masuk.


"Ali... buruan bangun. Ayo antar kakak," tegas kakaknya sambil menarik selimut yang Ali gunakan.


"Em kenapa si kak, Ali masih ngantuk ni," jawab Ali sambil mengusap-usap matanya yang masih terlihat mengantuk.


"Alah makanya jangan begadang mulu. Buruan cuci mukamu, kakak tunggu di depan," pinta kakaknya.


"Iya sudah tunggu saja di depan," jawab Ali dengan lirih.


"Ingat, nggak pake lama," ketus kakaknya lalu keluar dari kamar Ali.


"Alahh jangan banyak bac*t deh kak." Ujar Ali beranjak bangun dan bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


Sepuluh menit telah berlalu, kini Ali sudah siap untuk segera mengantar kakaknya bekerja. Dengan mata yang masih menahan kantuk, dan pikiran masih dalam dunia khayalan, Ali menarik gas motornya hingga melaju pelan. Tidak butuh waktu lama, sekarang Ali dan kakaknya sudah tiba di tempat di mana kakaknya bekerja. Setelah itu, Ali langsung bergegas pulang untuk segera melanjutkan tidurnya.


Di kediaman lainnya, kali ini Mia sudah terlihat lebih legah dari keterpurukan yang ia alami. Mia sudah merapikan isi kamarnya yang sebelumnya seperti kapal Titanic, atau boleh di bilang seperti kapal pecah alias berantakan.


Tiba-tiba, di bawah kasurnya masih ada sebuah foto kenangan dirinya bersama Jack. Mia terdiam sesaat, menggerutu tentang apa yang pernah dia alami bersama Jack dahulu kala. Tetapi, tidak butuh waktu lama, Mia langsung merobek foto tersebut menjadi beberapa serpihan.


Masih aja ada foto si pria cabul ini. Ujar Mia sambil merobeknya.


Mia melanjutkan pekerjaannya, kali ini dia mengepeli lantai ruang tengah kosan miliknya. Dering teleponnya berbunyi, tetapi Mia tidak memperdulikan suara dering telepon di ponselnya itu.


Setelah semuanya hampir selesai, dan tinggal menyisahkan pakaian yang telah menggunung saja yang belum dia kerjakan. Mia bergegas mengambil ponselnya itu. Ternyata nomer baru yang hendak menelpon dirinya tersebut.


Mia memutuskan untuk menghubungi balik nomer itu, dengan kata lain untuk memastikan nomer siapa sebenarnya.


Truuttt... truuttt... truutt


Suara dering telepon yang dia hubungi. Panggilan yang ke-dua kalinya, sang pemilik nomer tersebut menerimanya.


"Ee maaf ya, ini siapa?" ucap Mia sambil menggigit kuku telunjuknya itu.


"Baru saja satu minggu tidak bersua denganku, masa secepat itu!" ketus pria itu sambil berdecih.


"Loh kamu ini siapa, dan dapat nomerku dari mana?" Mia mulai merasa penasaran dengan pria di balik telepon yang sedang berlangsung.


"Nggak perlu kamu tau aku siapa, yang jelas aku akan selalu menghubungimu setiap minggu," ujar pria itu dengan nada sedikit mengancam Mia.


"Maksudmu apa? Jangan berani-berani mengancamku seenak jidatmu saja," ujar Mia terlihat geram.


"Oh sekarang kamu semakin kuat dan berani rupanya. Kamu menjadi berani seperti ini, karena si lelaki brengsek itu kan!" Ujar pria itu sambil tertawa dan mematikan telepon.

__ADS_1


Mia mulai emosi, kamar yang tadinya rapi, kini mulai kusut kembali. Dia semakin geram dengan pria yang barusan menelpon dirinya. Sesekali dia menjambak rambutnya sendiri, karena sudah sangat gerah atas apa yang barusan terjadi.


.


.


.


.


.


\=\=> **BERRSAAMMBUUNGG <\=\=


.


.


.


.


.


Sekali lagi jangan lupa like dan komennya ya 😍😍😍


Terimakasih sudah berkenan membaca ❤❤❤


Oh iya, semoga kita semua terhindar dari virus Covid-19 yang sedang menggemparkan dunia saat ini.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan dan kebersihan tangan ya. Karena ada banyak kuman yang melekat di tangan kita loh. 😉😉💪💪**


__ADS_2