
"Saya terima nikah dan mas kawinnya Triyani Susanti binti Wijaya dengan mas tersebut di bayar tunai." Ucapnya keras dan cukup 1 kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi ?" Tanya pak penghulu.
"Sah." Ucap mereka semua.
"Alhamdulillah, mari sama-sama baca alfatiqah." Ucapnya seraya berdoa.
Selesai ijab, aku langsung di bawa keluar menemui suamiku. Sesampai di sana, aku langsung takzim dan foto bersama pak penghulu dan suamiku.
...Sejenak kami duduk berdua, dan tersenyum menatap para tamu. Saat netraku melihat adik keponakanku, tiba-tiba tanganku di genggam oleh suamiku....
"Kenapa ?" Tanyaku seraya tersenyum.
"Terima kasih mau terima aku." Ucapnya seraya menangis bahagia.
"Sama-sama." Ucapku seraya mengusap air mata di pipinya.
"Aku bahagia." Ucapnya.
"Alhamdulillah." Ucapku seraya mengelus lembut punggungnya.
...Setelah drama itu, acara pun kembali di laksanakan. Kami berdua sungkem pada kedua orang tua dan mertua. Minta doa restu mereka. Tanpa sadar, air mataku bercucuran saat bersimpuh di depan mereka. Begitupun dengan mas Agung, dia menangis minta restu mereka. ...
Selesai minta restu, kami duduk kembali dan foto sebentar. Lalu ganti pakaian.
"Aduh mbak, make upnya luntur lagi." Ucap mbak perias itu.
"Iya mbak, maaf." Ucapku lirih.
"Ya enggak apa-apa, sini saya benerin lagi." Ucapnya seraya tersenyum.
"Alhamdulillah sudah selesai, ganti baju ya mbak." Ucapnya seraya memberiku baju.
"Iya mbak." Ucapku seraya menatap sekitar.
"Kenapa ?" Tanya mbak perias itu.
"Saya tutup dulu ya mbak, pintunya." Ucapku lirih.
"Oh iya." Ucapnya.
Selesai menutup pintu, aku lalu mengganti baju, sementara mas Agung ada di luar bercanda sama keponakan. Selesai ganti baju, aku lalu membuka pintu. Sementara mbak-mbaknya sedang asik makan.
^^^Aku lalu duduk dan memakai sendal Slop hak tinggi. Maklum ya gaes, aku Gadis pendek. Sementara suamiku standar enggak terlalu tinggi, juga enggak terlalu pendek. ^^^
"Ayo Yan." Ucap bulekku menyadarkan lamunanku.
"Iya lek." Ucapku seraya beranjak berdiri.
...Kami di sandingkan kembali, dan sesampai di sana, kami duduk sebentar. Acara pun dimulai lagi, pak mc pun mengucapkan sepatah 2 patah kata, hingga tak lama acara foto bersama pun di mulai. ...
"Aduh." Ucapku lirih, namun masih bisa di dengar oleh suamiku.
"Kenapa ?" Tanyanya.
"Pegel." Ucapnya seraya tersenyum.
"Hehe, tahan bentar lagi selesai." Ucapnya.
"Hmm." Ucapku.
Selesai foto, aku bernafas lega dan berkata.
__ADS_1
"Alhamdulillah, bisa duduk juga." Ucapku seraya tersenyum.
"Hmm." Ucapnya seraya tertawa kecil.
"Aku enggak bisa bayangin, dengan orang yang mengundang tamu sampai 1000 orang. Sementara aku yang hanya segelintir aja sudah pegel." Ucapku lirih.
"Enggak usah dibayangin, nanti kamu pingsan." Jawab suamiku.
^^^Pihak keluarga dari mas Agung pun akhirnya pulang, dan bertanda berakhir acara. Kami pun menyalami lagi, hingga tepat Sonia menyalami dan cipika cipiki sama aku. ^^^
"Sudah belum woy." Ucap Rudi, anak lek Parjo.
"Ih si julid, enggak sabaran amat. Untung sodara kalau bukan, udah ku jadikan rempeyek udang." Ucap Sonia seraya menatap kami.
Aku pun mengelus punggungnya pelan.
"Kak jangan lupa nanti malam buatin aku keponakan." Ucapnya seraya tertawa dan berlari.
Mas Agung hanya menggelengkan kepala. Sementara aku hanya tersenyum dan tetap menyalami mereka.
...Malam pun tiba, acara yang diadakan pun sudah selesai. Kami semua gotong royong membersihkan rumah bersama. Setelah selesai membersihkan, aku lalu melanjutkan membersihkan kamar di bantu mas suami. ...
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga." Ucapku.
"Iya." Ucapnya dengan badan penuh keringat.
Aku lalu mengeringkan keringatnya dengan handuk. Dia tersenyum menatapku, aku yang ditatap demikian langsung menatap arah lain.
"Kenapa ?" Tanyanya lembut.
"Eng-enggak apa-apa. Aku tidur dulu ya mas." Ucapku seraya merebahkan tubuhku di kasur.
"Iya." Ucapnya seraya menyusul aku.
"Makasih." Ucapku lirih.
"Hmm." Ucapnya.
Pagi pun tiba, aku bangun tepat sepertiga malam. Aku lalu sholat dan mengaji. Sementara mas Agung, masih terlelap.
Selesai menunaikan kewajiban, aku lalu membersihkan rumah dan tak lama ibuku dan simbok bangun.
"Pagi buk, mbok." Sapaku pada mereka.
"Pagi." Jawab mereka bersama.
^^^Kami bertiga pun bagi tugas, ibuku dan simbok mengerjakan di dapur sementara aku di depan. Tepat azan subuh, aku menghentikan tugasku. Aku wudhu dan sholat lagi. ^^^
Selesai sholat, aku lalu mengaji dan menyiapkan baju ganti. Selesai semua,aku lalu mandi dan tidak lupa mencuci pakaian aku.
"Alhamdulillah selesai sudah." Ucapku lirih.
"Ini masih banyak." Ucap kakakku.
"Ampun deh." Ucapku seraya cemberut.
"Haha, canda bu Agung." Ucapnya seraya tertawa.
"ALLAH Ya Qarim." Ucapku lirih.
Aku lalu masuk ke dalam rumah,saat masuk kamar rupanya suamiku sudah bangun.
"Pagi mas." Ucapku lembut seraya tersenyum.
__ADS_1
"Pagi." Jawab suamiku.
"Udah cantik saja, mau kemana ?" Tanyanya.
"Enggak kemana-mana, disini saja. Tadi gerah." Ucapku lirih.
"Ay, aku pusing." Ucapnya.
"Bentar aku cariin obat dulu, tapi makan dulu." Ucapku seraya beranjak, namun dicegah olehnya.
"Obatnya hanya di kamu." Ucapnya lirih.
"Maksudnya ?" Tanyaku lembut.
"Aku minta hakku sekarang boleh ?" Tanyanya.
"Kedengaran orang." Ucapku.
"Enggak." Ucapnya seraya menidurkan aku.
"Tunggu, katanya sakit." Ucapku.
"Sakit sebentar, setelah itu sudah enggak lagi." Ucapnya.
Jantungku berdegup kencang, namun ALLAH masih menjagaku. Saat akan memulai, gawai dia berbunyi. Dalam hatiku berucap syukur alhamdulillah aman.
Aku lalu keluar kamar, dan ke dapur. Sementara suamiku menahan gejolak dan menahan marah.
("Halo." Ucapnya.)
("Halo kang, lagi apa ?" Tanya Ningrum adik sepupunya.)
("Lagi mau mandi." Ucap suamiku.)
("Maaf ya ganggu, habisnya aku kangen sama kamu." Ucapnya to the poin.)
("Hmm." Jawab suamiku.)
("Ya sudah met kerja ya." Ucapnya lalu mematikan telfonnya.)
Ck, kebiasaan enggak sopan. Ucapnya kesal.
Dia kini, membawa baju gantinya dan mandi. Sementara aku lagi ngobrol sama ibuku.
Selesai mandi, dia memanggilku. Aku pun langsung menghampiri dirinya.
"Ya mas." Ucapku lembut.
"Yuk." Ajaknya.
"Makan dulu saja ya." Ucapku lirih mengalihkan pembicaraan.
"Ya." Ucapnya ketus.
...Aku lalu mengambilkan makan untuknya dan juga minuman. Tak lupa kami menawarkan kepada mereka. Dan mereka pun menjawab silahkan....
Selesai makan, mas Agung menungguku di luar. Karena di luar sedang banyak tamu, yang sedang melepas dekorasi kemarin.
^^^Setelah selesai semua, barulah kami istirahat siang. Selesai istirahat dan makan, kami melanjutkan membuat lemper buat besok ke tempat mertua. ^^^
...Hingga tak terasa malam pun hadir, aku yang ketiduran di ruang tv langsung dibopong suamiku dan di pindah ke kamar. Awalnya dia ingin nyusul aku, namun karena dipanggil mas Anto diapun keluar. ...
Tepat jam 12 malam, mereka semua membubarkan diri. Barulah mas Agung bernafas lega. Akhirnya bisa tidur juga. Ucapnya.
__ADS_1