
Sesampai di rumah budhenya, kami lalu turun dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum budhe." Ucap mas Agung.
"Waalaikumsalam." Ucap seseorang.
Dia masih muda,mungkin anaknya bude mas Agung. Pikirku kalau itu.
"Wah kamu Gung kirain siapa ?" Tanyanya seraya tersenyum.
"Iya." Jawab mas Agung seraya menggenggam tanganku.
"Masuk dulu yuk." Ajaknya.
"Iya, bude Marni kemana ?" Tanya calon suamiku.
"Ada tu, di dapur. Bentar ya aku panggil dulu." Ucapnya seraya berlalu.
"Ya." Ucap mas Agung.
...Sepeninggal dia aku melihat foto-foto yang terpasang di sana. Pantes saja mas Agung tampan, saudara-saudaranya juga tampan. Ucapku dalam hati....
"Ehem, liatin apa ?" Tanyanya.
Spontan aku menolehnya dan netraku membola karena bibir kami saling bersentuhan. Aku langsung mundur, sementara dia mengucapkan istighfar.
"Maaf aku tidak sengaja." Ucapnya.
"Iya." Ucapku menahan malu.
Hening
Hingga sesosok ibu yang sudah tidak muda lagi muncul, dari arah dapur. Ya itulah bude Marni, yang dulu juga ikut serta datang kerumah orang tuaku.
"Weh ada tamu to, kenapa le ?" Tanya bude Marni.
"Minta doa restunya bude, bentar lagi saya mau menikah." Ucapnya seraya tersenyum dan takzim.
"Masih lama to, kok minta restu sekarang ?" Tanyanya.
"Maaf budhe, nikahnya di majukan. Karena saya harus dipindah tugaskan di luar kota." Ucapnya jujur.
Aku pun juga melakukan hal sama seperti mas Agung. Dan budhe menjawab.
"Oalah ya. Bude restui kalian berdua." Ucapnya langsung to the poin.
"Makasih bude." Ucap kami bersama.
"Iya le, ndok. Sama-sama. Moga sampai jannah ya. Aamiin." Ucapnya.
"Aamiin bude." Ucap kami bersama.
Selesai itu, kami lalu pamit ke rumah pak leknya. Namun saat akan kesana, bude Marni berkata.
"Orangnya lagi pergi, besokkan wisudanya Wisnu." Ucapnya.
"Oh gitu. Ya sudah budhe kami langsung pamit." Ucapnya seraya tersenyum.
"Iya, hati-hati." Ucapnya.
^^^Di perjalanan kami bertemu lagi dengan temannya mas Agung, spontan aku memeluknya dan bersembunyi di punggungnya. Merasakan hal itu, mas Agung langsung tancap gas sembari membunyikan klakson serta angkat tangan. Alhamdulillah temannya hanya tersenyum.^^^
...Setelah sudah berhasil lolos, aku langsung menatap jalanan ke depan. Gadis ini bener-bener masih lugu dan polos, ditatap saja kerasa dan sangat tidak nyaman. Beruntung banget aku bisa memilikinya. Ucapnya dalam hati....
"Mas, kamu bukannya sudah janji ke acara pesta anak pak Roni ?" Tanyaku.
"Masih 2 minggu lagi." Ucapnya seraya tersenyum.
"Oh." Ucapku.
^^^Dia lalu membawaku ke makam neneknya, untuk ziarah. Selesai berdoa dan tabur bunga, kami melangkah pergi.^^^
Sesampai di motornya, dia menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan.
"Kenapa, ada yang salahkah ?" Tanyaku lembut.
__ADS_1
"Enggak ada." Ucapnya seraya tersenyum.
...Kami pun melanjutkan jalan, namun sayang tepat di pertengahan jalan ban motornya bocor. Aku pun langsung turun, sedangkan dia mendorong sepedanya sampai bengkel....
Sesampai di bengkel, dia langsung mengucapkan salam.
"Assalamualaikum." Ucapnya.
"Waalaikumsalam." Ucap seseorang.
"Mbak, masnya ada ?" Tanya calon suamiku.
"Enggak ada mas. Ada apa ya ?" Tanyanya dengan nada suara genit.
"Ini mbak, mau nambal ban motor tunangan saya." Ucap mas Agung.
"Oh. maaf enggak ada." Ucapnya ketus.
"Boleh saya pinjam alatnya mbak ?" Tanya calon suamiku lagi.
"Ya." Ucapnya seraya berlalu.
Aku yang baru sampai, langsung berjalan mendekati ke arahnya.
"Lho, orangnya enggak ada mas ?" Tanyaku lembut.
"Enggak ada." Ucapnya seraya tersenyum.
"Yakin kamu bisa ?" Tanyaku.
"Insyaa ALLAH." Ucapnya.
^^^Aku menemaninya hingga selesai, setelah selesai mas Agung memintaku untuk mengucapkan terima kasih. Tak lama Mbaknya datang,aku lalu mengucapkan terima kasih sesuai yang diamanatkan calon suamiku. Mbaknya itu menjawab iya dengan nada judes.^^^
"Sudah ?" Tanyanya.
"Sudah mas." Ucapku.
...Tak terasa hari pun sudah larut malam, aku langsung di antarnya pulang. Sesampai di rumah, dia langsung pamit. Keluargaku langsung mengizinkan....
^^^Sepeninggal dia, aku lalu masuk kamar ganti baju dan istirahat. Mungkin karena capek, aku langsung terlelap. Tepat jam 7 pagi, aku yang sudah selesai aktivitas dan mandi memilih duduk di sofa sambil baca berita di internet.^^^
"Assalamualaikum bestie." Salamnya.
Spontan aku langsung menatapnya, dan langsung memeluknya. Ya dia temanku dulu, Ayu.
"Ya ampun Ayu, kamu kemana saja ?" Tanyaku seraya melerai pelukannya.
...Ada kok mbak, aku sekolah lagi mbak. Tiap hari aku lewat sini kok." Ucapnya seraya duduk. ...
Wah jahat banget, enggak pernah mampir." Ucapku bercanda.
"Astagfirullah,enggak gitu mbak." Ucapnya terhenti karena melihat seseorang yang berdiri di depan pintu.
Melihat dia terdiam, aku langsung membalikkan badan dan tak ku dapati siapapun di sana.
"Liatin apa sih kamu, sampai tidak berkedip ?" Tanyaku lembut.
"Tadi ada cowok mbak, berdiri disana." Ucapnya.
"Enggak ada." Ucapku seraya beranjak dan melihat sekeliling hingga keluar rumah.
"Ada enggak mbak ?" Tanyanya.
"Enggak ada. Kamu ngeprank aku ya ?" Ucap dan tanyaku.
"Sumpah demi ALLAH mbak, aku serius." Ucapnya.
"Udah yuk duduk disini aja." Ajakku.
"Iya mbak." Ucapnya seraya tersenyum.
"Mbak, sebentar ya cowok aku telfon." Ucapnya seraya berlalu.
"Ok." Ucapku.
__ADS_1
Saat menunggu temanku selesai telfon, tiba-tiba pipi kiriku di cium oleh seseorang. Spontan aku langsung menatapnya.
"Kamu." Ucapku.
"Shtt, aku kerja dulu ya. Jangan nakal." Ucapnya.
"Hmm." Ucapku lirih seraya takzim.
"Assalamualaikum." Salamnya.
"Waalaikumsalam." Ucapku seraya tersenyum.
Sepeninggal mas Agung, Ayu datang dengan membawa gawainya.
"Mbak, aku pamit ya. Insyaa ALLAH besok aku main lagi." Ucapnya.
"Kok buru-buru ?" Tanyaku.
"Iya mbak." Ucapnya.
"Iya. Hati-hati ya." Ucapku.
"Ok mbak." Ucapnya.
Siang pun tiba, aku mengganti bajuku karena perlengkapan bulananku telah menipis. Namun sebelum berangkat, aku izin dulu ke mas Agung.
("Mas, aku izin beli sabun ya." Tulis pesanku.)
Selesai izin, aku izin juga sama ibu, beliau pun langsung mengiyakan.
^^^Tak lama aku dapat mini bus, aku langsung naik dan duduk di dekat kaca jendela. Tepat di belokan depan warung makan, terdengar suara ban meledak. Kami semua terperanjat, dan langsung turun.^^^
"Apes banget dah ya." Ucap pak sopir dan pak kernet bersamaan.
Tanpa ku tahu, calon suamiku lagi makan di sana, dan dia menghampiri mini bus yang aku tumpangi.
"Ehem, kenapa pak ?" Tanya seseorang itu.
"Ini mas, bannya meletus." Ucapnya seraya menggelengkan kepala.
Sementara aku duduk sendiri di dekat mini bus, sesekali melihat gawaiku. Dia ini kemana sih ? tanyaku lirih.
Tanpa sengaja dia sudah menatapku sedari tadi, dia tersenyum menatapku. Cantik. Ucapnya dalam hati.
Aku yang belum menyadari dirinya ada disini, masih terlihat cuek dan melangkah maju, mendekati pak kernet.
"Misi pak, saya bayar sampai di sini saja ya pak." Ucapku sopan.
"Iya neng, maaf ya atas tidak nyamannya." Ucapnya.
"Iya pak." Ucapku seraya memberikan uang kepadanya.
Selesai membayar, tanganku di genggam oleh seseorang. Spontan aku ingin menamparnya, namun saat tahu itu dia aku langsung mengurungkannya.
"Mas." Panggilku."
"Ayo ikut aku." Ucapnya seraya menggenggam tanganku.
"Mau kemana ?" Tanya pak Roni.
"Beli perlengkapan bulanan pak, sebelum di pingit." Ucapku lirih.
"Oh." Ucapnya.
...Mereka pun nampak tenang, menghabiskan makanannya. Setelah habis, dia memberiku uang buat belanja. Awalnya aku menolak, namun karena diberi penjelasan akhirnya aku terima. ...
"Hati-hati ya, maaf aku tidak bisa antar." Ucapnya setelah selesai makan.
"Iya. Kamu juga hati-hati, jangan galak juga." Ucapku seraya takzim.
"Insyaa ALLAH sayang." Ucapnya seraya tertawa.
"Ya sudah aku duluan ya." Ucapku yang langsung naik bus.
"Ya." Ucapnya sedikit keras.
__ADS_1
^^^Tak lama, aku sampai di swalayan dan langsung belanja kebutuhan aku sehari-hari. Selesai membeli, aku lalu membayar dan langsung keluar. Mending sisanya aku buat beli emas saja. Pikirku saat aku berada di depan toko emas. ^^^
Setelah selesai semua, aku lalu pulang. Tak lupa juga aku langsung mandi dan memasukkan belanjaan ku tadi ke dalam almari. Barulah aku sholat, tepat jam 4 sore dia datang.