
Sesampai di pantai kami pun langsung turun dan tak lupa mengabadikan foto kenangan.
"Hany." Ucapnya.
"Ya by." Ucapku seraya tersenyum.
"Main kesana yuk." Ajaknya seraya menggenggam tanganku.
"Iya." Ucapku.
...Sesampai di bebatuan pantai, kami berhenti. Aku yang sibuk menatap keindahan pantai, tak sadar ditatap olehnya dengan tatapan yang sulit diartikan....
Puas melihat keindahan pantai, kami duduk berdua di dekat penjual makanan.
"Mikirin apa ?" Tanyanya.
"Mika." Ucapku seraya tersenyum.
"Maksudnya ?" Tanyanya.
"Mikirin kamu mas." Ucapku lirih.
"Alhamdulillah." Ucapnya seraya tersenyum lalu memelukku.
"Ish, tangannya yang benar kenapa sih." Ucapku.
"Hehe, maaf. Habisnya kamu sudah sukses membuatku tersepona." Ucapnya.
"Terpesona kali." Ucapku seraya melirik dirinya sekilas.
...Kamu saling bercanda bersama, Dan tak jarang saling main cipratan air hingga tak sadar aku hampir terseret ombak bila tak ada dia yang membantuku....
"Sayang." Panggilnya seraya menarik tanganku.
Uhuk...Uhuk...Uhuk..
"Makasih mas." Ucapku yang kini sudah basah kuyup karena kena air.
"Iya sayang. Alhamdulillah kamu bisa selamat." Ucapnya penuh khawatir.
"Kenapa ?" Tanyaku.
"Aku khawatir kamu kenapa-kenapa tadi." Ucapnya yang langsung memelukku erat.
Cup
"Dengerin aku,kamu harus selalu ada di sisiku terus ok." Ucapnya seraya mengecup keningku lama.
"Lebay deh, bukannya daritadi sudah begitu." Ucapku seraya tersenyum.
"Cewek itu aneh, diperhatikan salah, didiemin salah hmm." Ucapnya seraya menggelengkan kepala.
"Haha, maaf hubby." Ucapku seraya meniup lehernya yang putih.
__ADS_1
"Hmm." Jawabnya seraya memejamkan mata.
"Aku enggak bawa baju, gimana nih ?" Tanyaku lembut membuat dia membuka matanya kembali seraya tersenyum.
"Tenang hanny, aku sudah belikan." Ucapnya lalu menggenggam tanganku dan menuju kamar mandi.
^^^Sesampai di kamar mandi, kami langsung masuk dan mandi sendiri-sendiri. Tepat 20 menit, aku baru selesai lalu keluar. Terlihat dia menatapku dengan tersenyum.^^^
"Masyaallah, kamu cantik hany." Ucapnya lalu memberiku kresek hitam untuk baju kotorku.
Aku pun menerimanya dan langsung memasukkan bajuku yang kotor tadi ke dalam.
"Makasih by." Ucapku.
"Sama-sama." Ucapnya.
...Kami lalu kembali naik bus dan karena cuaca tiba-tiba buruk, akhirnya atasan mas Agung meminta kita menginap di hotel....
^^^Mendengar hal itu, pikiran aku langsung treveling, aduh di hotel enggak aku enggak tidur dengannya. Apa kata dunia dan orang tuaku, anak gadis satu-satunya tidur di hotel bersama calonnya. Hii no, enggak mau. Ucapku dalam hati.^^^
"Hanny ayo." Ucapnya.
"Kita enggak tidur berduakan mas ?" Tanyaku lirih.
"Kita tidur berdua, namun tidak di ranjang sama. Tenang saja, aku tahu batasan. Ditambah lagi kamu adik kesayangan temanku, insyaa ALLAH enggak akan terjadi apapun." Ucapnya.
"Aamiin. Syukurlah kalau kamu bisa menjagaku." Ucapku lirih.
"Sudah tugasku sayang." Ucapnya seraya tersenyum.
"Kenapa ?" Tanyaku.
"Bos tadi bilang, dia sudah memanggil pak penghulu." Ucapnya seraya menahan tawa.
"Whatt ?" Tanyaku tak percaya.
"Iya, tadi aku juga sudah menghubungi bapak." Ucapnya lagi dengan mimik yang di buat serius.
...Membuat aku pun tambah gelisah. Dengan melihatku demikian, dia tertawa dengan keras. Menampilkan rentetan giginya yang putih. Karena selama kenal dan bersama, baru kali ini aku melihat dia menunjukkan giginya. Membuatku mengernyitkan keningku serta berfikir. Dan sedetik kemudian, aku langsung menepuk bahunya....
"Dasar, kamu ngeprank aku ya." Ucapku seraya memukul tubuhnya pelan.
^^^Selesai aksi itu, kami pun tertidur dengan dibatasi guling. Sekitar 1 jam, aku sama sekali tak bisa tidur. Ck, kenapa enggak bisa tidur sih ? Tanyaku lirih. Membuat aku beranjak dari tempat tidur dan menatapnya yang sudah terlelap dengan nyenyak.^^^
...Enak banget sih tidurnya, sampai jadi pengen. Ucapku seraya mendekati dirinya. Aku lalu memindahkan posisi dia pelan, aku mengambil tangan kanannya meletakkan di pinggang aku. Lalu tak berselang lama aku bisa tidur....
^^^Tepat tengah malam, mas Agung terbangun. Dengan posisi yang sama, awalnya dia tak percaya dengan apa yang dia lihat, namun setelah membuka mata dengan lebar dia tersenyum lebar.^^^
Gadis ini bilangnya enggak mau, namun setelah aku tidur malah mendekat. Ucapnya seraya tertawa kecil.
...Alhamdulillah ALLAH mengabulkan hajatku dulu, awal bertemu denganmu aku sudah terpikat sama kamu. Namun itu disaat aku masih SMP, sedangkan kamu baru Sd. Dan entah kebetulan atau mungkin memang takdir TUHAN, kita bertemu lagi. Ya walaupun kamu sempat membenciku, karena aku membentak bapakmu. Namun akhirnya kita bertemu lagi di warung makan poek we, kamu mengucapkan kata maaf kepadaku. Hari itu aku sangat bahagia banget sayang. Ucapnya seraya menatapku....
Insyaa ALLAH, aku enggak akan menyia-nyiakan kamu." Ucapnya seraya memelukku lagi dan tertidur lagi.
__ADS_1
^^^Tepat sepertiga malam, aku terbangun dan beranjak perlahan. Aku lalu mandi dan sholat malam, lalu membaca alquran. Setelah selesai aku lalu memasukkan kembali alquran dan alquranku ke dalam tas aku. Barulah aku melihat hpku, namun tidak ada yang membalas pesan aku. Mungkin cuaca buruk, jadi tidak terkirim. Ucapku mencoba berfikir positif thinking. ^^^
Subuhpun tiba, aku lalu membangunkan dia dengan pelan.
"Hubby, bangun sudah pagi." Ucapku lirih seraya mengguncangkan tubuhnya dengan pelan.
"Iya sayang." Ucapnya seraya tersenyum.
"Mandi terus sholat by." Ucapku.
"Iya." Ucapnya seraya beranjak dari tempat tidur.
15 menit dia selesai mandi, aku yang sudah menyiapkan baju gantinya memilih keluar sebentar. Menghirup udara di pagi hari yang cerah, hmm seger banget. Ucapku lirih.
Tak lama, ada suara yang memanggilku, spontan aku langsung menatapnya lalu tersenyum ke arahnya.
"Sudah ?" Tanyaku.
"Sudah sayang." Ucapnya seraya mengancingkan bajunya.
Kami pun langsung bersiap-siap keluar hotel. Sesampai di bis, rupanya sudah ramai yang datang. Dan tahu sendirilah, ucapan mereka. Hehehe.
"Ini dia mereka, catennya sudah datang." Seru rekan kerja mas Agung, membuatku menundukkan wajahku kembali.
"Caten, apaan tuh ?" Tanya para rekan.
"Calon penganten." Ucapnya seraya tertawa.
...Mereka pun tertawa,sedangkan kami hanya terdiam tanpa menanggapi apapun. Bus pun melaju dengan kecepatan sedang, aku memperhatikan sekeliling jalan. Sementara mas Agung menatapku dengan tersenyum....
^^^Namun senyumnya memudar, kala bus berhenti tepat di samping truk besar dengan membawa kayu. Aku yang belum menyadari di pandang sopir truk dengan tersenyum, terlihat cuek dan masih fokus menatap rambu-rambu lalu lintas. Hingga tiba-tiba tirai bus yang di sampingku, langsung ditutup oleh calon suamiku.^^^
"Kok di tutup ?" Tanyaku lembut.
"Ck, sadar diri kenapa sih ?" Tanyanya ketus.
Mendengar hal itu aku langsung mengernyitkan keningku dan bertanya.
"Aku bener-bener enggak paham hubby, apa salah aku menatap lampu lalu lintas ?" Tanyaku lembut seraya menempelkan daguku di pundaknya.
"Bohong, kamu pasti lihat sopir truk tadi kan ?" Tanyanya dengan penuh penekanan.
"Aku enggak menatap siapa pun, karena aku sudah dititipi calon suami yang perfeck menurutku." Ucapku seraya tersenyum.
Dia lalu menatapku dengan mata berkaca-kaca.
"Yang benar ?" Tanyanya.
"Iya." Ucapku seraya menggenggam tangan calon suamiku.
"Makasih." Ucapnya.
"Sama-sama." Ucapku lirih.
__ADS_1
"Maaf jika aku terlalu cemburu." Ucap calon suamiku jujur.
"Iya." Ucapku seraya membuka kembali tirainya.