Lamaran Dadakan

Lamaran Dadakan
Di Fitnah


__ADS_3

Pagi Harinya, aku nampak masih terlelap. Sementara Rindu sudah harum dan sudah makan, begitupun dengan suamiku.


"Mbu akh." Ucap anakku.


"Ibu kecapean sayang, ikut ayah dulu ya." Ucapnya seraya tersenyum.


Sementara Bayu kini tengah menyuapi si kembar. Ye pinter anak papa, makannya sudah habis. Ucapnya seraya tertawa. Dan diikuti si kembar.


Tiba-tiba terdengar pintu di ketuk. Siapa jam segini bertamu ? Tanya Bayu lirih, seraya menggendong si kembar.


"Siapa ?" Tanya Bayu.


"Ibu." Ucap ibu Bayu.


"Bu, tumben ?" Tanya Bayu seraya takzim.


"Kemasi bajumu dan tinggalin mereka." Ucapnya.


Bayu terdiam dan langsung membawa si kembar keluar. Sementara suamiku dan anak kami di teras.


"Tu si kembar sayang." Ucap suamiku.


"Akh." Teriak Rindu.


"Gung, Riri mana ?" Tanya Bayu dengan mata berkaca-kaca.


"Masih tidur, Tadi jam 5 baru tidur." Ucap suamiku.


"Titip si kembar dulu ya." Ucap Bayu seraya meneteskan air mata.


"Iya." Jawab suamiku seraya tersenyum dan menepuk bahunya pelan.


Sepeninggal Bayu, suamiku langsung menurunkan si kembar. Kasian kalian nak, sudah enggak punya ibu kini mau dipisahkan dengan papa kalian. Ucap suamiku lirih.


"Ada di sini rupanya, aku cariin kemana-mana." Ucapku lirih seraya menghampiri mereka.


"Akh." Teriak Rindu.


"Apa sayang." Ucapku seraya tersenyum.


"Papapa." Panggil si kembar.


"Ibu sayang." Ucapku seraya tersenyum.


Sementara suamiku menatapku dengan tatapan teduh dan lalu memelukku. Aku lalu menoleh dan meminta maaf.


"Maaf kesiangan." Ucapku.


"Iya." Jawab suamiku seraya tersenyum.


...Kami pun main bersama mereka, tak lama mereka waktunya istirahat. Aku lalu membawa mereka bertiga ke dalam kamar dan membuatkan susu untuk si kembar, dan asi untuk putriku....


^^^Setelah mereka tertidur, aku lalu membersihkan rumah. Suamiku membersihkan teras. Selesai semua, aku lalu menyiapkan minuman dan sarapan untuknya. Namun baru mau memanggil suamiku, tiba-tiba ada perempuan yang langsung masuk menampar pipiku. Spontan aku langsung menatapnya, dan menyentuh pipiku.^^^


"Kamu siapa ?" Tanya kami bersama.


..."Aku Lusi, calon istrinya mas Bayu. Jauhi dia dan jangan pernah kau perlihatkan lagi wajahmu di hadapan mas Bayu. Karena dia milikku." Ucap Lusi penuh penekanan....


Aku lalu menarik lengannya dan membalas menamparnya. Lalu membawa ke rumah Bayu.


"Akh." Teriak Lusi.


Mereka yang di dalam langsung menatapku.


"Jaga sopan santun kamu, jangan mentang-mentang kamu istri Agung, kamu jadi sok paling benar. Dan mendorong Lusi." Ucap ibu Bayu.


"Bay, jaga kesopanan calon istrimu. Dia memaki dan menamparku lalu menyuruhku tak boleh berhubungan dengan kamu." Ucapku penuh penekanan.


Mendengar itu Bayu langsung menarik tanganku dan meminta maaf. Dihadapan mereka semua.


^^^"Ri, aku minta maaf tapi untuk perjodohan ini aku dengan tegas menolak keras. Dan aku tak akan bisa jika tidak bertemu kamu. Karena anak-anakku bergantung padamu." Ucapnya seraya berlutut.^^^

__ADS_1


"Maaf Bay, aku enggak bisa bantu lagi. Aku lelah dituduh ibumu dan perempuan itu." Ucapku seraya pamit.


"Ri." Panggil Bayu.


Namun aku langsung keluar dari rumahnya, lalu mengunci pintu pagar dan rumah. Suamiku langsung memelukku dari belakang.


"Jangan begini ay." Ucap suamiku.


"Aku capek mas." Ucapku lirih seraya melepas pelukannya.


"Ay." Panggil suamiku.


"Tinggalin aku sendiri dulu mas." Ucapku lirih.


"Baiklah." Ucapnya seraya menciumku.


Sepeninggal suamiku, aku lalu menangis di sana hingga tak terasa tertidur. Dan bermimpi bertemu Nia.


"Dimana ni ?" Tanyaku lirih.


"Di tempatku kak." Ucap Nia.


"Nia." Panggilku seraya memeluknya.


"Kamu kenapa pergi sih dek ?" Tanyaku.


"Takdir ALLAH kak, kak aku titip si kembar ya." Ucapnya.


"Insyaa ALLAH dek. Mereka masih sama papanya." Ucapku.


"Bentar lagi aku jemput suamiku kok kak." Ucapnya dan tak lama Nia pergi.


"Nia." Panggilku kencang.


"Ay." Panggil suamiku.


"Mas." Ucapku seraya memeluknya.


"Kenapa ?" Tanya suamiku.


"Masih mikirin mimpi itu ?" Tanya suamiku.


"Iya." Ucapku lirih.


"Doa yang terbaik saja ay." Ucap suamiku.


"Ya mas." Ucapku lirih.


Entah kenapa si kembar mencari papanya. Suamiku pun mengantar si kembar.


"Bay." Panggil suamiku.


"Gung." Ucap Bayu.


"Si kembar cariin kamu." Ucapnya.


"Kangen papa ya nak ? Tanyanya.


"Papapa." Panggil mereka.


"Utu-utu, ya sayang." Ucapnya seraya tersenyum.


"Sepi ?" Tanya suamiku.


"Ya mereka sudah pulang." Ucapnya lirih.


"Oh." Ucap suamiku.


"Gung, sampai kapanpun aku tetap akan bersama kalian." Ucap Bayu.


"Shht, ada si kembar." Ucap suamiku.

__ADS_1


"Hmm." Ucapnya lirih.


Di rumah kini aku sedang main dengan Rindu sambil memberi dia cemilan.


"Akh." Teriak Rindu.


"Apa sayang ?" Tanyaku lembut.


"Akh." Teriak Rindu lagi.


"Udah makan snakcnya ?" Tanyaku.


Dia menganggukkan kepala. Ya sudah. Ucapku seraya menyimpan snack itu di dalam toples. Rindu pun minta gendong. Kemana ?" Tanyaku.


"Akh." Ucapnya seraya menunjuk arah luar.


Oh keluar, ya sudah yuk. Ucapku seraya membawa dia keluar.


"Mau kemana Ndu ?" Tanya Wulan anak tetangga sebelah.


"Ngajak keluar rumah tante." Ucapku menirukan suara anak kecil.


"Masih kecil main saja, sini main sama aku." Ucapnya seraya menggendong Rindu.


"Akh." Teriak Rindu.


"Aduh, badanmu kecil tapi berat juga ya. Dan galak juga." Ucap Wulan.


Mendengar itu Rindu langsung tertawa dan minta turun.


"Etdah, enggak betah di gendong ya sekarang. Pinter ya kamu, mau jalan sendiri ?" Ucap dan Tanyanya.


"Akh." Teriak Rindu lagi seraya tertawa terpingkal-pingkal.


Aku yang melihat mereka pun ikut tertawa bahagia. Dan di rumah Bayu, suamiku ternyata asik melihat kami bercengkrama bersama.


"Liatin apa ?" Tanya Bayu yang sukses membuat suamiku langsung menoleh ke arahnya.


"Itu liatin Riri sama Rindu dan Wulan." Ucapnya.


"Riri terlihat lepas ya tawanya, kalau sama yang lebih muda." Ucap Bayu.


"Enggak juga kok. Sama aku juga bisa tawa lepas." Ucap suamiku.


"Ya lah, kamu kan suaminya." Ucapnya.


"Si kembar mana ?" Tanya suamiku.


"Tidur." Ucapnya.


"Tidur lagi ?" Tanya suamiku.


"Iya." Jawab Bayu.


Tak lama Rindu pun menangis, aku lalu pamit sama Wulan dan Wulan pun mengizinkan.


Saat melewati rumah Bayu, aku hanya diam. Namun Bayu tetaplah menegur kami.


"Rindu darimana ni ?" Tanya Bayu.


Aku pun pura-pura tak melihat dan langsung berlalu. Melihat itu Bayu dan mas Agung saling pandang.


"Masih marahkah ?" Tanya Bayu ke suamiku.


"Enggak, dia hanya capek dituduh ibumu terus." Ucap suamiku.


"Dituduh apa ?" Tanya Bayu.


"Ini. Kamu baca saja, isi pesan mereka." Ucap suamiku seraya memberikan gawainya kepada Bayu.


Bayu langsung membuka dan membacanya. Selesai baca, dia lalu mengembalikan gawai itu ke suamiku.

__ADS_1


"Astagfirullah, padahal kembar itu anakku dan Nia bukan dengan Riri. Dan ibu juga menuduh aku dan Riri pacaran." Ucap Bayu.


"Sabar." Ucap suamiku.


__ADS_2