Lamaran Dadakan

Lamaran Dadakan
Bertemu Mantan


__ADS_3

...Tepat sore hari, kami mandi selesai mandi keramas, aku lalu berhias dan menyisir rambutku. Barulah aku mengambil mukena lalu ikut sholat suamiku....


"Kamu sudah selesai ?" Tanyanya lembut.


"Insyaa ALLAH sudah." Ucapku.


"Alhamdulillah." Ucapnya seraya tersenyum.


"Sudah yuk." Ajakku.


"Ya." Ucapnya seraya tersenyum.


Selesai sholat dan mengaji, aku lalu takzim dan kami keluar bersama.


"Ay, hari ini makan di luar yuk." Ajaknya.


"Apa enggak boros mas ?" Tanyaku lembut.


"Enggak." Ucapnya seraya tersenyum.


"Lain hari saja ya mas." Ucapku menolak halus.


"Kenapa ?" Tanyanya.


"Sayang, lauknya nanti ke buang kan mubazir." Ucapku jujur.


"Ya sudah, lain hari saja." Ucapnya seraya tersenyum.


"Iya." Jawabku.


"Ay bentar lagi aku kerja, kamu beranikan aku tinggal di rumah sendiri ?" Tanyanya seraya menatapku.


"Insyaa ALLAH berani mas." Ucapku.


"Harus dong." Ucapnya seraya tersenyum.


"Tapi aku takut sama bapak mata keranjang depan rumah kita." Ucapku lirih.


"Insyaa ALLAH aman kok." Ucapnya menenangkan aku.


"Aamiin." Ucapku.


"Besok selama ku tinggal, rumahnya kamu tutup saja." Ucap suamiku.


"Iya mas." Ucapku seraya tersenyum.


^^^Tak terasa azan isya berkumandang, cepat-cepat kami berwudhu dan ke masjid terdekat. Tak berselang lama qomat pun berkumandang, kami yang berada di masjid langsung melaksanakan ibadah bersama. ^^^


..."Setelah selesai, barulah kami saling bersalaman. Sebagian sudah pulang, kini tinggal kami bertiga yang masih di masjid. Aku dan suamiku sedang mengaji, sementara pak Hendra menunggu kami. Setelah selesai, kami langsung pamit. Pak Hendra pun mengiyakan, dan langsung mengunci masjid. ...


Di tengah perjalanan, suamiku merangkul bahuku.


"Kenapa ?" Tanyaku.


"Aku beruntung memilikimu." Ucapnya seraya tersenyum.


"Alhamdulillah, aku juga." Ucapku seraya menatap wajahnya.


"Jadi enggak rela, ninggalin ayangku sendiri." Ucapnya.


"Ish lebay." Ucapku.


"Enggak apa-apa kan lebaynya untukmu." Ucapnya seraya tertawa.


"Buka pintunya gih." Ucapku seraya menahan malu.


"Iya ibu Agung." Ucapnya seraya tertawa.

__ADS_1


^^^Aku hanya tertawa dan menggelengkan kepala. Kocak juga kamu mas. Ucapku dalam hati. Setelah kebuka, kami langsung masuk. Karena jalanan sudah sepi, mas Agung lalu mengunci rumah. Ya meski dekat jalan raya, namun sehabis isya jalanan sudah terlihat sepi. ^^^


"Makan dulu mas." Ucapku.


"Iya ay." Ucapnya seraya tersenyum.


Kami pun makan bersama, setelah selesai makan aku lalu mencuci piring kotor. Alhamdulillah lauknya habis. Ucapku lirih.


...Setelah selesai, aku lalu mengeluarkan sampah ke halaman belakang. Setelah selesai aku lalu mengunci kembali pintunya. Dan mencuci tangan, lalu ke kamar mandi. Menggosok gigi. ...


"Sudah gosok gigi belum mas ?" Tanyaku.


"Sudah." Ucapnya seraya tersenyum.


"Ingat lho, tinggal 3 hari lagi kamu masuk kerja." Ucapku mengingatkan.


"Iya ayangku. Jawabnya.


Tepat jam 9 malam, aku sudah ngantuk. Dan tanpa sadar tertidur di sofa.


"Ay, tidur yuk." Ajaknya seraya menatapku.


Lah, sudah tidur. Kasian kamu sayang. Pasti kecapean." Ucapnya seraya mematikan tv dan lampu dan membopongku masuk ke dalam.


Sesampai di kamar, aku ditidurkan dengan perlahan. Setelah selesai barulah aku dia memberiku selimut. Syukurlah. Ucapnya seraya menciumku.


Barulah dia mematikan cahaya lampu, dan tertidur seraya memelukku dan menciumku lagi. Sayang banget sudah tidur, kalau belum aku akan ceritakan setelah pertama kali melihatmu dulu. Ucapnya lirih.


Tepat sepertiga malam aku terbangun, dan suamiku juga sudah bangun.


"Sholat yuk." Ajaknya seraya menatapku.


"Ayuk." Ucapku seraya tersenyum.


^^^Selesai wudhu, kami sholat dan ngaji bersama. Tepat azan subuh, kami lalu ke masjid bersama. Sepulang dari masjid, kami lalu mandi dan aku pun langsung masak. Tepat jam 8 pagi, setelah selesai kegiatanku terdengar pintu di ketuk.^^^


"Waalaikumsalam." Ucapku seraya melangkah keluar.


"Maaf cari siapa mbak ?" Tanyaku sopan.


"Majikanmu ada ?" Tanyanya dengan sombong.


"Maaf anda siapa ya ?" Tanyaku masih dengan nada sopan.


"Aku calon istri Agung." Ucapnya seraya nyelonong masuk dan tanpa melepas alas kakinya.


Astagfirullah, berilah hamba kesabaran ya ALLAH. Ucapku.


"Hei pembantu, ditanya malah bengong." Hardik perempuan itu.


"Maaf mbak,saya bukan pembantu tapi istrinya mas Agung." Ucapku seraya tersenyum.


"Cuih, istri mimpi kamu." Ucapnya seraya meludah di depanku.


Aku memejamkan mata seraya mengucapkan istighfar.


"Kenapa masih belum sadar juga ?" Tanyanya dengan nada lantang. Membuat mas Agung yang ada di dalam kamar langsung keluar.


...Betapa terkejutnya dia,mendapati aku yang sudah basah kuyup di kamar mandi dan masih di tampar. Bukannya aku tak ingin membalas, namun rasa menjaga nama baik keluargaku sangat aku utamakan. ...


"Hai, kau apakan istriku ?" Tanyanya dengan keras dan lalu menyeret perempuan itu keluar rumah. Hingga dia terjatuh tersungkur, beruntung jalanan masih sepi.


"Mas, tega kamu." Ucapnya seraya menangis.


Namun tidak ditanggapi mas Agung, dia lalu menyusulku ke dalam.


"Ay." Panggil suamiku lirih.

__ADS_1


"Aku enggak apa-apa kok mas." Ucapku seraya menahan tangis, karena jujur seumur hidupku baru kali ini ditampar seseorang.


...Dia lalu melepas semua bajuku, dan memberiku handuk lalu membopongku masuk ke kamar. Selesai mengambilkan baju dan memakaikan baju, mas Agung memelukku erat. Dan mengobati bekas tamparan itu dengan cream. ...


"Auw, sudah mas." Ucapku lirih.


"Maaf ya aku tadi tidak mendengar." Ucapnya penuh sesal.


"Iya." Ucapku seraya tersenyum.


^^^Melihat ketulusan dan rasa tanggung jawabnya membuat aku bahagia, walau sempat terbesit keraguan di hati. Ternyata benar adanya, dinikahi dengan pria yang mencintaimu dengan tulus lebih indah. ^^^


Ditambah lagi, aku selalu melibatkan selalu dengan ALLAH. Benar kata ibuku. Ucapku dalam hati. Melihatku sudah tenang, mas Agung langsung berkata.


..."Ay, kamu jangan percaya dengan apa yang tadi Bianca katakan. Dia mantanku sekolah SMA dulu, kami putus dengan baik-baik. Aku juga enggak tahu, dia selalu mengganggu aku. Bahkan sekarang dia masih mengganggu aku." Ucapnya seraya menatapku....


"Hmm." Jawabku.


"Aku sudah jujur sama kamu ay. Tolong jangan diem saja." Ucapnya seraya memohon.


Aku lalu mengambil gawainya dia, dan menulis di sana. "Maaf mas, pipiku masih sakit." Tulisku di gawainya.


Membaca itu mas Agung menatapku dengan tatapan teduh dan minta maaf.


"Maaf." Ucapnya seraya merebahkan tubuhnya di pahaku.


Aku mengelus punggungnya pelan dan menganggukkan kepala.


"Sini aku kompres insyaa ALLAH sembuh." Ucapnya seraya mengompres pipiku.


"Iya." Ucapku lirih.


^^^Siang hari setelah kejadian itu, aku terlelap di pelukannya. Namun tidak dengan dirinya. Melihatku sudah terlelap, mas Agung menghubungi Bayu dan Sonia. ^^^


("Halo kak ada apa ?" Tanya Sonia.)


("Nia, kamu masih nyimpen nomor hp Bianca enggak ?" Tanyanya lirih.)


("Idih, Bianca mantan kakak itu ?" Tanyanya.)


("Iya." Ucapnya.)


("Enggak, enggak mau urusan lagi sama dia." Ucapnya jujur.)


("Kenapa ?" Tanya suamiku Kepo.)


("Iya dia pernah maksa aku jadi psk." Jawabnya.)


("Apa ?" Tanya suamiku dengan terkejut.)


("Iya kak, beruntung aku di selametin teman kerja kakak. Kak Bayu." Ucapnya jujur.)


("Oh, ya sudah kirain kamu masih berhubungan dengan dia." Ucapnya jujur.)


("Enggaklah kak, emang kenapa kak ?" Ucap dan Tanyanya.)


("Tadi istriku dianiaya dia." Ucapnya jujur.)


("What ? Hmm tenang saja kak aku punya senjata ampuh biar dia tak mengganggu kalian." Ucapnya seraya tertawa.)


("Apa ?" Tanyanya.)


("Kak Bayu bisa bantu." Ucapnya seraya mematikan sambungan telepon.)


...Tu anak punya nomer hp Bayu juga ? Tanyanya lirih. Ya sudahlah, aku enggak perlu minta tolong Bayu, adikku sudah menelepon dia. Ucapnya lirih. ...


Selesai menelepon, mas Agung memeriksa pipiku. Alhamdulillah sudah tidak bengkak seperti tadi. Ucapnya seraya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2