Lamaran Dadakan

Lamaran Dadakan
Ke Rumah Suami


__ADS_3

...Jam 3 pagi aku terbangun, aku lalu melakukan aktivitas seperti biasa, tak terasa tepat jam 8 pagi. Kami sudah bersiap berangkat ke rumah mempelai pria....


Setibanya di sana, kami di sambut ramah. Acara pun dimulai dengan penuh khidmat.


"Assalamualaikum." Salam pak Mc itu dengan ramah.


"Waalaikumsalam." Ucap kami semua.


^^^"Terima kasih para bapak, ibu dan saudara sekalian, yang sudah mau mengantar pengantin baru kesini. Yang tak lain dan bukan adalah Kang mas Agung Eka Putra sama mbak ayu Triyani Susanti." Ucapnya.^^^


Saat Mc bicara, mataku tiba-tiba ngantuk tak tertahan. Beruntung mas Agung langsung sigap menyadarkan kantukku.


"Ay, kamu makan permen ini. Insyaa ALLAH rasa kantukmu hilang." Ucapnya lirih.


"Maaf mas, terima kasih." Ucapku.


Setelah makan itu, alhamdulillah sudah berkurang. Ditambah mas Agung yang sering kali mengejutkan aku, membuat aku tambah terjaga.


...Sesi pemotretan pun dilaksanakan, terlihat rekan kerjanya pada datang sambil membawa perlengkapan dapur, perlengkapan bayi dan kado. Aku menatapnya dengan keheranan, belum juga bikin udah dikasih perlengkapan bayi. Ucapku lirih, namun masih bisa di dengar oleh suamiku....


"Maklumin aja." Ucapnya lirih.


Membuat aku spontan menatapnya seraya tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Haha, selamat brow moga langgeng ya. Jangan lupa nanti malam." Ucap Bayu absurd.


"Makasih Bay, kamu cepetan nyusul." Ucap mas Agung seraya tertawa.


"Ok." Ucapnya seraya mengucapkan selamat juga kepadaku.


"Gung, selamat ya akhirnya penantian kamu tidak sia-sia." Ucap pak Roni.


"Iya pak, aamiin. Ini juga karenamu pak." Ucapnya.


"Tri, selamat ya." Ucapnya kepadaku.


"Makasih pak." Ucapku seraya tersenyum.


"Ya sama-sama. Bikinin aku ponakan." Ucapnya seraya tertawa.


Mendengar hal itu aku bergidik ngeri. Dan itu pun dilihat mas Agung.


"Kenapa ?" Tanyanya.


"Enggak." Ucapku seraya tersenyum dan menyalami mereka.


Selesai bersalaman dan berfoto, acara pun di tutup dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih. Sementara keluarga besar siap-siap pulang.


"Jadi istri yang baik." Ucap mereka semua terutama ibuku.


"Insyaa ALLAH." Ucapku seraya memeluk mereka.


"Makasih, sudah mengajarkanku menjadi perempuan kuat bu." Ucapku seraya tersenyum.


"Iya. Kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawab suamimu. Kalau ada problem selesaikan berdua. Jangan ada pihak 3." Ucapnya seraya membalas pelukanku.


^^^Selesai bicara ibu beserta keluarga pamit pulang. Kami semua pun mengantar mereka sampai depan rumah. Hingga saat mobilnya sudah tak nampak, barulah kami semua masuk.^^^


"Nduk, ini rumah Agung sendiri. Kalau rumah emak ada di belakang. Kalau butuh apa-apa datang saja ke rumah emak." Ucapnya seraya tersenyu.


"Iya mak." Ucapku seraya tersenyum.


"Ya sudah, emak pulang dulu ya." Ucapnya seraya membawa makanan.


"Iya mak." Ucapku seraya takzim.


"Gung, mak pulang dulu ya. Ingat kamu sudah nikah." Ucapnya seraya menatap putranya.

__ADS_1


"Iya mak." Ucapnya seraya tertawa.


...Sepeninggal mak, aku langsung masuk kamar dan ganti baju. Setelah selesai aku lalu membersihkan rumah. Kami berdua pun bagi tugas. Setelah selesai, barulah kami istirahat sebentar. Dan melangkah ke kamar mandi, untuk mandi....


^^^Selesai mandi, aku lalu berhias dan menutup jendela seluruh rumah. Sementara mas Agung, sedang mandi. Sambil menunggu suamiku selesai mandi, aku membuka kado dan menaruhnya langsung di dapur. Untuk peralatan dapur.^^^


"Ay, aku lupa ambil handuk tolong ambilkan." Ucapnya.


Aku yang baru mau menaruh peralatan dapur, langsung ku tinggalkan. Dan berlari sambil mengambilkan handuk untuknya.


Tok..Tok..Tok..


"Ya." Ucapnya seraya mengulurkan tangan.


"Ini." Ucapku.


"Makasih." Ucapnya.


"Sama-sama." Ucapku seraya melangkah ke dapur kembali.


...Aku merapikan peralatan dapur, setelah selesai aku lalu mencuci tangan dan kembali di ruang tv. Menata perlengkapan bayi dan memasukkan di almari....


...Setelah selesai, kini kado yang lain turut serta aku buka. Tak lama mas Agung keluar dari kamar, aku yang masih sibuk belum tahu dia sudah membantuku memasukkan kado di almari....


Saat aku menoleh, aku terkejut dan teriak.


"Aaa mas." Teriak dan Panggilku.


"Kenapa ?" Tanyanya.


"Ngagetin saja." Ucapku seraya mengelus dadaku.


"Maaf." Ucapnya seraya tertawa.


"Hmm." Ucapku lirih.


^^^Mas Agung menatapku dengan tatapan teduh dan tersenyum ke arahku. Tanpa aku sadari, dia menciumku, spontan aku langsung menatapnya dan menyubitnya. Hingga dia mengaduh karena kesakitan.^^^


"Sakit ay." Ucapnya seraya memegang pinggangnya yang aku cubit.


"Makanya jangan nakal." Ucapku seraya menonton film lagi.


"Hmm." Ucapnya lalu masuk kamar. Sambil menutup pintu dengan sedikit keras.


Der...


Mendengar hal itu aku langsung mengelus dadaku, lalu menutup pintu luar, mematikan tv dan menyusulnya.


Sesampai di kamar, aku menutup korden dan mendekatinya perlahan.


...Nampak dia tertidur dengan posisi tengkurap, terdengar nafasnya yang terengah-engah menahan amarah....


Mas. Panggilku, namun tidak ada respon darinya.


...Karena tidak dia tanggapi, aku pun akhirnya mematikan lampu kamar dan tidur. di pelukannya. Namun dia menghindari aku, dan pindah kamar. Melihat itu aku terdiam, dasarnya aku emang masih remaja dan terbiasa mendiamkan akhirnya aku memilih membiarkan dia tidur terpisah....


Pagi pun tiba, aku yang sudah selesai bersih-bersih langsung mencuci baju kami berdua. Tepat jam 6 pagi, semua pekerjaan aku selesai. Alhamdulillah selesai sudah. Ucapku lirih.


Terdengar penjual sayur lewat, aku lalu masuk kamar dan membangunkan suamiku perlahan. Dia pun terbangun, lalu memberiku uang.


"Masak sop sama ikan saja ay." Ucapnya seraya memberiku uang.


"Iya mas." Ucapku seraya tersenyum dan takzim.


Sesampai di penjual sayur, aku berhenti. Dan menyapa bapak dan ibu-ibu disana.


"Pagi pak, buk." Sapaku kepada mereka.

__ADS_1


"Pagi." Jawab mereka bersama.


^^^Selesai membeli sayur, aku lalu pulang dan sesampai di rumah aku pun langsung ke dapur mencuci sayur dan ikan yang tadi aku beli. ^^^


Tepat setengah jam, masakanku pun jadi. Aku lalu membersihkan dapur dan mencuci perlengkapan yang aku pakai tadi. Setelah selesai aku memanggil mas Agung.


"Mas, sarapan pagi sudah siap." Ucapku lembut seraya membantu mengancingkan bajunya.


"Iya." Ucapnya seraya tersenyum.


"Yuk." Ajakku.


"Maaf ya soal semalam." Ucapnya penuh sesal.


"Iya. Aku juga minta maaf ya kalau terlalu keras mencubitnya." Ucapku lirih.


"Iya." Ucapnyaseraya tersenyum.


Setelah itu kami melangkah keluar dan sesampai di meja makan, kami langsung makan bersama.


"Ay, hari senin aku sudah pindah tugas ke Bandung. Besok kamu priper ya." Ucapnya pelan.


"Iya mas." Ucapku lembut.


"Terus untuk sementara waktu, rumah ini kita kontrakan dulu. Gimana, kamu setuju enggak ?" Tanyanya.


"Boleh." Ucapku lirih.


..."Ya kebetulan Alda sedang cari kontrakan. Dia minta tolong sama aku, aku tawari di rumahku. Alhamdulillah dia mau." Ucapnya menjelaskan padaku. ...


"Iya mas, tapi barang-barang kita ?" Tanyaku.


"Di letakkan di gudang saja." Ucapnya.


"Baiklah." Ucapku lirih.


^^^Tak berselang lama kami pun selesai makan, aku langsung membersihkan meja dan mencuci piring kotor. Sementara mas Agung langsung menyimpan lauk di almari. Setelah itu, kami istirahat sejenak. ^^^


"Mas." Panggilku.


"Hmm." Jawabnya seraya mendekatiku.


"Aku malu." Ucapku lembut.


"Malu kenapa ?" Tanyanya.


"Malu lulusan aku hanya rendah." Ucapku jujur.


"Hmm, tapi aku enggak malu memiliki istri berpendidikan rendah." Ucapnya lembut, lalu menarik daguku pelan.


"Aku mending enggak usah ikut kamu ke Bandung ya." Ucapku lirih seraya mengelus tangannya dengan lembut.


"Kamu harus ikut, kalau kamu disini ?" Lantas kalau aku sedang ingin melakukan, gimana ?" Tanyanya.


"Iya juga sih, tapi aku takut kamu dwoun." Ucapku.


"Dwoun karena apa ?" Tanyanya.


"Di buly rekan kerja kamu." Ucapku lirih.


Tanpa menjawab, dia menarik tengkukku dan menciumku lama. Lalu melepasnya perlahan.


"Aku memilihmu bukan karena apapun, namun karena ALLAH." Ucapnya jujur.


"Aku parno saja mas." Ucapku lirih.


"Hmm, ya aku tahu kok. Jangan berfikir negatif dulu." Ucapnya seraya tersenyum.

__ADS_1


"Insyaa ALLAH mas." Ucapku.


__ADS_2