
...Aku terbangun tepat azan ashar, sementara suamiku masih tertidur pulas. Masyaallah tampan banget sih kamu, tapi sayang galaknya mengalahkan kecepatan pembalap Rosi. Ucapku lirih seraya memegang pipinya....
"Jangan disentuh terus, nanti aku minta." Ucapnya lirih seraya mencium pipiku.
"Ish, kamu ini selalu begitu." Ucapku seraya beranjak bangun dan keluar kamar.
"Ay." Panggil suamiku.
"Hmm." Jawabku seraya melangkah keluar.
"Tunggu." Ucapnya lalu menghampiri aku.
"Ya." Jawabku.
Kami pun akhirnya memutuskan mandi bersama, karena bentar lagi Nia datang. Tepat jam 5 sore, mereka tiba di rumah kami.
"Assalamualaikum kakak ipar." Salam Nia.
"Waalaikumsalam." Ucap kami bersama.
Aku langsung mendekati Nia, sementara mas Agung menghampiri Bayu. Kami berempat masuk bersama, dan duduk di sofa.
"Bagaimana kak, dah isi belum ?" Tanya Nia.
"Alhamdulillah sudah." Ucapku lirih.
"Serius kak ?" Tanya Nia.
"Iya." Ucapku seraya tersenyum.
"Wah topcer juga." Ucapnya seraya tertawa.
Membuat Bayu langsung menutup mulut Nia.
"Apaan sih kak ?" Tanya Nia.
"Mulutnya dikondisikan han." Ucapnya.
"Iya maaf." Ucapnya seraya bergelayut manja di lengan sang suami.
Aku dan mas Agung hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum kepada mereka.
"Wah kalau gitu kapan di usg kak ?" Tanya Nia lagi.
"Insyaa ALLAH besok." Ucapku seraya menatap suamiku.
"Nanti." Ucap suamiku.
"Oh, kak mana oleh-oleh nya ?" Tanya Nia lagi.
"Oh iya bentar aku ambilkan." Ucapku seraya beranjak berdiri.
Tanpa ku tahu, Nia menyusulku. Sementara para suami langsung saling pandang.
"Sukses juga kamu." Ucapnya lirih.
"Alhamdulillah." Ucap suamiku seraya tersenyum.
"Pasti enggak pernah off ni ?" Tanya Bayu lagi.
"Hmm, ya namanya usaha." Ucap suamiku.
"Emangnya istrimu enggak capek ?" Tanya Bayu lagi.
__ADS_1
"Dia sampai ketiduran." Ucap suamiku seraya menatap arah dapur.
"Wow, sudah tidur pun kamu tunggangi juga." Ucapnya seraya tertawa kecil.
"haha, nanggung Bay." Ucapnya.
"Hmm." Jawabnya seraya menggelengkan kepala.
^^^Tak lama kami berdua keluar lagi, entah kenapa kepalaku tiba-tiba pusing lagi. Aku melangkah perlahan seraya mencoba menetralkan rasa pusingku.^^^
"Itu apa hany ?" Tanya Bayu.
"Ini buah, bumbu dapur sama jamu." Ucapnya seraya tersenyum.
"Oh." Ucap Bayu lagi.
Sementara aku yang sedang duduk di lantai, membuat mereka menatapku.
Merasa ditatap, aku langsung tersenyum dan berkata.
"Enggak apa-apa, hanya pusing." Ucapku.
...Mendengar itu, Adik ipar langsung pamit. Awalnya aku cegah, namun karena hari sudah menjelang malam aku pun tidak bisa mencegahnya. Sepeninggal mereka, mas Agung langsung membopongku dan membawaku ke kamar....
"Tidurlah." Ucapnya lirih.
"Iya." Ucapku lirih.
^^^Tak lama aku sudah terlelap, cantik menurutku kamulah bidadari surgaku. Jangan pernah bosan denganku ya sayang. Ucapnya lirih seraya membenarkan posisi tidurku. Selesai itu, barulah suamiku beranjak perlahan untuk keluar rumah. Dan tepat saat membuka korden jendela, suamiku melihat seseorang yang sedang duduk di teras depan.^^^
Dia siapa ? Tanya suamiku lirih.
Sementara di luar, seseorang itu tengah sibuk berkirim pesan. Dan tak lama gawainya berbunyi.
("Halo." Jawab orang itu.)
("Ck, sudahlah enggak bakal ketahuan." Ucapnya lirih.)
...Asem benar orang itu, rumahku dijadikan tempat maksiat. Ini enggak benar. Harus-. Ucapnya terhenti karena ada yang memeluknya dari arah belakang....
"Shht, diluar ada orang." Ucapnya lirih.
"Siapa ?" Tanyaku lirih.
"Tetaplah disini ok." Ucapnya.
"Ikut." Ucapku.
"Bahaya ay." Ucapnya.
Aku lalu melepas pelukannya dan langsung keluar kamar.
"Mau kemana ?" Tanya suamiku lembut.
"Ikut kamu." Ucapku.
"Baiklah aku akan disini, sampai kita tertidur." Ucapnya seraya tersenyum.
"Makasih." Ucapku.
"Sama-sama." Ucapnya.
Tak berselang lama terdengar suara dengkuran halusku, mas Agung tersenyum dan beranjak dengan hati-hati. Agar aku tidak terbangun lagi.
__ADS_1
Cup
Cup
Tidur yang nyenyak sayang. Ucapnya seraya mencium keningku dan perutku.
Bismillah. Ucap suamiku.
"Ehem, enak banget ya." Ucap suamiku yang sudah ada di teras rumah.
Spontan mereka menoleh dan terkejut melihat suamiku.
"S*alan, kau bilang pemilik rumah enggak ada. Itu apa ?" Ucap dan Tanyanya.
"Sory brother." Ucapnya yang sudah teler kebanyakan minum alkohol.
"Duduk kalian." Ucap suamiku lantang.
Membuat warga terkejut dan lalu menghampiri arah sumber suara tersebut.
"Astagfirullah, mereka lagi. Sudah tahu Agung paling enggak suka di ganggu, malah rumahnya di buat mabuk." Ucap Ibu Nindi.
"Ya cari gara-gara saja mereka." Jawab suaminya.
^^^Tak lama pak Rt dan warga datang, mereka lalu membawa kelima orang tadi ke rumah orang tuanya masing-masing. Dengan diantar salah satu warga kami. Sepeninggal mereka, mas Agung mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah mau membantu. Dan warga pun mengiyakan. Setelah itu, mereka semua pamit, tak lama suamiku juga masuk kembali lewat pintu belakang.^^^
Sudah jam 10, lebih baik tidur sajalah. Ucapnya seraya melangkah masuk kamar tengah. Sesampai di kamar, suamiku mencariku. Dia kemana ? Tanyanya seraya melihat sekitar dan keluar. Saat akan masuk kamar kami, aku lalu memanggilnya.
"Mas." Panggilku.
Spontan dia menoleh ke arahku.
"Darimana ?" Tanya suamiku.
"Aku cariin kamu, kamu darimana ?" Tanyaku.
"Dari luar." Ucapnya.
"Mas, kamu enggak apa-apakan ?" Tanyaku.
"Alhamdulillah enggak. Udah yuk tidur." Ucapnya.
"Enggak nanti aku ditinggal lagi." Ucapku.
"Enggak." Ucapnya seraya tersenyum.
"Bohong." Ucapku.
"Beneran." Ucapnya seraya membopongku dan masuk kembali ke kamar utama.
"Mas, Ish suka banget sih buat spot jantung ?" Tanyaku kesal.
"Maaf." Ucapnya seraya tertawa kecil.
Setibanya di kamar, aku ditidurkan perlahan. Lalu barulah dia naik dan merebahkan tubuhnya di kasur.
"Mas, kenapa sih kamu putih banget ?" Tanyaku.
"Ya enggak tahu ay." Ucapnya lirih.
Hening.
Namun mata kami enggan terpejam, kami saling memandang dan aku pun langsung beralih pandang.
__ADS_1
"Mas." Panggilku lembut seraya memeluknya.
"Hmm." Jawabnya.