
Sore pun sudah menjelang, kami lalu mandi di pom bensin. Setelah selesai aku lalu berhias dan sholat di mobil.
Bayu,Pak Madin dan suamiku hanya saling pandang. Lalu mereka memilih keluar, sementara Nia selesai mandi dan berhias dia lalu kembali lagi.
"Widih, bidadari siapa tu ?" Tanya pak Madin.
Bayu pun langsung menatap, sementara suamiku menggelengkan kepala seraya tersenyum.
"Perempuan kalau pas hamil, terlihat cantik ye." Ucap suamiku.
"Aamiin, makin berisi dan sexy juga." Ucap Bayu seraya tertawa.
^^^Aku yang sudah sholat pun, langsung pindah ke kursi belakang. Setelah itu barulah aku merebahkan tubuhku di kursi mobil. Namun tanpa ku sadari, suamiku menatapku dari kaca pintu.^^^
"Mas." Panggilku lembut.
"Hmm." Jawabnya seraya menarik daguku dan menciumku.
"Kamu enggak sholat ?" Tanyaku.
"Sudah." Ucap suamiku seraya tersenyum.
"Ya sudah yuk naik." Ucapku lirih.
"Ya." Ucap suamiku seraya memanggil mereka bertiga.
...Kami pun siap berjalan lagi, tepat jam 12 malam, kami baru sampai di apartemen. Sesampai di kamar, suamiku menidurkan aku dengan pelan. Begitu juga dengan Bayu, barulah mereka keluar lalu langsung mengerjakan tugasnya....
"Gung, hari ini kita lembur." Ucap Bayu.
"Ya, insyaa ALLAH lekas selesai." Ucap suamiku.
"Aamiin." Jawab Bayu.
Mereka pun kini langsung kerja, karena tepat jam 1 malam sudah bertemu kliennya. Tepat jam 1 klien itu datang, mereka pun saling berjabat tangan dan menyapa.
Sementara aku yang kini terbangun langsung mencari suamiku, namun ketika mendengar suara pintu aku lalu menoleh dan tersenyum.
"Darimana ?" Tanyaku seraya tersenyum.
"Habis bertemu klien." Ucapnya.
"Oh." Ucapku seraya melangkah.
"Bayu mana ?" Tanyaku.
"Sudah di kamarnya." Ucapnya.
"Ya sudah tidur yuk." Ajakku.
"Ya ay. Badanku juga sakit." Ucapnya.
"Sini aku pijitin." Ucapku lirih.
Tak lama suamiku memintaku untuk mengambilkan minum, aku pun langsung menurut dan mengambilkannya.
"Belum tidur Bay ?" Tanyaku.
"Eh kakak ipar, belum ni. Kamu sendiri kenapa belum tidur ?" Jawab dan tanya Bayu.
"Mas suamiku minta di bikinin minum." Ucapku seraya mengambil gelas dan buat teh hangat untuknya.
"Tri, kamu kok mau sih nikah sama temanku ?" Tanya Bayu memancingku.
"Padahal kan, kamu masih 16 tahun, dulu pas lamaran. Ucapnya lagi.
"Aku enggak tahu, mungkin memang sudah takdir." Ucapku.
"Dulu awal nikah, kamu suka sama dia enggak ?" Tanya Bayu seraya main gawai.
"Aku mulai suka dengannya, saat 3 hari setelah dia melamarku." Ucapku jujur.
"Owh, tapi kamu kok enggak bucin ya ?" Tanya Bayu.
"Bucinnya cukup sama ALLAH saja dan Nabi, karena hati manusia mudah berbalik. Hari ini suka besok belum tentu." Ucapku.
"Ya juga sih. Hebat juga kamu Tri." Ucapnya.
"Bukan aku yang hebat, namun rencana ALLAH lah yang terbaik dan hebat." Ucapku seraya pamit.
Sepeninggal aku, Bayu lalu berkata lirih. Pantas dia terlihat tenang, selalu ALLAH yang jadi tempat mengadu." Ucapnya lirih.
Tanpa ku tahu suamiku tahu obrolan kami, karena obrolan kami tadi dikirim ke nomer hpnya suamiku.
"Ini mas." Ucapku.
"Makasih ay." Ucapnya.
__ADS_1
"Iya." Ucapku.
...Selesai minum, dia lalu minum obat dan tidur, sementara aku langsung sholat dan melihat tv. Bosan lihat tv, aku lalu ke barinton melihat jalanan yang nampak masih sepi....
Hmm, udaranya masih sejuk." Ucapku.
"Aku cari kemana-mana, tahunya kamu disini to." Ucapnya seraya memelukku.
"Maaf, mau berangkat sekarang ?" Tanyaku.
"Iya, doakan sukses ya." Ucapnya.
"Iya pasti itu." Ucapku seraya membenarkan dasi dan bajunya.
Sementara Nia dan Bayu,sudah di meja makan untuk sarapan.
"Sarapan dulu kak." Ucap Nia.
"Iya." Jawab kami bersama.
Selesai sarapan, mereka berdua berangkat. Kini hanya tinggal kami berdua disini.
"Kak, nonton yuk". Ajak Nia.
"Tv ?" Tanyaku.
"Bioskop." Ucapnya.
"Maaf Nia, aku belum izin sama kakakmu." Ucapku.
"Bentar aja kak, ya plis." Bujuk Nia.
"Nia, seumpama Bayu pulang kerja, langsung main sama temannya dan enggak izin sama kamu. Kamu marah enggak ?" Ucap dan tanyaku.
"Pasti marahlah kak." Ucapnya.
"Nah itu kamu tahu jawabannya." Ucapku seraya tersenyum.
"Iya juga ya." Ucap Nia seraya menyengir kuda.
"Bentar aku telfon kak Bayu dulu." Ucapnya seraya mengambil gawainya di nakas.
Aku langsung mencegah, dan menggelengkan kepala.
"Kenapa kak ?" Tanya Nia.
"Kamu buka status suamimu dulu." Ucapku lirih.
"Astagfirullah, banyak banget dokumennya." Ucapnya.
..."Jangan ganggu ya, kasihan." Ucapku lirih seraya tersenyum....
"Ya bu Agung Eka Pratama." Ucapnya seraya tertawa.
"Haha, bisa aja kamu." Ucapku.
"Ya bisalah." Ucapnya.
"Ya sudah, aku mau ke dapur mau bikin roti dulu dan sup buah." Ucapku.
"Ikut kak." Ucapnya.
"Ayo." Ajakku.
Sesampai di dapur, aku lalu mengocok adonan dan setelah selesai itu aku lalu menambahkan terigu dan yang lainnya lalu mencampurkan semuanya. Saat sudah sempurna, barulah aku memasukkan adonan tadi ke dalam loyang dan di panggang di oven. Selama 10 menit.
"Wow, jumbo ya kak." Ucap Nia.
"Iya." Ucapku seraya memotong roti itu dan aku beri varian rasa. Sementara yang satu, aku beri rasa stroberi dan coklat sesuai kesukaan suamiku.
"Wah enak ni." Ucap Nia lagi seraya mengupas buah.
"Insyaa ALLAH." Ucapku seraya tersenyum.
^^^Selesai masak dan bikin sop buah, kami pun mencobanya. Tanpa ku tahu, Nia malah memvideoku dan menguploudnya ke aplikasi hijau dan birunya. ^^^
Bayu yang baru selesai, langsung melihat gawainya.
"Bini aku tumben masak." Ucapnya.
"Lha emangnya sejak hamil jarang masak ?" Tanya suamiku.
"Jarang banget." Ucapnya.
"Hmm." Jawab suamiku.
"Gung, ini bukannya Riri ya ?" Tanya Bayu.
__ADS_1
"Iya, wah Nia main posting saja." Ucap suamiku kesal.
"Tunggu dulu deh, mungkin maksud Nia posting itu biar ada yang mau membeli." Ucapnya.
"Enggak ngerti aku, maksud kamu apa." Ucap suamiku.
"Jadi gini, mungkin Nia pengen Riri punya penghasilan tambahan." Ucapnya.
"Ya juga sih." Ucap suamiku.
"Jangan diambil negatifnya brow." Ucap Bayu.
"Ya." Ucapnya.
Sementara di apartemen, kini tinggal aku sendiri di barinton. Karena Nia sudah tertidur sedari tadi. Sayang, sehat terus ya. Ucapku lirih seraya mengelus lembut perutku.
Tepat jam 4, aku lalu mandi dan membersihkan apartemen. Lalu memasak air, khawatir suamiku datang belum masak air. Tepat jam 5, mereka berdua sudah pulang.
"Assalamualaikum." Salam mereka.
"Waalaikumsalam." Jawab kami bersama.
"Baru pulang ?" Tanyaku lembut seraya takzim.
"Iya." Jawab suamiku.
"Duduk dulu mas." Ucapku.
Aku lalu mengeluarkan roti dan minuman, begitupun dengan Nia. Mereka semua tersenyum dan bersyukur.
"Ini mas, makan dulu." Ucapku lirih.
"Iya ay." Ucapnya.
"Enak banget." Ucap mereka bersama.
"Alhamdulillah." Ucapku seraya tersenyum.
"Mending kamu buka usaha aja deh Ri." Usul Bayu.
"Jangan dulu, aku takut istriku kecapean." Ucap suamiku menolak tegas.
"Kan buat sampingan Gung." Ucap Bayu.
"Kapan-kapan saja." Ucapnya.
"Sudah dong, jangan ribut. Mending sekarang mas mandi dulu." Ucapku menengahi perdebatan mereka.
"Ya sudah aku mandi dulu ya." Ucap suamiku seraya mencium pipiku.
"Mas, Ish ada mereka masih aja nakal." Ucapku lirih.
"Haha, enggak apa-apa kak." Ucap Nia.
Sementara Bayu hanya tersenyum dan beranjak untuk mandi juga. Selesai mandi, mereka langsung menemui kami. Aku yang ada di ruang tengah, sementara Nia berada di ruang tamu.
"Ay, jangan capek-capek ingat ada debay yang mesti kamu jaga." Ucapnya lirih.
"Iya mas." Ucapku lirih.
...Malam pun tiba, kami berempat pun akhirnya makan bersama. Entah kenapa tiba-tiba bayangan menyakitkan itu hadir lagi. Membuatku menggelengkan kepala dan langsung menghentikan kegiatan Makanku. ...
Menyadari hal itu, mereka bertiga langsung memelukku.
"Ada kami, jangan takut." Ucap mereka.
"Makasih." Ucapku.
"Sama-sama." Ucap mereka bersama.
Melihat aku sudah tenang, mereka lalu kembali duduk.
Selesai makan, dan membersihkan ruangan kami pun pamit untuk istirahat.
"Maaf mas, aku masih-." Ucapku menggantung, karena suamiku langsung menggelengkan kepala.
"Ay, besok ikut aku ya." Ucapnya.
"Kemana ?" Tanyaku.
"Ke kantor." Ucapnya.
"Enggak mas, aku takut." Ucapku.
"Enggak apa-apa." Ucapnya.
"Tapi kan kamu kerja." Ucapku.
__ADS_1
"Iya, tapi aku rindu terus sama kamu." Ucapnya.
"Aamiin." Ucapku.