
"Mas." Panggilku sedikit berteriak.
"Shht, jangan teriak." Ucapnya seraya berbisik.
"Lagian kamu juga ngangkat tubuhku tiba-tiba." Ucapku lirih seraya merangkul lehernya.
"Maaf swety." Ucapnya seraya tersenyum.
"Turunin, aku malu." Ucapku.
"Baiklah." Ucapnya seraya menurunkan aku perlahan. Lalu menggenggam tanganku.
Sesampai di kamar motel, kami langsung membersihkan diri dan mengganti baju kami. Lalu merebahkan tubuh kami di tempat tidur.
"Ay." Panggil suamiku lirih.
Aku langsung membalikkan badan dan menatapnya.
"Kenapa ?" Tanyaku lembut.
Cup
Cup
Cup
"Ih, nakal." Ucapku seraya cemberut, karena di cium tiba-tiba.
"Nakal sama kamu enggak bakalan di haramkan sayang." Ucapnya seraya tertawa kecil.
"Kenapa sih, setiap cowok selalu begini ?" Tanyaku.
"Karena itu vitamin untuk penyemangat kami sayang." Ucapnya lirih seraya memelukku.
"Vitamin sih vitamin, tapi kalau lagi marah selalu istri yang di salahin." Ucapku lirih.
"Maaf." Ucapnya seraya menatapku.
"Insyaa ALLAH mas, tapi aku harap jangan ada kata cerai lagi ya. Karena aku sudah mengorbankan segalanya demi menerima kamu." Ucapku lirih.
Mendengar hal itu dia menatapku dengan tatapan teduh dan dengan mata berkaca-kaca lalu berkata.
"Akan aku usahakan." Ucapnya seraya menatapku dengan tatapan sendu.
"Aku sudah gagal semuanya, aku harap kamu bisa membimbingku ke jalan menuju surga dan amal jariyah di dunia." Ucapku seraya mengelus lembut pipinya.
"Insyaa ALLAH sayang." Ucapnya.
"Makasih." Ucapku.
"Sama-sama." Ucapnya lirih.
"Tidur yuk." Ajakku kemudian.
Namun dia langsung menggelengkan kepala. Aku menatapnya dan mengangkat kedua alisku, melihat itu suamiku langsung tersenyum dan memelukku erat.
"Ay, tak terasa ya kita sudah 5 bulan menjalin rumah tangga." Ucapnya lirih.
"Iya mas, tapi maaf aku masih belum bisa memberimu keturunan." Ucapku lirih.
"Aku menikah dengan kamu, bukan meminta itu, namun karena ingin menua bersama kamu. Dan masalah anak, aku pasrahkan sama ALLAH." Ucapnya seraya mencium wajahku.
Aku pun hanya bisa pasrah dengan perlakuan suamiku. Hingga tanpa sadar kami sudah sama-sama polos, bahkan sekarang suamiku menatapku seraya menutupi tubuh kami dengan selimut.
"Berdoa dulu ay, tadi aku lupa." Ucapnya seraya mengajakku berdoa.
__ADS_1
Aku pun menurutinya dan selesai doa, mas Agung menatapku seraya mendekatkan wajahnya ke wajahku dan ritual pun dimulai. Semua gerakan sudah dia lakukan.
"Mas, kamu enggak capek ?" Tanyaku lembut saat dia ingin memulai lagi.
"Enggak." Ucapnya seraya tersenyum.
Mendengar hal itu aku hanya menggelengkan kepala seraya mengalihkan pandanganku padanya.
"Kenapa ?" Tanyanya saat melihatku memalingkan muka.
"Enggak apa-apa." Ucapku lirih seraya menahan gejolak.
"Jangan ditahan, keluarkan saya." Ucapnya.
"Aku malu, mas." Ucapku seraya menahan erangan.
"Disini hanya ada kita berdua." Ucapnya lagi.
"Mas." Panggilku saat dia mulai minum layaknya bayi.
"Hmm." Jawabnya.
...Kami melakukan itu hingga jelang subuh,setelah itu kami langsung mandi dan beranjak wudhu lalu sholat. Entah apa yang diminum suamiku, dari jam 9 malam sampai jelang subuh dia masih kuat. Ucapku dalam hati....
Selesai sholat, kami tidur karena semalaman kami tidak tidur.
"Makasih ay." Ucapnya seraya memejamkan mata.
"Sama-sama mas." Ucapku seraya memejamkan mata dan tertidur bersama.
Tepat jam 10 pagi, kami terbangun dan kami saling memandang dan menyapa.
"Pagi ay." Ucapnya.
"Sarapan yuk." Ajaknya.
"Ayuk." Ucapku seraya beranjak melangkah ke kamar mandi.
Selesai itu, aku lalu berhias dan mengenakan jilbabku lalu beranjak keluar bersama suamiku.
"Cantik banget sih." Ucapnya seraya tersenyum.
"Alhamdulillah, makasih tampan." Jawabku seraya menoel hidung kecilnya.
"Suka banget sih colek hidungku." Ucapnya.
"Gemesin sih, cowok tapi hidungnya mungil." Ucapku seraya tersenyum.
"Dasar istriku." Ucapnya seraya menarik pinggangku pelan.
Sesampai di rumah makan depan motel, kami lalu pesan makan. Selesai pesan makan, kami menunggu seraya melihat sekitar.
"Lihat apa ?" Tanyanya.
"Lihat tempatnya sangat bersih." Ucapku seraya menatap netranya dan tersenyum.
Suamiku langsung menggenggam tanganku dan menciumnya. Aku hanya membulatkan mata seraya menggelengkan kepala. Dia tertawa kecil lalu berbisik.
"Kamu lucu banget deh." Ucapnya.
^^^Belum sempat aku jawab,pesanan kami pun datang. Kami pun langsung terdiam dan makan bersama. Selesai makan, kami lalu jalan-jalan ke pantai. Sesampai di sana, suamiku langsung menarik tanganku membawaku mendekati air laut. ^^^
"Masyaallah sejuk banget." Ucapku lirih.
"Iya, palagi melihat kamu tambah sejuk." Ucapnya.
__ADS_1
"Aamiin." Ucapku.
Kami pun asik bermain di sana, saat mas Agung sibuk foto sendiri, aku memutuskan duduk di bebatuan seraya mencari ikan. Tanpa ku tahu tiba-tiba ada lelaki paruh baya mendekati aku dan berkata.
"Kamu cantik, sayang sudah dimiliki. Tapi kalau kamu kesepian, aku bisa kok menemani kamu." Ucapnya seraya tertawa.
Membuat aku langsung beranjak berdiri dan memilih pergi, namun naas suamiku sudah mendengar ucapan pria itu.
"B***dab, udah tahu dia sudah menikah masih kau goda juga." Ucapnya seraya memukul wajahnya.
Melihat itu aku langsung teriak, dan orang-orang langsung melerai mereka.
"Ini ada apa ini ?" Tanya bapak itu.
"Dia menggoda istriku." Ucap suamiku penuh emosi.
"Benar begitu pak ?" Tanya bapak itu lagi.
"Iya." Jawab dia.
Mendengar penjelasan kami, mereka lalu membawa bapak itu keluar pantai. Dan sepeninggal mereka, kami melanjutkan perjalanan lagi.
"Kamu enggak apa-apa kan ?" Tanya suamiku.
"Enggak, justru aku yang harusnya bertanya. Kamu enggak apa-apakan ?" Tanyaku balik seraya mengelus lembut tangannya.
"Enggak." Ucapnya seraya memelukku erat.
Waktu pun sudah beranjak sore hari, kami pun langsung kembali ke motel. Dengan berjalan kaki.
"Capek ?" Tanyanya.
"Iya." Ucapku.
"Mau aku gendong ?" Tanyanya.
"Enggak." Ucapku seraya tersenyum.
"Yakin ?" Tanyanya.
"Insyaa ALLAH." Ucapku.
Hingga tak terasa kami sudah sampai di motel, lalu bergegas mandi dan ibadah kembali. Selesai mandi, kami bercengkrama bersama.
"Ay, peluk." Ucapnya seraya menggoda ku.
"Enggak mau." Ucapku becanda.
"Tega amat." Ucapnya lirih.
Mendengar hal itu aku lalu mendekati dia dan memeluknya dari belakang. Dia lalu memutar badan, dan kami pun saling memandang lalu tersenyum bersama.
"Enggak nyangka aku bisa luluhkan hatimu ay." Ucapnya seraya menatapku.
"Ya karena kamu selalu melibatkan ALLAH mas, makanya dipermudah. bersyukurlah mas doa kita diijabah." Ucapku seraya tersenyum.
"Alhamdulillah hirobbilallaamiin." Ucapnya seraya menarik daguku dan menciumku.
...Selesai itu, kami pun duduk menonton tv bersama. Hingga jam makan malam tiba, mas Agung memilih memesan makanan lewat onlain karena di luar sedang hujan. ...
^^^Sedangkan aku masih asik menonton tv. Tepat 20 menit, makanan pun datang dan kami langsung makan. Selesai makan, aku lalu membersihkan tempatnya dan membuang ke tong sampah lalu membersihkan meja dan kamar. Tepat jam 9 malam, kami tertidur. ^^^
...Saat tengah terlelap, sayup-sayup terdengar suara pintu di ketuk. Aku langsung membangunkan suamiku, namun sayang dia enggak bangun. Akhirnya aku putuskan melihat dari lubang pintu. ...
Siapa sih malam-malam ketok pintu. Ucapku seraya melihat dari lubang pintu. Tidak ada siapapun, mungkin salah dengar aku. Ucapku lirih seraya kembali ke tempat tidur.
__ADS_1