
...Saat mau sampai tempat tidur, lagi-lagi suara pintu motel di ketuk. Iiih, siapa lagi sih bikin rusuh aja. Ucapku penuh kesal. Pas ku lihat, rupanya ada orang di sana. Dia siapa ? Tanyaku lirih. Tak ingin melakukan kesalahan, aku lalu membangunkan suamiku dengan aku cium. Tak lama dia terbangun, lalu menatapku....
"Di luar ada orang." Ucapku lirih seraya memegang pipinya.
"Siapa ?" Tanya suamiku lembut.
"Enggak tahu, tapi yang jelas dia laki-laki." Ucapku lirih.
Mendengar ucapanku, suamiku menciumku terlebih dulu lalu beranjak bangun. Sesampai di pintu, dia lalu membuka pintu.
"Ada apa mas ?" Tanya suamiku.
"Surprise." Ucap kakakku dengan senyum lebar.
"Ya salam." Ucapnya seraya tersenyum.
"Sory ganggu, malam pengantinnya." Ucapnya seraya memberikan kado buat kami.
"Masuk dulu." Ucap suamiku.
"Terimakasih aku langsung pulang saja, aku kesini cuma mau beri itu." Ucapnya seraya pamit.
^^^Sementara aku kini sudah terlelap, karena kecapean. Ditambah kemarin malam kurang tidur. Sepeninggal kakakku, suamiku kembali menutup pintu. Dan beranjak ke tempat tidur, lalu menatapku dengan tersenyum.^^^
...Istri idaman. Ucapnya lirih lalu mencium wajahku. Aku pun menggeliat dan tanganku memeluk pinggangnya. Lalu terlelap lagi, mengetahui itu, suamiku mengganggu aku terus menerus. Aku pun terpaksa bangun....
"Ck, aku ngantuk." Ucapku dengan nada sedikit meninggi satu oktaf. Mendengar hal itu mas Agung tertawa kecil, dan masih tetap jahil. Aku yang tadinya sudah terlelap, kini terjaga lagi.
"Kenapa ?" Tanyaku dengan suara parau.
"Enggak apa-apa, senang saja godain kamu." Ucapnya membuat aku langsung mencubit hidungnya.
"Dasar, ganggu orang tidur saja kaya kurang kerjaan." Ucapku seraya mencubit hidungnya.
"Aduh, sakit ay." Ucapnya seraya memegangi hidungnya.
"Biarin, itu akibat gangguin tidurku." Ucapku lalu membelakangi suamiku.
Melihat posisiku membelakangi dia, suamiku langsung memeluk punggungku dan menciumi tubuhku.
"Ish, mas aku ngantuk." Ucapku lirih seraya pindah posisi.
"Sebentar ay." Ucapnya dengan memohon.
Melihat demikian aku pun menjadi tidak tega, dan aku pun menjawab.
"Iya sudah ya." Jawabku seraya tersenyum.
"Makasih." Ucapnya.
"Iya." Ucapku.
Kami pun sama-sama saling memandang dan memulai ritual lagi.
"Mas." Panggilku.
"Hmm." Ucapnya.
...Entah sampai jam berapa aku enggak tahu, karena terlalu ngantuk aku pun tertidur. Paginya dia masih terlelap, aku pun langsung pergi ke kamar mandi untuk siap-siap....
Selesai semua, aku berhias dan segera membangunkan suamiku.
Cup
"Mas, bangun sudah pagi." Ucapku seraya mencium pipinya.
"Hmm, bentar sayang." Ucapnya lirih.
"Jalan-jalan yuk beli oleh-oleh." Ucapku seraya memainkan jariku di wajahnya.
"Nanti saja ay, aku agak pusing." Ucapnya lirih seraya menatapku.
"Sarapan dulu terus minum obat. Besok kita sudah pulang lho mas." Ucapku seraya tersenyum.
__ADS_1
"Iya." Ucapnya lalu menarik tengkukku pelan dan mencium bibirku.
Hingga pagi itu, yang harusnya jalan-jalan pun gagal. Malah ganti olahraga ranjang. Hehe. Selesai olahraga, aku ingin beranjak, namun ditahan oleh mas Agung.
"Nanti dulu." Ucapnya lirih seraya merangkulku.
"Aku lapar mas." Ucapku lirih.
"Sudah aku pesankan, bentar lagi sampai." Ucapnya seraya menatapku.
"Kapan ?" Tanyaku.
"Tadi, pas kamu ke kamar mandi." Ucapnya lirih.
"Jadi kamu pura-pura tidur ?" Tanyaku.
"Hehe, iya." Ucapnya seraya tertawa kecil.
"Ish nakal." Ucapku.
"Ay, jangan banyak gerak. Nanti Agung kecil bangun." Ucapnya.
"Biarin." Ucapku seraya menggoda.
"Ay, jangan gitu. Nanti aku makan kamu." Ucapnya.
"Silahkan." Ucapku menantang.
Membuat mas Agung langsung berada di atas tubuhku. Dan memulai kembali. Tak berselang lama pesanan pun datang.
"Biar aku saja." Ucapnya.
"Iya." Ucapku seraya menutup tubuhku dengan selimut.
^^^Tak lama, mas Agung kembali dan menyuapi aku. Lalu gantian dirinya yang makan. Selesai itu, dia mandi. Sementara aku memilih istirahat sejenak.^^^
"Ay." Panggil suamiku.
"Besok pulang jam 2 malam ya, tadi pihak kantor menghubungi aku." Ucapnya lirih seraya menciumku.
"Iya mas." Ucapku.
"Yuk jalan." Ucapnya.
"Nanti saja." Ucapku.
"Kenapa ?" Tanyanya.
"Mau tidur dulu." Ucapku sedikit bohong.
"Masih mau ?" Tanyanya.
"Ish, apaan sih." Ucapku mencebik kesal.
...Melihat wajahku kesal, suamiku makin senang dan menggodaku lagi. Dan saat hendak ingin membalas, tiba-tiba merasa pusing dan mual. Cepat-cepat aku ke kamar mandi, dengan memakai selimut diikuti suamiku dari belakang....
"Kamu kenapa sayang ?" Tanya suamiku lembut.
"Enggak tahu mas, tiba-tiba pusing dan mual." Ucapku jujur.
"Wajah kamu pucat banget ay." Ucapnya penuh khawatir.
"Mungkin masuk angin." Ucapku seraya melangkah dan menjatuhkan tubuhku di tempat tidur.
"Ya sudah, aku belikan obat dulu ya." Ucap suamiku.
"Iya." Ucapku.
^^^Sepeninggal mas Agung, lagi-lagi perutku terasa mual. Aku lalu berlari ke kamar mandi, dan memuntahkan semua isi perut. Tak lama suamiku sudah kembali dan langsung menghampiri aku. ^^^
"Masih mual ?" Tanyanya.
"Masih." Ucapku lirih.
__ADS_1
"Wajahmu pucat, tapi tidak panas. Apa kamu hamil ay ?" Tanya suamiku lembut.
"Enggak mungkinlah mas, aku bulan ini masih haid kok." Ucapku.
"Aku panggil bidan saja." Ucapnya seraya menghubungi bidan terdekat.
Tak lama bidan yang dihubungi mas Agung datang.
"Assalamualaikum." Salam ibu bidan itu.
"Waalaikumsalam." Jawab suamiku seraya mempersilahkan masuk.
Suamiku pun mulai menjelaskan semuanya, dari awal sampai akhir. Ibu bidan itu pun tersenyum.
"Selamat mas, mbak kalian bentar lagi akan menjadi orangtua." Ucapnya seraya tersenyum.
"Alhamdulillah." Ucap kami berdua.
"Berapa bulan bu ?" Tanya suamiku.
"Lebih tepatnya usg saja mas." Ucap ibu bidan itu.
"Trimakasih bu." Ucapnya.
"Ya sama-sama." Ucapnya seraya pamit.
Sepeninggal ibu bidan, suamiku langsung bersujud syukur dan mencium perutku seraya tersenyum lebar.
"Selamat datang debay, tumbuh jadi anak sholeh dan sholehah ya." Ucap suamiku lirih.
"Iya ayah." Bisikku pelan.
"Dia lalu memelukku dan menciumku berkali-kali. Makasih sayang." Ucapnya seraya menangis.
"Iya mas." Ucapku.
...Setelah percakapan itu, kami pun memutuskan jalan-jalan pusat oleh-oleh. Sesampai di sana, aku lalu membeli aneka buah, dan oleh-oleh untuk Nia,orang tuaku dan mertuaku. Selesai berbelanja, kami pun kembali lagi dan aku pun langsung istirahat sebentar....
Sementara mas Agung memasukkan barang-barang kami dan tak lupa oleh-oleh juga. Selesai priper, suamiku langsung ikut aku tidur. Agar jam 2 dini hari nanti bisa bangun.
Tepat jam 12.30 malam aku terbangun, dan langsung siap-siap. Setelah selesai dan siap, aku lalu membangunkan suamiku.
"Mas, sudah jam 1.30, ayo siap-siap." Ucapku lirih.
"Iya." Ucapnya seraya beranjak melangkah ke kamar mandi.
Setelah selesai barulah kami menunggu pak Ronal menjemput.
"Masih lama ya ?" Tanyaku.
"Bentar lagi, sabar ya cinta." Ucapnya seraya tersenyum.
"Hmm." Ucapku seraya menyandarkan kepalaku di kursi.
"Masih pusing ?" Tanya suamiku.
"Masih." Ucapku.
"Sini aku pijat." Ucapnya.
Aku pun langsung menghampiri suamiku, dan dipijat olehnya.
"Gimana ?" Tanya suamiku.
"Enakan." Ucapku seraya tersenyum.
"Alhamdulillah." Ucap suamiku senang.
Tak lama pak Ronal pun datang dengan langkah tergesa-gesa, takut kami menunggu lama.
"Aduh maaf ya mas, mbak nunggu lama." Ucapnya.
"Enggak apa-apa kok pak." Ucap kami bersama.
__ADS_1