Lamaran Dadakan

Lamaran Dadakan
Liburan Berdua


__ADS_3

...Akhirnya pak Rt, keluarga pak Guntur dan warga sepakat, membawa pak Guntur ke panti jompo. Masalah pun selesai,kini sudah tidak ada lagi yang membuatku takut jika ditinggal suamiku....


Hari-hari pun telah berganti, kini kami berdua sedang menunggu jemputan mobil yang di sewa suamiku untuk liburan. Kami diminta liburan, itu juga rekomendasi Bayu dan yang lain.


Setibanya mobil rental di rumah kami, kami pun langsung beranjak dan menghampiri mobil tersebut lalu bertegur dengan pak sopir.


"Sudah siap ?" Tanya pak sopir.


"Insyaa ALLAH." Ucap kami bersama.


"Sudah yakin, enggak di cek lagi ? Barangkali ada yang ketinggalan ?" Tanya pak sopir itu.


"Enggak kok pak." Ucapku penuh keyakinan.


"Kunci rumah, hp, charger,tas dan yang lain ?" Tanyanya lagi seraya menatap kami.


"Enggak ada pak. Alhamdulillah sudah lengkap." Ucap kami bersama.


"Baiklah. Mari kita berdoa dulu sesuai keyakinan masing-masing." Ucapnya lalu memulai doa.


"Aamiin." Jawab kami bersama.


"Bismillah." Ucapnya seraya menyalakan mesin mobil dan menjalankannya.


Aku kini fokus menatap jalanan, tak jarang ada yang menatapku dengan tajam. Namun tak aku hiraukan, hingga suamiku menarikku tanganku dengan perlahan. Spontan aku langsung menatapnya dan tersenyum.


"Kenapa ?" Tanyaku lembut.


^^^Mendengar ucapanku, pak sopir langsung menekan tombol tutup tirai. Kami yang melihat itu pun, awalnya mengernyitkan kening kami masing-masing. Namun, sedetik kemudian kami langsung faham.^^^


"Tahu saja pak, aku pengen cium istriku." Ucapnya lirih seraya mencium pipiku.


"Hmm, mulai deh." Ucapku.


"Hehe, aku enggak sabar pengen cepat malam." Ucapnya seraya tersenyum.


"Ck, tau ah." Ucapku seraya menatap kembali jendela.


Melihatku demikian, suamiku langsung merebahkan kepalanya di pahaku.


Cup


"Cepetlah isi ya ALLAH." Ucapnya seraya berdoa.


"Aamiin." Ucapku seraya tersenyum.


Tak terasa kami sudah menempuh setengah perjalanan, tak terasa juga kami sudah tertidur lelap di mobil. Hingga sayup-sayup terdengar suara ketukan pintu jendela mobil, kami pun mengerjabkan mataku dan terbangun.


"Maaf mengganggu istirahat kalian, ini sudah waktunya makan siang. Mari makan siang dulu." Ucapnya seraya tersenyum.


"Ya." Ucap kami berdua.


Namun saat akan keluar, aku menarik tangan suamiku.


"Kenapa ?" Tanyanya.


"Di rapiin dulu rambutmu dan cuci muka dulu." Ucapku seraya tersenyum.


"Maaf lupa." Ucapnya seraya tersenyum.


"Dimaafkan selalu." Ucapku seraya tersenyum.


Selesai mencuci dan merapikan, kami pun menyusul pak sopir tadi, yang aku sendiri belum kenal siapa namanya.


"Mas, pak sopir tadi namanya siapa ?" Tanyaku.

__ADS_1


"Namanya pak Ronal." Ucapnya seraya tersenyum dan memelukku.


"Oh." Ucapku.


Sesampai di rumah makan, kami pun langsung makan yang sudah tersaji. Tak lupa juga pak Ronal memberikanku sebuah bingkisan kecil. Yang aku sendiri belum tahu isinya apa.


"Ini untukmu mbak." Ucapnya sopan.


"Terima kasih pak, kalau boleh tahu ini isinya apa ya ? Ucap dan tanyaku.


"Rahasia. Boleh dibuka setelah sampai tujuan." Ucapnya seraya tertawa.


"Oh gitu." Ucapku seraya tersenyum.


Sementara mas Agung nampak tersenyum ramah dengan kami.


...Selesai makan dan istirahat sejenak, kami pun langsung melanjutkan perjalanan yang masih lama. Sesampai di mobil, aku dan yang lain langsung masuk. Tak menunggu waktu lama, kami pun sudah meninggalkan rumah makan....


"Ay, apa kamu bahagia ?" Tanya suamiku lembut.


"Bahagia mas." Ucapku jujur.


"Serius ?" Tanyanya.


"Iya." Ucapku seraya tersenyum.


...Sepanjang perjalanan suamiku terus mengajakku mengobrol, hingga tak sadar aku tertidur di bahunya. Melihatku tertidur dia tersenyum lebar. Maafin aku Tri, yang masih egois. Dan masih sering memarahi dan mengekang kamu, itu semua aku lakukan karena aku takut kehilangan kamu. Bertahun-tahun aku menunggumu, dari usia kamu 8 tahun sampai sekarang. Bersyukur kamu mau terima lamaranku. Ucapnya seraya mengecup keningku....


Merasa ada yang menyentuh keningku, aku lalu terbangun dan menatapnya.


"Sudah bangun ?" Tanyanya seraya tersenyum.


"Ya." Ucapku.


"Belum." Jawabku seraya menyandarkan kepalaku di kursi.


"Masih ngantuk ?" Tanyanya.


"Iya." Jawabku seraya memejamkan mata.


"Tidurlah, maaf sudah mengganggu." Ucapnya lirih.


"Iya." Ucapku seraya memeluknya.


"Hmm, kenapa ?" Tanya suamiku.


"Enggak cepat tidur kalau enggak begini." Ucapku lirih.


"Udah kecanduan ya ?" Tanyanya seraya tersenyum.


"Iya." Ucapku.


Tak terasa kami sudah sampai di lokasi. Setibanya di sana, mas Agung membopongku karena enggak tega juga membangunkan aku. Pak sopir yang melihat itu, nampak tersenyum.


"Masih baru dibopong, udah lama di apaan tu ?" Tanyanya.


"Di gendong pak." Jawab suamiku seraya tertawa.


"Aamiin." Ucap pak Ronal.


"Aamiin ya ALLAH." Jawab suamiku lagi.


...Sesampai di kamar, mas Agung merebahkan tubuhku di kasur dengan perlahan. Tidur yang nyenyak ya. Ucapnya seraya menutupi tubuhku dengan selimut. ...


Sementara di rumah Bayu, Nia sedang asik membaca buku serta menunggu sang suami pulang. Tak terasa Bayu kini sudah sampai rumah.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Salam Bayu.


"Waalaikumsalam kak." Jawab Nia seraya takzim.


"Sudah makan ?" Tanya Bayu lembut.


"Belum." Ucapnya.


"Tadi siang ?" Tanyanya lagi.


"Sudah." Ucapnya seraya tersenyum.


"Pintar, masak apa dek ?" Tanya Bayu.


"Masak oseng sawi campur udang dan bakso goreng." Ucap Nia.


"Wah pasti enak ni." Ucapnya.


"Insyaa ALLAH." Ucap Nia.


"Ya sudah aku mandi dulu ya." Ucap Bayu seraya berlalu.


"Ya kak." Ucap Nia.


Selesai mandi, Bayu langsung mengambil pakaian dan celana lalu menyusul Nia.


"Dek, besok aku berangkat lebih awal. Kamu enggak apa-apakan aku tinggal lebih awal ?" Tanyanya lembut.


"Enggak apa-apa kak, lagian aku kalau kangen kamu bisa video call." Ucapnya seraya tersenyum.


"Alhamdulillah." Ucap Bayu seraya mencium Nia.


"Kak, jangan mulai deh. Nanti debaynya minta lebih." Ucapnya absurd.


^^^Bukannya menjawab dan menyudahi, Bayu makin agresif. Sementara Nia, semenjak hamil dia selalu minta lebih dan lebih. Hingga membuat Bayu kualahan. ^^^


"Kak tutup dulu pintunya." Ucap Nia lagi.


"Ya sayang." Ucap Bayu lalu menutup pintu dan menguncinya.


...Sementara aku yang baru bangun langsung beranjak ke kamar mandi. Untuk mandi dan segera sholat. Selesai semua, aku lalu berhias dan langsung mencari mas Agung. ...


Dia dimana ?" Tanyaku lirih.


Saat melihat ke arah kanan, terlihat suamiku melambaikan tangannya dan tersenyum kepadaku. Aku pun langsung menghampirinya dan bertanya.


"Kemana saja mas ?" Tanyaku dengan lembut.


"Lihat-lihat tempat yang indah saja." Ucapnya seraya tersenyum.


"Hmm." Ucapku seraya tersenyum.


"Baru bangun ?" Tanya suamiku.


"Iya, maaf ya." Ucapku.


"Enggak apa-apa ay." Ucapnya seraya tersenyum lagi.


^^^Kami pun berjalan menuju bangku yang kosong dan pesan makanan di sana. Setelah pesan, tak lama makanannya pun datang. Dan kami langsung makan. ^^^


...Selesai makan dan membayar, kami langsung berjalan sebentar. Hingga tak terasa waktu sudah larut malam. Aku yang sedari tadi menatap suamiku menguap, langsung mengajaknya kembali ke motel. ...


"Dah malam, balik yuk." Ajakku.


"Iya sayang." Ucap suamiku seraya membopongku.

__ADS_1


__ADS_2