
Tak terasa waktu pun cepat berlalu, semua karyawan berbondong pulang. Sementara mas Agung menghampiri aku di taman.
"Pulang yuk." Ajaknya.
"Ayo." Ucapku lirih.
Kami lalu naik langsung naik motor, setelah naik, barulah mas Agung melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"Mau makan malam pakai apa sayang ?" Tanya suamiku.
"Bakso saja mas, kebetulan lagi pengen bakso." Ucapku.
"Baiklah." Ucapnya.
Sesampai di tempat, mas Agung langsung pesan dan di bungkus. Tak berselang lama bakso yang di pesan pun jadi.
"Berapa pak ?" Tanya suamiku.
"20 ribu mas." Ucapnya seraya tersenyum.
"Ini pak." Ucapnya seraya memberikan uang.
"Ya, makasih." Ucap bapak itu seraya tersenyum.
"Ya." Ucapnya seraya tersenyum.
Tak berselang lama kami sampai di rumah, aku lalu membersihkan rumah dan lalu mandi. Selesai mandi, aku terkejut karena mas Agung menghadang jalanku.
"Kenapa ?" Tanyaku.
"Bikin debay yuk." Ajaknya seraya menatapku.
"Masih sore, aku laper." Ucapku jujur.
"Hmm, ya udah." Ucapnya seraya masuk kamar mandi.
Hmm, soal gituan saja cepat, giliran aku izin keluar enggak boleh. Ucapku bermonolog sendiri.
Sesampai di kamar, aku menyiapkan bajunya dan berhias. Setelah selesai semua, aku lalu keluar dan makan. Tak lama suamiku sudah selesai mandi dan memakai baju, lalu menyusulku.
"Tumben banyak ?" Tanya suamiku.
"Ya, biar strong." Ucapku absurd.
Membuat suamiku langsung tersedak dan langsung ku ambilkan minum.
"Kalau makan hati-hati mase." Ucapku seraya menyerahkan gelas itu kepadanya.
"Iya." Ucapnya seraya tersenyum.
...Selesai makan,mencuci dan membersihkan meja, aku lalu keluar teras sebentar untuk menyirami tanaman di teras. Selesai itu, aku langsung ke dalam lagi, menonton tv bersama suamiku....
"Kamu kenapa ?" Tanya suamiku.
"Enggak apa-apa." Ucapku seraya merebahkan tubuhku di sofa.
"Ay." Panggil suamiku.
"Hmm." Ucapku.
"Tadi aku dapat surat pindah lagi, namun di luar Jawa." Ucapnya seraya menatapku.
"Terus, kamu terima ?" Tanyaku.
"Enggak." Ucapnya.
__ADS_1
"Alhamdulillah." Ucapku.
"Iya." Ucapnya seraya beranjak dan menutup pintu lalu menghampiri aku.
"Mau ngapain ?" Tanyaku.
"Mau kamu." Ucapnya seraya tersenyum.
"Ck, nanti mas." Ucapku lirih seraya melihat acara tv.
"Kelamaan." Ucapnya lalu membopongku dan membawaku ke kamar.
Namun sayang, ada tamu dadakan. Dia lalu menurunkan aku, dan melangkah membuka pintu.
"Assalamualaikum." Salam pak Roni.
"Waalaikumsalam." Ucap suamiku dengan wajah kesel.
"Kenapa ?" Tanya pak Roni.
"Enggak apa-apa." Ucapnya seraya mempersilahkan pak Roni masuk.
Sementara aku tertawa geli melihat wajah suamiku. Dan langsung melangkah ke dapur, membuatkan minuman untuk mereka.
"Ngapain ?" Tanya suamiku.
"Bikin minum." Ucapku seraya tersenyum.
"Oh." Ucapnya seraya mendekati aku dan langsung menciumku.
"Ish, ada pak Roni mas, sabarlah." Ucapku lirih.
"Iya." Ucapnya seraya mengambilkan nampan dan langsung keluar.
"Silahkan pak." Ucapku.
"Sama-sama." Ucapku lirih.
^^^Aku lalu meninggalkan mereka, dan memutuskan di kamar. Sayup-sayup obrolan mereka terdengar di telingaku. Mereka membahas tentang pekerjaan dan berencana liburan lagi. Mendengar itu, aku bergumam sendiri katanya suruh hemat, tapi malah rencana liburan.^^^
Tepat jam 8 malam, pak Roni pamit pulang. Sementara aku sudah tertidur sendiri di kamar sedari selesai sholat isya. Sementara mas Agung memanggilku berulanh, namun tidak aku sahut ataupun mendekatinya.
"Dia kemana ? Tanyanya lirih.
...Sesampai di kamar, dia menggelengkan kepala seraya tersenyum. Pantas diam, kamunya sudah tertidur. Ucapnya lalu mendekati aku dan menciumku....
"Mas, aku ngantuk." Ucapku seraya pindah posisi.
"Bentar saja ay." Ucapnya.
Aku langsung menatapnya, karena kasian, aku lalu menganggukkan kepala. Melihat sudah di beri lampu hijau, suamiku langsung beraksi, dan tepat jam 12 malam dia menyudahi.
"Semoga segera muncul Agung junior di dalam rahimmu sayang." Ucapnya seraya mencium perutku.
"Aamiin." Ucapku seraya tersenyum.
Pagi hari pun tiba, aku dan suamiku sudah selesai dan suamiku pun sudah akan bersiap untuk bekerja.
"Ay, nanti siang aku makan di rumah." Ucapnya seraya tersenyum.
"Iya mas." Ucapku seraya takzim.
"Ya sudah aku berangkat dulu ya." Ucapnya seraya mencium keningku.
"Iya hati-hati." Ucapku.
__ADS_1
"Iya. Assalamualaikum." Ucap dan Salamnya.
"Waalaikumsalam." Ucapku.
...Sepeninggal mas Agung, aku lalu menutup pintu rumah, sesuai perintahnya. Selesai menutup pintu, aku lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci pakaian kami. Setengah jam aku sudah menyelesaikan cucian dan lalu menjamurnya di halaman belakang. ...
Sementara di rumah Bayu, Bayu merasa gemas atas ulah Nia. Gimana enggak gemas, rumah sudah bersih langsung dikotori Nia.
"Nia, hargai jerih payahku kenapa sih." Ucapnya lirih.
"Kenapa sih ?" Tanya Nia balik.
"Ini rumah sudah bersih, tapi kamu kotori lagi mau kamu tu apa ?" Tanya Bayu.
"Aku mau kamu di rumah dulu. Tidak ada penolakan titik." Ucapnya seraya mendekati Bayu.
"Aku harus kerja sayang." Ucap Bayu lembut.
"Tapi aku pengen sehari ini saja, dirumah." Ucapnya seraya menangis.
Melihat itu, Bayu langsung menenangkan Nia. Dan mengambil gawainya lali menelpon seseorang.
Sementara di kantor, sudah banyak orang yang datang dan langsung bekerja.
"Pagi pak." Ucap suamiku seraya tersenyum.
"Pagi." Jawab pak Roni datar.
"Yuk jalan." Ucap pak Roni lagi.
"Iya." Jawab suamiku.
Saat dalam perjalanan, suamiku melihatku yang kedatangan tamu pria asing. Pak Roni yang paham, langsung putar arah dan setelah itu menghentikan motornya.
"Ada apa ini ?" Tanya suamiku tiba-tiba.
Melihat suamiku datang, aku lalu mendekati dia.
"Ini lho mas, masnya ini tiba-tiba main masuk rumah kita. Padahal sudah jelas pintunya aku tutup. Pas aku tanya, katanya ada yang masuk." Ucapku jujur.
"Benar begitu mas ?" Tanya suamiku.
^^^"Iya mas, saya tadi lihat ada yang masuk makanya saya beranikan diri untuk masuk. Maaf sebelumnya kalau saya terkesan tidak sopan. Tapi kalian bisa lihat ini." Ucapnya seraya memberikan hpnya kepada kami. ^^^
...Melihat rekaman itu, aku langsung memegang lengan suamiku, suamiku yang melihatku demikian langsung merangkul pinggangku. Dan tak lama dia memintaku menunggu di luar. Aku pun hanya menurut, karena di luarjuga ada pak Roni. ...
15 menit berlalu, mereka pun keluar dengan membawa seseorang yang tertutup wajahnya. Dan langsung di bawa ke rumah pak Rt. Sesampai di rumah pak Rt, topeng itu langsung di buka. Alangkah terkejutnya mereka, yang tertangkap adalah tetangga depan rumah, namun beda desa.
"Astagfirullah." Ucap mereka semua.
"Mau bapak apa ?" Tanya suamiku.
"Aku jatuh cinta sama istrimu." Ucapnya seraya menatap suamiku.
"Ya ALLAH, eling pak anda sudah sepuh dan sudah punya istri juga apa masih kurang ?" Tanya pak Rt.
"Masih." Ucapnya.
"Astagfirullah." Ucap mereka semua.
"Ini gimana pak ?" Tanya suamiku kepada pak Rt.
"Sabar mas, kita panggil keluarga pak Guntur kemari." Ucapnya seraya melangkah keluar.
Setibanya sang istri, sang Istri pun nampak biasa saja dan menjawab.
__ADS_1
"Saya pasrahkan sama pak Rt saja, saya susah nyerah." Ucapnya seraya berlalu.
Sepeninggal istrinya, pak Guntur diam membisu. Sedangkan mas Agung sudah izin pulang. Dia langsung menemuiku, dan menyuruhku mengunci pintu. Aku pun menurutinya.