Lamaran Dadakan

Lamaran Dadakan
Melamar Nia


__ADS_3

Paginya aku langsung membersihkan rumah, tak lupa membantu merias adik ipar.


"Kak, kok aku takut gini ya kak." Ucapnya.


Membuat aku langsung menatapnya dan memberi dia saran terbaik.


"Zikir, biar takutmu berkurang." Ucapku lirih.


"Sudah kak." Ucapnya lirih.


"Lakuin terus." Ucapku lirih.


Tepat jam 9 pagi, rombongan keluarga Bayu sudah datang. Mas Agung, bapak dan pak Rt menyambut mereka.


"Assalamualaikum." Sapa mereka.


"Waalaikumsalam. Mari langsung masuk." Ucap mereka semua.


"Kak, aku takut mereka enggak menerima aku." Ucapnya lirih.


"Dek, hilangkan pikiran negatif thinking kamu." Ucapku lembut.


"Iya kak." Ucapnya.


Tak lama emak masuk ke dalam.


"Ayo." Ajaknya.


"Kak." Panggil Nia.


"Yuk." Ajakku seraya menggenggam tangannya.


"Bismillah." Ucap kami bersama.


"Ya ini dia neng cantik jelita." Ucap Mc itu.


"Waduh, ini yang dilamar yang tengah atau yang kanan nih ?" Tanya saudara Bayu.


...Membuat mereka langsung menatap kami, namun aku hanya cuek dan tetap memberikan senyuman. Sementara suamiku menarik nafas panjang. ...


"Kenapa ?" Tanya pak Roni dan Bayu.


"Gerah." Ucapnya seraya tersenyum.


"Gerah atau cemburu ?" Tanya mereka bersama seraya tersenyum.


"Dua-duanya." Ucapnya lirih.


Membuat mereka tertawa kecil dan Bayu langsung berkata.


"Bercanda brow, masa gitu saja enggak faham." Ucapnya seraya tertawa.


"Bercanda ada batasannya." Ucapnya seraya menatapku.


"Iye bang." Ucap Bayu kegirangan.


Tak lama, acara tukar cincin pun dilaksanakan. Namun lagi-lagi Nia menarik tanganku, hingga jadi bahan candaan mc.


^^^Tapi tetap aku turuti, karena kalau aku tolak dia enggak bakal maju. Alhamdulillah mereka semua memaklumi. Selesai tukar cincin, rokku ditarik mas Agung. Aku tersenyum dan langsung duduk di sebelahnya. ^^^


"Kenapa ?" Tanyaku.


"Kangen." Ucapnya lirih, namun masih bisa kami dengar.


"Ck, modusnya." Ucap pak Roni.


"Sirik aja kamu." Ucap suamiku.


"Kamu itu terlalu bucin." Ucapnya lagi.


...Setelah selesai acara tukar cincin, acara pun berakhir dengan lancar dan bahagia. Kami sekeluarga pun mengantarkan mereka hingga ke luar teras. ...


"Sebulan lagi kita nikah." Ucap Bayu lirih.


"Iya kak." Ucapnya seraya tersenyum.


"Ingat jangan banyak fikiran." Ucapnya seraya tersenyum lagi.


^^^Sepeninggal mereka, kami langsung masuk dan membersihkan rumah. setelah selesai, emak bapak dan tetangga lain pada pulang. Sementara Nia, memilih tinggal di rumah kami.^^^


"Cie yang bentar lagi merit." Goda suamiku.


"Ish kakak, ngagetin saja." Ucapnya seraya cemberut.


"Tumben berdiri disini ?" Tanya suamiku.


"Aku liatin kakak ipar gesit banget kak. Padahal umur kita cuma beda 2 tahun, tapi dia gesit banget." Ucapnya lirih.


"Iya, karena sudah terbiasa. Nanti kamu lama-lama juga gesit." Ucapnya lirih.


"Apa aku bisa kak ?" Tanyanya.


"Pasti biar. " Ucapnya.

__ADS_1


"Aamiin." Jawab Nia.


"Sudah sana bantuin kakak ipar." Ucap suamiku.


"Ok kak." Ucapnya seraya tersenyum.


"Kak, masih lama ya ?" Tanya Nia.


"Enggak kok dek." Ucapku.


"Aku bantuin ya kak." Ucapnya.


"Ya sudah sini." Ucapku.


Kami pun saling gotong royong, dan memulai pekerjaan yang lain lagi.


"Kak, boleh tanya enggak ?" Tanya Nia.


"Boleh." Ucapku.


"Kemarin pas kakak menikah rasanya gimana ?" Tanya Nia.


"Ya biasa aja." Ucapku seraya tersenyum.


"Masa sih kak ?" Tanyanya.


"Iya." Ucapku.


Setelah selesai aktivitas, kini kami duduk di teras. Sementara suamiku sedang keluar.


"Kak,kak Agung kemana ?" Tanya Nia.


"Lagi keluar." Ucapku.


"Hmm." Ucapnya.


"Kak, kalau kakakku sedang marah hal apa yang akan kakak lakukan ?" Tanya Nia.


"Ya mendekatinya dan memeluknya." Ucapku lirih.


"Kalau dia enggak mau ?" Tanya Nia.


"Alhamdulillah kakakmu selalu mau." Ucapku seraya tersenyum.


"Yang benar kak ?" Tanya Nia.


"Iya." Ucapku.


"Wah, berarti benar dong kakak orang spesial." Ucapnya.


"Bukanlah kak." Ucapnya.


Tanpa sadar Bayu pun datang dan tak lama suamiku juga datang.


"Assalamualaikum." Salam mereka.


"Waalaikumsalam." Ucap kami bersama.


Aku lalu takzim kepadanya, begitupun dengan Nia.


"Ay capek." Ucapnya.


"Yuk masuk." Ajakku.


Sementara mereka berdua tersenyum saling memandang.


"Maaf ya kak, masih canggung." Ucapnya.


"Iya enggak apa-apa." Ucap Bayu seraya tersenyum.


Sementara aku langsung membuatkan suamiku minum.


"Minum dulu mas." Ucapku.


"Makasih ay." Ucapnya.


"Sama-sama." Ucapku.


"Ay, besok temani aku ya." Ucap suamiku.


"Kemana ?" Tanyaku.


"Ke rumahnya bos." Ucap suamiku.


"Iya." Jawabku lembut.


...Malam pun tiba, diluar nampak hujan deras, akhirnya mas Agung pun minta izin pak Rt kalau Bayu menginap. Alhamdulillah pak Rt menyetujui. Dan Bayu pun tidur di kamar tengah. ...


"Mas, besok berangkat jam berapa ?" Tanyaku.


"Jam 8 ay." Ucapnya.


"Ya sudah, sebaiknya kita tidur yuk." Ajakku.

__ADS_1


"Ya." Ucapnya seraya melangkah masuk kamar. Sementara calon pengantin, sudah berada di kamar masing-masing.


Sesampai di kamar, mas Agung langsung memeluk tubuhku erat dan memejamkan mata. Begitu juga denganku.


Namun tidak dengan calon pengantin, mereka sama sekali tidak bisa tidur. Ck, Ish kenapa susah tidur gini sih. Ucap Bayu dan Nia.


Mending keluar aja lah." Ucap mereka.


Saat keluar bersama, mereka saling pandang dan lalu tertawa.


"Enggak bisa tidur juga ya ?" Tanya Bayu.


"Iya kak." Ucap Nia.


Mereka pun akhirnya berada di ruang tengah, dan saling merebahkan tubuh masing-masing.


"Tidurlah." Ucapnya seraya memeluk Nia.


"Iya kak." Ucapnya lirih.


Tepat sepertiga malam, aku terbangun, lalu sholat dan mengaji. Selesai itu, aku lalu bersih-bersih rumah. Dan mataku membola melihat mereka tidur bersama.


"Nia, bangun." Ucapku lirih.


Namun bukan Nia yang bangun, tapi malah Bayu.


"Udah biar aku pindahkan saja ke kamar." Ucapnya seraya membopongnya.


"Makasih." Ucapku.


"Iya, dia kan calon istriku." Ucapnya seraya tersenyum.


Aku pun mengikuti Bayu, sesampai di kamar, Nia lalu diturunkan. Sementara Bayu langsung menutupi tubuh Nia dengan selimut.


"Kamu jam segini sudah bangun ?" Tanya Bayu.


"Alhamdulillah sudah." Ucapku.


"Pantes Agung begitu bucin sama kamu. Kamunya saja rajin banget." Ucapnya.


"Alhamdulillah, moga sampai kapanpun tetap rajin." Ucapku lirih.


"Ya sudah ya, aku lanjutin dulu." Ucapku.


"Ya." Ucapnya.


Selesai bersih-bersih dan masak nasi dan juga sarapan, aku lalu mandi dan sholat subuh. Barulah aku membangunkan suamiku.


"Mas, bangun." Ucapku.


"Hmm, jam berapa ay ?" Tanyanya.


"Jam 4.30." Ucapku.


"Oh." Ucapnya seraya menciumku.


"Mandi gih mas, habis itu sholat terus sarapan." Ucapku.


"Iya." Ucapnya lirih.


Selesai semua, aku pun membangunkan calon pengantin.


"Nia bangun." Ucapku.


"Bayu bangun." Ucap mas Agung.


Mereka pun keluar bersama, dan Bayu menunggu Nia selesai mandi.


^^^Sementara aku dan mas Agung, menunggu mereka di meja makan. Suamiku bergelayut manja di bahuku, sementara aku mengelus lembut kepalanya. Tanpa sadar, mereka menatap kami. ^^^


"Mari makan." Ucap Nia Mengagetkan kami.


Mas Agung langsung terbangun dan tak lama ikut makan.


Selesai makan, aku langsung mencuci piring dan menyimpan kembali lauknya di almari.


Sementara mas Agung dan Bayu sedang siap-siap.


"Ay, dasiku dimana ?" Tanya suamiku.


Mendengar hal itu, aku lalu mendekati suamiku dan masuk kamar. Lalu memakaikan dasinya. Setelah selesai aku hendak keluar, namun di cegah suamiku.


"Minta penyemangat dulu dong." Ucapnya.


Cup


"Lagi." Ucapnya.


"Nanti lagi." Ucapku lirih.


"Tunggu." Ucapnya seraya menciumku.


"Makasih." Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Sama-sama." Ucapku lirih.


Sesampai di luar, mereka pun berangkat bersama.


__ADS_2