Lamaran Dadakan

Lamaran Dadakan
Malam Jebol Gawang


__ADS_3

...Setelah perbincangan itu, kami asik nonton tv bersama. Dan tanpa terasa aku tertidur di ruang tv, melihatku tertidur mas Agung tersenyum manis ke arahku. ...


^^^Insyaa ALLAH, ay aku enggak kaya gitu. Mau kamu enggak sekolahpun, kalau ALLAH menakdirkan kita bersama. Pasti bersama juga sayang. Ucapnya seraya memindahkan aku ke kamar. Lalu menutup pintu dan mematikan tv dan menyusulku tidur. ^^^


...Tepat jam 3 sore, aku terbangun. Astaga aku dimana nih ? Tanyaku lirih seraya melihat di sampingku. Senyum pun terbit di bibirku, alhamdulillah ya ALLAH kau hadirkan dia dalam hidupku. Ucapku seraya bangun perlahan. Dan langsung mengambil baju, lalu mandi. ...


20 menit berlalu, aku selesai mandi. Aku lalu berhias dan ibadah juga ngaji. Selesai semua, aku langsung membangunkan suamiku.


"Mas, bangun sudah sore." Ucapku.


"Hmm, iya." Jawab suamiku seraya memelukku dan menciumku.


"Mau kemana ?" Tanyanya.


"Enggak kemana-mana." Ucapku lirih.


"Mau main ?" Tanyanya.


"Enggak, badanku masih capek." Ucapku seraya mengambilkan baju ganti untuknya.


"Hmm." Jawabnya seraya berlalu.


^^^Aku pun mengikuti dia, hingga saat sampai di luar aku lalu mengangkat jemuran kami. Lalu melipatnya, setelah selesai aku lalu menyapu meletakkan baju kami di keranjang. ^^^


Malam pun tiba, setelah sholat dan selesai makan kami menonton televisi sebentar.


"Mas, besok pagi bantu aku mengemasi barang-barang yang." Ucapku.


"Iya sayang." Ucapnya seraya tersenyum.


"Tapi malam ini bolehkan ?" Tanyanya.


"Ish, mesum." Ucapku seraya ke dapur mengambil minum.


"Enggak apa-apa kan sama istri sendiri." Ucapnya seraya tertawa.


Membuat aku merinding. Ya ALLAH haruskah malam ini ?" Tanyaku lirih.


Selesai minum, aku pun kembali lagi keluar. Namun sayangnya tv sudah di matikan, pintu sudah di kunci dan lampu pun juga sudah mati.


Saat aku berjalan, tiba-tiba dia merangkul tubuhku dan meminta haknya. Jujur aku masih takut, namun aku enggak mau dia marah lagi seperti kemarin malam. Akhirnya aku menyetujui permintaan dia.


"Aku minta hakku." Ucapnya lirih seraya mencium pipiku.


"Ya mas. Tapi doa dulu ya." Ucapku lirih.


"Baiklah." Ucapnya seraya membopongku masuk kamar.


...Sesampai di kamar, kami berdoa bersama. Selesai doa, aku minta izin dulu ke dapur mau ambil minum dan tak lupa minum pil kb. Aku belum siap hamil, bukan karena enggak mau. Namun belum siap saja. Mengingat usiaku remaja, belum tepat untuk dibuahi. Selesai minum, barulah aku kembali. ...


"Sudah ?" Tanyanya seraya tersenyum.


"Sudah." Ucapku lirih.


"Enggak ke kamar mandi sekalian ?" Tanyanya.


"Belum." Ucapku seraya mendekatinya.


^^^Kami pun saling pandang, dia semakin maju ke depan mendekati aku. Dan ritual pun di mulai. Tepat jam 12 malam, dia baru terlelap. ^^^


"Makasih ay, kamu sudah menjaganya untukku." Ucapnya seraya menciumku.


"Sama-sama mas." Ucapku seraya tersenyum.


...Tepat jam 3 pagi, aku terbangun. Badanku terasa sakit semua, apalagi bagian bawahku. Namun ada rasa bahagia dalam diriku, bisa memberikan kesucianku kepada pasanganku. ...


Aku lalu mandi dan sholat. Selesai itu aku mulai mencuci lagi dan beraktivitas layaknya ibu rumah tangga pada umumnya.


Selesai semua, aku lalu ke kamar lagi. Tanpa membangunkan dia. Jujur area intiku masih sakit. Au, sakit banget. Ucapku lirih.


Tak berselang lama mas Agung bangun. Dia menatapku.


"Kenapa ?" Tanyanya seraya mendekati aku.

__ADS_1


"Sakit." Ucapku lirih.


"Dia lalu bangun dan melihat area intiku. Aku olesi cream ini dulu. Tahanlah nanti pasti sembuh." Ucapnya seraya mengoleskan criem itu.


^^^Aku pun hanya menurut, dan setelah selesai dia memintaku di kamar saja dulu. Aku pun mengiyakan. Tak lama dia keluar dan mandi, sepeninggal suamiku terdengar suara gawainya berbunyi aku langsung mengangkatnya.^^^


("Halo assalamualaikum." Ucap dan salamku.)


("Sonia ya ini, tolong sambungkan ke mas Agung dong sayang." Ucapnya.)


("Maaf saya bukan Sonia, tapi istrinya." Ucapku jujur.)


("Jangan ngaco deh kamu." Ucapnya seraya tertawa.)


Aku pun langsung keluar dan mengetuk pintu kamar mandi dengan pelan.


"Ya." Jawab suamiku di dalam.


"Ini." Ucapku seraya menyerahkan gawai itu kepadanya dan langsung berlari.


Dia terdiam lalu melihat nomer hp itu. Astagfirullah, apa sih maunya dia. Ucapnya seraya menyusulku.


Dia lalu meletakkan gawainya di nakas, dan mulai berbicara padaku.


"Kenapa ?" Tanyanya lembut.


Aku pun langsung ingin beranjak keluar, namun berhasil ia tahan.


"Aku mohon jangan seperti ini, dengerin penjelasanku dulu. Ok." Ucapnya seraya memelukku.


"Dia siapa mas ?" Tanyaku lembut.


"Mantan pacar aku." Ucapnya jujur.


"Kenapa dia masih mengganggu kamu ?" Tanyaku.


"Aku enggak tahu, dia dapat nomerku darimana tapi yang pasti aku sudah tidak pernah menanggapi dia." Ucapnya jujur.


"Bohong." Ucapku.


Aku langsung menatapnya dan tak ku temui kebohongan di Ucapannya.


"Maaf." Ucapku.


"Bukan salah kamu ay." Ucapnya seraya memeluk tubuhku erat.


Setelah perdebatan tadi, kami memutuskan makan di luar. Dan mampir ke rumah pak Roni dan Bayu.


Sesampai di rumah Bayu, mas Agung pun minta tolong kepadanya.


"Brow, bisa tolongin aku enggak ?" Tanya suamiku.


"Apa ?" Tanyanya.


"Biasa brow, mantanku." Ucapnya.


"Ck, masih ganggu lagi ?" Tanyanya.


"Iya." Ucap suamiku.


"Bener-bener itu cewek, mesti gue gitu yang maju." Ucapnya seraya menggelengkan kepala.


"Hmm." Jawab suamiku seraya menatapku yang menundukkan wajah.


Menyadari itu, mas Agung lalu pindah tempat dan duduk di sebelahku seraya menggenggam tanganku. Spontan aku menolehnya dan tersenyum ke arahnya.


"Tolong banget ya." Ucapnya.


"Beres." Ucapnya seraya tertawa.


"Kalau gitu kita pamit dulu ya." Ucapnya seraya pamit.


"Buru-buru banget." Ucapnya.

__ADS_1


"Iya, mau mampir ke rumah pak Roni." Ucap suamiku.


"Ok." Ucapnya.


Sementara aku hanya menyunggingkan senyum.


...Sepeninggal kami, Bayu langsung berkata lirih. Pantes kamu klepek-klepek sama dia Gung, dianya saja cuek dan dingin. Persis yang kamu butuhkan. Moga kalian langgeng. Aamiin. Ucap Bayu....


Di sepanjang jalan aku nampak merenung, seperti apa kehidupanku nanti. Saat asik merenung, tanganku disentuh mas Agung.


"Sudah sampai ay." Ucapnya.


"Oh iya mas." Ucapku seraya melepas helm.


Kami berdua pun mengucapkan salam.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Ucap pak Roni.


"Masuk Gung, Tri." Ucapnya seraya mempersilahkan kami masuk.


"Habis darimana ni ?" Tanyanya.


"Dari rumah saja pak, mampir kesini." Ucapnya seraya tersenyum dan menatapku.


"Oh." Ucapnya.


"Senin, kamu sudah pindah ya." Ucapnya.


"Iya pak." Ucapnya.


"Wah semoga betah ya disana." Ucapnya tulus.


"Aamiin pak." Ucap kami bersama.


"Oh ya, mau minum apa ?" Tanyanya.


"Apa saja boleh pak." Ucapnya seraya tertawa.


Sementara aku langsung meremas tangannya. Spontan dia menolehku dan tersenyum.


"Bercanda." Ucapnya.


Tak terasa malam pun tiba, kami pun pamit pulang. Aku yang sudah dengan anaknya pak Roni pun langsung pamit. Namun dicegah anaknya pak Roni.


"Tunggu dulu tante cantik." Ucapnya seraya menarik tanganku.


"Ada apa sayang ?" Tanyaku lembut.


"Tante, terima ini ya." Ucapnya seraya memberiku kado.


"Ini apa sayang ?" Tanyaku lagi.


"Buka di rumah saja tante. Itu kado merit untuk kalian." Ucapnya seraya tersenyum.


"Makasih sayang." Ucapku seraya memeluknya.


"Sama-sama tante. Tahun depan mampir kesini lagi ya." Ucapnya.


"Insyaa ALLAH sayang." Ucapku.


^^^Setelah itu kami pun langsung pamit pulang. Sepanjang perjalanan mas Agung menatapku dengan tersenyum. Hingga sampai di rumah, aku lalu turun dan membuka kunci rumah lalu masuk.^^^


"Alhamdulillah." Ucap kami.


Aku pun duduk sejenak seraya membuka kado dari Aisyah, putri pak Roni.


"Masyaallah lucu banget." Ucapku seraya menangis.


"Apa sayang ?" Tanya suamiku.


"Ini mas." Ucapku seraya mengelap air mataku.

__ADS_1


"Masyaallah anak itu." Ucapnya.


Ya Aisyah, memberiku kado kotak musik yang di dalamnya ada 3 orang, 2 orang dewasa dan 1 bayi. Serta tulisan kertas. Semoga segera dapat adik ya om dan tante. Tulis anak itu.


__ADS_2