Lamaran Dadakan

Lamaran Dadakan
Mengadakan Pengajian.


__ADS_3

Malam pun tiba, kini rumah baru kami di datangi banyak tamu.


"Assalamualaikum." Salam mereka semua.


"Waalaikumsalam." Ucap kami bersama.


"Bu Nindi, kangen aku." Ucapku seraya memeluknya dan tersenyum.


"Sama, sekali-kali main ke rumah." Ucapnya seraya tersenyum.


"Insyaa ALLAH bu." Ucap kami bersama.


...Setelah undangan udah pada datang, kami lalu masuk dan memohon doa restu dari mereka, diberkati umurnya,jalan rezeki, rumah tangga yang harmonis dan keturunan yang sholeh dan sholehah. Mereka semua pun mengaamiinkan doa kami. Kini pak Ustad Aiman, mulai membacakan ayat-ayat alquran. Dan ditirukan kami semua....


Selesai mengaji, barulah mulai makan. Aku yang tengah sibuk menyiapkan aneka makanan dan minuman, dipandang terus oleh suamiku. Bayu, pak Roni dan rekan-rekan yang lain menatap wajah suamiku lalu tak lama tangan Bayu menyentuh keningku suamiku. Reflek suamiku menatapnya, dan menyingkirkan tangannya.


"Ganggu saja." Ucapnya.


"Pis men." Ucap Bayu seraya mengangkat 2 jarinya.


"Mbak, yang di bagian bapak-bapak belum. Aku malu." Ucap tetangga sebelah rumah kami.


"Ya sudah mana, biar aku antar saja." Ucapku lirih seraya tersenyum dan membawa baki.


Sesampai di tempat bapak-bapak, aku lalu memberikan mereka minum.


"Cie, istrinya rajin banget ni." Ucap Bayu menggoda.


"Alhamdulillah." Jawab suamiku.


Selesai mengantar minum, aku lalu mengantarkan makanan untuk mereka. Disaksikan oleh suamiku, setelah selesai barulah aku kembali lagi ke dalam.


"Kak, sadar enggak sih kakak itu di pandang suamimu ?" Tanya Nia.


"Masa ?" Tanyaku seraya ambil makanan dan minuman.


"Iya, bahkan suamiku malah menggoda." Ucapnya lirih.


Mendengar dan melihat videonya aku langsung tersedak dan langsung diambilkan minum oleh Wulan.


"Makasih." Ucapku.


"Itu kenapa ?" Tanya Bayu.


"Kesedak, itu mah." Ucap Sony.


"Waduh, bayinya ikut tersedak enggak ya di dalam perut ?" Tanya Bayu tiba-tiba.


Membuat yang mendengar ikut tertawa.


"Haha, Dasar Bayu." Sorak mereka semua.


"Tu suamimu di soraki tu." Ucapku.


"Hmm. Awas aja kalau bahasa cewek, ku potong bu*ungnya." Ucapnya.


"Astagfirullah kejamnya." Ucap Bu Nindi.


"Ya daripada bikin sakit hati." Ucapnya.


Kini selesai makan snack, aku lalu mengambilkan bakso hidangan penutup.


"Cie siapa tu ?" Tanya Bayu.

__ADS_1


"Istriku." Ucap suamiku yang kini pindah tempat.


"Jangan terlalu capek." Ucapnya lirih.


"Iya." Ucapku lirih seraya tersenyum.


Selesai mengantar makanan, aku lalu kembali. Suamiku juga pindah lagi.


"Hehe, balik lagi mase." Ucap Bayu seraya tersenyum.


Suamiku hanya terdiam dan membalas dengan tersenyum. Kini mereka pun langsung makan dan selesai makan, mereka berbincang sejenak. Tepat jam 9, pengajian pun berakhir. Selesai doa dan ditutup dengan salam, sebagian sudah pada pulang dan sebagian masih ngobrol bersama.


Sementara aku dan Nia dan ibuku sedang membagi tugas, aku bagian manasi kuah bakso, Nia menyapu dan ibuku mencuci. Selesai tugas, ibuku pamit pulang.


"Yan, ibu pulang dulu ya." Ucapnya.


"Enggak nginep bu ?" Tanyaku lembut seraya membungkus makanan tadi untuk keluargaku.


"Enggak, besok bapakmu sibuk." Ucapnya seraya tersenyum.


"Ya sudah, hati-hati. Dan ini untuk ibu." Ucapku seraya takzim.


"Makasih." Ucapnya seraya mengelus perutku yang masih rata.


Sesampai di luar, ibuku dan aku menghampiri bapak.


"Ayo." Ajaknya.


"Iya, mari mas kami pulang dulu." Ucap orang tuaku.


Mereka semua mengiyakan,sementara suamiku langsung takzim.


...Sepeninggal orang tuaku, suamiku langsung menemui mereka lagi. Sedangkan Nia, sudah bergelayut manja di bahu suaminya. Sementara aku duduk di dekat pintu. Suamiku yang tahu, aku disana langsung menghampiri dan mengelus lembut tanganku....


"Capek." Ucapku.


"Istirahatlah." Ucapnya lirih.


"Sabar, teman-teman kamu masih disini." Ucapku berbisik.


"Kak, peluk." Ucap Nia.


"Ya hany." Ucapnya.


"Wah tahu gini, aku ajak pacarku." Ucap Sony dan yang lain.


"Salah sendiri enggak bawa." Jawab Bayu.


"Takut, enggak muat tempatnya." Ucap Bagus.


"Muat kok, kalau untuk pacar kalian." Ucap suamiku seraya tersenyum.


"Enggak muat Gung, cewek aku gemuk." Ucapnya jujur seraya menatap aku, yang hanya tersenyum.


"Haha, makanya Gus cari cewek yang langsing." Ucap mereka bersama.


Bayu enggan berkomentar, dia menatap Bagus lalu menyenggol badannya. Bagus pun langsung tertawa.


"Sory, dia makin hari makin cantik." Ucapnya lirih.


^^^Tepat jam 11 mereka pamit pulang, saat tau aku terlelap di pangkuan suamiku. Begitupun dengan Nia. Melihat hal itu, mereka lalu pamit. Meski esok hari libur, namun tetap jaga kesehatan.^^^


Sepeninggal mereka, suamiku lalu bilang.

__ADS_1


"Bay, tidur di sini saja." Ucap suamiku.


"Iya." Jawab Bayu seraya mengangkat tubuh Nia.


Begitupun dengan suamiku, dia membopongku dan membawaku masuk ke dalam kamar. Setelah itu dia lalu membereskan sisa gelas dan mangkok. Dan juga melipat tikar yang tadi dipakai buat ngaji.


Selesai itu, suamiku langsung masuk kamar, namun di cegah oleh Bayu.


"Bentar." Ucapnya seraya menarik lengan kakak iparnya.


"Kenapa ?" Tanya suamiku.


Bayu pun akhirnya menjelaskan semua pada suamiku, mendengar itu suamiku langsung menjawab.


"Aku percaya, istriku tidak akan mengkhianatiku. Dan terima kasih sarannya." Ucapnya seraya tersenyum dan pamit tidur.


Mendengar itu Bayu tersenyum, alhamdulillah akhirnya kamu bisa percaya dengan pasanganmu. Ucapnya lirih lalu kembali ke kamar.


...Sesampai di kamar, suamiku langsung mengelus lembut perutku yang masih rata. Sayang cepatlah besar dan lahir, ayah pengen lihat wajahmu mirip siapa ? Ucap dan tanyanya lirih. Lalu tertidur dengan memelukku....


^^^Tepat jam 3 pagi, aku terbangun dan siap-siap seperti biasa. Setelah selesai barulah aku mulai aktivitas pagi. Selesai aktivitas aku lalu mandi dan mencuci pakaian. Selesai semua, aku menyirami bunga. ^^^


Dan barulah aku sarapan dan istirahat sejenak sambil lihat tv. Tak lama Bayu keluar dengan Nia.


"Kakak ipar sudah bangun ?" Tanya mereka.


"Sudah." Ucapku seraya tersenyum.


"Maaf ya kita kesiangan." Ucapnya seraya tersenyum.


"Iya." Ucapku.


"Sarapan dulu Nia dan Bayu." Ucapku lagi.


"Ok." Ucap mereka.


"Tak lama suamiku keluar, dan menyusulku. Aku cari kemana-mana, taunya disini." Ucapnya seraya mencium perutku.


"Maaf, kan hari minggu." Ucapku seraya tersenyum.


"Pintar sekali istriku." Ucapnya seraya tersenyum.


"Mau sarapan ?" Tanyaku.


"Iya, tapi suapin." Ucapnya.


"Dih, manjanya." Ucap Bayu.


"Biarin. Iri bilang bos." Ucap suamiku seraya tersenyum.


"Sini mas." Ucapku seraya menyuapinya.


"Melihat itu Nia lalu tersenyum lebar. Enggak nyangka ya, kakakku yang galak ini bisa lebay juga." Ucap Nia seraya tersenyum.


"Manusia bisa berubah kapan saja hany." Ucap Bayu.


"Ya juga ya." Jawab Nia.


Selesai makan, mereka berdua langsung pamit pulang. Kami pun mengizinkan. Sepeninggal mereka, suamiku menyusulku duduk di depan tv.


"Ay, aku kangen." Ucapnya lirih seraya mendekati aku.


"Masih pagi mas." Ucapku.

__ADS_1


"Biarin." Ucapnya seraya membopongku dan membawaku ke kamar.


__ADS_2