
"Hah.. hah.. hah.." Xiao Xing Fu mengatur nafasnya yang tidak beraturan setelah keluar dari dalam danau. Ia menopang tubuhnya dengan kedua tangan.
"Sial, ini gara gara burung itu!" Kesal Xiao Xing Fu. Ia pun berdiri kembali. "Kubuat saja dia menjadi salah satu hasil tes terakhir ini!"
"Tapi.." Xiao Xing Fu mengingat bila burung elang besar yang tadi membawanya memberikan dirinya kepada anak anak burung, "Mereka pasti anaknya. Jika burung itu tidak ada, maka bagaimana dengan anak anaknya?" Gumam Xiao Xing Fu. "Aku tidak boleh melakukannya."
Xiao Xing Fu berjalan pergi meninggalkan danau. Namun kepalanya tiba tiba terasa pusing. Ia berpegangan pada batang pohon di dekatnya. "Kenapa aku merasa pusing? Pandanganku terasa buram." Gumamnya.
Xiao Xing Fu teringat dengan ular yang baru saja dikalahkannya. Kemungkinan ia mendapatkan racun dari ular itu tanpa sepengetahuannya. Karena bagaimanapun, ia tidak mengerti dengan berbagai jenis monster ular yang memiliki racun beragam dan pertahanan diri yang berbeda beda.
"Aku tidak boleh terus di tempat ini, aku harus segera pergi." Batin Xiao Xing Fu. Ia pun berjalan sedikit cepat. Menurutnya, di tempat seperti ini dirinya tidak boleh lengah. Banyak monster kuat di tempat ini. Semua monster yang baru baru saja ia temui di kedalaman hutan Yuelong ini memang masih dapat dihadapinya. Tapi bagaimana bila ia tiba tiba menemui monster yang sulit dihadapi?
Tidak lama setelah apa yang dipikirkan Xiao Xing Fu, monster benar benar muncul di hadapannya. Monster itu adalah beruang yang sedang memakan mangsanya. Namun karena kedatangan Xiao Xing Fu, ia merasa terganggu dan menjadi marah.
Monster beruang itu berada di tingkat master. Ia menggeram marah ke arah Xiao Xing Fu.
"Kenapa harus sekarang?!" Gumam Xiao Xing Fu kesal. Ia sedikit menjauh dari pohon yang menopang tubuhnya dan berdiri tegak.
Monster beruang berlari menuju Xiao Xing Fu. Setiap hentakan kakinya menimbulkan retakan pada tanah. Di sekitar mulutnya terdapat darah dari monster yang sedang ia makan.
"Dia cukup cepat!" Xiao Xing Fu segera menghindar ke arah kanan kala beruang hampir saja mencakarnya. Tidak berhenti di sana, beruang itu terus melakukan cakaran dengan cepat, bahkan Xiao Xing Fu tak sempat membalas. Ia hanya bisa melompat mundur dan menghindar.
Walaupun Xiao Xing Fu merasa pusing, tapi ia masih bisa bertahan untuk fokus dalam menghindar. Ia tidak memiliki kesempatan untuk berlari, jadi ia hanya bisa menghindar.
Ketika ada celah dari gerakan monster beruang yang bruntal, Xiao Xing Fu memukul wajah monster itu dengan kuat. Lalu saat monster itu termundur beberapa langkah ke belakang, ia melemparkan bola api yang ia buat hingga mengenai tubuh beruang.
Namun sayang, apa yang dilakukannya tidak berpengaruh apapun pada monster beruang. Monster itu tidak mendapatkan luka apapun dari serangan bola api.
Melihat itu, Xiao Xing Fu menarik pedangnya dengan cepat. Ia pun berlari menghampiri monster beruang, mengayunkan pedang secara horizontal padanya. Namun beruang itu tidak mendapatkan luka apapun walaupun ia sudah menyayat tubuhnya. Beruang tidak mendapat luka sama sekali.
Grooaaa
Beruang melakukan cakaran, sementara Xiao Xing Fu menunduk untuk menghindarinya. Setelah menghindar dari serangan, Xiao Xing Fu segera melompat ke belakang untuk memberikan jarak diantara dirinya dengan beruang.
__ADS_1
"Rasanya kepalaku sangat pusing.." Xiao Xing Fu mengatur nafasnya. Bukan karena lelah, tapi karena ia kini merasa sulit bernafas. Ia seakan akan membutuhkan oksigen yang lebih banyak lagi.
Xiao Xing Fu menancapkan pedangnya pada tanah untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh. "Sebaiknya kuakhiri saja dengan jurus itu. Walau aku tidak tahu apa itu akan berhasil atau tidak. Saat itu aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak memiliki Qi yang cukup. Tapi sekarang, aku memilikinya." Batinnya.
Xiao Xing Fu menggumam, "Dengan kekuatanku, aku memanggilmu, musnahkanlah musuh musuhku dengan petirmu." Ia menarik pedangnya yang tertanam di dalam tanah. Setelah itu, ia mengangkatnya tinggi ke langit.
Groaaaaa
Monster beruang berlari menuju Xiao Xing Fu. Sementara awan di langit mulai menghitam dengan petir petir biru yang menghiasinya.
Saat beruang hampir menjangkau Xiao Xing Fu dan akan melukainya, petir dari atas langit dengan cepat menyambar ke bawah.
Jdeeerrr
Whuuuss
Xiao Xing Fu terpental ke belakang kala petir menyambar tempat dimana monster beruang berada. Angin bertiup dengan kencang, bahkan beberapa pohon hingga terpental karena angin.
Bruukk Bruukk
Setelah beberapa saat akhirnya angin berhenti. Petir yang menyambar ke tanah pun hanya satu kali saja, namun menimbulkan angin yang kuat. Debu beterbangan di sekitar, menghalangi penglihatan siapapun yang ada di sana.
Xiao Xing Fu sendiri terbanting beberapa kali, mengenai batang batang pohon hingga membuat dirinya sendiri terluka. Namun ia segera bangkit kembali setelah angin kencang berhenti. Ia memegangi dadanya dengan keringat yang ada di pelipisnya, "Apa sebesar ini dampak dari jurus itu?" Gumamnya sambil menahan sakitnya sesak.
Xiao Xing Fu yang terpental cukup jauh berlari mendekat ke arah dimana tempat beruang tadi berada.
Tepat setelah Xiao Xing Fu datang, dedebuan di sekitar sudah menghilang, memperlihatkan cekungan tanah yang besar. Sementara tanah yang ada di sekitar menjadi retak. Beberapa pohon terlempar karena angin kuat tadi. Di dalam cekungan tanah yang cukup besar, terdapat tubuh monster beruang yang sudah hangus, bahkan sebagian tubuhnya berubah menjadi abu.
Xiao Xing Fu terkejut ketika melihat semua dampak yang terjadi hanya karena satu jurus yang ia gunakan. Ia tidak pernah menyangka bila dampaknya bisa sebesar ini. Walau begitu, tetap saja menggunakan jurus ini menguras banyak tenaga. Bahkan hanya untuk satu kali saja.
"Hebat.." Gumam Xiao Xing Fu tanpa sadar.
Bruuukk
__ADS_1
Tak lama, ia jatuh tengkurap. Nafasnya semakin tidak stabil. Pandangannya semakin buram. Ia membutuhkan penawar racun agar ia bisa bernafas dengan baik lagi. Tapi ia tidak tahu tanaman apa yang ia butuhkan. Ia juga tidak tahu cara membuat pil penawar racun.
Xiao Xing Fu akhirnya pingsan setelah beberapa saat bertahan tadi.
***
Li Xiang yang ada di dekat gua melihat ke arah petir menyambar tadi. "Dia lumayan juga. Yah.. walaupun dia belum sepenuhnya bisa menggunakan jurus itu. Dampak dari jurus itu seharusnya lebih besar dari ini." Gumamnya.
Ia meregangkan tangannya ke depan, "Uh.. lelah sekali.. lebih baik aku pergi ke kota saja untuk bersenang senang sambil menunggunya kembali." Ia tersenyum dengan semangat.
"Hahaha, mungkin saja aku akan bertemu gadis cantik," Li Xiang segera pergi dengan cepat menuju kota yang paling dekat dengan hutan Yuelong.
***
Di suatu tempat, terlihat seorang pria tua duduk di dalam ruangan yang besar. Di depannya terdapat meja yang dikelilingi oleh kursi kursi lainnya. Di beberapa kursi pun terdapat orang orang yang mendudukinya.
"Apa kalian mendapat informasi tentangnya?" Ucap pria tua itu dengan serius.
Orang yang duduk mengelilingi meja saling berpandangan. Mereka pun menatap pria tua itu kembali dengan kepala tertunduk.
Pria tua itu adalah seorang patriarch dari sekte aliran putih, Giok Bulan. Bernama Xiao Lei. Ia saat ini sedang mencari seseorang. Sudah lama ia mencarinya, namun ia tak pernah menemukannya dimanapun. Bahkan setelah beberapa tetua membantunya.
Xiao Lei menghela nafas. "Kalau begitu, kalian tidak perlu mencarinya lagi."
"Tapi patriarch.. bukankah dia–"
"Aku sudah memutuskannya. Kalian tidak perlu repot hanya karena urusan pribadiku." Potong Xiao Lei.
Semua tetua terdiam ketika mendengar ucapan patriarch mereka.
Xiao Lei berdiri dari tempat duduknya, "Terimakasih karena sudah mau menolongku mencarinya. Tapi sisanya, serahkan ini padaku. Aku yang akan menyelesaikan urusan pribadiku sendiri. Untuk beberapa waktu, aku akan pergi. Jadi tolong jaga sekte ini untukku. Tetua Zhao akan menggantikanku sementara saat aku pergi."
Setelah mengatakan itu, patriarch langsung keluar dari dalam ruangan tanpa menghiraukan tatapan para tetua yang memandangnya.
__ADS_1