Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
43 -Sayap Pelindung


__ADS_3

Saat ini Li Xiang, Xiao Xing Fu dan Xiao Lei berada di dalam restoran yang ada di kota Xiling. Banyak makanan sudah tersaji di depan mereka.


"Hehehe, karena kau ada bersama kami, jadi kau yang harus membayar semua makanan ini, Lei." Ucap Li Xiang sambil mengambil daging bakar.


Xiao Lei mendengus, "Aku hanya akan membayar makanan yang kupesan dan Fu'er pesan. Sementara untukmu, kau bayar sendiri."


"Hah? Kenapa kau tidak membayar makanan yang kupesan?! Padahal kau sudah memakan makanan yang kumasak beberapa hari ini!" Protes Li Xiang. "Jadi sekarang giliranmu membayar makanan milikku!"


"Aku memang memakan makanan yang kau buat beberapa hari ini. Tapi itu makanan bagian Fu'er yang dibagi denganku! Sementara kau tidak mau memberikan makanan yang kau buat untukku!" Kesal Xiao Lei. "Jadi makanan yang kumakan diberikan oleh Fu'er! Bukan olehmu! Jadi kau bayar sendiri makananmu. Lagi pula, kau pasti memiliki banyak uang."


Li Xiang menggelembungkan pipi kesal, "Licik."


"Seharusnya aku yang mengatakan itu. Kau rubah licik yang menguras uangku dulu sampai aku dimarahi oleh istriku saat aku pulang!"


"Hah? Kau dimarahi istrimu saat dulu? Bhufftt, HAHAHAHA. Kau takut dengan istrimu dan tak bisa melawan. Lalu kau diusir dari dalam rumah dan tidur di jalan selama semalam, begitu? HAHAHAHA." Ejek Li Xiang.


Xiao Lei memukul meja hingga makanan yang ada di atasnya hampir tumpah. "Cih, itu semua karenamu! Kau menguras uangku!"


"Heh, itu karena kau kalah taruhan denganku. Aku tidak melakukan hal yang licik sama sekali." Li Xiang mengangkat kedua bahunya.


"Kau bilang tidak licik?! Saat itu kita pernah bertaruh siapa kultivator yang akan menang saat pertandingan. Seharusnya kultivator yang kutunjuk sebagai orang yang akan memenangkan kompetisi menang saat itu juga! Tapi kau campur tangan dan membuat kultivator yang kau pilih menang, jadi kau yang memenangkan taruhan! Uangku habis begitu banyak saat itu karena kau melakukan hal curang!" Xiao Lei menunjuk Li Xiang dengan raut kesal.


"Jangan menyalahkanku. Itu dinamakan strategi, bukan hal curang! Lagi pula aku bisa melakukan apapun yang kumau agar aku bisa menang!"


"Tidak ada aturan seperti itu! Kau hanya mengarangnya saja. Mengaku saja bila kau memang salah!" Xiao Lei memukul meja kembali, hingga membuat makanan hampir tumpah.


"Hah? Aku tidak salah. Apa yang kulakukan benar. Tidak ada kecurangan sama sekali!" Li Xiang ikut memukul meja.


Xiao Xing Fu mengepalkan tangannya. Ia langsung berdiri sambil memukul meja dengan keras hingga meja terbelah dua dan membuat semua makanan di atasnya tumpah.


Li Xiang dan Xiao Lei terkejut. Keduanya bersamaan menatap Xiao Xing Fu. Begitu pula dengan pengunjung lain yang terkejut dengan keributan yang mereka buat.

__ADS_1


"Apa kalian tidak bisa diam, hah?! Sejak tadi aku ingin makan, tapi kalian selalu saja menggangguku! Saat makanan itu hampir saja masuk ke dalam mulutku, mereka tumpah ke dalam mangkuk! Aku hanya ingin makan dengan tenang! Apa kalian tidak bisa tenang, hah?! Jika kalian ingin ribut, ribut saja di tengah desa agar semua orang melihatnya!" Nafas Xiao Xing Fu naik turun. Ia merasa sangat kesal dengan keduanya. Ia heran mengapa dua orang yang memiliki umur diatasnya itu malah bersikap kekanakan dan selalu bertengkar.


"B-baik!" Ucap Xiao Lei dan Li Xiang bersamaan.


Setelah mengganti semua kerusakan dan makan dengan kenyang, ketiganya keluar dari dalam restoran. Terlihat bila Xiao Xing Fu masih sedikit kesal saat ini.


"Ayolah.. jangan terus marah seperti itu." Ucap Li Xiang. "Aku akan memberimu permen jika kau berhenti marah seperti ini." Bujuknya.


"Kau pikir aku anak kecil yang bisa disogok dengan permen?!" Kesal Xiao Xing Fu.


"Cucu kakek~ jangan marah lagi pada kakek ya~ Aku akan memberimu apapun yang kau mau untuk hari ini, cucuku." Bujuk Xiao Lei.


Li Xiang menutup mulutnya. Ia berekspresi seolah ingin muntah, "Cara bicaramu itu membuatku mual, pak tua!"


"Hah? Siapa yang bertanya pendapatmu tentang caraku berbicara?" Xiao Lei mendengus.


"Hah.. Kalian berhentilah bertengkar. Apa kalian tidak bisa diam hanya sehari saja?!" Xiao Xing Fu menatap Li Xiang dan Xiao Lei satu persatu.


"Cih, sudahlah. Yang terpenting perdebatan kalian tidak akan menggangguku." Kesal Xiao Xing Fu.


"Apa kita akan langsung pergi dari sini? Atau kita lihat perayaan ini sampai selesai saja?" Ucap Li Xiang.


Xiao Xing Fu berpikir sejenak, "Bagaimana jika kita diam saja dulu di sini? Aku ingin tau ada perayaan apa nanti."


Li Xiang mengangguk. Ia berhenti dan menghampiri seorang penduduk yang lewat di dekatnya sambil membawa kain berwarna emas. "Permisi. Aku ingin bertanya. Apa di sini akan ada perayaan?"


Penduduk itu berhenti. Begitu pula Xiao Xing Fu dan Xiao Lei yang sudah berjalan sedikit lebih jauh dari Li Xiang. Keduanya melirik ke belakang karena melihat Li Xiang tidak ada bersama mereka. Setelahnya, keduanya pergi menghampiri remaja itu.


Penduduk tersenyum ramah pada Li Xiang, "Ya. Kami akan mengadakan festival sebagai peringatan hari dimana penyelamat kami, 'Sayap Pelindung' menghabisi semua kultivator tingkat immortal dan membuat benua timur menjadi aman dari pertarungan mereka."


Xiao Lei mengerutkan kening, "Sayap Pelindung? Apa itu? Aku tidak pernah mendengarnya."

__ADS_1


Xiao Xing Fu mengangguk, "Aku juga tidak pernah mendengar hal itu."


Penduduk itu menghela nafas, "Saat ini memang tidak banyak orang yang tau sejarah 'Sayap Pelindung'. Padahal dikatakan saat dulu banyak sejarah yang menuliskan tentangnya. Tapi entah bagaimana banyak buku buku sejarah tentang dia menghilang. Jadi tidak banyak orang yang tau tentangnya."


"Memangnya apa itu 'Sayap Pelindung'?" Ucap Xiao Xing Fu dengan penasaran.


"Dia adalah orang yang sudah menyelamatkan benua timur dari pertarungan para kultivator tingkat immortal pada ratusan tahun lalu. Mereka memperebutkan kekuasaan dan akhirnya terjadi pertarungan yang berkepanjangan. Banyak tempat yang mendapatkan dampak buruk akibat mereka. Bukan hanya itu, tapi penduduk dan kultivator lemah mendapatkan dampaknya.


Saat dulu banyak kultivator yang bisa mencapai tingkat immortal. Terlebih banyak dari mereka yang serakah akan kekuasaan. Kami orang biasa dan kultivator yang ada di bawah mereka tak bisa menghentikan itu. Kami tak bisa melawan mereka. Hingga akhirnya banyak orang yang tak ada sangkut pautnya dengan pertarungan mati.


Lalu seseorang menghentikan semua orang orang itu dengan membunuh mereka semua, hingga akhirnya kultivator dengan tahap immortal bisa dihitung jari di benua timur ini. Bagi kami orang biasa dan kultivator yang berada di bawah tahap immortal menganggapnya sebagai pelindung. Karena jika pertarungan para immortal tidak diselesaikan, maka benua timur akan benar benar hancur dan semakin banyak orang yang akan mati. Kami memberinya julukan 'Sayap Pelindung'.


Begitulah yang aku tau dari sejarah itu. Kini mungkin buku sejarah itu hanya ada di beberapa tempat saja di benua timur. Salah satunya ada di desa Xiling kami. Untuk mengingat bagaimana perjuangannya, desa Xiling membuat festival untuk mengingat sejarahnya."


Xiao Lei dan Xiao Xing Fu nampak kagum, "Dia mengalahkan semua kultivator immortal? Luar biasa. Seberapa kuat dia?" Ucap Xiao Xing Fu.


Penduduk itu menggelengkan kepala, "Entahlah.. tidak ada yang tau tentang itu. Tapi kami meyakini bila tingkatannya lebih dari immortal. Walaupun sudah ratusan tahun lalu, tapi kami harus tetap menghormatinya sampai sekarang. Bahkan kami membuat sebuah patung untuknya yang berada di tengah desa. Kalian bisa melihatnya.


Dan untuk festival akan dimulai malam ini. Akan ada pertunjukan yang menampilkan pertarungan antara 'Sayap Pelindung' dengan para kultivator. Mereka menakjubkan, walaupun yang memainkan perannya hanya kultivator biasa." Ia berucap dengan senang. "Kalian harus melihatnya. Festival ini hanya diadakan satu tahun sekali."


"Wooahh.. Lalu apa kalian tau identitasnya?" Tanya Xiao Xing Fu dengan takjub.


"Tidak. Dia selalu memakai topeng. Tidak ada yang tau wajahnya ataupun identitas aslinya. Tapi dia memiliki semacam gambar di lehernya dan setahu kami, dia tidak suka bila ada yang menyentuh lehernya." Jawab penduduk itu. "Baiklah, apa masih ada yang ingin kalian tanyakan?"


"Dimana kami bisa membaca buku sejarahnya?" Tanya Xiao Lei. Ia juga nampak senang dan antusias sama seperti cucunya. Karena informasi ini begitu baru untuknya. Walaupun dia seorang Patiarch dari sekte yang terpandang, namun ia tidak pernah tau tentang sejarah yang ia dengar sekarang ini.


"Ah, kami hanya memiliki 5 di perpustakaan. Tidak sembarangan orang boleh melihatnya. Kelimanya adalah buku asli ratusan tahun lalu. Tapi bila kalian ingin melihat salinannya saja, ada cukup banyak di perpustakaan. Walau begitu, buku salinan hanya menceritakan sebagiannya saja. Tidak semua."


"Ah, begitu. Terimakasih informasinya. Maaf mengganggu waktumu." Xiao Lei tersenyum.


Penduduk itu mengangguk dan tersenyum, "Semoga kalian bersenang senang di festival ini. Sampai jumpa." Ia langsung pergi karena masih ada banyak hal yang harus ia lakukan untuk persiapan festival.

__ADS_1


__ADS_2