
Li Xiang yang saat ini berusia 14 tahun sedang berjalan di koridor untuk pergi ke kamar ayahnya. Rumahnya sangat besar dan cukup banyak pengawal maupun pembantu di tempat ini.
Sejak beberapa bulan lalu, ayahnya terbaring di atas tempat tidur. Ia tidak pernah membuka mata sama sekali. Seakan akan ia sedang 'tidur'. Keadaannya semakin hari semakin tidak baik. Semakin lama, kekuatan Li Jun semakin melemah. Ia tidak tau kenapa ayahnya bisa seperti itu. Bahkan tabib yang memeriksanya tidak bisa mendeteksi adanya masalah apapun pada tubuh ayahnya.
Li Xiang mencoba membantu dengan mencari tau tentang ilmu pengobatan di perpustakaan keluarganya. Namun sayangnya, ia tidak menemukan cara untuk menyembuhkan Li Jun dari kondisi itu.
"Ah, akhirnya.. sebentar lagi waktu itu akan tiba. Dia pasti akan segera mati dengan racun itu. Lagi pula, dia terus memakan makanan yang kuracuni selama setahun ini. Dia pasti tidak menyadarinya, karena racun yang kuberikan tidak mengubah rasa maupun bau. Aku juga hanya memberinya sedikit demi sedikit, jadi tidak ada yang tau bila di makanan itu terdapat racun."
Li Xiang berhenti kala mendengar suara seseorang di dalam ruangan yang ia lewati. Ruangan itu adalah tempat untuk rapat. Namun setahunya, tidak ada rapat hari ini. Di depan pintu saja tidak ada penjaga.
"Suamiku memang hebat. Setelah menyingkirkan wanita itu, kau juga akan segera menyingkirkan adik ipar dan setelahnya, kau bisa menjadi pemimpin klan Li. Keinginanmu bisa terwujud sekarang."
"Yah.. tapi sebenarnya saat itu aku berencana untuk membunuh anak pembawa sial itu. Tapi ada kejadian yang tak kuduga. Bukan dia yang mati, tapi malah ibunya. Bahkan aku tak menyangka bila dia akan membunuh ibunya sendiri. Aku tidak begitu jelas memperhatikan apa yang terjadi saat itu. Bagaimana mungkin anak lemah seperti dia bisa membunuh orang setingkat Hua? Padahal kekuatannya berada di tingkat bumi bintang 5.
Yah.. walaupun sekarang kekuatannya semakin menurun sampai dia hanya ada di tingkat kaisar bintang 3. Kejadian ini terjadi semenjak dia melahirkan anak itu, kekuatannya semakin menurun. Bahkan saat anak itu belum lahir."
"Begitu? Aku baru mengetahuinya."
"Kau sudah membantuku, Yi'er.. tanpa racun darimu, kita tidak akan bisa mengambil alih kekuasaan klan Li. Padahal aku yang mengurus klan Li selama berbulan bulan ini, tapi mereka tidak mau aku menggantikan posisinya sebagai pemimpin klan, hah.. menyebalkan. Apa yang mereka harapkan dari si bodoh itu?! Mereka pikir aku lebih lemah darinya?!"
"Tenanglah.. sebentar lagi keinginanmu pun akan segera terwujud."
Li Xiang langsung membuka pintu di depannya dengan kuat, hingga menimbulkan suara yang keras. Ekspresinya terlihat marah. Ia bisa menyimpulkan, bila pamannya adalah penyebab ayahnya sakit, "Jadi kalian penyebab ayah sakit sampai sekarang?!"
Kedua orang yang berada di dalam ruangan terkejut. Mereka berdua adalah Li Jingmi Yang merupakan adik Li Jun. Sementara Li Jingyi adalah istrinya. "Kau.." keduanya berdiri dari tempat mereka duduk.
"Jadi selama ini, kalian yang melakukannya?! Kalian meracuni ayah hanya untuk mendapatkan posisi sebagai pemimpin klan?! Kalian sudah mengkhianati ayah!"
Li Jingmi menetralkan rasa terkejutnya. "Ah, ternyata kau sudah mendengarnya. Seharusnya kau tidak perlu mengetahui ini, tapi mau bagaimana lagi?" ia tersenyum.
"Lalu jika kau sudah tau, apa yang akan kau lakukan? Mengadukannya pada orang orang dan mengusir kami? Memangnya kau bisa? Apa mereka akan menurutimu? Ah, lebih tepatnya, apa mereka akan percaya pada perkataanmu?" Lanjut Li Jingmi.
"Paman memang benar. Aku tidak akan bisa melakukan itu. Aku pun tidak memiliki bukti." Ucap Li Xiang. Ia mengepalkan tangannya, "Apa paman dan bibi benar benar melakukannya? Padahal, mereka baik padaku. Apa itu semua hanya kebohongan?"
Li Jingmi tersenyum, "Kau takkan bisa melakukan apapun. Walaupun statusmu sebagai Tuan Muda dari klan Li, tapi kau tidak dianggap seperti itu oleh mereka."
Li Jingyi hanya diam mendengarkan ucapan suaminya.
"Apa yang kau katakan tadi tentang ibu?" Ucap Li Xiang tiba tiba.
__ADS_1
"Ah, kau ternyata mendengar tentang itu juga, ya? Bagaimana bila kita beritahu apa saja yang disembunyikan ayahnya itu padanya, Yi'er?"
Li Jingyi tersenyum sinis, "Aku ingin tau reaksinya. Mungkin akan menyenangkan bila memberitahunya."
"Dengar, Xiang'er... kau pasti tidak tau bila Li Jun menyembunyikan sesuatu darimu. Misalnya saja, kebenaran tentang kematian ibumu beberapa tahun lalu. Kau tahu, yang membunuhnya bukan penyusup. Lalu menurutmu, siapa yang melakukannya?" Li Jingmi tersenyum miring.
"Ibumu mati karenamu. Padahal sejak awal, aku berniat membunuhmu saat itu. Aku menyimpan roh roh jahat ke dalam sebuah wadah dan membuat ibumu dirasuki oleh mereka. Aku menyuruh pelayan untuk mengatakan agar kau ke hutan buatan belakang rumah karena ibumu mencarimu.
Aku sudah membayangkan bila kau mati di tangan ibumu sendiri dengan ayahmu yang akan menyaksikannya. Tapi aku tidak menduga, ternyata bukan ibumu yang membunuhmu. Melainkan kau yang membunuh ibumu tepat di depan ayahmu sendiri."
Deg
Li Xiang terkejut. Apa maksudnya, ibunya bukan dibunuh oleh penyusup seperti yang dikatakan ayahnya dulu? Tapi dibunuh olehnya? Dan ayahnya menyaksikan itu semua?
"Dia tidak mau memberitahukan kebenaran itu padamu. Karena dia tidak mau kau merasa bersalah bila mengetahuinya. Dia mengatakan padaku, bila saat itu kau sedang kerasukan roh jahat, sehingga kau bisa melakukan hal seperti itu pada ibumu sendiri.
Kau tau tidak? Jun sepertinya sangat kecewa dengan apa yang terjadi saat itu. Anaknya sendiri membunuh wanita yang dia cintai. Kau mungkin melihatnya baik baik saja saat itu, tapi kau tidak tau seberapa sakit hatinya dia saat melihat hal seperti itu tepat di depan matanya.
Dan asal kau tau saja, aku juga berada di sana. Aku melihat apa yang sudah kau lakukan. Sangat mengejutkan." Li Jingmi tersenyum sinis. "Kau pasti tidak mengingat itu 'kan?"
Li Xiang terdiam dengan pandangan kosong. Apa maksudnya semua itu?! Jika itu benar.. maka secara tidak langsung, ia sudah melukai perasaan ayahnya. Bahkan ia sudah membunuh manusia. Terlebih itu adalah ibunya. Prinsipnya adalah tidak akan pernah membunuh satupun manusia. Ia tidak pernah mau membunuh seseorang. Ia tidak mau menjadi pembunuh. Pandangannya menatap kedua telapak tangannya. "Aku.. yang melakukannya?"
"Tuan Muda! Kau ternyata di sini! Kita harus pergi dari sini!"
Li Jingmi dan Li Jingyi mengalihkan perhatiannya ke arah suara berasal. Di luar, Yan Cheng berdiri dengan nafas terengah engah.
"Sekte aliran putih–"
Belum selesai Yan Cheng berbicara, ledakan terdengar tak jauh di belakangnya. Ia terkejut dan dengan refleks berbalik untuk melihat apa yang terjadi.
Kepulan debu beterbangan membuat pandangan sedikit terhalang, "Wah, ternyata orang orang klan Li masih cukup banyak, ya.. walaupun sudah terkena wabah saat itu. Padahal, kudengar sebagian besar orang klan Li mati karena wabah itu. Walau begitu, masih sebanyak ini.. hm.. Klan Li memang klan terkuat dengan jumlah orang terbanyak dibanding klan lain di benua timur ini."
Setelah dedebuan menghilang, terlihat seorang pria berdiri dengan pakaian berwarna putih. Terdapat pedang yang ia pegang di tangan kanannya.
***
Tempat tiba tiba berubah menjadi ruangan dengan seorang pria yang tertidur di atas tempat tidurnya. Matanya terpejam, walaupun di sampingnya saat ini sudah ada seorang pria dengan pakaian putih mengangkat pedang untuk membunuhnya.
Li Xiang yang mendapat sayatan panjang di dadanya saat ini tertelungkup di lantai. Darah membasahi pakaiannya. "Ugh.." ia merasa kesakitan. Untuk pertama kalinya, ia mendapat luka separah ini.
__ADS_1
Tapi, ia tidak bisa diam saja melihat ayahnya dibunuh oleh orang sekte aliran putih. Setidaknya, ia harus melawan dan mengulur waktu sampai bantuan datang. Itupun, ia merasa ragu. Apa mungkin akan ada bantuan yang datang kemari? Lagi pula, semua orang juga pasti sedang kesulitan saat ini.
Walau begitu, Li Xiang tetap berdiri. Ia berjalan perlahan mendekati pria itu, "Jangan mendekati ayahku.."
Pria itu berhenti. Ia melirik Li Xiang. "Walaupun kau hanya bocah, bukan berarti aku akan melepaskanmu. Kalian sudah menggunakan teknik kultivasi iblis. Seluruh klan Li harus dihabisi, tanpa terkecuali."
Li Xiang menggertakkan gigi, "Kami tidak melakukan itu!"
"Mungkin beberapa dari kalian memang tidak melakukannya, tapi kalian akan tetap mati. Bisa saja kalian akan membalas dendam di masa mendatang. Jadi lebih baik membereskannya sampai tak bersisa, bukan?" Pria itu tersenyum miring. Tanpa basa basi lagi, ia langsung menusukkan pedang tepat pada jantung pria yang terbaring di atas tempat tidur. Setelahnya, ia mencabutnya begitu saja.
Darah keluar dari ujung bibir Li Jun. Bahkan dalam keadaan seperti ini, dia tidak juga membuka matanya.
"Ayah..!!" Li Xiang terkejut. Kakinya langsung melangkah cepat mendekati ayahnya, "A-ayah.."
"Haha, ternyata pemimpin klan Li selemah ini sekarang ya? Sangat mudah menghabisinya. Seharusnya kami sudah sejak saat itu menyerang bila tau keadaannya seperti ini."
Li Xiang memandang wajah ayahnya dengan raut sedih. Bahkan kedua matanya mengeluarkan air mata. Ini adalah kali kedua dirinya menangis. Apanya yang mengulur waktu? Ia hanya diam saja saat pria itu akan menusukkan pedang pada ayahnya. Ia tidak sempat merespon. Ia tidak melakukan apapun.
"Tidak perlu sesedih itu, kau juga akan segera menyusulnya.."
Li Xiang langsung berdiri, berbalik dan menahan serangan yang dilakukan orang itu dengan mencengkram bagian tajam pedang itu menggunakan dua tangan.
"Apa?! Kau.."
Li Xiang merasakan sakit di telapak tangannya yang berdarah. Namun lebih menyakitkan adalah melihat orang yang ia sayangi mati tepat di depan matanya.
Pria itu menarik pedangnya dari cengkraman Li Xiang. Namun anak itu tidak mau melepaskannya "Kau berani juga.." Tangannya yang lain langsung mengambil sesuatu dari balik pakaian. Ia berniat menyerang Li Xiang menggunakan belati itu.
Menyadari hal itu, Li Xiang menginjak kaki pria itu dan mengambil belati yang dipegangnya saat lengah. Tanpa basa basi, Li Xiang langsung menancapkannya tepat di jantung pria itu.
Jlebb
Pria yang berasal dari sekte aliran putih terkejut. Ia terbatuk darah, sebelum akhirnya tubuhnya jatuh ke lantai, "Padahal kau.. hanya orang lemah.. yang tak bisa berkultivasi.. tapi aku.. mati di tanganmu.." Ucapnya sebelum akhirnya mati.
Li Xiang sama terkejutnya. Darah menyiprat mengenai wajah dan tangannya. Ia tadi terlalu marah karena perbuatan yang sudah pria itu lakukan pada ayahnya. Namun ia tidak berniat membunuh pria itu sama sekali. Ujung pedang dan belati yang ia pegang terjatuh ke lantai dan ia termundur ke belakang.
"A-apa yang sudah.. kulakukan..? Aku.. membunuhnya.." Iris matanya yang berwarna emas seakan luntur dan berubah menjadi merah. Ia membunuh manusia 'lagi'? Bahkan kali ini, ia lakukan secara sadar walau dalam keadaan emosi.
"A-aku.. tidak bermaksud.. melakukannya.. Kenapa aku.. melakukan itu? Aku sudah membunuh seseorang.." Tatapannya menjadi kosong.
__ADS_1