Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
64 -Penyusup


__ADS_3

Pemuda yang memegang pergelangan tangan Bai Nuan tersenyum, "Kau sangat cantik, Nona." Ia pun melepaskan pergelangan tangan gadis itu. "Perkenalkan, namaku Shao Gang. Lalu, siapa namamu Nona?"


Bai Nuan memberi tatapan dingin pada Shao Gang. Ia tidak mengatakan apapun sama sekali.


"Apa kau bisa pergi dari hadapannya? Kau mengganggunya." Ucap Xiao Xing Fu dengan datar.


Shao Gang melirik Xiao Xing Fu dengan senyum miring, "Oh! Apakah kau tunangannya?"


"Tidak. Tapi aku temannya."


"Kalau begitu, tidak perlu mencampuri urusanku dengan Nona ini. Lagi pula, kau hanyalah temannya saja."


"Aku tidak memiliki urusan denganmu dan aku juga tidak mengenalmu." Ucap Bai Nuan dengan dingin.


"Ayolah.. aku baru saja memperkenalkan diriku padamu, Nona."


"Permisi, T-tuan dan Nona ingin pesan apa?" Ucap seorang pelayan yang baru saja mendatangi meja Xiao Xing Fu.


"Kami tidak jadi memesan." Ucap Baik Nuan dengan cepat. Ia pun berdiri dan menatap Xiao Xing Fu seolah sedang memberikan isyarat pada pemuda itu.


Xiao Xing Fu berdiri dan mengangguk, "Maaf.. kami tidak pesan apapun. Kami akan pergi."


Saat keduanya hendak pergi, Shao Gang mencengkram pergelangan tangan Bai Nuan kembali, "Kau ingin kemana? Kita baru saja bertemu. Setidaknya katakan siapa namamu."


Bai Nuan menghempaskan tangan Shao Gang. Ia melirik pemuda itu dengan tajam, "Jangan menyentuhku." Ia segera pergi mendahului Xiao Xing Fu.


"Sebaiknya kau tidak mencari masalah dengan kami." Ucap Xiao Xing Fu sebelum akhirnya pergi. Bai Nuan saat ini pasti sedang khawatir dengan ayahnya. Maka dari itu, ia tidak ingin diganggu oleh masalah lain. Karena satu masalahnya saja belum selesai.


Shao Gang mendecakkan lidah dengan ekspresi kesal. Ia pun kembali ke tempat duduknya.


Jendela yang tertutup membuat cahaya matahari dari luar tidak bisa masuk ke dalam. Cahaya matahari masuk hanya melalui celah celah jendela dan tempat udara masuk hingga membuat kamar ini menjadi sedikit redup. Seorang pria terbaring di atas tempat tidur dengan wajah pucat. Bukan hanya ada dirinya yang berada di dalam, namun terdapat dua orang lainnya yang berada di sana.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan, Ming?" Ucap Lin Hao yang duduk di samping Bai Wei yang terbaring.


Li Xiang yang saat ini sedang duduk di jarak sedikit jauh dari tempat tidur menjawab, "Kita tidak bisa melakukan apapun. Jika mereka berdua tidak segera membawa bunga itu dalam waktu 3 hari, maka gurumu akan mati. Tapi walaupun mereka membawanya sebelum 3 hari itu, bukan berarti gurumu bisa terselamatkan."


Lin Hao melirik remaja itu, "Kenapa? Bukankah kau mengatakan bisa menyembuhkan guru jika mereka membawa bunga itu padamu sebelum tepat 1 tahun sejak guru mendapat racun? Lalu kenapa kau mengatakan belum tentu?! Apa kau tidak serius ingin mengobatinya?!" Ucapnya dengan nada sedikit kesal. "Apa kau berbohong bila kau bisa mengobati guru?!"


Li Xiang bersandar pada punggung kursi sambil melipat tangan di dada. Ia menatap Lin Hao dengan malas, "Aku membantunya Karena dia mau memberikanku 5 karung teh krisan. Bila dia mati, maka aku tidak akan bisa mendapatkannya. Kau pikir aku berbohong jika aku bisa menyembuhkan Wei?"


"Lalu apa maksud ucapanmu tadi?!"


"Saat ini kau terlalu terbawa emosi. Kau marah marah tanpa sebab pada orang lain. Padahal kau sendiri tidak bisa melakukan apapun untuknya saat ini. Bukankah seharusnya kau yang disalahkan? Kau tidak bisa membantu apapun untuknya. Kau hanya bisa marah marah dan menyalahkan orang lain karena ketidakmampuan yang kau miliki sekarang untuk membantu Wei."


Lin Hao tertegun ketika mendengar ucapan Li Xiang. Apa yang dikatakan remaja itu sedikit ada benarnya. Ia memang tidak bisa melakukan apapun untuk menolong gurunya, maka dari itu ia hanya bisa mempercayakan keselamatan gurunya pada orang lain. Lalu yang ia lakukan hanyalah menyalahkan keadaan gurunya pada orang lain. "M-maaf.." Ia menundukkan kepala.


Li Xiang pun berdiri. Ia berjalan menuju pintu, "Lain kali salahkan dirimu sendiri yang tidak bisa melakukan apapun, sebelum kau menyalahkan orang lain," setelah mengatakannya, ia langsung keluar.


Lin Hao terdiam sambil memperhatikan pintu yang terbuka sejak tadi. "Apa yang bisa kulakukan untuk guru sekarang?"


Udara kini berubah menjadi dingin pada saat malam hari. Angin berhembus pelan menggoyangkan rerumputan. Dua orang berjubah hitam nampak berdiri di depan kediaman Patriarch. Sebagian wajah keduanya tertutup oleh tudung jubah.


"Sebaiknya kita segera menyelesaikan tugas ini sekarang. Ikuti aku," ucap salah satunya. Ia segera pergi menuju samping rumah.


"Aku mengerti." Temannya mengangguk dan berlari mengikuti orang itu dari belakang.


Tadi pagi, mereka mendapatkan surat bila keadaan Patriarch sudah semakin parah. Di surat itu pun tertulis bila orang yang menulis surat ingin Patriarch segera mati saat ini. Maka dari itu, kedua orang ini menyusup ke dalam sekte. Karena semakin cepat Patriarch Bai Wei mati, maka mereka juga akan mendapat keuntungan besar.


"Menurut pesannya, di kediaman ini hanya ada Patriarch, muridnya dan seorang tamu anak anak." Ucap salah satunya ketika mereka telah sampai di arah samping rumah.


"Anak anak? Kenapa seorang anak bisa menjadi tamu? Kira kira berapa umurnya?"


"'Dia' mengatakan jika umurnya sekitar 14 tahun. Dia datang disaat pertarungan antara murid Patriarch dengan kekasih Nona Bai. 'Dia' tidak datang disaat itu terjadi. Tapi 'dia' bertemu dengannya berkali kali saat itu. Banyak orang mengatakan anak itu berbahaya karena memiliki aura menyeramkan. Namun 'dia' tidak merasakan energi spiritual dari anak itu sama sekali. Maka dari itu, kita harus sedikit mewaspadainya. Karena kita tidak tahu bagaimana dia yang sebenarnya."

__ADS_1


"Boleh aku bertanya sesuatu?"


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Ucap salah satu dari kedua orang itu.


"Bukankah sudah ada tiga orang dari sekte kita yang baru saja kemari beberapa saat lalu? Lalu kenapa kita harus pergi juga, padahal sudah ada yang akan mengurus masalah ini? Dan lagi, keadaan Patriarch pasti sudah memburuk, dia tidak akan bisa bertarung dengan baik, kekuatannya melemah karena racun ular lembah tengkorak. Seharusnya sudah cukup mengirimkan tiga orang tingkat kaisar awal untuk membunuh Patriarch."


"Kita datang kemari sebagai bantuan. Mungkin saja mereka membutuhkan bantuan kita. Walaupun kekuatan kita memang lebih lemah dari mereka bertiga. Apa kau mengerti?"


"Ya.. tapi.."


"Jangan membuang buang waktu seka–"


"Wah, wah.. ternyata ada tikus tersesat di sini?"


Ucapan salah satu dari mereka terpotong oleh suara seseorang. Keduanya membalikkan tubuhnya ke belakang untuk melihat siapa yang datang.


Seorang laki laki dengan umur yang terlihat seperti 14 tahun berdiri di depan keduanya dengan mata tertutup kain hitam. Terdapat bercak darah di pipinya, begitupun dengan tangannya. Senyuman terpampang di wajahnya. Ia menggenggam sesuatu di salah satu tangannya.


"Kalian datang di waktu yang sangat tepat. Aku baru saja menyelesaikan sebagiannya. Coba kalian lihat ini," remaja itu melemparkan sesuatu yang langsung mendarat tepat di depan dua penyusup. Ia tak lain adalah Li Xiang.


Kedua penyusup melihat ke bawah kaki mereka. Sebuah gumpalan daging dengan banyak darah mengotori rumpur hijau yang ada di bawahnya. Mereka langsung terkejut saat menyadari apa yang ada di dekat mereka. "I-ini.. jantung."


Keduanya melihat ke arah Li Xiang kembali dengan tatapan bercampur aduk. Ada rasa ngeri, jijik, waspada dan takut yang mereka rasakan setelah melihat gumpalan jantung tadi. "S-siapa kau? Jangan ikut campur masalah kami!"


"Hee, kalian tidak bertanya jantung siapa yang kubawa?" Ucap Li Xiang dengan ekspresi kecewa. "Tadi ada 3 orang penyusup yang akan masuk ke dalam rumah ini. Sebelum itu terjadi, aku langsung melenyapkan mereka. Hm.. kukira, mungkin saja ketiga orang itu memiliki hubungan dengan kalian. Mereka lebih kuat dibandingkan dengan kalian."


Keduanya kembali terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan remaja itu. "Dimana mereka sekarang?!"


"Jadi kalian memang memiliki hubungan dengan mereka, ya? Hm.. Mereka sudah lenyap seperti debu, jadi kalian takkan bisa menemukannya."


"A-apa.."

__ADS_1


"Jika kalian sangat ingin bertemu mereka, maka aku bisa membantu kalian." Li Xiang tersenyum menyeringai.


__ADS_2