Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
27 -Desa Lingxue


__ADS_3

Setelah keluar dari dalam hutan Yuelong, Li Xiang dengan muridnya pergi menuju arah utara. "Kita akan pergi kemana?" Ucap Li Xiang saat keduanya sudah hampir seharian berjalan. Langit sudah berwarna oren, menandakan hari sudah sore.


"Aku tidak tahu." Celetuk Xiao Xing Fu.


Li Xiang mengerutkan kening dan berhenti berjalan. Ia menatap Xiao Xing Fu dengan kesal, "Kau pergi, tapi tidak tahu ingin kemana!"


Xiao Xing Fu ikut berhenti. Ia melirik ke belakang, "Aku tidak menyuruhmu untuk ikut. Kau sendiri yang memaksa untuk ikut. Jadi jangan menyalahkanku karena aku tidak tahu tempat yang dituju."


"Haish.. Lalu kenapa kau pergi dari hutan Yuelong bila kau tidak tahu akan kemana setelah keluar dari tempat itu?"


"Aku ingin mencari orang itu. Samar samar aku mengingat bagaimana orang itu. Tapi aku tidak tahu siapa dia, karena dia menutup wajahnya dengan topeng." Xiao Xing Fu melihat ke atas seolah berpikir.


Li Xiang hanya mengangguk angguk, "Karena kau tidak tahu harus kemana, bagaimana jika kita pergi saja ke desa Lingxue? Kalau tidak salah, desa itu ada di dekat sini. Kita bisa beristirahat di sana. Lagi pula sekarang hampir malam."


Xiao Xing Fu berpikir sejenak. Ia pun mengangguk setuju.


***


"Sepertinya sedang ada perayaan di tempat ini." Ucap Xiao Xing Fu sambil memperhatikan sekitar. Ia dan gurunya sudah sampai di desa Lingxue. Tepat seperti apa yang dikatakan Li Xiang, tak jauh dari tempat mereka berada tadi memang ada sebuah desa.


Lampion dipasang disetiap rumah. Terdapat tali yang saling menghubungkan dari satu rumah ke rumah lain dengan terdapat lampion yang menggantung pada talinya. Anak anak berlarian kesana kemari. Bukan hanya anak anak, namun ada juga orang dewasa. Di sekeliling banyak penjual makanan dan mainan. Mereka semua tampak sangat menikmati acara ini.


"Sebenarnya ada acara apa di tempat ini?" Ucap Li Xiang yang juga memperhatikan sekitarnya. Ia jarang sekali keluar dari hutan Yuelong. Walaupun desa ini hanya membutuhkan waktu sekitar hampir seharian untuk sampai dari hutan Yuelong dan termasuk sedikit dekat, namun Li Xiang tak pernah keluar hutan hanya untuk mengunjungi desa ini. Ia sudah sangat lama tidak ke tempat ini.


Seorang gadis yang mendengar ucapan Li Xiang dan Xiao Xing Fu langsung menghampiri keduanya. "Kalian pasti bukan berasal dari sini."


Li Xiang dan Xiao Xing Fu menoleh ke belakang kala mendengar suara seorang gadis. Xiao Xing Fu mengangguk, "Kami pengelana."


Gadis itu tersenyum manis. Umurnya sekitar 18 tahun. Ia memakai hanfu berwarna biru dengan corak aster putih. Tidak terlihat mewah namun juga tidak terlihat biasa. "Kalau begitu, apa kalian ingin menginap di sini? Aku tahu penginapan yang bagus di Lingxue. Harganya juga tidak mahal."


Xiao Xing Fu melirik Li Xiang. Gurunya langsung mengangguk ke arah gadis di depannya. "Kami akan sangat berterimakasih jika kakak bisa menunjukkannya pada kami." Ucap Xiao Xing Fu.


"Kalau begitu, ayo ikut aku." Gadis tadi langsung berjalan terlebih dahulu, lalu diikuti oleh Li Xiang dan Xiao Xing Fu.


"Siapa namamu?" Ucap Li Xiang.


"Ah, aku lupa memperkenalkan diri, maaf. Namaku adalah Tian Rou."


Gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Tian Rou melirik ke belakang dan tersenyum. Ia pun kembali melihat ke depan.

__ADS_1


"Wahh, salam kenal! Namaku Xiao Ming!" Ucap Li Xiang dengan semangat. "Salam kenal kakak cantik." Ia tersenyum.


Tian Rou melihat ke belakang. Ia tampak senang, "Terimakasih. Kau juga anak yang tampan."


"Apa yang kau–hmph!"


Li Xiang menutup mulut Xiao Xing Fu sebelum anak itu menyelesaikan ucapannya.


Tian Rou mengerutkan kening, merasa penasaran dengan ucapan Xiao Xing Fu. Ia pun berhenti berjalan dan melihat ke belakang. "Ada apa?"


Li Xiang ikut berhenti, begitupun dengan Xiao Xing Fu yang mulutnya saat ini masih ditutup olehnya. "Ah~ tidak ada. Tadi sepertinya dia ingin mengatakan protes karena aku memperkenalkan diri terlebih dahulu padamu. Oh ya, dia adikku bernama Xiao Xing Fu. Sepertinya dia menyukaimu, kakak cantik." Ucap Li Xiang dengan senyum.


Wajah Tian Rou menjadi merah, "A-apa aku secantik itu?"


Li Xiang mengangguk angguk. "Kau sangat sangat cantik. Apalagi pakaianmu cocok sekali dengan wajahmu. Cantik dan menawan."


"T-terimakasih."


"Kita lanjutkan saja. Tunjukan tempat yang kau katakan, kakak cantik." Li Xiang kembali tersenyum ramah.


Tian Rou mengangguk, "M-maaf." Ia kembali berjalan.


Li Xiang melihat Xiao Xing Fu. Ia langsung melepaskan tangannya dari mulut anak itu. "Hah.. hah.. hah.. kau ingin membunuhku?!" Bentak Xiao Xing Fu dengan suara pelan. Nafasnya sedikit tidak beraturan, karena Li Xiang tadi juga menutup hidungnya, membuatnya kesulitan bernafas.


Li Xiang berjalan mengikuti Tian Rou, "Tidak. Aku hanya menutup mulutmu agar kau tidak mengatakan apapun tadi." Ucapnya santai.


Xiao Xing Fu berjalan menyusul Li Xiang, "Kenapa kau mengaku ngaku sebagai kakakku?! Dan kau juga bahkan membohonginya. Kenapa kau mengaku bernama Xiao Ming?!" Kesalnya dengan suara pelan.


"Karena memakai nama samaran itu sangat keren, kau tahu?" Ucap Li Xiang dengan dagu sedikit terangkat ke atas. Ia tersenyum dengan mata melirik Xiao Xing Fu yang berjalan di sampingnya.


Xiao Xing Fu memutar bola matanya malas, "Tapi setidaknya jangan mengaku sebagai kakakku!"


"Memangnya kenapa? Padahal seharusnya kau senang, karena orang tampan sepertiku mau mengaku sebagai kakakmu." Li Xiang bereskpresi percaya diri.


"Kenapa? Hmph! Semua orang juga pasti tidak ingin memiliki kakak sepertimu, yang bisa mati kapan saja di jalan dengan cara konyol. Terinjak kuda, tersandung, tersedak, terlalu kenyang, dan bunuh diri konyol lainnya." Ucap Xiao Xing Fu dengan ekspresi kesal.


Li Xiang tiba tiba tersenyum ceria, "Idemu bagus juga. Aku belum pernah mempraktekan cara cara yang kau katakan itu! Mungkin dengan cara konyol seperti itu bisa membuatku mati." Ucapnya semangat.


Xiao Xing Fu bereskpresi datar, "Kalau begitu, jika kau benar benar berhasil dengan cara itu, maka aku akan merampokmu dan mengambil semua uangmu tanpa terkecuali. Lalu aku akan memotong kecil kecil tubuhmu dan memberikannya pada kucing untuk dimakan."

__ADS_1


Li Xiang menggelembungkan pipinya, "Kau jahat sekali. Kenapa tidak kau berikan saja pada monster, lalu membuat tubuhku yang sekarat dirobek robek olehnya dengan kasar. Setelah itu, dia memakan mayatku. Itu adalah cara yang baik dan benar."


"Itu lebih buruk dari pada ideku, bodoh!" Kesal Xiao Xing Fu.


Setelah beberapa menit, akhirnya ketiganya telah sampai di depan sebuah penginapan yang bernama Shilong. Penginapan ini terlihat sederhana. Tidak besar maupun tidak terlalu kecil. Terdapat lentera yang digantung di depan penginapan sebagai penghias bangunan itu. Terdapat juga kain kain berwarna merah yang menjadi menghiasnya.


"Kita sudah sampai." Tian Rou tersenyum pada Li Xiang dan Xiao Xing Fu.


"Woahhh, lumayan bagus." Puji Li Xiang.


Tian Rou tersenyum senang ketika mendengar ucapan Li Xiang. "Penginapan ini sebenarnya adalah milik orang tuaku. Kami baru membangunnya belum lama ini. Jadi kami belum mendapatkan pelanggan sama sekali."


"Ternyata begitu." Gumam Xiao Xing Fu. "Pantas saja dia mau memandu kami ke penginapan yang dia bicarakan."


"Ayo masuk." Ucap Tian Rou sambil berjalan masuk ke dalam. Li Xiang dan Xiao Xing Fu berjalan mengikuti gadis itu.


Saat Li Xiang dan Xiao Xing Fu masuk ke dalam, mereka disambut oleh senyuman ramah dari sepasang suami istri yang berjaga di dalam. "Selamat datang–oh, Rou'er..." Wanita yang berdiri di samping suaminya menatap anaknya, Tian Rou.


"Hehe, ayah.. ibu.. aku mendapatkan pelanggan pertama kita." Ucap Tian Rou dengan senang.


***


Saat ini Li Xiang dan Xiao Xing Fu berada di dalam satu kamar yang sama. Setelah membayar penginapan selama dua malam, keduanya diantarkan ke sebuah kamar yang cukup luas. Terdapat jendela yang mengarah langsung pada pemandangan perayaan yang saat ini terjadi di desa.


"Terimakasih. Kamar yang kakak berikan sangat bagus." Ucap Xiao Xing Fu sambil tersenyum.


Li Xiang berdiri di depan jendela yang terbuka. Ia melihat ke bawah. Letak kamar ini berada di lantai dua. Dari dalam kamar ini, Li Xiang bisa melihat banyak orang berlalu lalang dan bersenang senang. Di tempat ini seolah tidak ada orang yang kekurangan sama sekali. Mereka berkecukupan dan ada pula yang memiliki uang lebih. "Sepertinya desa ini sangat damai dan tentram ya? Tidak ada orang miskin."


Tian Rou mengangguk, "Orang orang saling membantu bila salah satu diantara kami memiliki masalah tentang ekonomi. Maka dari itu, tidak ada seorangpun yang benar benar miskin di desa, tidak ada pengemis di tempat ini. Lalu jikapun ada pengemis yang datang kemari, maka kami akan memberikan tempat tinggal sementara untuknya saat dia ada di sini."


Xiao Xing Fu bereskpreis takjub ketika mendengar ucapan Tian Rou, "Bila saja di setiap tempat seperti desa ini, pasti menyenangkan sekali. Tidak akan ada orang yang menderita."


"Itu tidak mungkin bisa terjadi. Tidak setiap orang memiliki kepedulian tinggi pada orang lain. Apalagi orang yang tidak mereka kenal." Li Xiang membalikkan tubuhnya, menghadap pada Xiao Xing Fu dan Tian Rou.


"Tapi berbeda dengan desa kami. Maka dari itu, desa kami dijuluki sebagai desa tanpa pengemis. Sering ada orang yang datang karena penasaran dengan desa kami. Dengan banyaknya orang asing yang datang, semakin banyak juga penghasilan yang bisa kami dapatkan jika mereka membeli sesuatu dari sini ataupun menginap di penginapan. Terlebih tanah di desa kami sangat subur." Tian Rou tersenyum.


"Lalu perayaan yang kami adakan hari ini adalah perayaan yang diadakan selama 1 tahun sekali. Perayaan untuk merayakan hari dimana desa kami mulai dijuluki dengan desa tanpa pengemis." Lanjut Tian Rou.


"Woahh.. hebat! Desa ini ternyata sangat menakjubkan sekali!" Ucap Xiao Xing Fu dengan antusias.

__ADS_1


"Saat terakhir kali aku ke tempat ini, desa ini tidak memiliki julukan seperti itu." Batin Li Xiang. "Sepertinya aku sudah lama sekali tidak pergi ke tempat ini. Bahkan aku sampai tidak tahu jika mereka sekarang memiliki julukan."


__ADS_2