
Kini matahari mulai terbenam, langit berwarna oren dengan banyak awan yang menghiasinya. Seorang anak laki laki terbaring di dekat cekungan tanah yang besar dengan sebuah pedang di sampingnya. Mata yang awalnya tertutup rapat itu mulai membuka dengan perlahan, memperlihatkan sinar matanya yang berwarna biru. Ia adalah Xiao Xing Fu.
"Engh.." Xiao Xing Fu mengerang pelan. Nafasnya masih terasa sesak, namun kini keadaannya membaik dari pada tadi. Sepertinya dampak racun yang ada pada dirinya akan menghilang seiring dengan waktu.
Xiao Xing Fu mengubah posisinya menjadi duduk. Ia memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing. Ia melihat ke dalam cekungan tanah yang dalam dan lebar. Mayat beruang masih ada di dalam sana. Ia segera mengambil pedangnya dan menyarungkannya kembali. Setelah selesai, ia melompat turun ke bawah untuk mengambil abu dari monster beruang.
Seharusnya Xiao Xing Fu mati bila sesak nafas hampir seharian tanpa mendapat penawar racun. Namun mungkin karena kekuatannya yang cukup, ia masih bisa hidup. Terlebih racun yang didapatkannya akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.
"Dia berada di tingkat master?!" Gumam Xiao Xing Fu terkejut. Ia awalnya tidak memperhatikan monster beruang saat bertemu dengannya tadi. Namun kini ia tahu bila monster itu ada di tingkat master saat merasakan energi yang ada di mayat beruang. Sepertinya inti miliki monster beruang hancur sekarang, karena Xiao Xing Fu tidak melihat benda itu diantara tumpukan daging gosong dan abu miliknya. Padahal sebelum ia bertarung dengan monster itu, ia melihat bila beruang tadi bisa mengeluarkan elemen angin dari cakarannya.
Inti monster seperti dantian bagi monster, memiliki bentuk seperti kristal dengan energi Qi di dalamnya. Inti monster memiliki ukuran beragam, tergantung dengan kekuatan yang dimiliki monster. Namun ada pula monster yang tidak memiliki inti monster. Mereka adalah monster yang tidak memiliki kekuatan khusus seperti tidak memiliki kemampuan membuat bola api keluar dari mulut. Walaupun ada monster yang tidak memilikinya, mereka tetap saja monster, karena mereka memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat dibandingkan dengan hewan biasa. Monster pun ada yang memiliki wujud aneh dan tidak seperti hewan biasa lain.
"Kalau begitu dengan ini, maka aku hanya perlu mendapatkan 3 monster tingkat tinggi dan 2 monster tingkat master." Gumam Xiao Xing Fu. Ia memegangi dadanya, "Tapi sebelum itu, aku ingin istirahat. Aku harus memulihkan kondisiku. Aku juga belum makan. Aku sangat lapar.."
Xiao Xing Fu memutuskan untuk menangkap ikan di danau yang tak jauh dari tempatnya berada saat ini. Ia juga akan mencari tempat istirahat untuknya malam ini.
***
Di tempat lain, Li Xiang duduk di dalam sebuah restoran dengan dikelilingi beberapa pelayan wanita. Ia diperlakukan dengan baik. Mereka menyuapinya makanan dan minuman. Jadi ia tak perlu susah susah menggerakan tangannya untuk makan.
Beberapa pelanggan di dalam restoran terkadang memperhatikan pemuda itu. Mereka heran mengapa anak kecil seperti Li Xiang diperlakukan dengan begitu baik oleh 4 pelayan wanita. Mereka saja diperlakukan biasa. Sementara Li Xiang diperlakukan seperti seorang Raja.
Sebenarnya Li Xiang bisa diperlakukan seperti ini bukan karena dirinya membayar pelayan pelayan wanita ini ataupun merupakan pemilik restoran. Tapi yang dilakukannya hanya bersikap lugu, polos dan juga bereskpresi menyedihkan tapi menggemaskan bagi wanita seperti para pelayan di restoran ini.
Li Xiang membuka mulutnya kala salah satu pelayan menyodorkannya makanan. "Enak sekali~" Ia tersenyum kekanakan.
"Imutnya~" Salah satu pelayan mencubit pipi Li Xiang dengan gemas.
Li Xiang menggelembungkan pipinya dengan ekspresi cemberut, "Uh.. sakit. Jangan mencubitku terus, kakak cantik."
__ADS_1
"Ahhh, imutnya.." Pelayan lain mencubit hidung Li Xiang.
"Hm.. memiliki tubuh ini memang terkadang menguntungkanku. Aku hanya perlu bereskpresi manis dan lugu. Lalu aku mendapat pelayanan gadis cantik secara gratis seperti ini." Batin Li Xiang sambil tersenyum kekanakan. "Uh.. kakak ini.. Aku sudah mengatakan jangan mencubitku." Ia kembali cemberut.
***
Apa yang terjadi dengan Li Xiang saat ini berbeda jauh dengan apa yang terjadi pada Xiao Xing Fu. Bila Li Xiang diperlakukan dengan baik dan dikelilingi pelayan wanita, maka yang mengelilingi Xiao Xing Fu hanyalah monster. Ia juga tak mendapat perlakuan baik dari para monster.
"Hah.. baru saja aku ingin mencari ikan dan istirahat, kenapa malah ada monster lagi yang datang?!" Batin Xiao Xing Fu. "Mereka tidak membiarkanku tenang sama sekali."
Xiao Xing Fu saat ini sudah ada di samping danau. Namun di depannya sudah ada segerombolan serigala. Mungkin karena hari akan malam, gerombolan serigala yang aktif pada malam hari ini keluar.
"Tapi dengan ini aku bisa makan." Gumam Xiao Xing Fu. Sudut bibirnya perlahan tertarik ke atas kala memikirkannya. "Baiklah, karena kalian yang datang sendiri, maka aku tidak perlu repot repot mencari ikan." Ia menarik pedang yang tersarung di pinggangnya.
Ggrrrrr
Dua dari 5 serigala melompat ke arah Xiao Xing Fu dari depan. Sementara 3 serigala lain menyebar, mengelilingi Xiao Xing Fu dari arah kanan dan belakang. Sementara arah kirinya adalah danau.
Serigala yang ada di sisi kanannya tadi menyerang Xiao Xing Fu, membuat anak itu termundur ke belakang. Ia bahkan tidak sempat untuk menebas kedua serigala yang menyerangnya.
Kini Kelima serigala berdiri di depan Xiao Xing Fu dan ia tidak lagi berada di tengah tengah mereka.
Gggrrr
Kelima serigala menggeram ke arah Xiao Xing Fu. Mereka secara bergantian menyerang Xiao Xing Fu dengan cakarnya. Anak itu pun hanya bisa bertahan karena diserang secara terus menerus tanpa jeda.
Ketika melihat Xiao Xing Fu hanya terfokus pada serangan cakar mereka saja, salah satu serigala membuka mulutnya. Pelahan Qi mulai terkumpul di depan mulutnya, membentuk sebuah bola api.
Mengetahui kawannya akan melancarkan serangan, keempat serigala lain segera menghindar ke samping.
__ADS_1
"Mereka kenapa–" Xiao Xing Fu terkejut kala sebuah boa api bergerak cepat ke arahnya. Ia segera mengayunkan pedangnya ke depan.
Boomm
Bola api terbelah, lalu meledak di dekat Xiao Xing Fu. Bahkan anak itu langsung terdorong beberapa langkah ke belakang.
"Uhuk.. uhuk.." Xiao Xing Fu terbatuk saat asap dari api menyebar ke arahnya.
Gggrrrr
Saat Xiao Xing Fu memperhatikan ke dalam asap, ia melihat sesuatu yang terang dari dalam. Sesuatu keluar dari balik asap dan itu merupakan bola api. Bukan hanya satu, melainkan ada 3.
Xiao Xing Fu terkejut. Ia tidak memiliki waktu untuk menghindar. Maka dari itu, ia dengan cepat mengeluarkan sebuah kertas mantra dari balik pakaiannya. Ia menyalurkan Qi pada kertas dan langsung melemparkannya ke arah bola api yang melesat padanya. Ia menutup mata setelah melakukan itu.
Sebuah kubah pelindung tiba tiba terbentuk dan muncul, melindungi Xiao Xing Fu di dalamnya.
Boomm Boomm Boomm
Tiga kali ledakan terdengar di luar pelindung. Benda ini muncul tepat waktu. Lalu setelah ledakan menghilang, kertas mantra yang tertempel pada kubah pelindung kecil itu terbakar, menghilang bersama dengan kubah pelindung.
Gggrrrr
Xiao Xing Fu membuka matanya dan menghela nafas. "Untung saja aku sempat." Ia segera melompat mundur, menjauh dari asap hitam akibat ledakan.
Setelah asap hitam menghilang, kelima serigala terlihat masih berdiri di depannya tanpa luka apapun. Mereka berlari cepat ke arah Xiao Xing Fu dan melakukan serangan cakaran bertubi tubi.
"Ahk," Xiao Xing Fu segera menebas kaki salah satu serigala secara spontan kala serigala itu mencakar tangannya.
Aaauuu
__ADS_1
Satu kaki dari salah satu kelima serigala kini potong. Teman temannya yang melihat itu menjadi marah. Mereka langsung menyerang Xiao Xing Fu dengan bruntal, bahkan kini anak itu kesulitan melawan mereka.
Walaupun mereka hanya ada di tingkat sedang yang setara dengan kultivator tingkat master bintang 5, namun karena kondisi Xiao Xing Fu yang belum pulih dan serigala yang tidak hanya satu, ia jadi cukup kesulitan melawan mereka.