Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
25 -Tes Berakhir


__ADS_3

Seorang pemuda nampak terbaring di dalam sebuah batu besar yang berada di dalam gua. Matanya terus terpejam selama hampir 3 hari lamanya.


"Hah.. dasar.. ini semua salahmu! Kenapa kau tidak mengawasinya dan malah makan hingga melupakannya?!" Terdengar suara seseorang yang berada di luar gua saat ini.


Suara itu adalah suara milik Li Xiang. Di tangan kirinya bertengger seekor burung gagak. Ia nampak kesal dengan burung itu.


Kwaaaak Kwaaaaak


"Aku lapar! Jadi aku ingin makan! Jangan menyalahkanku atas apa yang terjadi padanya!" Ucap burung gagak yang juga terlihat kesal.


"Cih, memangnya kau bisa merasa lapar?" Kesal Li Xiang.


"Kau sendiri bagaimana? Kau yang meninggalkannya begitu saja dan menyuruhku untuk mengawasinya! Kau kemana saja?"


"Cih!"


Li Xiang melihat ke dalam gua dan menghela nafas. "Aku sudah memberinya penawar racun. Jadi aku hanya perlu menunggunya bangun saja."


"Apa sebaiknya kubunuh saja monster itu?" Ucap burung gagak.


Kwaaaak Kwaaaak


Li Xiang langsung memegang paruh burung gagak, menutup mulutnya, "Jangan sembarangan membunuh monster seperti dia. Aku malas berurusan dengan masalah. Bukannya aku 'tidak mampu'? melakukannya, tapi aku 'tidak mau' melakukannya. Karena itu merepotkan. Aku tidak mau melakukan hal yang merepotkan." Jawabnya ketus.


***


Li Xiang saat ini duduk di depan perapian sambil memasak sup daging. Sampai kini 5 hari lamanya Xiao Xing Fu belum juga terbangun. Anak itu sepertinya terlalu nyenyak sampai tidak bangun berhari hari.


Li Xiang memperhatikan pisau yang tadi ia gunakan untuk memotong wortel. Ia pun menancapkannya langsung ke jantungnya sendiri. "Uhuk..", Ia meringis. Darah keluar dari sudut bibirnya.


Tak lama, tubuhnya terjatuh ke tanah dengan pisau yang kini digenggamnya. Tidak hanya sekali, Li Xiang menancapkan pisaunya lagi berkali kali hingga ia menghebuskan nafas terakhirnya.


Yah.. bukan Li Xiang bila ia mati dengan begitu mudahnya. Beberapa jam setelah ia mati, ia hidup kembali. Pakaiannya sekarang terkotori oleh darah. Luka di dada kirinya pun perlahan menutup dengan cepat.


Pisau kini masih ada di genggaman tangan Li Xiang. Ia langsung duduk dan melihat ke dalam guci yang diisi oleh sup daging. "Ah~ akhirnya matang. Bila aku membuat sup daging seperti ini, lebih baik aku mati terlebih dahulu agar aku tidak perlu lama menunggu makanan ini matang." Ucapnya dengan senang. Ia membuang pisau yang digenggamnya ke sembarangan arah.

__ADS_1


Setelah itu, Li Xiang mengelap tangannya yang kotor dengan menggunakan pakaiannya. Ia menyendok sup yang ada di dalam guci ke mangkuk yang sudah ia sediakan. Ia menghirup aroma sup buatannya dalam dalam, "Rasa resep ini selalu luar biasa." Pujinya.


Sup daging yang dibuatnya bukanlah sup daging biasa. Karena daging yang ia gunakan berasal dari monster tingkat tinggi. Mengolahnya memerlukan waktu yang lama. Namun memiliki hasil yang lumayan. Bukan hanya enak, namun di dalamnya juga terdapat Qi. Itupun bila diolah dengan benar. Jika tidak, maka kandungan Qi di dalamnya akan hilang.


Dengan ekspresi senang, Li Xiang mencoba makanan yang dibuatnya. Ia jarang sekali membuat makanan ini. Karena prosesnya yang lama dan menurutnya membuat ini adalah hal merepotkan.


Saat ia sedang menikmati makanan, ia mendengar suara pelan dari arah gua. Ia pun melihat ke arah gua. Seorang pemuda berdiri tepat di depan gua dengan bertopang pada dindingnya. "Wah, kau ternyata sudah bangun. Kau tidur sangat nyenyak sekali. Bahkan aku tidak bisa membangunkanmu." Ucap Li Xiang dengan senyum kekanakan. "Kemarilah, apa kau bisa?"


Xiao Xing Fu yang bertopang pada dinding mencoba untuk mendekati Li Xiang. Namun belum lama setelahnya, ia terjatuh. Tubuhnya terasa sangat lemas. Ia juga merasa pusing.


"Astaga.. jika kau tidak bisa, maka katakan saja. Aku akan membantumu." Li Xiang segera berdiri dan menghampiri muridnya. Setelah itu, ia membantu Xiao Xing Fu untuk duduk.


"Tubuhmu sangat panas." Li Xiang memeriksa dagi Xiao Xing Fu, "Kau demam. Haish.. katakan jika kau merasa sakit. Sebaiknya sekarang kau kembali ke dalam saja dan beristirahat lagi."


"A-ir.." Lirih Xiao Xing Fu.


Li Xiang segera mengambil sebuah wadah air yang terbuat dari bambu di dalam cincin ruangnya. Ia memberikannya pada Xiao Xing Fu dan langsung diminum oleh pemuda itu dengan cepat. Dia terlihat sangat kehausan. Mungkin karena sudah 5 hari tidak minum.


Xiao Xing Fu mengembalikan wadah air yang diambilnya pada Li Xiang. Ia menghela nafas lelah. Rasanya sangat lemas sekali. Ia bahkan tak mengingat apa yang terjadi sebelum dirinya pingsan saat itu.


"Lalu? Kau ingin di luar bersamaku? Di luar panas, kau sedang sakit." Ucap Li Xiang. "Bukannya sembuh, sakitmu malah bertambah parah nanti. Aku lagi yang kau repotkan." Ucapnya malas.


"Tidak akan." Celetuk Xiao Xing Fu.


"Terserah kau saja. Kalau begitu, ayo." Li Xiang akhirnya membantu Xiao Xing Fu mendekat pada perapian yang ia buat.


Setelah dekat, Li Xiang mendudukan Xiao Xing Fu dekat dengan mangkuk sup. "Kau bangun diwaktu yang tepat. Aku baru saja selesai membuat sup daging. Kau pasti akan kagum dengan rasanya." Li Xiang berucap dengan bangga.


Xiao Xing Fu memutar bola matanya malas ketika mendengar ucapan gurunya.


Li Xiang mengambil mangkuk lain dari dalam cincin ruang miliknya. Ia pun mengambil sup di dalam guci dan memasukkannya ke dalam mangkuk. "Nah, cobalah. Kau belum pernah mencoba resep makanan ini bukan?" Ia menyodorkannya pada Xiao Xing Fu.


Xiao Xing Fu menerima sup yang diberikan Li Xiang. Ia mencoba sedikit kuah sup. Matanya membulat, seolah terkejut dan kagum.


"Sangat enak bukan? Hmph! Tentu saja sangat enak! Ini makanan buatanku!" Ucap Li Xiang dengan ekspresi sombong.

__ADS_1


Xiao Xing Fu melirik Li Xiang. "Siapa yang mengatakan bila ini enak? Biasa saja." Ucapnya dengan suara lirih.


"Sepertinya kau harus segera memulihkan dirimu. Karena kau sekarang terlihat begitu lemah, bahkan lebih lemah daripada keadaan baikmu. Seperti siput tanpa cangkang." Li Xiang berekspresi mengejek.


Xiao Xing Fu tampak kesal. Namun karena mengetahui kondisinya yang saat ini sangat lemas, ia hanya bisa menggerutu dalam hati. Saat menggerutu, ia pun tak sengaja melihat noda merah pada pakaian gurunya. "Kau mencoba bunuh diri lagi?"


"Ya, tapi selain itu agar aku tidak menunggu sup matang terlalu lama." Ucap Li Xiang santai.


Xiao Xing Fu berekspresi datar ketika mendengar ucapan Li Xiang. "Untung saja usahanya tak pernah berhasil. Jika saja berhasil, tidak akan ada yang mengajariku nanti."


"Saat sakit kau menjadi tidak cerewet. Apa perlu kubuat kau sakit terus seperti ini?" Li Xiang memegangi dagunya.


Xiao Xing Fu langsung menarik telinga Li Xiang dengan kesal.


"A-aduduh.. sakit.. lepaskan! Telingaku bisa lepas! Lagi pula aku tadi hanya bercanda! Itu baru pikiranku saja! Belum kulakukan kok!" Ucap Li Xiang dengan ekspresi kesakitan.


Xiao Xing Fu melepaskan tarikannya dengan kasar. Ekspresinya masih saja marah. "Cih!"


Mata Li Xiang berkaca kaca. Ia mengelus telinganya yang merah, "Sakit sekali.."


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku?" Ucap Xiao Xing Fu mengalihkan topik pembicaraan. "Kenapa aku tiba tiba berada di gua? Padahal seingatku, aku sedang bertarung melawan monster beruang tadi." Ia menatap gurunya.


"Jadi kau tidak ingat ya?" Li Xiang nampak berpikir, "Kita mulai dari mana ya.. Ehm.. baiklah! Aku akan memulainya dari sana saja!" Ia tersenyum.


"Saat tes bertahan hidup di hutan terdalam Yuelong, aku menyusulmu karena kau tidak juga kembali. Sesuai dengan yang kukatakan saat itu, aku akan menyusulmu jika kau tidak juga kembali setelah dua minggu.


Kau tidak sadarkan diri selama 5 hari di gua. Sementara di daerah itu, aku tidak tahu. Karena aku menemukanmu sudah pingsan. Jadi aku bawa saja. Kau terkena racun dari monster kalajengking. Setahuku begitu saat aku mengecek kondisimu. Jadi aku membuatkanmu penawar racun.


Cukup sulit menemukanmu.. jika saja aku tidak datang untuk membawamu, mungkin kau sudah dimakan oleh monster monster lain." Ucap Li Xiang sedikit berbohong. Ia berekspresi santai.


Ketika Li Xiang selesai menceritakan semuanya, Xiao Xing Fu merasakan sakit di kepalanya. Ada ingatan samar. Seekor kalajengking dengan warna emas menusuk tubuhnya. Ia juga ingat bagaimana aura mengerikan yang dirasakan dirinya saat itu hingga membuatnya takut.


Seketika Xiao Xing Fu menjatuhkan mangkuk sup yang ia pegang. Matanya bergetar takut ketika mengingat bagaimana aura mengerikan yang dirasakannya saat itu.


"Ahh, apa yang kau lakukan? Mangkuk milikku jadi pecah." Ucap Li Xiang terkejut, "Kau mau menggantinya?" Ia melirik Xiao Xing Fu yang saat ini memegangi kepalanya. "Kau kenapa?"

__ADS_1


__ADS_2