Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
51 -Bai Nuan


__ADS_3

Li Xiang melihat ke kanan dan kiri tempat duduknya. Muridnya dengan gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Bai Nuan tampak saling membuang muka. Keduanya jelas terlihat kesal. "Hah.. kalian berhentilah bertengkar." Ia menatap Xiao Xing Fu, "Dan juga, kakak seharusnya kau meminta maaf padanya. Karena salahmu, kak Nuan kehilangan uangnya."


"Bukankah seharusnya dia yang pertama kali disalahkan?! Lagi pula, dia yang memulai menyerangku sejak awal." Protes Xiao Xing Fu.


Bai Nuan melirik Xiao Xing Fu kesal, "Kenapa harus aku yang disalahkan?! Ini semua akibat ulahmu! Jika saja kau tidak menahanku tadi, mungkin aku sudah menangkap pencuri itu!"


"Itu uang milikmu, bukan milikku. Dan uangmu dicuri karena salahmu sendiri. Kau lengah dan tak bisa menjaga uangmu dengan baik! Jadi jangan menyalahkan orang lain!"


"Dan bila kau tidak menghalangiku, aku sudah mengejarnya, brengs*k!"


"Kau awal dari semua kejadian itu! Jadi kau yang salah!"


"Kau masih tidak ingin mengakui kesalahanmu?!"


"Kesalahan apa? Aku tidak membuat kesalahan sama sekali padamu. Bahkan yang sudah banyak membuat masalah adalah dirimu."


Xiao Xing Fu dan Bai Nuan saling menyalahkan satu sama lain. Tidak ada yang ingin mengakui kesalahan mereka masing masing.


"Kau ingin mengajakku ribut?!" Bai Nuan berdiri dari duduknya dan langsung menggebrak meja dengan keras.


Xiao Xing Fu ikut berdiri, "Kau sendiri yang mengajakku ribut. Kau seharusnya mengakui kesalahan awalmu padaku!"


"Aku sudah menyelesaikan masalah itu. Aku sudah memberikanmu uang sebagai ganti rugi! Jadi masalahku selesai. Lalu kau malah membuat masalah lagi denganku dan menghalangiku! Akibat ulahmu–"


"Kau memang tidak pandai menjaga barang barangmu sendiri! Kau yang ceroboh, tapi kau menyalahkan orang lain!"


"Apa katamu?!"


"Bagaimana ini Tuan Muda?" Bisik pelayan di samping telinga Li Xiang.


Li Xiang berekspresi malas, "Mereka sangat berisik. Bisakan kalian diam? Tempat ini jadi bergetar seperti gempa akibat ulah kalian. Seharusnya kalian bisa berkaca pada diri kalian sendiri. Tidak ada yang benar, kalian berdua salah."


"DIAM!" Teriak Xiao Xing Fu dan Bai Nuan bersamaan.


Li Xiang menjadi diam ketika mendengar teriakan keras dari kedua orang itu. Matanya mulai berkaca kaca, "Kalian berteriak padaku? Apa aku melakukan kesalahan sampai kalian berteriak padaku seperti itu?"


Bai Nuan kini baru menyadari apa yang dilakukannya. Ia pun merasa bersalah. Menurutnya, Li Xiang adalah remaja laki laki yang mudah menangis atau bisa dikatakan cengeng. Walau begitu, ia tetap merasa bersalah jika membuat Li Xiang menangis. "M-maafkan aku.. aku tadi tidak sengaja berteriak padamu. Aku hanya terlalu kesal tadi. J-jadi aku tidak menyadari apa yang kulakukan." Ia mengelus kepala Li Xiang yang masih duduk di kursi.


Li Xiang menatap pada Bai Nuan, "Tapi jangan bertengkar lagi dengan kakak. Bagaimana bila restoran ini roboh nanti? Aku tidak akan memiliki tempat tinggal lagi." Ucapnya masih dengan mata berkaca kaca. Ia memang sangat suka bersandiwara dalam artian, ia selalu melakukannya.

__ADS_1


Xiao Xing Fu memandang Li Xiang dengan datar. Sementara, Bai Nuan mengangguk, "Tapi kakakmu itu harus bertanggung jawab karena sudah menghilangkan uangku. Terlebih ada beberapa benda berhargaku di sana. Dia harus memberikan tempat tinggal untukku."


Xiao Xing Fu mengerutkan kening sambil menatap gadis itu, "Kenapa aku harus memberimu tempat tinggal? Memangnya kau siapa, seenaknya meminta itu padaku?"


"Cih!" Bai Nuan membuang muka. "Kau harus bertanggung jawah dengan uangku! Seharusnya aku membeli rumah dengan uang itu! Tapi karenamu, aku jadi kehilangannya! Dan sekarang aku tidak memiliki tempat tinggal!"


"Tidak! Aku menolak! Aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu!" Ucap Xiao Xing Fu. "Bahkan, kau'lah akar dari masalahmu sendiri!"


"Kau yang memulainya! Wanita selalu benar! Jadi jangan mengelak lagi!"


"Hah? Kenapa seperti itu?–"


"Sebaiknya kalian hentikan ini sekarang juga. Sekarang aku ingin bertanya, apa yang kakak inginkan?" Li Xiang menatap Xiao Xing Fu.


"Aku ingin dia meminta maaf padaku dengan benar!" Celetuk Xiao Xing Fu.


Li Xiang kini memandang Bai Nuan, "Lalu apa yang kak Nuan inginkan?"


Bai Nuan memiringkan kepala heran, "Aku? Aku hanya ingin kakakmu memberikanku tempat tinggal dan mengganti rugi semua uang yang sudah diambil oleh pencuri itu."


"Hah? Kenapa harus aku? Dan lagi, aku tidak ingin memberikan tempat tinggal apapun padamu dan aku tidak mau memberimu sepeserpun uangku." Ucap Xiao Xing Fu.


"Sebaiknya kalian saling menuruti keinginan masing masing. Nona, Anda harus meminta maaf pada Tuan saya. Lalu Tuan, Anda harus memberikan keinginan Nona ini agar masalah selesai. Jika kalian terus bertengkar, maka masalah tidak akan selesai." Ucap pelayan dengan bijak. Ia tidak ingin bila pertengkaran semakin besar dan membuat restoran hancur bila keduanya bertarung di dalam.


"Hmph! Aku tidak mau! Meminta maaf padanya?! Yang benar saja!" Ucap Bai Nuan.


"Kau pikir aku juga mau melakukan apa yang kau katakan, huh?"


Li Xiang berdiri sambil memandang satu persatu orang di sampingnya. Ia pun mengambil kucing yang sedang dipegang pelayan dan mengarahkan mata pisau pada lehernya.


Kucing di tangan Li Xiang kini hanya bisa ketakutan dengan tubuh bergetar. Ia tak bisa melawan, seakan ada suatu kekuatan yang membuatnya tak bisa bergerak.


"Tuan Muda!" Pelayan terkejut ketika melihat apa yang saat ini dilakukan Li Xiang. Begitupun dengan Xiao Xing Fu dan Bai Nuan.


"Sebaiknya kalian segera menyelesaikan masalah ini, jika kalian tidak ingin aku menyakiti kucingnya." Ucap Li Xiang dengan cemberut. Ia mengeluarkan pisau dari cincin ruang tadi, tanpa sepengetahuan orang orang di sekitarnya.


"Hmph! Menjadikan seekor kucing sebagai sandera." Xiao Xing Fu membuang muka, "Memangnya kau pikir itu akan berpengaruh padaku?"


"Jangan lakukan itu! Baiklah, baiklah, aku akan melakukan apa yang dikatakan kakakmu. Tapi jangan sakiti kucing itu." Ucap Bai Nuan dengan sedih. Ia sangat menyukai kucing. Jadi ia tidak mau bila seekor kucing terluka hanya karena perdebatannya dengan seseorang yang tidak dikenal.

__ADS_1


Li Xiang tersenyum kekanakan, "Baiklah! Aku tidak akan melukainya. Sekarang kak Nuan bisa meminta maaf pada kakak dan menyelesaikan masalah."


"A-aku.." Bai Nuan menggigit bibitnya dengan kepala tertunduk, "Aku.. benar benar minta maaf soal kejadian awal tadi. Aku sudah memukulmu dan menuduhmu yang tidak tidak. Jadi.. kumohon, m-maafkan aku."


Xiao Xing Fu terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan gadis itu. "Dia benar benar mengatakannya hanya untuk menyelamatkan sandera seekor kucing?"


Li Xiang kini menatap Xiao Xing Fu, "Nah, kak Nuan sudah meminta maaf kakak." Ia tersenyum. "Bagaimana denganmu? Permasalahan akan selesai bila kau mengikuti kemauannya."


"Cih," Xiao Xing Fu membuang muka lagi, "Hanya karena seekor kucing, kau langsung mengatakannya. Apa kau bodoh?!"


Bai Nuan mengangkat kembali kepalanya dengan alis mengernyit kesal, "Aku tidak bodoh! Kau yang tidak memiliki perasaan! Kau mengatakan hanya. Padahal kucing sama saja makhluk hidup dan mereka memiliki nyawa. Dan aku tidak ingin ada seekor kucing yang terluka, bahkan mati hanya karena perdebatanku dengan orang sepertimu!"


Xiao Xing Fu menatap Bai Nuan kembali. Gadis itu baru saja mengatainya tidak memiliki perasaan, "Memangnya kau tahu apa tentangku? Jangan seenaknya saja mengatakan bila aku tidak memiliki perasaan!"


Beberapa saat kemudian, setelah lamanya perdebatan...


Akhirnya Xiao Xing Fu dengan terpaksa mengizinkan Bai Nuan untuk tinggal di restorannya. Ia akan tidur bersama Li Xiang. Sementara Bai Nuan, ia tidur di kamar Xiao Xing Fu.


Bai Nuan bahkan langsung tidur di kamar Xiao Xing Fu setelah perdebatan selesai tadi. Mungkin dia sangat lelah. Sementara Xiao Xing Fu, Li Xiang dan pelayan berada di lantai bawah.


"Wanita itu.. dia berbuat seenaknya saja di tempatku!" Kesal Xiao Xing Fu. Beberapa menit yang lalu, Bai Nuan mengatakan beberapa hal pada mereka. Ia mengatakan bila kamar yang ia tempati mutlak menjadi miliknya dan tidak boleh ada yang masuk ke dalam. Lalu ia juga mengatakan untuk 3 kali dalam sehari selalu memberikan makanan dan minuman untuknya. Selain itu, ia juga mengatakan Xiao Xing Fu harus membelikan apa yang diinginkannya sebagai ganti rugi uangnya yang hilang.


Li Xiang masih berekspresi santai. Ia mengelus elus kucing di pangkuannya, walaupun kucing itu terlihat ketakutan. Mungkin karena kejadian tadi, kucing itu memilih untuk tidak melawan Li Xiang lagi.


"Sabar Tuan, jangan marah. Saya akan membantu bila Tuan meminta bantuan saya. Saya akan melakukannya sebisa yang saya lakukan." Ucap pelayan dengan senyum tipis di bibirnya.


Xiao Xing Fu melirik pelayannya, "Carikan seseorang yang bisa memperbaiki lubang tembok di kamar tadi sekarang."


Pelayan mengangguk, "Baik Tuan. Kalau begitu, saya permisi." Ia pun segera pergi.


"Hah..," Xiao Xing Fu mengacak acak rambutnya dengan kesal. "Dia tidak tahu malu! Menyebalkan! Seenaknya! Rasanya aku ingin sekali menginjak kuburannya."


"Dia belum mati, jadi dia tidak memiliki kuburan dirinya sendiri." Ucap Li Xiang dengan mudahnya. "Lagi pula, kau marah marah sejak tadi. Kau akan cepat tua jika seperti itu." Ejeknya.


Xiao Xing Fu memandang gurunya kesal, "Jangan mencoba memanas manasiku lagi! Wanita itu sudah membuatku kesal, jangan tambahkan juga denganmu!"


"Memangnya aku apa? Bumbu? Seenaknya saja aku ditambahkan." Li Xiang mendengus.


Xiao Xing Fu menghela nafas berat. Nafasnya sedikit tidak teratur karena kesal. "Sabar.. sabar.."

__ADS_1


__ADS_2