
"Seharusnya aku yang mengatakan itu. Berkaca'lah pada dirimu sendiri. Apa kau pantas mengusir tamu ini?" Ucap Li Xiang sombong.
Penjaga penginapan semakin geram dengan ucapan Li Xiang. Ia berniat memukul Li Xiang. Namun, Xiao Xing Fu dengan sigap langsung menangkis serangan.
"Huh, kerja bagus muridku." Li Xiang menatap penjaga dengan angkuh.
"Cih, kalian sebaiknya pergi sekarang juga! Orang rendahan seperti kalian tidak pantas berada di sini!" Geram penjaga. "Jika kalian tidak juga pergi, aku akan mengusir kalian dengan kasar."
"Heh, dengan kasar? Lalu apa yang kau lakukan tadi? Kau sudah berbuat kasar." Li Xiang menatap penjaga dengan sinis.
Penjaga yang semakin dibuat geram oleh Li Xiang langsung mengeluarkan pedang yang tergantung di pinggangnya. Ia mengacungkannya pada Li Xiang, "Sepertinya bocah sepertimu tidak bisa diberitahu!" Ia berniat mengayunkan pedangnya untuk melukai Li Xiang. Namun sebelum ia bisa melakukannya, suara seseorang terdengar, membuatnya berhenti. "Ada apa ini?"
Baik Li Xiang, Xiao Xing Fu maupun penjaga melihat ke sumber suara berasal. Seorang wanita memegang sebuah kipas di tangannya. Ia terlihat cantik, memiliki kulit sedikit gelap dengan rambut hitam dan iris mata cokelat.
Mengatahui bila orang tersebut adalah bosnya, penjaga penginapan menyarungkan pedangnya kembali dan sedikit membungkuk ke arahnya, "Nona, mereka sudah membuat keributan di penginapan Anda. Jadi saya berniat mengusir mereka agar tidak mengganggu pengunjung lain."
Li Xiang mendengus ketika mendengar ucapan penjaga, "Bukan aku yang membuat keributan. Tapi kau sendiri yang membuat keributan di sini. Aku dan muridku hanya ingin masuk dan memesan ruangan untuk beristirahat. Tapi kau menahan kami. Sekarang katakan, siapa yang sudah membuat keributan?"
Xiao Xing Fu mengangguk, "Ya. Dia yang membuat keributan, bukan kami."
Wanita itu menatap Li Xiang dan Xiao Xing Fu dari atas ke bawah. Kedua anak itu memang terlihat seperti gelandangan. Namun ia memiliki firasat bila dirinya akan dalam masalah bila berurusan dengan salah satu dari keduanya. Apalagi mengejek mereka. Ia tidak pernah meragukan firasatnya sendiri tentang sesuatu. Jadi walaupun Li Xiang dan Xiao Xing Fu seperti pengemis dalam pandangannya, ia tetap memilih firasatnya. Ia berekspresi menyesal, "Maafkan penjagaku yang sudah menahan kalian di sini. Jika kalian merasa terganggu, saya sangat menyesal tentang itu. Maafkan kelalaian saya karena tidak memperhatikan sikap bawahanku."
Penjaga terkejut ketika mendengar ucapan atasannya. Ia pun langsung berdiri tegak kembali. Ekspresinya nampak tidak terima, "Nona, mereka yang salah. Mereka yang memulai keributan di tempat ini. Mereka hanyalah gelandangan yang menginginkan tempat dan makanan gratis, jadi untuk apa Anda meminta maaf pada mereka?"
Wanita yang merupakan pemilik penginapan menatap penjaganya dengan ekspresi marah, "Jaga bicaramu! Apa seperti itu caramu berbicara dengan tamu tamu kita?! Mulai sekarang, kau tidak perlu ke penginapanku lagi untuk bekerja, kau kupecat! Sekarang juga pergi dari hadapanku!"
Penjaga terkejut ketika mendengar ucapan atasannya, "Kenapa saya dipecat hanya karena pengemis seperti mereka?!" Ucapnya tak terima.
Wanita itu tampak semakin marah, "Pergi sekarang juga dari sini!"
__ADS_1
Li Xiang tersenyum sinis ke arah penjaga. Ia seakan mengejeknya.
Penjaga menatap Li Xiang dan Xiao Xing Fu sejenak. Setelahnya, ia langsung keluar dari dalam penginapan dengan raut wajah kesal.
Pemilik penginapan tersenyum ramah pada Li Xiang dan Xiao Xing Fu, "Kalian bisa masuk ke dalam. Maaf atas gangguan tadi."
Li Xiang menggelengkan kepala dan tersenyum, "Tidak apa. Aku memaafkannya. Mungkin ini juga salahku karena berpenampilan seperti ini." Ia pun mengajak Xiao Xing Fu pergi ke tempat resepsionis.
Pemilik penginapan menatap Li Xiang dan Xiao Xing Fu yang pergi meninggalkannya. "Aku sudah memecatnya. Semoga saja tidak terjadi hal yang buruk padaku." Batinnya.
Setelah membayar penginapan selama semalam, Li Xiang dan Xiao Xing Fu pergi ke kamar yang dipesan dengan diantar oleh pelayan wanita yang ada di sana.
"Terimakasih," Ucap Xiao Xing Fu sambil tersenyum.
"Jika kalian membutuhkan sesuatu, katakan saja. Semoga kamar ini nyaman untuk kalian." Pelayan tersenyum. Setelah itu, ia segera pergi.
Li Xiang berekspresi bangga, "Tentu saja! Aku memang hebat! Luar biasa!"
"Tapi... bukankah itu terlalu berlebihan? Dia sampai dipecat hanya karena kita." Ucap Xiao Xing Fu dengan suara pelan.
"Hmph! Orang seperti dia memang pantas mendapatkannya."
Waktu terus berlalu dengan cepat, matahari mulai menampakkan wujudnya setelah malam berganti pagi. Sepasang guru dan murid saat ini duduk di lantai bawah penginapan, dimana terdapat restoran di sana.
Karena masih pagi, pengunjung tidak begitu banyak. Hanya ada orang orang yang merupakan tamu di penginapan saja.
"Lebih enak makanan yang kubuat." Ucap Li Xiang setelah mencoba makanannya.
Xiao Xing Fu setuju dengan ucapan Li Xiang. Namun ia tidak mengatakan apapun. Ia hanya memakan makanannya tanpa protes. "Dia ada benarnya."
__ADS_1
Saat Li Xiang sedang melihat sekitar, matanya melihat seseorang yang ia kenal. Senyuman mengembang di bibirnya kala melihat orang itu.
Orang itu nampak berada di depan meja resepsionis. Lalu setelahnya, ia pergi menuju tangga untuk naik ke lantai atas, dimana kamar kamar penginapan berada.
Li Xiang menatap Xiao Xing Fu kembali, "Kau tunggu di sini. Sepertinya aku meninggalkan sesuatu di kamar kita." Ia langsung berdiri. "Aku akan segera kembali."
"Ceroboh. Lain kali periksa semua barangmu." Cibir Xiao Xing Fu.
"Jangan menasehatiku." Ketus Li Xiang. Ia pun segera pergi untuk mengikuti orang yang ia incar tadi.
***
Saat Li Xiang hampir mendekati orang itu, orang itu sudah menyadari kehadirannya yang mengikuti di belakang. "Kenapa kau mengikutiku?" Ucapnya dingin tanpa membalikkan tubuhnya menatap Li Xiang. Ia berhenti berjalan.
Li Xiang ikut berhenti. Ia cemberut, "Apa apaan ucapan dinginmu itu? Hanya beberapa tahun tidak bertemu saja kau sudah sangat berubah seperti ini. Jangan bersikap terlalu dingin padaku."
Pria yang ada di hadapan Li Xiang mengerutkan kening. Ia seperti mengenal suara yang ia dengar. Karena itupun, ia langsung berbalik untuk melihat siapa yang mengikutinya.
"Hai~" Li Xiang melambaikan tangan dengan senyum ceria.
Pria itu terkejut dengan kehadiran Li Xiang. Ia dengan refleks langsung memukul wajah Li Xiang. "Menjauh dariku kera jelek!"
Jbuaak
"Aduh.." Li Xiang mengusap usap wajahnya yang sedikit sakit. "Sshh.. kenapa kau memukulku?! Aku menyambutmu dengan ramah! Tapi kau malah memukul! Tidak tahu sopan santun!"
Pria itu semakin terkejut saat melihat wajah Li Xiang dengan benar. Matanya membulat terkejut, "Kau.. Jian?!"
Li Xiang tersenyum, "Ya, ini aku. Lama tidak bertemu. Apa kau merindukanku?" Matanya menyipit saat menatap pria di hadapannya. Ia pun tiba tiba berekspresi kesal, "Lain kali jaga sopan santunmu! Kau memukulku dengan sembarangan! Apa kau ingin kutendang untuk masuk ke mulut singa?!"
__ADS_1