Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
67 -Roh Roh Jahat


__ADS_3

"Apa kau yakin kita pergi sekarang? Sekarang hari sudah malam." Ucap Xiao Xing Fu saat keduanya mulai memasuki hutan yang ada di arah timur desa. "Kekuatan kitapun sudah terkuras. Lebih baik kita beristirahat dan mengisi kembali kekuatan kita. Lalu besok pagi kita langsung pergi ke sana."


"Kita tidak memiliki banyak waktu." Bai Nuan berhenti dan mengepalkan tangannya, "Jika kau takut, maka kau kembali saja ke desa dan menungguku di sana. Aku tidak membutuhkan bantuanmu."


Xiao Xing Fu mengerutkan kening dan berhenti, "Apa yang kau katakan? Bagaimana bisa aku meninggalkanmu malam malam di hutan sendirian?"


"Karena kau takut mendekati tempat yang dikatakannya. Kau takut dirimu akan mati di tempat seperti itu. Maka sebelum itu terjadi, lebih baik jangan mengikutiku. Lindungi saja dirimu sendiri. Lagi pula, kau tidak ada hubungannya sama sekali dengan ini. Tidak perlu membuang buang nyawamu untuk orang asing sepertiku." Bai Nuan hendak pergi.


Sebelum gadis itu benar benar pergi, Xiao Xing Fu mencengkram pergelangan tangannya, "Tunggu."


Bai Nuan melirik ke samping, "Lepaskan tanganku."


"Kau bukan orang asing untukku. Aku ti..," Xiao Xing Fu tiba tiba menggelengkan kepala, "Kita sudah bersama selama 2 bulan ini. Mana mungkin kau orang asing untukku. Kita sudah menjadi te.. man.


Maka dari itu, aku ingin membantu. Aku tidak akan takut mati bila itu demi temanku. Aku akan berusaha melindungimu sebisaku."


Bai Nuan tertegun dengan ucapan pemuda itu. Ia menarik tangannya yang dipegang oleh Xiao Xing Fu, "J-jika itu maumu, yasudah. Jangan meminta tanggung jawab dariku bila kau mati nanti." Ucapnya dengan cepat.


Xiao Xing Fu tersenyum senang, "Kalau kau ingin pergi sekarang, aku akan mengantar dan menjagamu. Jadi jangan mengusirku."


"Terserah kau saja," Bai Nuan berjalan mendahului Xiao Xing Fu.


Setelah berjalan selama berjam jam, akhirnya mereka sampai di tempat yang dikatakan oleh Shao Gang. Puluhan meter di depan mereka terdapat sebuah kuil tua dengan beberapa rumah di belakangnya yang nampak berantakan. Rumah rumah itu terlihat seperti telah terbakar, hanya saja kayu kayu yang menopang rumah masih tetap kuat berdiri. Walaupun memang sudah lapuk dimakan usia beserta goresan goresan di seluruh titik rumah rumah itu.


"Ada rumah. Apakah tempat ini memiliki penghuni?" Gumam Xiao Xing Fu.


"Tidak perlu pikirkan itu. Lihatlah, ada beberapa bunga harapan di sana!" Bai Nuan menunjuk halaman kuil tua yang terlihat akan roboh.


Xiao Xing Fu melihat ke arah yang ditunjuk. Terdapat 5 bunga yang ia lihat memiliki bentuk seperti melati dengan warna biru, lalu setiap bunga memiliki batangnya masing masing. "Itu pasti bunga yang dikatakan olehnya!" Ucapnya senang.


Bai Nuan ikut tersenyum senang. Seakan ada harapan besar di depannya saat ini yang bisa mewujudkan keinginannya. "Kalau begitu, sebaiknya kita segera mengambilnya."


Xiao Xing Fu mengangguk dengan antusias. Ia dan Bai Nuan berniat melangkah ke depan. Namun baru saja tiga langkah yang mereka ambil, kabut putih tiba tiba keluar entah dari mana asalnya. Hal ini membuat keduanya terhenti dan tidak bisa melihat dengan jelas.


"Nuan, apa kau masih ada di sampingku?" Ucap Xiao Xing Fu.

__ADS_1


"Ya, aku ada di sini. Jangan sampai kita terpisah di dalam kabut." Ucap gadis itu.


Ggrrrr Krakk Krakk


"A-apa kau mendengarnya?" Ucap Bai Nuan.


"Seperti geraman? Selain itu, ada suara seperti tulang digigit oleh binatang buas?" Ucap Xiao Xing Fu dengan ragu.


Tak lama setelah suara aneh yang muncul, kabut putih perlahan menghilang dengan sendirinya, menampilkan ratusan roh roh yang berbentuk seperti mayat hidup, namun transparan. Tetapi ada pula beberapa mayat hidup yang benar benar memiliki daging, walaupun sudah membusuk.


Roh yang memiliki tampilan seperti mayat dengan tubuh transparan berarti roh tersebut memiliki kekuatan yang cukup kuat. Tubuh rohnya bisa dilukai itupun bila orang yang melawannya memiliki kekuatan yang sebanding atau lebih kuat darinya. Walau begitu, ia tidak bisa merasuki tubuh orang lain.


Sementara bila roh dengan bentuk hampir seperti bola asap berarti lemah dan bisa melukai lawan jika, masuk ke dalam tubuh seseorang yang cocok dengan rohnya. Bila tidak cocok dengan rohnya, maka ia tidak akan bisa merasukinya dan tak bisa melukai orang yang masih hidup. Begitupun dengan kultivator yang ingin membasmi roh jahat. Mereka tak bisa membunuh roh lemah sebelum roh itu masuk ke dalam tubuh seseorang. Lalu kultivator bisa memusnahkan roh lemah saat roh itu baru saja keluar dari orang yang dirasuki.


Sementara, roh dengan tubuh mayat berarti memiliki kekuatan yang kuat. Hampir sebanding dengan kultivator tingkat langit bintang 1. Jika mereka merasuki orang yang masih hidup, maka mereka bisa mengambil alih pikiran manusia itu.


Roh roh jahat sendiri terbentuk dari sifat negatif seseorang yang sudah mati. Kekuatan yang dimiliki mereka tidak sebanding dengan orang tersebut saat masih hidup. Namun, tidak semua orang yang mati menciptakan roh jahat mereka. Karena selain terbentuk dari sifat negatif seseorang, roh jahat pun bisa ada karena orang yang sudah mati tersebut tidak rela jika dirinya mati saat itu ataupun juga mereka mati dengan membawa dendam yang belum dibalasnya.


Tetapi, walaupun orang itu memiliki kedua atau salah satu dari alasan itu, bukan berarti mereka bisa menciptakan roh jahat. Misalnya saja orang biasa yang bukan merupakan kultivator. Walaupun memiliki dendam yang belum dibalasnya, namun bila ia tidak memiliki roh bagus yang kuat, maka saat dirinya meninggal, ia tidak bisa menciptakan roh jahat secara alami. Tapi walaupun mereka bisa menciptakan roh jahat, mereka tidak akan bisa bertahan lama di dunia. Berbeda halnya dengan kultivator.


Hanya roh dengan tubuh mayat yang memiliki pikiran cara bertarung, mereka juga bisa berbicara. Sementara untuk roh lainnya yang cukup kuat dan lemah, mereka tidak memiliki pikiran cara bertarung atau bahkan berbicara. Mereka hanya bisa menyerang tanpa henti bila sudah menargetkan seseorang.


Bau busuk dan anyir darah bercampur menjadi satu semenjak datangnya mereka. Xiao Xing Fu dan Bai Nuan bahkan harus menutup hidung mereka karena tak tahan dengan bau yang ditimbulkan.


"A-apa ini? K-kenapa.. ada banyak sekali roh kuat di sini?" Ucap Bai Nuan dengan terkejut. Jika ia memperhatikan di depannya, maka ia bisa melihat bila terdapat 2 roh bertubuh mayat. Ia bahkan belum menghitung roh bertubuh mayat lain yang ada di sekeliling yang lebih jauh dari tempatnya berdiri.


Di sekeliling Bai Nuan dan Xiao Xing Fu hanya ada roh cukup kuat dan roh yang kuat saja. Tidak ada roh lemah di tempat ini sama sekali.


"Mereka sangat banyak. Bagaimana ini?" Gumam Xiao Xing Fu. "Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua, Nuan."


Bai Nuan menelan ludahnya. Tatapannya kini terpaku pada bunga harapan yang berada cukup jauh di depannya dan terhalang oleh banyaknya roh. "Walaupun kita ingin pergi dari tempat ini, sangat mustahil. Mereka menutup jalan untuk kita pergi."


"Kita bisa menggunakan kertas teleportasi. Kita hanya perlu menyobeknya, karena kita sudah menandai sekte sebagai tempat tujuan dari teleportasi ini." Ucap Xiao Xing Fu.


"Tidak bisa! Aku sudah jauh jauh pergi ke tempat ini, tidak mungkin aku akan pergi tanpa membawa apapun." Bai Nuan mengambil pedang yang tersarung di pinggang kirinya. Ia pun memegangnya dengan kedua tangan.

__ADS_1


Ggrrrr


Puluhan roh bertubuh transparan melayang mendekati Bai Nuan semenjak gadis itu mengeluarkan pedangnya. Mereka memiliki kuku yang tajam dan panjang transparan. Suara geraman keluar dari mulut mereka.


"Kau memang selalu keras kepala. Maka dari itu, aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri di sini." Xiao Xing Fu menarik pedang yang tersarung di pinggang kirinya. Ia pun berlari mendekati para roh itu.


Sementara, Bai Nuan berbalik untuk menghadapi para roh bertubuh transparan yang ada di belakang mereka.


Xiao Xing Fu melapisi pedangnya dengan petir petir kecil berwarna kuning. Ia mengayunkannya dengan kuat dan penuh tenaga ke arah para roh yang mendatanginya.


!!


Xiao Xing Fu terkejut saat melihat pedangnya hanya menembus tubuh para roh itu. Padahal seharusnya ia bisa menebas roh yang cukup kuat seperti mereka. "K-kenapa aku tidak bisa–"


Gggrrr


Beberapa roh langsung menyerang dan melukai tubuh Xiao Xing Fu. Mereka bisa menyentuh dan melukai tubuh pemuda itu, sementara Xiao Xing Fu tidak bisa menyentuh apalagi melukai mereka.


Xiao Xing Fu melompat mundur. Ia tidak habis pikir, mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi?


"Nuan, apa kau bisa melukai mereka?" Ucapnya setengah panik saat melihat beberapa roh yang baru saja menyerangnya bergerak ke arah mereka.


"Hanya beberapa. Sebagian lainnya, aku tidak bisa melukai mereka! Bagaimana ini?!" Ucap Bai Nuan yang juga terlihat sedikit panik dan bingung. Ia melompat mundur terus menerus hingga punggungnya saling bersentuhan dengan punggung Xiao Xing Fu.


"Hanya sebagian?" Batin Xiao Xing Fu. "Bagaimana caramu menyerang mereka?"


"Aku menyerang mereka seperti yang biasa kulakukan. Aku hanya memusatkan kekuatanku pada pedang dan mulai menebas. Tapi hanya beberapa dari mereka saja yang terluka."


Gggrrr


Roh roh itu menyerang Xiao Xing Fu dan Bai Nuan dengan cakar mereka. Sementara, keduanya hanya bisa bertahan dalam banyaknya serangan yang mereka lakukan. Luka luka mulai tergores pada tubuh keduanya yang hanya bisa bertahan. Roh bertubuh mayat bahkan belum bergerak sama sekali, namun keaduanya sudah mendapatkan beberapa luka dari roh roh yang mereka lawan.


"Kami tidak bisa terus seperti ini." Batin Xiao Xing Fu. "Nuan, kau ikuti aku dari belakang. Kita akan menembus kerumunan roh ini dan mendekat ke arah kuil. Tidak ada roh di sana. Mungkin mereka tak bisa masuk ke dalamnya."


"Aku mengerti." Balas Bai Nuan sambil mengangguk. Ia mengayunkan pedang dengan kuat ke depan untuk menjauhkan beberapa roh. Namun hanya sebagian dari mereka yang terluka oleh pedangnya.

__ADS_1


Xiao Xing Fu pun melakukan hal yang sama. Walaupun sebagian dari roh itu tidak terluka oleh pedangnya, namun ia tetap berlari menuju ke arah depan dimana kuil berada. Bai Nuan sendiri mengikutinya dan membantu menebas roh roh yang ada di sekitar mereka ataupun menghalangi jalannya.


__ADS_2