
Xiao Lei mengangkat kepalanya, melihat Li Xiang. Rasanya sangat menyesakkan. Ia membutuhkan waktu untuk sendiri. Tapi ia tidak mungkin mengatakannya pada Li Xiang. Karena remaja itu pasti akan pergi dan ia tidak tahu apakah ia akan bisa bertemu dengannya lagi atau tidak untuk penjelasan Li Xiang yang lebih detail.
"Aku akan mendengarkan penjelasanmu." Ucap Xiao Lei. Ia lalu duduk di atas tempat tidur.
"Selain token itu, aku memiliki benda lainnya." Li Xiang mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin ruangnya dan memperlihatkannya pada Xiao Lei.
Xiao Lei yang melihat itu langsung mengambil sebuah poto yang ada di tangan Li Xiang. Ia memperhatikannya. Terdapat gambar putranya yang terlihat sudah dewasa. Selain dirinya, terdapat seorang wanita dan seorang anak yang bersamanya. "Apa ini.."
"Ya, wanita itu adalah istrinya dan anak itu adalah anaknya." Potong Li Xiang. "Saat itu aku merasa sedikit penasaran, kenapa pembantai yang membunuh seluruh orang desa melakukan bunuh diri. Jadi aku menggeledah tubuhnya dan menemukan poto itu.
Saat aku memperhatikan anak yang ada di dalam poto, aku tahu bila dia adalah anak yang kutemui di kota Taiyang. Jadi aku pergi kembali ke desa Yunxu untuk melihat keadaannya, karena aku tahu bila anak itu masih hidup, walaupun sekarat."
"Kau mengatakan bila anak itu mati. Lalu kenapa sekarang kau mengatakan bila dia sekarat?" Potong Xiao Lei.
Li Xiang berekspresi kesal, "Jangan memotong ucapanku. Aku belum selesai."
Xiao Lei menutup mulutnya, "Maaf."
"Lalu kau tahu, aku bisa merasakan keinginan yang besar untuk dia hidup. Jadi aku menemuinya. Lalu apa yang kulakukan?" Li Xiang tersenyum. "Aku menghidupkannya kembali agar dia bisa membalaskan dendam sesuai dengan alasan kenapa dia masih ingin hidup. Saat selesai berbicara dengannya, dia mati. Aku menghidupkannya kembali dengan sebuah benda yang bisa menghidupkan orang mati yang kutemukan di suatu tempat. Lalu aku berhasil melakukannya. Dengan menambahkan kekuatanku pada benda itu." Ia berhenti sejenak.
Xiao Lei terkejut, "Maksudmu, anak dari Shen'er masih hidup sekarang?!"
Li Xiang mengangguk, "Ya–"
"Guru, kau dimana?! Kenapa lama sekali?! Awas saja bila kau meninggalkanku tanpa membayar makanan tadi!" Ucapan Li Xiang terpotong oleh suara Xiao Xing Fu yang berjalan di lorong lantai dua. Anak itu pasti sedang mencarinya karena tidak menemukannya di kamar yang dipesan.
"Astaga, ini semua karenamu! Aku jadi melupakannya!" Kesal Li Xiang.
Xiao Lei menjadi heran, "Apa salahku? Siapa yang kau lupakan?"
"Aku bersembunyi di tempatmu sebentar! Jika dia menemukanku sedang bersantai seperti ini, dia akan memukulku!" Li Xiang langsung masuk ke dalam bawah tempat tidur. "Jangan mengatakan keberadaanku padanya." Bisik Li Xiang.
Xiao Lei mengangkat sebelah alisnya. Ia memasukkan poto dan token yang ada di tangannya ke dalam cincin ruang yang dipakai. "Kenapa dia panik sekali? Apa dia takut dengan pemilik suara itu? Tapi bagaimana mungkin?" Batinnya. "Aku jadi penasaran dengan orang itu." Ia langsung berdiri dan berjalan menuju pintu.
__ADS_1
"Hei, apa yang akan kau lakukan?!" Ucap Li Xiang dengan suara pelan.
"Aku ingin melihat siapa orang yang berteriak di dekat kamar ini." Ucap Xiao Lei. Ia mulai membuka pintu perlahan.
"Jangan!" Teriak Li Xiang. Ia segera keluar dari bawah tempat tidur dan berlari menghampiri Xiao Lei. Namun terlambat, pria tua itu sudah membuka hampir sebagian pintu dan hal ini membuatnya menabrak Xiao Lei dari belakang, membuat pria tua itu jatuh terkurap dengan dirinya ada di atasnya.
Xiao Xing Fu yang ada di dekat tempat itu langsung melihat ke arah suara berisik berasal. "Guru?!" Ucapnya terkejut. Ia langsung berjalan menghampiri kedua orang itu.
"Apa yang kau lakukan?!" Ucap Xiao Xing Fu yang masih terkejut. Ia melihat gurunya ada di atas punggung seseorang.
Li Xiang mengangkat kepalanya dan tersenyum canggung, "Hehehe~ h-hai~ aku sedang bermain kucing menangkap tikus."
Xiao Xing Fu melihat orang yang ditindih oleh tubuh gurunya. Terlihat sudah tua. Ia langsung menarik tangan gurunya agar pergi dari atas punggung orang itu, "Guru, kau tidak sopan sekali!"
Tubuh Li Xiang akhirnya menyingkir dari atas Xiao Lei. "Kenapa kau kasar sekali menyeretku?!" Protes Li Xiang setelah berdiri di samping Xiao Xing Fu.
"Kau berat. Lain kali turunkan berat badanmu. Cobalah seberat ranting." Ucap Xiao Xing Fu datar. Ia pun menatap pria tua yang masih tengkurap di lantai. Ia menyodorkan tangan padanya, "Paman, aku bantu. Guruku pasti sudah menyusahkanmu. Dia memang menyebalkan dan tidak bisa diam. Jadi aku minta maaf karena tidak bisa menjaganya."
Xiao Xing Fu tidak mempedulikan Li Xiang. Tangannya masih ia ulurkan pada pria tua di lantai. "Ayo paman."
Xiao Lei menerima uluran tangan anak itu tanpa melihatnya. "Terimakasih." Ia segera berdiri dan tersenyum. Namun senyumannya tiba tiba pudar dan berubah menjadi terkejut saat melihat wajah Xiao Xing Fu. "Kau–"
"Kau harus membayar makanan di lantai bawah! Pelayan menagihnya." Ketus Xiao Xing Fu pada Li Xiang.
"Huft... kau menyusulku hanya karena pelayan menagih pembayaran makanan, kukira kau menyusulku karena mengkhawatirkanku." Li Xiang menghela nafas lesu.
"Hmph! Jangan pernah berpikir seperti itu. Untuk apa aku mengkhawatirkanmu?" Ketus Xiao Xing Fu.
Li Xiang cemberut, "Padahal baru saja kemarin kemarin kau mengatakan tidak ingin aku jauh darimu, kau tidak ingin aku pergi, lalu–"
"Berisik! Bayar saja makanan di lantai bawah!" Kesal Xiao Xing Fu. Ia tidak mau membahas masalah tentang apa yang akan Li Xiang katakan.
"Kau saja yang bayar, ini." Li Xiang memberikan 3 koin emas pada Xiao Xing Fu.
__ADS_1
Xiao Xing Fu berkedip beberapa kali, "Ini terlalu banyak."
"Sisanya untukmu saja. Sekarang kau bayar terlebih dahulu, lalu tunggu aku di pintu keluar. Aku akan menyusulmu nanti." Ucap Li Xiang.
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama. Oh ya, aku sudah menghabiskan makananmu. Jadi kita bisa langsung pergi." Ketus Xiao Xing Fu.
"Hah? Kenapa kau menghabiskan makananku?! Kau memakannya tanpa izin dariku!"
"Itu salahmu sendiri karena lama. Sampai jumpa." Xiao Xing Fu langsung pergi. Ia sedikit melirik pria tua yang berdiri di dekatnya. Setelahnya, ia pergi. "Apa hanya perasaanku saja atau dia memang mirip dengan ayah?"
Xiao Lei sejak tadi seakan hanyalah patung yang tak dipedulikan keberadaannya. Namun ia tetap diam tadi. Setelah melihat Xiao Xing Fu sudah jauh, ia menatap Li Xiang. "Kenapa dia sangat mirip dengan anakku saat kecil?"
"Apa kau tidak menyadarinya? Dia adalah cucumu. Yah.. walaupun dia dibangkitkan, tapi dia masih bisa tumbuh seperti manusia pada umumnya. Dia seperti manusia baru. Tidak ada perubahan sama sekali dan apa yang kulakukan saat itu hanya memberikan kehidupan padanya, tidak mengubah sifatnya ataupun fisiknya." Ucap Li Xiang.
"J-jadi.. dia cucuku?" Gumam Xiao Lei dengan mata berkaca kaca. Entah ia ingin menangis karena senang ataupun sedih ketika mengetahui anaknya sudah mati. "Tapi kenapa dia bisa berada di desa Yunxu dengan kedua orang tuanya? Padahal kau mengatakan dia adalah anak dari putraku. Seharusnya dia bersamanya dan juga manantuku."
"Masih banyak hal yang harus kuceritakan padamu dan ini sangat merepotkan. Aku malas menjelaskan panjang lebar, tapi apa boleh buat? Aku lakukan ini agar kau tidak salah paham." Li Xiang mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi datar. Namun dalam hati, "Hehehe, kau harus membayar semua informasi ini, Lei. Maka dari itu aku mau menjelaskan semuanya."
"Kita bicarakan ini di dalam saja." Ucap Xiao Lei.
Li Xiang mengangguk. Ia pun mengikuti Xiao Lei masuk kembali ke dalam ruangan kamar.
***
Li Xiang mulai menjelaskan semua yang ia tahu setelah masuk ke dalam kamar Xiao Lei. Ia juga sudah memasang sebuah pelindung kedap suara agar tidak ada yang mendengar percakapannya dengan Xiao Lei. "Sebelum memulainya, aku ingin kau tidak memotong ucapanku sama sekali." Ucap Li Xiang. Ia pun diangguki oleh Xiao Lei.
"Sejak aku membangkitkan Fu'er, aku membawanya ke hutan Yuelong. Hampir semalaman dia tidak sadarkan diri. Lalu setelah dia sadar, dia mulai cerita padaku. Awalnya dia tidak tinggal di desa Yunxu. Tapi di desa lain yang cukup jauh dari sana. Lalu ketika dia berumur 8 tahun, desanya diserang oleh kawanan monster serigala. Kedua orang tuanya mati dan dia lari karena orang tuanya memerintahkannya untuk pergi. Jadi dia langsung lari dari sana sambil membawa token yang diberikan ayahnya atau Shen'er. Dia mengatakan padaku bila sebelum dia pergi, Shen'er menyuruhnya untuk mencarimu.
Selama hampir setahun Xing Fu hanya menjadi pengemis. Dia berpindah pindah tempat sambil mencari sekte giok bulan. Tapi dia tidak pernah menemukannya karena orang orang yang ditanya selalu mengusirnya dan tidak mau menjawab pertanyaannya. Saat dia tiba di kota Taiyang, dia bertemu seorang wanita yang kemudian dia diangkat menjadi anak. Sudah hampir setahun dia tinggal dengan wanita itu bersama dengan suaminya di desa Yunxu.
Saat aku sedang berada di sana, tepatnya hampir setahun Fu'er tinggal bersama kedua orang itu, aku mendengar pembicaraan orang orang kota Taiyang. Mereka mengatakan bila Fu'er akan dijadikan tumbal sebagai ritual yang dilakukan penduduk desa Yunxu. Setiap ritual selesai, mereka akan mengadakan pesta perayaan. Ritual yang mereka lakukan adalah memberikan anak laki laki dengan umur 8-12 tahun, setahun sekali pada roh jahat agar roh jahat itu mau melindungi anak laki laki di desa mereka yang selalu diambil oleh roh wanita yang sedang mencari anaknya. Seperti itu yang kudengar. Lalu token yang kuberikan padamu tadi adalah token yang dititipkan Fu'er padaku.
Dari penjelasanku tadi, kau pasti sudah mengerti. Bagaimana aku bisa tahu bila pembunuh itu adalah Shen'er, bagaimana aku bisa tahu bila Fu'er adalah anak dari putramu, bagaimana aku bisa mengetahui alasan kenapa putramu bunuh diri, lalu kenapa Fu'er tidak bersama dengan Shen'er dan istrinya." Jelas Li Xiang dengan panjang lebar.
__ADS_1