
"Tidak ada yang boleh menyakitinya tanpa seizinku."
Remaja yang baru saja muncul itu kini menampakkan wajahnya. Rambut berwarna putih dengan mata emas. Dia adalah Li Xiang.
Li Xiang menyipitkan mata menatap Bai Wei dan Lin Hao. Ekspresinya terlihat masam, seakan menahan marah. "Aku tidak mengizinkan satupun diantara kalian menyakitinya. Apa kalian ingin kubunuh?"
Lin Hao yang dibantu berdiri oleh gurunya nampak terkejut ketika melihat Li Xiang. Ia sering melihat remaja itu di dalam mimpinya. Setahunya, remaja itu berasal dari keluarga Li. Padahal keluarga Li sudah musnah ratusan tahun lalu oleh sekte aliran putih. Seharusnya tidak ada lagi orang keluarga Li yang tersisa.
Orang keluarga Li melakukan kultivasi iblis yang mana cara meningkatkan kekuatan mereka adalah dengan menggunakan energi negatif dari orang yang sudah mati. Cara seperti itu adalah cara yang salah bagi aliran putih. Maka dari itu, ratusan tahun lalu aliran putih membantai orang orang keluarga Li tanpa sisa. Ia mengetahui semua itu dari buku. Karena mimpinya yang aneh selalu muncul, maka ia mulai mencaritahu nama yang disebutkan di dalam mimpinya. Ia tahu nama anak yang selalu ada di mimpinya. Yaitu Li Xiang.
Yang ia tahu tentang orang dengan nama itu adalah dia merupakan anak dari Li Jun yang mana dirinya adalah kepala keluarga Li pada saat itu. Hanya itu saja yang ia tahu melalui buku.
Bai Wei dan Lin Hao terlihat seperti dibuat takut oleh Li Xiang. Padahal jika dilihat oleh orang lain, remaja itu tidak melakukan apapun. Padahal keduanya saat ini merasakan kekuatan mengerikan yang diarahkan Li Xiang pada mereka. Remaja itu memperlihatkan auranya pada mereka, tanpa memberikan beban kekuatan yang membuat mereka merasa tertekan.
Bai Nuan yang melihat kehadiran Li Xiang terkejut, begitupun dengan seluruh orang yang berada di sana. "Ming'er!" Ia segera berdiri dan berlari mendekati lapangan.
"B-bagaimana kau bisa berada di sini?" Xiao Xing Fu menoleh ke arah Li Xiang yang ada di depannya. Ia masih berlutut di tanah karena kelelahan.
Li Xiang membalikkan tubuhnya dan menatap Xiao Xing Fu. Tubuh pemuda itu memiliki beberapa bekas luka. Itu disebabkan karena pertarungannya sebelum melawan Lin Hao, "Cih!" ia tampak benar benar kesal. "Siapa yang melukaimu?"
"Hah?" Xiao Xing Fu nampak tidak mengerti. Karena ia berpikir bila Li Xiang akan marah marah karena ia meninggalkannya tanpa mengucapkan apapun pada remaja itu. Tapi ucapan yang pertama kali terlontar dari mulutnya adalah kata kata lain.
"Jawab aku sekarang." Ucap Li Xiang serius, "Akan kubunuh orang itu."
Udara di sekitar Li Xiang seolah menjadi menyeramkan. Namun Xiao Xing Fu tidak merasakannya, begitupun dengan Bai Nuan yang kini sudah ada di dekat keduanya.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan?" Xiao Xing Fu mengerutkan kening.
Li Xiang membalikan tubuhnya kembali tanpa menjawab dan menghadap ke arah Lin Hao serta Bai Wei. Ia berjalan mendekati Lin Hao. Setelah tepat berada di depannya, ia menatap tajam pemuda itu hingga membuatnya sedikit takut. Apalagi dengan aura menyeramkan yang sedikit ia keluarkan. "Apa kau yang sudah melukai Xing Fu?"
"Tidak, aku yang melakukannya." Ucap Bai Wei agar Li Xiang tidak memfokuskan diri pada Lin Hao.
Lin Xiang memiringkan kepalanya sambil menatap Bai Wei dengan senyum sinis, "Oh, kau yang melakukannya?"
Semua orang seakan dibuat tak berkutik oleh Li Xiang. Mungkin mereka takut Li Xiang akan menyerang jika mereka bergerak sedikit saja. Karena bagaimanapun, mereka semua merasakan aura yang dikeluarkan Li Xiang dan diarahkan pada mereka. Kecuali Xiao Xing Fu dan Bai Nuan saja yang tidak merasakannya.
Bai Wei sedikit menelan ludahnya, "Ya. Aku yang melakukannya. Aku sudah menyerangnya tadi dan membuatnya terluka."
"Tidak. Aku terluka karena keinginanku sendiri!" Ucap Xiao Xing Fu. Ia perlahan berdiri dengan dibantu oleh Bai Nuan. Keduanya berjalan mendekati Li Xiang.
"Maaf, ini salahku. Aku sudah menyeret kakakmu dalam masalahku." Bai Nuan menundukkan kepalanya pertanda menyesal. "Kenapa mereka semua hanya diam? Mereka bahkan tidak bergerak setelah melihat pelindung hancur." Batinnya.
"Akan aku ceritakan semuanya." Ucap Bai Wei dengan cepat.
"Oh, kau yang akan menceritakannya? Baiklah. Tapi tidak di sini. Jika aku tidak puas dengan penjelasanmu, maka bersiap saja. Dalam sehari ini, sekte pedang langit akan menghilang dari dunia."
Akhirnya, Bai Wei membawa Li Xiang dan Xiao Xing Fu ke tempat tinggal patriarch di sekte pedang langit ini. Sementara Bai Nuan akan mengobati luka Lin Hao. Lalu orang orang yang menjadi penonton membubarkan diri dari lapangan latih tanding, kecuali tetua yang sebagian menjadi penonton, saat ini akan membereskan sedikit kekacauan yang terjadi. Tidak ada yang mengatakan apapun setelah kejadian ini. Mereka seolah dibuat bungkam untuk beberapa saat setelah membubarkan diri.
***
Kediaman patriarch yang ada di sekte pedang langit memiliki ukuran yang cukup besar. Terdapat ruang tamu yang luas dan banyak kamar juga di tempat ini. Hanya saja banyak kamar yang tidak terisi. Jadi beberapa dari kamar itu sedikit berdebu karena tidak dipakai dan jarang dibersihkan.
__ADS_1
Bai Wei menceritakan semua kejadian yang terjadi saat tadi. Dimulai dari orang orang sektenya, termasuk Lin Hao yang membawa Xiao Xing Fu dan Bai Nuan ke tempat ini dengan kertas teleportasi sampai dengan pernikahan yang ingin ia lakukan mengenai putrinya dan murid pribadinya, serta pertarungan yang dilakukan Xiao Xing Fu. Ia menjelaskan semuanya dengan detail.
"Kekasih putrimu?" Li Xiang menggangkat sebelah alisnya sambil melirik Xiao Xing Fu. Sementara orang yang ditatap langsung mengalihkan pandangan ke arah lain. Kini Li Xiang mulai mengerti apa yang terjadi. "Jadi begitu. Tapi tidak seharusnya kau melukainya tanpa izin dariku. Karena bagaimanapun, dia adalah muridku. Kau juga pasti tidak ingin bila muridmu terluka."
Bai Wei terkejut. Ia menatap Li Xiang yang duduk di depannya dengan heran, "Murid?"
"Maafkan aku, karena aku sudah bertindak ceroboh. Seharusnya aku tidak mengujinya tanpa memberitahukan ini pada gurunya." Ucap Bai Wei. Ia merasa agak aneh saat Li Xiang mengatakan ia adalah guru Xiao Xing Fu. Karena dari tampilannya, ia terlihat masih remaja dengan umur 14 tahun. Sementara Xiao Xing Fu sudah berumur 18 tahun. Walau begitu, ia tidak meragukan kekuatan Li Xiang. Ia sudah merasakannya sendiri bagaimana aura menyeramkan yang diperlihatkan Li Xiang padanya tadi. Jadi ia tidak akan bertindak ceroboh pada anak itu.
"Guru, kenapa kau mengatakannya secara terang terangan?" Bisik Xiao Xing Fu yang masih bisa didengar oleh Bai Wei.
"Kenapa? Karena aku kesal bila terus mengaku sebagai adikmu. Aku hanya ingin dia menganggapku sebagai gurumu, bukan adikmu. Kau ingat? Aku lebih tua darimu." Ketus Li Xiang.
"Sekarang aku ingin kau memberikanku kamar untuk muridku beristirahat. Lalu setelahnya, kita akan melanjutkan pembicaraan kita." Ucap Li Xiang sambil menatap Bai Wei.
"B-baik. Akan aku tunjukan." Bai Wei berdiri dan berjalan pergi, lalu diikuti oleh Xiao Xing Fu dan Li Xiang.
"Kenapa dia datang tiba tiba seperti itu? Dia bahkan mengancam dan meminta sesuatu seenaknya pada patriarch. Aku jadi merasa tidak enak dengan patriarch karena semua kejadian ini." Batin Xiao Xing Fu.
***
"Kalau begitu, aku permisi. Aku berada di ruang tamu jika kalian membutuhkan sesuatu."
Li Xiang mengangguk, "Kau bisa pergi."
Bai Wei segera pergi dari hadapan Li Xiang. Untuk saat ini ia tidak boleh membuat Li Xiang marah. Ia harus memperlakukannya dengan baik. Karena dalam pandangannya, Li Xiang tidak akan segan untuk membantai seluruh orang orang di sektenya jika marah. Ia sendiri merasa Li Xiang memiliki kekuatan besar yang tak bisa ia lawan. Jadi dibandingkan melawan, ia lebih memilih untuk menuruti kemauan remaja itu selama kemauannya bukan hal yang bertentangan dengannya.
__ADS_1
"Cepatlah masuk, aku akan mengobatimu." Li Xiang berjalan masuk lebih dulu ke dalam.
Xiao Xing Fu mengikuti Li Xiang dari belakang. Entah kenapa, rasanya Li Xiang seperti bukan Li Xiang yang ia kenal saat dia berada di lapangan latih tanding tadi. Seperti ada yang berbeda dari sikapnya.