
"Keadaan bisa saja berubah tergantung dengan jawaban yang kau berikan."
Xiao Xing Fu saat ini memang tidak melihat bagaimana ekspresi yang diperlihatkan Li Xiang. Namun ia tahu bila Li Xiang sedang serius. Apalagi gurunya memanggil namanya untuk pertama kalinya.
"Kau jangan bercanda!" Ucap Xiao Xing Fu. Ia merasa tidak percaya bila gurunya yang membunuh orang orang di desa. Namun pikirannya mengatakan lain. Kenapa saat kejadian itu, Li Xiang berada di sana? Apa hanya kebetulan? Atau ada hal lainnya?
"Apa menurutmu aku sedang bercanda? Aku serius, jawab aku. Jika aku adalah pelakunya, kau akan tetap membalaskan dendam untuk mereka atau kau akan melupakannya? Jika kau masih berpihak pada kedua orang tua angkatmu, maka kau akan melawanku untuk membalas dendam. Lalu bila kau berpihak padaku, maka kau sudah berkhianat pada kedua orang tua angkatmu dan seluruh orang orang di desa Yunxu."
Xiao Xing Fu terdiam ketika mendengar ucapan gurunya. Li Xiang memberikan pilihan yang sulit padanya. Di satu sisi ia berpihak pada kedua orang tua angkatnya. Namun di sisi lain, ia berpihak pada Li Xiang. Ia tidak bisa memilih diantara keduanya. "Aku.. percaya kau bukanlah pelakunya." Ucapnya dengan pelan.
"Kalau begitu, menurutmu kenapa aku bisa ada di desa Yunxu disaat kejadian itu terjadi? Apa hanya kebetulan? Atau ada sesuatu yang kulakukan? Kau tak pernah menanyakan itu padaku."
"Kau pasti hanya kebetulan berada di sana saat kejadian terjadi! Karena bila kau adalah pelakunya, mengapa kau menyelamatkanku saat itu?! Jika kau adalah pelakunya, seharusnya kau membunuh semua orang tanpa terkecuali!" Ucap Xiao Xing Fu dengan sedikit membentak. Ia tidak suka suasana saat ini. Sangat tidak nyaman. Ia pula tidak menyukai perasaan ini. Perasaan dimana dirinya dibuat ragu oleh jawabannya sendiri.
Li Xiang tiba tiba muncul tepat di hadapan Xiao Xing Fu, hingga membuat anak itu terkejut. Ia tidak menyadari kapan Li Xiang bisa ada di hadapannya seperti ini. Ia terdiam dengan raut sulit diartikan.
Li Xiang berdiri dengan wajah yang ia dekatkan pada Xiao Xing Fu yang sedang duduk bersandar pada pohon. Rautnya benar benar serius. Ia pun tersenyum miring, "Siapa yang menyelamatkanmu?"
"M-maksudmu?" Ucap Xiao Xing Fu dengan gugup dan ragu.
"Apa kau yakin aku benar benar menyelamatkanmu?" Li Xiang tersenyum miring dengan satu alis yang ia angkat ke atas.
Xiao Xing Fu dibuat bungkam dengan ucapan Li Xiang. Apa maksudnya? Ia sama sekali tidak mengerti. Jelas Li Xiang menyelamatkannya saat itu. Bila gurunya tidak menyelamatkannya, maka ia sudah mati saat ini. "J-jika kau tidak menyelamatkanku saat itu, a-aku sudah mati saat ini."
"Kau yakin bila kau benar benar masih hidup? Kau yakin kau masih manusia?"
Xiao Xing Fu dibuat semakin tidak mengerti dengan ucapan Li Xiang. Ia menelan ludahnya. Udara di sekelilingnya terasa dingin baginya. "Apa.. maksudmu?"
Li Xiang menjauhkan wajahnya dari Xiao Xing Fu. Ia menatap anak itu dengan senyum miring, "Kau masih tidak mengerti dengan maksudku? Kalau begitu, akan aku jelaskan. Kau.. bukan manusia lagi."
Xiao Xing Fu terkejut mendengar ucapan Li Xiang. Namun ia tidak mengatakan apapun dan menunggu gurunya untuk menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
"Kenyataannya kau sudah mati. Lalu kau dihidupkan kembali. Namun kau tidak menjadi manusia seutuhnya. Karena tubuhmu yang asli sudah membusuk saat ini. Sementara tubuhmu yang saat ini ada padamu, bukanlah tubuhmu. Tapi itu hanyalah boneka yang dibuat dari banyak mayat manusia menggunakan jurus."
"Tidak mungkin!" Xiao Xing Fu menggelengkan kepala tak percaya. "Tidak ada jurus seperti itu!"
"Bukankah saat itu kita pergi ke desamu untuk membasmi roh jahat yang ada di sana? Kau melihatnya sendiri. Di tempat itu hanya ada beberapa mayat yang sudah membusuk. Lalu pertanyaannya, kemana semua mayat yang tersisa?"
"Mereka pasti sudah terbakar oleh api! Jadi sebagian dari mereka tidak ada!" Ucap Xiao Xing Fu dengan suara sedikit bergetar.
"Tapi kau melihatnya sendiri sebelum mati, bila mayat di sekitarmu masih ada banyak. Jadi mayat mayat itu tidak mungkin terbakar menjadi abu hingga totalnya menjadi sedikit saat kau masih bernafas. Dan apa kau pikir mereka menjadi abu saat aku meninggalkan mereka dengan api api itu? Bila aku tidak memadamkan apinya sebelum pergi dari tempat itu, bukankah seharusnya hutan di dekat desamu ikut terbakar? Tapi saat kita datang bersama ke tempat itu, kau masih melihat hutan di dekat desa. Jadi kemana semua mayat yang ada? Jawabannya, mereka diubah menjadi tubuhmu saat ini."
Mendengar itu, mata Xiao Xing Fu menjadi bergetar. "Aku.. bukan manusia?"
"Begitulah. Kau hanya tumpukan mayat yang diubah menjadi boneka untuk wadah satu roh sebagai tubuhnya."
Xiao Xing Fu menatap Li Xiang dengan mata bergetar. Ia seakan tak mau mendengar kenyataan lainnya. Tapi disisi lain, ia ingin mengetahui banyak hal yang tidak diketahuinya. "Lalu.. kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau membangkitkanku jika kau adalah pelakunya?!" Ia berucap dengan sedikit membentak.
"Aku yang membunuhmu, beserta seluruh orang orang di desa Yunxu. Lalu kau bertanya kenapa aku mau membangkitkanmu? Jawabannya mudah sekali. Aku melakukannya hanya untuk bersenang senang. Bagaimana melihatmu mencari cari pelaku dari pembunuhan itu, padahal selama ini orang yang kau cari selalu ada di dekatmu. Lucu sekali, kau menghiburku." Tatapannya nampak merendahkan. Namun bibirnya mengukir senyum sinis.
"Tidak ada alasan khusus. Jawabannya sama. Hanya untuk bersenang senang."
"Kalau begitu kenapa kau merawatku selama ini?! Apa alasannya masih sama, untuk bersenang senang?!"
Li Xiang tersenyum sinis, "Kau seperti sebuah boneka yang menampilkan pertunjukan di atas panggung teater. Lalu aku sebagai penggerak sekaligus penonton yang melihat pertunjukanmu."
Ucapan Li Xiang terlalu menyakitkan untuk Xiao Xing Fu. Mendengar bila ia hanyalah sebuah mainan untuk bersenang senang, membuatnya marah. Ia langsung berdiri dan hendak memukul Li Xiang. Namun sebelum ia bisa melakukannya, sebuah tendangan mengenai tubuhnya membuatnya jatuh dari atas pohon dengan cukup keras.
"Kau takkan bisa mengalahkanku." Ucap Li Xiang saat ia sudah berdiri tepat di depan Xiao Xing Fu yang tengkurap.
Perlahan Xiao Xing Fu berdiri kembali. Tatapannya tampak marah. Namun dibalik rasa marahnya terdapat rasa sedih yang mendalam setelah mendengar ucapan Li Xiang tadi.
Xiao Xing Fu terus berusaha menyerang Li Xiang dengan tangan kosong. Namun seberapa besar pun usaha yang ia lakukan untuk memukul remaja itu, ia tak pernah bisa mengenainya. Ia hanya terus terjatuh dan terluka karena serangan balik yang dilakukan Li Xiang padanya.
__ADS_1
"Percuma saja kau terus menyerangku. Kau tidak akan pernah bisa menang dariku." Ucap Li Xiang sambil memperhatikan Xiao Xing Fu yang terduduk di jarak beberapa meter darinya. Tanah tanah di sekitar mereka saat ini rusak karena pertarungan kecil yang mereka lakukan. Bahkan ada dua pohon yang tumbang akibat tabrakan Xiao Xing Fu pada pohon saat tadi dan juga karena pukulan yang dilakukannya.
Di tubuh Xiao Xing Fu saat ini terdapat beberapa luka yang diakibatkan oleh Li Xiang. Di sudut bibirnya pun saat ini terdapat darah. Walau begitu, Xiao Xing Fu seperti tidak mau menyerah.
"Apa ini termasuk balas dendammu padaku? Jadi ternyata kau sudah memutuskan. Pilihanmu adalah orang tua angkatmu." Ucap Li Xiang dengan datar. Ia menghilang dengan cepat dan muncul tepat di hadapan Xiao Xing Fu yang terduduk. Setelahnya, ia langsung menendang Xiao Xing Fu dengan keras.
Braakkk
Tanpa bisa melawan atau menahan serangan Li Xiang, tubuh Xiao Xing Fu menghantam pohon besar di belakangnya hingga tumbang. Ia terbatuk, "Uhuk.. uhuk.." Rasanya sangat menyakitkan. Seluruh tulangnya terasa remuk saat ini. Namun ia masih saja tetap berdiri.
"Kenapa kau keras kepala sekali? Kau masih ingin melawanku? Berdiri dengan benar saja kau tidak bisa." Li Xiang menatap Xiao Xing Fu dengan datar.
Xiao Xing Fu tidak mengatakan apapun. Ia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Namun, ia tetap berdiri. Ia menatap Li Xiang beberapa saat. Setelahnya, ia melihat ke atas langit dan langsung mengangkat tangan kanannya. "Dengan kekuatanku, aku memanggilmu, musnahkanlah musuh musuhku dengan petirmu." Ucapnya pelan.
"Kau akan menggunakan jurus itu untuk membunuhku?" Li Xiang menatap ke atas langit. "Kita lihat saja, apa kau benar benar bisa melakukannya?"
Langit malam yang gelap kini dikelilingi oleh awan hitam dengan petir yang saling menyambar di atas awan. Lalu tak lama, petir yang besar langsung menghantam ke permukaan tempat dimana Li Xiang berada.
Jdeeerrrrr
Whuusss
Angin yang cukup kuat menyebar dari arah petir menyambar.
Xiao Xing Fu hampir terbawa oleh angin seperti saat ia menggunakannya pertama kali saat itu. Namun ia bertahan agar tidak terbawa angin.
Petir hanya menyambar satu kali. Setelah itu, awan di atas langit menghilang begitu saja. Kini tempat dimana Li Xiang berada ditutupi oleh banyak dedebuan yang beterbangan.
Xiao Xing Fu terduduk di tanah. Ia merasa lelah. Menggunakan jurus petir ini memang menguras banyak tenaganya. "Apa dia terluka?" Gumamnya.
Perlahan dedebuan menghilang, memperlihatkan sesosok remaja laki laki dibaliknya yang berdiri tanpa luka apapun.
__ADS_1
Xiao Xing Fu terkejut. Li Xiang tidak terluka sama sekali.